Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Al-Mizan (e-Journal)

PROBLEMATIKA ADZAN DI KOTA GORONTALO (Menelusuri Paradigma Masyarakat tentang Adzan dan Iqamat Magrib Tanpa Jeda) Kasim, Dulsukmi
Al-Mizan Vol 11, No 1 (2015): Juni 2015
Publisher : IAIN Sultan Amai Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Athan and Iqama are including one tawqifi issues in Islamic jurisprudence, but its application in the middle of the race still leaves the problem, particularly in the Gorontalo city. This study discusses the paradigm of Gorontalo City community about Athan and Iqama on Magrib (sunset) without pause. This research is a qualitative descriptive study with using philosophical and sociology approachs. The research data were collected through observation, interviews and documentation, then there are analyzed descriptively qualitative. The results showed that historically, the emergence of the call to prayer (Athan) and Iqama on Magrib (sunset) without a break in Gorontalo are inseparable: the history of the mosques first in Gorontalo and the presence of three figures charismatic clerics in Gorontalo city and they serves as a role model race, so that has implications for understanding Athan and Iqama on Magrib (sunset) without pause. When this phenomenon in terms of a philosophical religion, then its not found any of the arguments of the Quran and Hadis to confirms it.
PEMIKIRAN USHUL FIQH YUSUF AL-QARDHAWY Kasim, Dulsukmi
Al-Mizan Vol 9, No 1 (2013): Juni 2013
Publisher : IAIN Sultan Amai Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Yusuf al-Qardhawy, seorang tokoh dunia Islam yang sudah tidak diragukan lagi kepopuleran dan sisi kharismatiknya. Kiprah keilmuan dan jasanya sangat lekat di telinga umat Islam di dunia. Mulai dari mimbar masjid hingga meja konferensi. Ide, pemikiran, analisa, argumentasi, dan kupasan ilmiahnya tersebar melalui media elektronik dan media cetak hingga kini. Salah satu khazanah pemikiran beliau yang sangat cemerlang adalah di bidang ushul fiqh. Butir pemikirannya meliputi empat hal, yaitu tajdid ilmu ushul fiqh, ijtihad yang dibutuhkan masa kini, maslahat, dan etika atau metode praktis dalam berfatwa. Dalam hal tajdid ilmu ushul fiqh, beliau menawarkan peluang dilakukannya tajdid dalam ilmu ushul fiqh dengan melahirkan metode baru, atau kaidah baru terkait dengan pengistimbathan hukum. Bentuk pembaharuan itu bisa dalam bentuk tamhish, taqrir, atau tarjih. Pada masalah ijtihad, agar umat ini bisa keluar dari ketertinggalannya dibutuhkan ijtihad intiqa’i dan ijtihad insya’i. Pada persoalan maslahat beliau memasukkan maqashid al-ijtima’iyyah atau dan maqashid al-qiyam sebagai bagian yang tak terpisahkan dalam keberadaan syariat Islam. Semantara dalam masalah fatwa beliau memberi ide perlunya etika dan metode praktis yang modern dalam berfatwa, yaitu: metode fatwa yang praktis dan modern, yaitu: Melepaskan diri dari sikap fanatisme; Menjunjung prinsip “Yassiru wa La Tu’assiru”; Memakai bahasa yang mudah difahami; Fokus pada masalah dan menempuh jalan moderasi (washathiyyah) dalam memberi solusi; Memberi penjelasan dan keterangan atas fatwanya disertai argumen dan dalil yang valid.