sutarjo sutarjo
Universitas Pendidikan Ganesha

Published : 18 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

ANALISIS DAMPAK PENAMBANGAN BATU KAPUR TERHADAP LINGKUNGAN DI KECAMATAN NUSA PENIDA I Gede Algunadi; Ida Bagus Made Astawa; sutarjo sutarjo
Jurnal Pendidikan Geografi Undiksha Vol. 4 No. 1 (2016): Jurnal Pendidikan Geografi Undiksha
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpg.v4i1.20525

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan di Kecamatan Nusa Penida dengan tujuan untuk: (1) mendeskripsikan karakteristik kegiatan penambangan batu kapur di Kecamatan Nusa Penida, (2) mengetahui dampak penambangan batu kapur terhadap lingkungan abiotik yang ditimbulkan di Kecamatan Nusa Penida, (3) mengetahui upaya yang telah dilakukan masyarakat dalam usaha perbaikan dampak penambngan batu kapur di Kecamtan Nusa Penida. Berkenaan dengan itu penelitian dirancang sebaga penelitian deskriptif, dengan sampel sejumlah 54 orang (40%) dari populasi yang berjumlah 108 orang yang diambil secara proportional random sampling. Data dikumpulkan melalui observasi dan kuesioner yang selanjutnya dianalisis dengan menggunakan metode deskriptitif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) karakteristik kegiatan penambangan batu kapur di Kecamatan Nusa Penida secara umum tergolong belum intensif dilakukan dilihat dari intensitas penambangan, perlengkapan alat yang digunakan, kepemilikan lokasi penggalian 72,2% milik sendiri, alat angkut yang digunakan 68,5% berupa pickup, nilai ekonomis dan pemasaran tergolong masih sangat rendah, (2) dampak penambangan batu kapur terhadap lingkungan abiotik yang ditimbulkan di Kecamatan Nusa Penida tergolong masih rendah dilihat dari kedalaman dan luas penggalian rata-rata hanya 4 m, (3) upaya yang telah dilakukan masyarakat dalam usaha perbaikan dampak penambngan batu kapur di Kecamatan Nusa Penida terhadap kondisi morfologi 70,4% terkadang melakukan reklamasi.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TGT (TEAM GAME TOURNAMENT ) TERHADAP AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS X.3 SMA NEGERI 1 TEGALLALANG PADA MATA PELAJARAN GEOGRAFI TAHUN PELAJARAN 2012/2013 Ni Luh Kadek Rai Oktariyani; sutarjo sutarjo; i ketut sutarjo
Jurnal Pendidikan Geografi Undiksha Vol. 4 No. 2 (2016): Jurnal Pendidikan Geografi Undiksha
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpg.v4i2.20542

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajargeografi melalui penerapan model pembelajaran kooperatif Tipe Team GameTournament siswa kelas X3 SMA Negeri 1 Tegallalang. Penelitian ini adalahpenelitian tindakan kelas yang dilaksanakan sebanyak dua siklus.subjek daripenelitian ini adalah siswa kelas X3 SMA Negeri 1 Tegallalang dengan jumlah 41orang siswa .Data tentang aktivitas dan hasil belajar siswa dikumpulkan denganmenggunakan metode observasi dan metode tes.semua data dianalisismenggunakan teknik deskriptif kualitatif.Hasil penelitian pada aktivitas belajar siswa menunjukkan peningkatandari siklus I 70,10% yang berada pada kriteria cukup aktif menjadi 81,67% padasiklus II yang berada pada kriteria aktif. Sedangkan pada hasil belajar pada siklusI 73,04% yang berada pada kriteria sedang menjadi 80,00% pada siklus II beradapada kriteria tinggi dan ketuntasan klasikal 78,04% .dari analisis data penelitiandapat disimpulkan bahwa, penerapan model pembelajaran kooperatif tipe TeamGame Tournament dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar geografi siswakelas X3 SMA Negeri 1 Tegallalang.
STRATEGI PENGEMBANGAN OBJEK WISATA ARUNG JERAM DI DESA MUNCAN, KECAMATAN SELAT, KABUPATEN KARANGASEM (TINJAUAN GEOGRAFI PARIWISATA) I Made Wahyudi Muliana; i ketut suratha; sutarjo sutarjo
Jurnal Pendidikan Geografi Undiksha Vol. 4 No. 2 (2016): Jurnal Pendidikan Geografi Undiksha
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpg.v4i2.20546

Abstract

Muncan; (2) mengetahui keterlibatan masyarakat dalam pengembangan objek wisata arungjeram di Desa Muncan; (3) menawarkan strategi yang dapat bermanfaat bagi masyarakat di DesaMuncan, Kecamatan Selat, Kabupaten Karangasem. Penelitian ini merupakan penelitiandeskriptif. Objek penelitian ini adalah strategi pengembangan objek wisata arung jeram,sedangkan yang menjadi subjek dalam penelitian ini adalah para pelaku di objek wisata arungjeram, dengan jumlah sampel yang diambil sebanyak 54 orang. Pengumpulan data dalampenelitian ini dilakukan dengan metode (1) kuesioner, (2) observasi dan (3) pencatatan dokumenyang selanjutnya dianalisis secara deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa:(1) potensi alam yang dimiliki oleh Desa Muncan sangat cocok untuk dikembangkan sebagaiobjek wisata arung jeram; (2) peran masyarakat dalam mendukung pengembangan objek wisataarung jeram masih sangat kurang baik dalam menyediakan sarana dan prasarana penunjangobjek wisata arung jeram; (3) strategi dalam mengembangkan objek wisata arung jeram yaitumemberdayakan masyarakat di Desa Muncan sehingga nantinya akan mampu mengelola sungaiTlaga Waja sehingga akan berpengaruh kepada pendapatan pelaku usaha di objek wisata arungjeram.
DIFERENSIASI PERSPEKTIF ANTARA DESA DINAS DAN DESA PAKRAMAN TERHADAP PENDUDUK PENDATANG (STUDI KASUS DI DESA PAKRAMAN TALEPUD, KECAMATAN TEGALLALANG, KABUPATEN GIANYAR) Ni Wayan Ayu Suparmi; Ida Bagus Made Astawa; sutarjo sutarjo
Jurnal Pendidikan Geografi Undiksha Vol. 4 No. 3 (2016): Jurnal Pendidikan Geografi Undiksha
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpg.v4i3.20553

Abstract

Penelitian ini dilakukan di Desa Pakraman Talepud dengan tujuan (1) mendeskripsikan karakteristik penduduk pendatang yang tinggal di wilayah Desa Pakraman Talepud, dan (2) mendeskripsikan perbedaan perspektif Desa Dinas Sebatu dan Desa Pakraman Talepud terhadap penduduk pendatang. Penelitian ini dirancang sebagai penelitian deskriptif, dengan studi populasi yang berjumlah 71 orang terdiri dari aparatur desa dinas, prajuru desa pakraman dan penduduk pendatang. Data dikumpulkan melalui metode wawancara dan pencatatan dokumen yang hasilnya dianalisis secara deskriptif kualitatif melalui pendekatan keruangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik penduduk pendatang di Desa Pakraman Talepud berasal dari 3 kabupaten di Bali, berusia produktif, lebih dominan laki-laki, sebagian besar berpendidikan dasar, dan secara ekonomi memiliki variasi. Diferensiasi perspektif antara desa dinas dan desa pakraman terhadap penduduk pendatang menunjukan adanya variasi dalam satu wilayah yang dipengaruhi oleh cara pandang system pemerintahan yang berlaku di masyarakat di Desa Pakraman Talepud. Perspektif desa dinas yaitu menerima pendatang dengan kelengkapan identitas diri dan biaya administrasi serta memperoleh hak dan kewajiban yang sama dengan penduduk asli. Sedangkan, perspektif desa pakraman yaitu menerima pendatang dengan kelengkapan identitas diri, biaya/iuran, dan adanya warga setempat yang menjamin keberadaanya, dengan keterbatasan hak dan kewajiban.
STUDI KELAYAKAN OBJEK WISATA ALAM MONKEY FOREST (MANDALA WISATA WENARA WANA) UNTUK PENGEMBANGAN EKOWISATA DI DESA PADANGTEGAL, KECAMATAN UBUD, KABUPATEN GIANYAR Ni Putu Rahayu Mutiara Dewi; Sutarjo Sutarjo; I Wayan Treman
Jurnal Pendidikan Geografi Undiksha Vol. 5 No. 1 (2017): Jurnal Pendidikan Geografi Undiksha
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpg.v5i1.20651

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan di objek wisata alam Monkey Forest dengan tujuan 1) Mendeskripsikan potensi ekowisata di Objek Wisata Alam Monkey Forest 2) Mendeskripsikan partisipasi masyarakat terhadap pengembangan ekowisata di Objek Wisata Alam Monkey Forest 3) Mendeskripsikan kontribusi dari kegiatan pariwisata di Monkey Forest terhadap masyarakat 4) Mengetahui kelayakan objek wisata alam Monkey Forest untuk pengembangan ekowisata. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode observasi. Pengambilan sampel dengan teknik purposive sampling. Analisis data dilakukan dengan teknik analisis deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan, 1) Objek wisata Monkey Forest memiliki potensi wisata tergolong tinggi, 2) Partisipasi masyarakat yang tinggi dalam kegiatan pariwisata, 3) Kontribusi dari kegiatan pariwisata terhadap masyarakat lokal tergolong tinggi, dan 4) Kelayakan objek wisata alam Monkey Forest untuk pengembangan ekowisata memiliki tingkat kelayakan yang tinggi. Tingkat kelayakan yang tinggi disebabkan oleh indikator-indikator yang dimiliki tinggi.
STUDI KOMPARATIF TENTANG FERTILITAS MIGRAN DAN NONMIGRAN DI KOTA SINGARAJA Made Adelia Suryani Haribaik; Ida Bagus Made Astawa; sutarjo Sutarjo
Jurnal Pendidikan Geografi Undiksha Vol. 5 No. 1 (2017): Jurnal Pendidikan Geografi Undiksha
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpg.v5i1.20656

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan di Kota Singaraja dengan tujuan: (1). mengidentifikasi karakteristik fertilitas migran dan nonmigran di Kota Singaraja. (2). menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi fertilitas migran dan nonmigran di Kota Singaraja. (3). menganalisis perbedaan fertilitas migran dan nonmigran di Kota Singaraja. Penelitian ini dirancang sebagai penelitian deskriptif dengan sampel sebesar 10% dari populasi sebesar 626 migran dan 624 nonmigran (62 migran dan 61 nonmigran) yang diambil secara Proportional Random Sampling. Pengumpulan data primer menggunakan metode wawancara, dan sekunder menggunakan pencatatan dokumen, yang selanjutnya dianalisis dengan metode deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1). migran memiliki anak rata-rata antara 3-4 anak sedangkan jumlah anak yang dimiliki oleh nonmigran rata-rata antara 1-2, dengan jarak kelahiran dengan pola yang berbeda. Pada migran jarak kelahiran anak yang dimiliki tidak teratur, namun pada nonmigran sudah lebih teratur antara 4,5,dan 6 tahun. (2). Faktor usia kawin pertama, pendapatan dan pendidikan tidak mempengaruhi perbedaan fertilitas migran dan nonmigran di Kota Singaraja. (3). Terdapat perbedaan fertilitas antara migran dan nonmigran di Kota Singaraja secara signifikan (t hitung 4,236 > t tabel 1,970, sig 0,05%)
IMPLEMENTASI PENGELOLAAN AIRTANAH BERBASIS METODE KONSERVASI DI BUKIT BADUNG, KECAMATAN KUTA SELATAN Gusti Ayu Rosita; Putu Indra Christiawan; Sutarjo Sutarjo
Jurnal Pendidikan Geografi Undiksha Vol. 5 No. 3 (2017): Jurnal Pendidikan Geografi Undiksha
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpg.v5i3.20665

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan di Kecamatan Kuta Selatan dengan tujuan: (1). menganalisis kualitas airtanah di Bukit Badung, Kecamatan Kuta Selatan. (2). menganalisis bentuk pengelolaan airtanah berbasis metode konservasi di Bukit Badung, Kecamatan Kuta Selatan. (3). menganalisis kendala dalam pengelolaan airtanah berbasis metode konservasi di Bukit Badung, Kecamatan Kuta Selatan. Penelitian ini dirancang sebagai penelitian deskriptif dengan sampel 10% dari populasi sebesar 862 yang diambil secara Proposional Random Sampling (86) dan sampel areal 3 wilayah yang diambil secara purposive sampling. Pengumpulan data primer menggunakan metode observasi, metode wawancara terstruktur, metode analisis laboratorium dan sekunder menggunakan pencatatan dokumen, yang selanjutnya dianalisis dengan metode deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1). kualitas airtanah Kecamatan Kuta Selatan tergolong tinggi yang ditentukan oleh parameter fisik dan kimia (2). bentuk pengelolaan airtanah di Kecamatan Kuta Selatan didominasi oleh bentuk pengelolaan dengan teknik vegetasi. (3). kendala utama dalam pengelolaan airtanah adalah kendala ekonomi.
DAMPAK PENAMBANGAN BATU CADAS TERHADAP LINGKUNGAN FISIK DI WILAYAH DESA BANJARASEM KECAMATAN SERIRIT KABUPATEN BULELENG (KAJIAN GEOGRAFI LINGKUNGAN) Made Winda Putri Juliana; I Gede Astra Wesnawa; Sutarjo Sutarjo
Jurnal Pendidikan Geografi Undiksha Vol. 1 No. 3 (2013): Jurnal Pendidikan Geografi Undiksha
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpg.v1i3.20696

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan di Desa Banjarasem Kecamatan Seririt Kabupaten Buleleng. Tujuan penelitian adalah, untuk: (1) mengetahui kondisi lingkungan fisik di Desa Banjarasem, (2) mendeskripsikan aktivitas penambangan batu cadas di Desa Banjarasem, dan (3) menganalisis dampak penambangan batu cadas terhadap lingkungan fisik di Desa Banjarasem. Penelitian ini merupakan penelitiam yang bersifat deskriptif, dengan pengambilan sampel secara “Proportional Random Sampling” yaitu sebesar 48 orang yang diambil 40% dari keseluruhan populasi sebanyak 120 yang tersebar di 2 dusun. Pengumpulan data primer dan sekunder menggunakan metoda observasi, kuesioner dan pencatatan dokumen, yang selanjutnya dianalisis dengan menggunakan metode deskriptitif kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) kondisi lingkungan fisik di Desa Banjarasem dilihat dari topografi merupakan dataran rendah dengan kemiringan lereng 0-2% dan teletak pada ketinggian 500m/dpl, (2) aktivitas untuk memperoleh batu cadas cukup aktif dilakukan hal itu dilihat dari intensitas dan alat-lat yang digunakan, dan (3) dampak penambangan batu cadas terhadap lingkungan fisik cukup tinggi dirasakan dilihat dari kondisi morfologi, kondisi udarangan dan kondisi tanah.