Rina Kartikasari
Politeknik Kesehatan TNI AU Ciumbuleuit

Published : 17 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

Pola Asuh Orang Tua Pada Anak Berkebutuhan Khusus Di SLB Negeri Cinta Asih Soreang Kabupaten Bandung Ero Haryanto; Desty Yuliyanti; Rina Kartikasari
Jurnal Ilmiah JKA (Jurnal Kesehatan Aeromedika) Vol 6 No 2 (2020): Jurnal Ilmiah JKA (Jurnal Kesehatan Aeromedika)
Publisher : Politeknik Kesehatan TNI AU Ciumbuleuit Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (217.042 KB) | DOI: 10.58550/jka.v6i2.119

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh Jumlah anak berkebutuhan khusus di Jawa Barat dari umur 5-9 tahun sebanyak 2,5%. Anak berkebutuhan khusus adalah anak yang mengalami keterlambatan lebih dari dua aspek gangguan perkembangan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran pola asuh orang tua pada anak berkebutuhan khusus di SLB Negeri Cinta Asih Soreang. Pola asuh yaitu interaksi orang tua dengan anak dimana orang tua mendidik, membimbing dan memenuhi semua kebutuhan anak. Jenis penelitian yang digunakan yaitu deskriptif dengan populasi 96 responden dan sampel 40 responden dengan menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner berjumlah 24 pernyataan dengan skala likert menggunakan rumus korelasi product moment dengan rentang hasil r hitung 0,404–0,639 dan nilai reliabilitas 0,82. Hasil penelitian didapatkan secara umum pola asuh (unfavorable) sebesar 53%, sedangkan berdasarkan sub variabel pola asuh demokratis 77,5% (favorable), pola asuh otoriter 53% (unfavorable), pola asuh permisif 55% (unfavorable). Diharapkan institusi dapat mengadakan pertemuan dengan orangtua untuk membahas tentang macam-macam pola asuh yang diterapkan pada anak berkebutuhan khusus agar orangtua dapat menerapkan atau memilih pola asuh yang baik untuk anaknya. Serta orangtua yang sudah menerapkan pola asuh demokratis tetap mempertahankan pola asuh tersebut.
Pengetahuan Penderita Diabetes Melitus Tipe 2 dan Hipertensi Tentang Prolanis di Puskesmas Tamansari Kota Bandung Ero Haryanto; Rina Kartikasari; Fitri Handayani
Jurnal Ilmiah JKA (Jurnal Kesehatan Aeromedika) Vol 8 No 1 (2022): Jurnal Ilmiah JKA (Jurnal Kesehatan Aeromedika)
Publisher : Politeknik Kesehatan TNI AU Ciumbuleuit Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (224.008 KB) | DOI: 10.58550/jka.v8i1.132

Abstract

Penelitian ini di latar belakangi oleh meningkatnya angka kejadian penyakit Diabetes Melitus Tipe 2 dan Hipertensi di Puskesmas Tamansari berdasarkan profil kesehatan Kota Bandung selama tahun 2021 sebanyak 1303 orang, dengan kurangnya pengetahuan penderita tentang prolanis karena yang mengikuti prolanis sebanyak 56 orang. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran pengetahuan tentang prolanis di Puskesmas Tamansari Kota Bandung. Pengetahuan adalah suatu pemahaman yang didapatkan melalui pengalaman seseorang terhadap objek melalui penginderaan. Prolanis adalah sistem pelayanan kesehatan dengan biaya pelayanan kesehatan yang efektif dan efisien khususnya bagi penderita Diabetes Melitus Tipe 2 dan Hipertensi untuk mencapai kualitas hidup yang optimal guna mencegah timbulnya komplikasi penyakit. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dengan sampel 86 menggunakan teknik quota sampling. Instrumen dalam penelitian ini adalah kuesioner sebanyak 24 pertanyaan. Uji validitas dengan nilai valid r hitung 0,444 - 0,681 dan reliabilitas Cronbach’s Alpha 0,903. Berdasarkan hasil penelitian secara umum dengan persentase tertinggi yaitu kategori kurang sebanyak 65,1%, pengertian prolanis kategori kurang sebanyak 41,9%, tujuan prolanis kategori kurang sebanyak 45,3%, sasaran prolanis kategori kurang sebanyak 64,0%, dan kegiatan prolanis kategori kurang sebanyak 59,3%. Saran bagi Penanggung jawab prolanis untuk melakukan pelatihan kader tentang materi prolanis sehingga lebih banyak yang tahu dan mengikuti prolanis.
Gaya Kepemimpinan Kepala Puskesmas dan Persepsi Diri Pegawai Tentang Kinerja Di Puskesmas Citalem Kabupaten Bandung Barat Ero Haryanto; Rina Kartikasari; Rizki Permata Indah Puspita
Jurnal Ilmiah JKA (Jurnal Kesehatan Aeromedika) Vol 8 No 2 (2022): Jurnal Ilmiah JKA (Jurnal Kesehatan Aeromedika)
Publisher : Politeknik Kesehatan TNI AU Ciumbuleuit Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (200.897 KB) | DOI: 10.58550/jka.v8i2.152

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh pentingnya puskesmas sebagai instansi kesehatan dalam masyarakat dipandang sebagai organisasi. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui Gaya kepemimpinan Kepala Puskesmas dan Persepsi Diri Pegawai Tentang Kinerja di Puskesmas Citalem Kabupaten Bandung Barat. Gaya Kepemimpinan adalah suatu cara pemimpin mempengaruhi anggotanya untuk melakukan tindakan bersama. Persepsi adalah proses akhir dari pengamatan suatu objek yang diawali oleh proses pengindraan. Kinerja adalah hasil yang dicapai oleh seseorang menurut ukuran yang berlaku untuk pekerjaanya. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dengan sampel 30 menggunakan teknik total sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner sebanyak 33 pernyataan, 21 pernyataan gaya kepemimpinan dan 12 pernyataan mengenai Persepsi Diri Pegawai Tentang Kinerja. Uji validitas dengan nilai valid r hitung 0,444 – 0,818 dan uji reliabilitas croncbach’s Alpha 0,909. Hasil secara umum gaya kepemimpinan otoriter memiliki favorable sebanyak 18 responden (60,0%), gaya kepemimpinan demokratis Unfavorable 17 responden (56,7%), dan gaya kepemimpinan laissez faire memiliki unfavorable 16 responden (53,3%), Persepsi Diri Pegawai Tentang Kinerja terdapat 22 responden (73,3%) dengan kategori Tinggi. Saran bagi kepala puskesmas untuk gaya kepemimpinan otoriter baik untuk diterapkan di puskesmas. Saran untuk kinerja pegawai lebih ditingkatkan lagi disiplin kerja sehingga lebih tepat waktu dalam bekerja.
Motivasi Dan Kepatuhan Berobat Pada Keluarga Penderita Skizofrenia di Wilayah Kerja Puskesmas Tamansari Kota Bandung Rina Kartikasari; Ero Haryanto; Dini Dwi Safitri
Jurnal Ilmiah JKA (Jurnal Kesehatan Aeromedika) Vol 8 No 2 (2022): Jurnal Ilmiah JKA (Jurnal Kesehatan Aeromedika)
Publisher : Politeknik Kesehatan TNI AU Ciumbuleuit Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (187.907 KB) | DOI: 10.58550/jka.v8i2.154

Abstract

Penderita Skizofrenia secara umum akan sulit dipulihkan sehingga membutuhkan dukungan keluarga dalam pengobatannya. Tujuan penelitian mengidentifikasi gambaran motivasi dan kepatuhan berobat pada keluarga penderita skizofrenia di wilayah kerja Puskesmas Tamansari Kota Bandung. Keluarga adalah salah satu elemen terkecil dimasyarakat. Motivasi adalah kekuatan yang mendorong seseorang melakukan tindakan. Kepatuhan adalah sifat patuh. Desain penelitian deskriptif kuantitatif, jumlah populasi 38 dan sampel 38, menggunakan teknik sampling total. Instrumen penelitian berupa kuesioner sebanyak 32 pertanyaan. Uji validitas motivasi nilai r = 0.514-0.890 dan kepatuhan r = 0.487-0.772 nilai cronbach’s alpha motivasi 0.914 dan kepatuhan 0.802. Hasil penelitian secara umum diperoleh hasil dari motivasi 21 responden (55%) termasuk kategori rendah. Hasil penelitian berdasarkan sub variabel motivasi intrsik sebanyak 20 responden (53%) motivasi rendah, motivasi ekstrinsik sebanyak 22 responden (58%) motivasi rendah dan kepatuhan berobat sebanyak 20 responden (53%) termasuk kategori tidak patuh dalam kontrol berobat. Dapat disimpulkan bahwa masih terdapat keluarga yang memiliki motivasi dan kepatuhan berobat yang rendah. Disarankan Puskesmas Tamansari melakukan kunjungan rumah untuk mengetahui kondisi penderita skizofrenia dan memberikan edukasi mengenai motivasi berobat pada keluarga penderita skizofrenia.
Kepatuhan Minum Obat Hipertensi Pada Peserta Prolanis di Puskesmas Sukawarna Kota Bandung Ero Haryanto; Afina Mia Anshari; Rina Kartikasari
Jurnal Ilmiah JKA (Jurnal Kesehatan Aeromedika) Vol 9 No 1 (2023): Jurnal Ilmiah JKA (Jurnal Kesehatan Aeromedika)
Publisher : Politeknik Kesehatan TNI AU Ciumbuleuit Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58550/jka.v9i1.197

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh peserta prolanis Hipertensi di Puskesmas Sukawarna yang memiliki jumlah tanda tangan absensi pengambilan obat yang kurang. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran kepatuhan minum obat hipertensi pada peserta prolanis di Puskesmas Sukawarna Bandung. Kepatuhan adalah kecenderungan pasien untuk melakukan intruksi medikasi yang dianjurkan. Prolanis merupakan suatu sistem pelayanan kesehatan dan pendekatan proaktif yang dilaksanakan secara terintegratif yang melibatkan peserta. Jenis penelitian yang digunakan adalah Deskriftif dengan jumlah responden 37 orang menggunakan teknik Total Sampling. Pengumpulan data menggunakan instrument MMAS dengan hasil uji reliabilitas 0,7 kuesioner MMAS-8 dengan hasil uji validitas 0,497. Hasil penelitian sebanyak 18 responden (49%) dengan kategori kepatuhan sedang. Disarankan kepada Kepala Puskesmas hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan penyuluhan khusus kepada kader mengenai kepatuhan minum obat hipertensi pada peserta prolanis di masyarakat.
Gangguan Mental Emosional Dan Gangguan Fisik Remaja Penyintas Covid-19 Di RT 09 Ciumbuleuit Bandung Rina Kartikasari; Ero Haryanto; Mutiara Basri
Jurnal Ilmiah JKA (Jurnal Kesehatan Aeromedika) Vol 9 No 1 (2023): Jurnal Ilmiah JKA (Jurnal Kesehatan Aeromedika)
Publisher : Politeknik Kesehatan TNI AU Ciumbuleuit Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58550/jka.v9i1.204

Abstract

Pandemi Covid-19 menyebabkan efek luar biasa terhadap kesehatan mental, baik pada aspek fisik dan aspek psikologis. Tujuan penelitian mengetahui gambaran gangguan mental emosional dan gangguan fisik remaja penyintas Covid-19 di RT 09 Ciumbuleuit Bandung. Gangguan mental emosional adalah keadaan seseorang yang mengalami suatu perubahan emosional sedangkan gangguan fisik adalah gangguan yang penyebabnya diperparah oleh kondisi psikologis. Remaja adalah individu berusia 10-24 tahun dan belum menikah. Penyintas Covid-19 adalah seseorang yang telah sembuh Covid-19. Desain penelitian adalah deskriptif, populasi 30 responden dengan teknik Total sampling. Instrumen menggunakan kuesioner (SRQ-29) sebanyak 29 pertanyaan dan kuesioner (PCS) sebanyak 30 pernyataan. Hasil Uji validitas gangguan mental emosional yaitu r hitung 0.560-0.902, reliabilitas Cronbach’s Alpha 0.796, hasil uji validitas gangguan fisik yaitu r hitung 0.571-0.794 dengan reliabilitas Cronbach’s Alpha 0.971. Dapat disimpulkan dari hasil penelitian remaja di RT 09 rentang mengalami gangguan mental baik secara emosional maupun fisik. Disarankan remaja penyintas Covid-19 dapat memperbaiki kesehatan mentalnya dengan membuat komunitas diskusi dan berolahraga.
Tingkat Kecemasan Akan Kematian Pada Penderita HIV-AIDS Di Wilayah Kerja Puskesmas Taman Sari Kota Bandung Rina Kartikasari; Sulistia Putri
Jurnal Ilmiah JKA (Jurnal Kesehatan Aeromedika) Vol. 11 No. 2 (2025): Jurnal Ilmiah JKA (Jurnal Kesehatan Aeromedika)
Publisher : Politeknik Kesehatan TNI AU Ciumbuleuit Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58550/jka.v11i2.350

Abstract

ODHA memiliki gejala-gejala yang abnormal, antara lain kecemasan berlebihan, masalah fisik, psikologis dan sosial. ODHA mempunyai stressor yang menyebabkan mereka mengalami kecemasan akan kematian. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui tingkat kecemasan terhadap kematian pada penderita HIV-AIDS di wilayah kerja Puskesmas Taman Sari. Kecemasan akan kematian adalah perasaan tidak menyenangkan yang muncul ketika penderita HIV-AIDS memikirkan kematian. Penelitian ini bersifat deskriptif kuantitatif, populasi penelitian 35 ODHA, dengan menggunakan teknik sampling jenuh. Instrumen yang digunakan adalah templere death anxiety scale yang telah dilakukan uji validitas dengan hasil rentang nilai 0,30-0,74 dan uji reliabilitas 0,811. Hasil penelitian diketahui bahwa 17 (48,6%) responden memiliki skala kecemasan kematian tinggi, 10 (28,6%) responden memiliki skala kecemasan kematian sedang, 6 (17,1%) responden memiliki skala kecemasan kematian rendah, dan 2 (5,7%) responden memiliki kecemasan akan kematian yang sangat tinggi. Kesimpulan pada penelitian ini sebanyak 17 ODHA di puskesmas Taman Sari mengalami tingkat kecemasan akan kematian kategori tinggi. Dari hasil penelitian ini diharapkan Puskesmas Taman sari dapat menggerakan kader untuk melakukan pendampingan khusus kepada ODHA yang mengalami kecemasan akan kematian tinggi