Ni Wayan Keristiana
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Upaya pencegahan stunting pada anak melalui edukasi gizi seimbang dan inovasi puding kelor Patade, Agnes Erlita Distriani; Krisnawan, Gede Yoga Ditya; Ismail, Cahya; Salsabilah, Fitri; Rifai, Nur Faridha; Fransiska, Natalia; Bungaadjim, Indriyanti; Febrianti, Kirana; Amira, Siti Salwa; Tedengki, Steci Veronika; Umanata, Kadek; Ariani, Ariani; Keristiana, Ni Wayan; Ni Wayan Keristiana
Sasambo: Jurnal Abdimas (Journal of Community Service) Vol. 7 No. 4 (2025): November
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/sasambo.v7i4.3719

Abstract

Stunting pada balita masih menjadi permasalahan kesehatan yang dipengaruhi oleh rendahnya pengetahuan gizi seimbang, keterbatasan ekonomi, serta kurangnya variasi pangan bergizi dalam rumah tangga. Program pengabdian ini bertujuan meningkatkan status gizi anak dan pengetahuan masyarakat dalam pencegahan stunting melalui pemberian makanan tambahan berbasis lokal berupa puding kelor. Kegiatan dilakukan melalui edukasi gizi seimbang, pembuatan dan pembagian puding kelor sebagai PMT. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan absolut sebesar 11,1 atau setara dengan persentase peningkatan 16,3%. Kegiatan ini juga mendapat antusiasme tinggi dari para ibu yang aktif berpartisipasi dalam pembuatan puding kelor dan berkomitmen menerapkannya sebagai alternatif makanan bergizi bagi keluarga. Efforts to Prevent Stunting in Children Through Balanced Nutrition Education and Moringa Pudding Innovation Stunting among toddlers remains a significant public health concern influenced by limited knowledge of balanced nutrition, economic constraints, and a lack of dietary diversity within households. This community service program aimed to improve children's nutritional status and community knowledge in stunting prevention through the provision of locally based supplementary food in the form of Moringa pudding. The activities included balanced nutrition education, preparation, and distribution of Moringa pudding as complementary food. The results showed an absolute increase of 11.1 points, equivalent to a 16.3% improvement in participants’ knowledge. Moreover, the program received a high level of enthusiasm from mothers, who actively participated in the preparation of Moringa pudding and expressed commitment to adopting it as a nutritious alternative food for their families
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN DAN BEBAN KERJA DENGAN KELENGKAPAN PENDOKUMENTASIAN ASUHAN KEPERAWATAN DI RUANG INTENSIVE RSUD MADANI PROVINSI SULAWESI TENGAH : ASSOCIATION BETWEEN KNOWLEDGE LEVEL AND WORKLOAD WITH THE COMPLETENESS OF NURSING CARE DOCUMENTATION IN THE INTENSIVE CARE UNIT OF MADANI REGIONAL HOSPITAL, CENTRAL SULAWESI PROVINCE Ni Wayan Keristiana; I Made Rio Dwijayanto; Mikaela Delpin Fristalia
Intan Husada : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol. 14 No. 01 (2026): Vol. 14 No.1 , Januari 2026
Publisher : Politeknik Insan Husada Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52236/ih.v14i1.859

Abstract

Pendahuluan. Pendokumentasian asuhan keperawatan merupakan bagian penting dalam menjamin mutu pelayanan, kesinambungan perawatan, serta akuntabilitas profesional. Namun, ketidaklengkapan dokumentasi masih sering ditemukan dan dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti tingkat pengetahuan dan beban kerja perawat. Tujuan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan tingkat pengetahuan dan beban kerja dengan kelengkapan pendokumentasian asuhan keperawatan di ruang intensive RSUD Madani Provinsi Sulawesi Tengah Metode. Penelitian menggunakan desain kuantitatif analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel sebanyak 35 perawat dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data pengetahuan dan beban kerja diperoleh melalui kuesioner, sedangkan kelengkapan dokumentasi dinilai melalui audit rekam medis berdasarkan instrumen Depkes RI (2005). Analisis bivariat menggunakan uji chi-square dengan tingkat signifikansi p < 0,05. Hasil. Sebagian besar responden memiliki pengetahuan baik (51,4%) dan mengalami beban kerja tinggi (57,1%), sementara kelengkapan dokumentasi menunjukkan bahwa sebagian perawat masih belum mendokumentasikan asuhan secara lengkap. Terdapat hubungan signifikan antara tingkat pengetahuan dan kelengkapan dokumentasi (p = 0,005), serta hubungan signifikan antara beban kerja dan kelengkapan dokumentasi (p = 0,021). Kesimpulan. Tingkat pengetahuan dan beban kerja berhubungan secara signifikan dengan kelengkapan pendokumentasian asuhan keperawatan. Peningkatan edukasi, pelatihan, serta manajemen beban kerja diperlukan untuk meningkatkan mutu dokumentasi keperawatan.