Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

Distribusi Pendapatan Usahatani Padi Sawah (Oriza sativa L) di Kecamatan Aikmel Kabupaten Lombok Timur Dwi Haryati Ningsih; Muhammad Anwar
JIA (Jurnal Ilmiah Agribisnis) : Jurnal Agribisnis dan Ilmu Sosial Ekonomi Pertanian Vol. 8 No. 5 (2023)
Publisher : Department of Agribusiness, Halu Oleo University Jointly with Perhimpunan Ekonomi Pertanian Indonesia - Indonesian Society of Agricultural Economics (PERHEPI/ISAE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37149/jia.v8i5.855

Abstract

Agriculture is the basis for industrial development and is a pilot project for a country's economic development strategy. Even though its role is small, it impacts community welfare, especially providing food. This research aims to determine the costs and distribution of income from rice farming. The study was conducted in Aikmel District, East Lombok Regency, from August to October 2022. The number of respondents was 44, distributed to each village using proportional sampling to 9 villages, which were considered representative based on the most significant number of farmers and area of rice fields, namely Toya Village with six people, East Aikmel 6 people, East Kalijage 5 people, Kembang Kerang 5 people, Kalijage 5 people, Aikmel West 4 people, Aikmel North 4 people, Kembang Kerang Daye 4 people, and Keroya 4 people. The selection of respondents in each village was done using purposive sampling. Data analysis uses cash flow analysis and Gini ratio analysis. The research results showed that production costs amounted to IDR15,004,910 per area of cultivated land or IDR18,540,185 per hectare, the income value (Net Return) received was IDR13,303,772 per area of developed land or IDR 16,438,248 per hectare. The level of income distribution for rice farming in Aikmel District is that most people earn between 5-9.9 million, totaling 22 people or (50.00%), and based on the Gini coefficient of 0.246, it can be said that income inequality is at a low level.
Cost and Income Analysis of Seaweed Cultivation Using the Off-Base Method in Seriwe Village Jerowaru Subdistrict East Lombok District Muhammad Anwar
Jurnal Ilmiah Membangun Desa dan Pertanian Vol. 8 No. 6 (2023)
Publisher : Department of Agribusiness, Halu Oleo University Jointly with Perhimpunan Ekonomi Pertanian Indonesia - Indonesian Society of Agricultural Economics (PERHEPI/ISAE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37149/jimdp.v8i6.628

Abstract

As part of the world's Coral Triangle, Indonesia has economically valuable seaweed (Eucheuma cottoni), and thousands of species worldwide can grow well in Indonesian waters. The research aims to determine the costs and income of offshore seaweed cultivation in Seriwe Village, Jerowaru District. The study uses descriptive methods with data collection techniques through direct interviews. The research conclusion is that the cost of cultivating seaweed is IDR4,762,122 per area of ​​developed land or IDR103,524,391 per hectare, and the income is IDR7,978,878 or IDR173,116,913 per hectare. From a regulatory perspective, all parties should monitor every policy issued by the regional government and provide intensive assistance to cultivators using a group approach by introducing cultivation techniques, innovation, and post-harvest management that have added value.
ANALISIS USAHATANI TEBU RAKYAT DI KECAMATAN PEKAT KABUPATEN DOMPU Wiranto; Muhammad Anwar; Rini Winarti
Journal of Agri Rinjani: Social Agricultural Economics - Faculty of Agriculture, UGR Vol. 4 No. 1 (2024)
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Gunung Rinjani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53952/jar.v4i1.262

Abstract

Tebu sebagai komoditas strategis dalam perekonomian nasioal, pabrik gula merupakan salah satu sumber pendapatan bagi ribuan petani tebu dan pekerja di industri gula. Gula merupakan salah satu kebutuhan pokok bagi sebagian besar masyarakat dan sumber kalori yang relatif murah. Tujuan penelitian untuk menganalisis usahatani tebu rakyat di Kecamatan Pekat Kabupaten Dompu. Penelitian menggunakan metode deskriptif dimana pengumpulan data dilakukan dengan teknik survey. Pemilihan lokasi penelitian menggunakan purposive sampling di Desa Sorinomo Kecamatan Pekat Kabupaten Dompu. Penentuan responden menggunakan Slovin, diperoleh responden 39 orang dan didistribusikan secara proportional random sampling ke masing-masing kelompok tani. Hasil penelitian menyimpulkan biaya produksi sebesar Rp44.965.433/LLG atau Rp38.239.248/Ha, pendapatan sebesar Rp7.790.977/LLG atau Rp6.625.558/Ha. Nilai R/C ratio atas biaya total sebesar 1,17 menunjukkan bahwa R/C Ratio >1, maka usahatani tebu rakyat di Kecamatan Pekat Kabupaten Dompu menguntungkan dan layak untuk diusahakan.
Pelatihan digital marketing pupuk organik dekomposer microbacter alfaafa-11 pada kube pemuda gubuk timuk kecamatan Terara Rini Endang Prasetyowati; Muhammad Joni Iskandar; Muhammad Anwar; Elwani Hidayati; Riswan Riswan
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 1 (2024): March
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i1.21489

Abstract

Abstrak Perkembangan teknologi yang begitu pesat saat ini menjadi poin utama yang bisa dimanfaatkan untuk meningkatkan daya jual suatu produk. Khususnya dibidang teknologi masyarakat sudah menggunakan dan merasakan manfaat dari inovasi teknologi-teknologi yang diciptakan seperti websites, facebook, instagram, whatshapp dan lain sebagainya. Dalam pelatihan digital marketing yang dilaksanakan pada kelompok KUBE Gubuk Timuk Desa Sukadana Kecamatan Terara menitik beratkan pada dua jenis media bisnis online yaitu digital marketing dan media sosial. Pelaksanaan pelatihan ini dimulai dengan pemberian materi tentang digital marketing, kemudian diskusi yang dilanjutkan dengan praktik pembuatan akun bisnis. Berdasarkan hasil pelatihan ada 3 media sosial yang digunakan oleh kelompok KUBE dalam mempromosikan dan menjual barangnya yaitu twitter, whatsapp dan instagram. Hal ini dilakukan karena beberapa pertimbangan yaitu pertama pembuatan akun bisnis di media sosial lebih mudah dibandingkan dengan di market place, kedua lebih mudah di gunakan atau diatur dibandingkan dengan market place. Pada dasarnya market place maupun medsos memiliki tujuan yang sama, yaitu untuk mempermudah di dalam berusaha atau bisnis, akan tetapi semua itu akan berjalan dengan baik apabila dijalann dengan penuh ketekutan dan pokok utama dalam berbisnis adalah kejujuran.Kata kunci: digital marketing; pupuk organik; microbacter alfaafa-11 Abstract The rapid development of technology is now the main point that can be used to increase the selling power of a product. Especially in the field of technology, people have used and benefited from innovative technologies created such as websites, Facebook, Instagram, WhatsApp, and so on. In the digital marketing training that was held at the Kube Timuk Kube group, Sukadana Village, Terara District, the focus was on two types of online business media, namely Digital Marketing and Social Media. The implementation of this training begins with the provision of material on digital marketing, and then the discussion is followed by the practice of creating a business account. Based on the results of the training, there are 3 social media that the Kube group wants to use in promoting and selling their goods, namely Twitter, WhatsApp, and Instagram. Use or regulated compared to the marketplace. Marketplaces and social media have the same goal, namely to make it easier to do business or business, but all of that will work well if it is carried out with full dedication and the main point in doing business is honesty. Keywords: digital marketing; organic fertilizer; microbacter alfaafa-11
Pelatihan Manajemen Administrasi Pembukuan Kelompok Tani Ternak (KTT) Berlian Desa Sukadana Rini Endang Prasetyowati; Dwi Haryati Ningsih; Rizal Ahmadi; Muhamad Sarlan; Muhammad Anwar
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Inovasi Teknologi Tepat Guna Vol. 1 No. 04 (2025): Inovasi Inklusif dan Teknologi Tepat Guna untuk Kesejahteraan Sosial
Publisher : PT LIB Research Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63982/dharmabakti.h75cvk19

Abstract

Dalam upaya mendukung penguatan ekonomi produktif di kalangan masyarakat, Kelompok Tani Ternak (KTT) Berlian hadir sebagai organisasi sosial yang secara khusus berfokus pada sektor peternakan. Salah satu bentuk usaha yang telah dikelola secara optimal oleh kelompok ini adalah dalam bidang produksi sapi. Pengabdian ini dirancang dengan tujuan utama untuk meningkatkan kapasitas pengetahuan dan keterampilan anggota KTT Berlian dalam mengelola aspek manajerial administrasi serta pembukuan kelompok, khususnya dalam pencatatan keuangan pada kegiatan penggemukan sapi. Pendekatan program ini dilaksanakan melalui metode pelatihan yang menitikberatkan pada penguatan tata kelola administratif dan keuangan kelompok. Proses pelaksanaan kegiatan terbagi dalam beberapa tahap, dimulai dari (1) fase persiapan yang mencakup koordinasi pelaksanaan program selama kurun waktu tiga bulan melalui serangkaian survei, observasi lapangan, serta diskusi kelompok terfokus (FGD) yang melibatkan tim pelaksana, mahasiswa, dan anggota KTT Berlian. Pada fase ini, berbagai hal teknis yang berkaitan dengan pendampingan program dipersiapkan secara matang. Kemudian berlanjut pada (2) fase implementasi yang dilangsungkan berdasarkan hasil kesepakatan bersama antara pihak tim pengusul, mahasiswa, dan KTT Berlian. Tahap ini meliputi penyelenggaraan pelatihan manajemen administrasi dan keuangan. Selama pelaksanaan program, perkembangan kegiatan dipantau secara berkelanjutan dan disertai dengan sesi evaluasi serta diskusi mengenai efektivitas program. Evaluasi ini dilakukan dalam jangka waktu satu minggu. Berdasarkan hasil pelatihan yang telah dilaksanakan, ditemukan adanya peningkatan yang signifikan dalam pemahaman anggota KTT Berlian, khususnya dalam menyusun sistem administrasi kegiatan dan laporan keuangan kelompok. Temuan tersebut mengindikasikan bahwa pelaksanaan pelatihan dan pendampingan manajemen administratif dan keuangan mampu berkontribusi terhadap keberlanjutan serta efisiensi operasional kelompok. Nilai strategis dari kegiatan ini terletak pada penerapan model pelatihan yang berbasis pada prinsip pemberdayaan masyarakat, dengan pendekatan melalui kelompok sosial sebagai sarana penguatan sistem administrasi dan akuntabilitas keuangan organisasi
EFISIENSI TEKNIS USAHATANI TOMAT (Solanum lycopersicon) DENGAN PENDEKATAN STOCHASTIC FRONTIER DI KECAMATAN PRINGGASELA Dimas Ilhami Saputra; Rini Endang Prasetyowati; Elwani Hidayati; Muhammad Anwar
AGROSCIENCE (AGSCI) Vol 15 No 2 (2025): December
Publisher : Fakultas Sains Terapan, Universitas Suryakancana Cianjur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35194/agsci.v15i2.5962

Abstract

Fluctuations in production yields from year to year indicate potential problems in the efficient use of production factors. The objective of this study was to analyze the technical efficiency of tomato farming in Pringgasela District. The research locations were purposively selected, with three villages: Pengadangan, Aik Dewa, and Jurit Baru. Thirty farmer respondents were selected using quota sampling and distributed within each village using proportional random sampling. Data were analyzed using the Cobb-Douglas production function approach and the stochastic frontier model. The results showed that land area and labor had a significant and positive effect on tomato production, while seeds, fertilizers, and pesticides had no significant effect. The average technical efficiency score for tomato farmers was 0.893, indicating that most farmers were technically efficient. Socioeconomic factors influencing inefficiency included age, farming experience, and family burden. Older and more experienced farmers tended to be more efficient, while larger family burdens increased inefficiency. These results demonstrate the importance of empowering farmer groups and extension workers to promote training and implement appropriate cultivation technologies to increase tomato production efficiency in the research area
Pemanfaatan Sampah Rumahtangga Sebagai Pupuk Kompos Studi Kasus Bina Desa Kecamatan Wanasaba Muhammad Joni Iskandar; Rini Endang Prasetyowati; Muhammad Anwar; Riswan Riswan
Jurnal Pengabdian Masyarakat IPTEKS Vol. 9 No. 2 (2023): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT IPTEKS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/jpmi.v9i2.1060

Abstract

Pelatihan pembuatan pupuk kompos sangat perlu dilakukan mengingat volume sampah rumahtangga semakin tinggi mengikuti ragam konsumsi terhadap produk organik-non organik. Jika hal ini tidak diatasi dengan baik bisa mengganggu aktivitas karena menumpuk dan menimbulkan bau busuk. Tujuan pengabdian ini adalah pelatihan membuat pupuk kompos berbahan baku sumberdaya lokal dekomposer effective microrganism-4 (EM-4). Mitra pelatihan adalah masyarakat Kecamatan Wanasaba sekaligus sebagai desa binaan. Metode pelatihan menggunaan focus group discussion, transfer knowladge dan transfer technology. Dari hasil pelatihan menunjukkan bahwa masyarakat sangat antusias dan termotivasi mengikuti seluruh rangkaian kegiatan. Pupuk kompos yang dihasilkan belum baik karena kondisi cuaca yang tidak menentu sehingga melewati estimasi pengomposan. Kendati demikian tujuan akhir dari pelatihan sudah tercapai yaitu meningkatkan pengetahuan dan keterampilan pembuatan pupuk kompos.