Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

STRATEGI NAFKAH ISTRI NELAYAN BURUH DI DESA PENGAMBENGAN KECAMATAN NEGARA KABUPATEN JEMBRANA Wilda Magfiroh; Sofia Sofia
Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian (J-SEP) Vol 13 No 1 (2020)
Publisher : University of Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/jsep.v13i1.16424

Abstract

Labor fishermen are the lowest element of social structure in the fishermen community. The unstable income of labor fishermen because of the season and weather conditions makes their wives work in the public sector to support their household income. This research aims to identify the motivation of the labor fishermen's wives to work in the public sector and to find out their livelihood strategies. The location of the research was determined purposively, namely Pengambengan Village, Negara District, Jembrana Regency, Bali Province. This research used a descriptive and qualitative approach. The key informant was selected purposively while supporting informants were selected by using the snowball sampling technique. The data were collected by using methods of interview, observation and document were analyzed using the Miles and Huberman model. The results showed that 1) the motivation of the fishermen's wives to work in the public sector included physiological needs, safety needs, and social needs. 2) There were two livelihood strategies undertaken by labor fisherman wives, namely livelihood diversification through working as traders, tailors, and labor; migration through working outside the village as a laborer in the agricultural sector. Keywords: Labor Fishermen's Wife, Motivation, Livelihood Strategy, Diversification, Migration
PERSEPSI DAN PERILAKU SOSIAL PETANI TEBU TERHADAP PENENTUAN RENDEMEN TEBU (Studi Kasus: Petani Tebu PTPN XI PG Asembagus Di Kabupaten Situbondo) Rifqiyatus Zakiyatun Nikmah Rizal; Sofia Sofia
UNEJ e-Proceeding 2018: Pembangunan Pertanian dan Peran Pendidikan Tinggi Agribisnis: Peluang & Tantangan di Era Indus
Publisher : UPT Penerbitan Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sub sektor perkebunan merupakan salah satu sub sektor pertanian yang memiliki peluang menyumbang devisa negara. Tanaman tebu merupakan salah satu tanaman yang tergolong dalam sub sektor perkebunan. Tanaman tebu merupakan bahan baku industry gula. Jumlah produksi gula dapat diketahui melalui perhitungan nilai rendemen tebu. Menurut peraturan yang ada proses penentuan rendemen tebu yang dilakukan oleh PTPN XI PG Asembagus dilaksanakan secara transparan, namun dalam prakteknya petani kurang dilibatkan dalam proses penentuan rendemen tebu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) persepsi petani tebu terhadap penentuan rendemen tebu, (2) perilaku sosial petani tebu mengenai penentuan rendemen tebu. Penentuan daerah penelitian ditentukan dengan menggunakan metode purposive. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Penentuan informan dilakukan dengan menggunakan purposive sampling. metode pengumpulan data yang digunakan dengan cara wawancara, observasi dan dokumentasi. Analisis data yang menggunakan metode Miles dan Huberman. Hasil penelitian ini yaitu (1) persepsi petani tebu terhadap penentuan rendemen tebu yang dilakukan oleh PTPN XI PG Asembagus dipengaruhi oleh 2 faktor yakni faktor structural adanya manipulasi nilai rendemen tebu dan nilai rendemen tebu tidak sesuai dengan kualitas tebu yang digiling, berdasarkan faktor fungsional yaitu seringkali terjadi kesalahan dalam penentuan rendemen tebu, petani tidak terlibat dalam penentuan rendemen tebu dan kurangnya kepercayaan petani terhadap petugas penentu rendemen tebu atau PG. (2) persepsi merupakan suatu pemikiran yang mendasari niat seseorang untuk berperilaku. Perilaku sosial petani tebu menanggapi penentuan rendemen tebu secara positif dengan meningkatkan kualitas budidaya dan perilaku petani secara negative menanggapi penentuan rendemen tebu yaitu melakukan manipulasi tebu, complain, pasrah dan bersikap apatis terhadap PG.
PELATIHAN PENINGKATAN KAPASITAS KEWIRAUSAHAAN DI DESA GELUNG, PANARUKAN, SITUBONDO Rokhani Rokhani; Nurul Dwi Novikarumsari; Sofia Sofia; Djoko Soejono
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 6, No 1 (2022): Maret
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v6i1.7546

Abstract

ABSTRAKDesa Gelung merupakan desa di Kecamatan Panarukan, Kabupaten Situbondo yang berbatasan dengan Selat Madura dan memiliki kekhasan dalam wirausaha rengginang. Kelompok UMKM rengginang telah berjalan turun terumurun. Rengginang merupakan salah satu produk yang sudah yang menjadi identitas desa tersebut. Rengginang ikan Desa Gelung dikenal luas paling enak di Kabupaten Situbondo.Rengginang merupakan salah satu produk yang sudah yang menjadi identitas desa  Gelung, namun pada masa pandemic covid-19 sebagian besar produsen rengginang mengalami kendala sehingga berdampak pada penurunan perekonomian masyarakat Desa Gelung. Berkaitan hal tersebut maka kegiatan pelatihan peningkatan kapasitas kewirausahaan ini dilakukan guna membantu UMKM Desa Gelung terus konsisten berjalan. Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan pada bulan Juli sampai dengan Oktober 2021 dengan metode Participatory Action Research (PAR) dalam satu lingkup sosial masyarakat mengarah perubahan yang lebih baik. Kegiatan pengabdian dilaksanakan meliputi beberapa tahapan yaitu tahap 1) survey/persiapan, 2) pelaksanaan, 3) monitoring dan evaluasi. Penyampaian materi dilakukan oleh tim dengan metode diskusi dan role play serta metode sosialisasi dan presentasi. Hasil kegiatan pelatihan peningkatan kapasitas kewirausahan menunjukkan bahwa mayoritas peserta mengemukakan sangat puas dan memberikan dampak positif bagi peserta. Mayoritas peserta pelatihan menilai pelatihan sangat puas dan sangat bermanfaat. Lebih lanjut pelatihan dan pendampingan terhadap UMKM di Desa Gelung perlu dilakukan secara berkesinambungan sehingga memajukan rengginang sebagai produk khas Desa Gelung, Kecamatan Panarukan, Kabupaten Situbondo, Provinsi Jawa Timur. Kata kunci: pengabdian; kewirausahaan; UMKM; peningkatan kapasitas; rengginang. ABSTRACTGelung Village is located in Panarukan District, Situbondo Regency which borders the Madura Strait. Gelung has uniqueness in rengginang entrepreneurship. The Rengginang MSME group has been running for generations. Rengginang is one of the products that has become the identity of the village.Rengginang is one of the products that has become the identity of Gelung village, but during the covid-19 pandemic, most of the rengginang producers experienced problems, resulting in a decline in the economy of the Gelung Village community. The entrepreneurship capacity-building training activity was carried out to help the MSMEs of Gelung Village continue to run consistently. This activity has been carried out from July to October 2021 with the Participatory Action Research (PAR) method in a social community that leads to better changes. The community service activities include several stages: 1) survey/preparation, 2) implementation, 3) monitoring and evaluation. The material was delivered by the team using discussion and role-play methods as well as socialization and presentation methods. The results of the entrepreneurship capacity building training activity showed that the majority of participants were very satisfied and had a positive impact on the participants. The majority of training participants rated the training as very satisfying and very useful. Furthermore, training and assistance for MSMEs in Gelung Village need to be carried out continuously to promote rengginang as a typical product of Gelung Village, Panarukan District, Situbondo Regency, East Java Province. Keywords: community empowerment; entrepreneur; mall and Medium Enterprise (SME); capacity building; rengginang. 
Peran UD. Bersama Sejahtera Terhadap Nelayan Rajungan di Desa Tanjung Kecamatan Pademawu Kabupaten Pamekasan Riezky Alviansyah; Sofia Sofia; Lenny Widjayanthi
Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Vol 2, No 5 (2018)
Publisher : Department of Agricultural Social Economics, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (6870.205 KB) | DOI: 10.21776/ub.jepa.2018.002.05.8

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengetahui alasan nelayan menjual rajungan kepada UD. Bersama Sejahtera, (2) mengetahui peran UD. Bersama Sejahtera terhadap nelayan rajungan. Penentuan informan dilakukan secara sengaja (purposive sampling). Pengumpulan data menggunakan tiga metode (wawancara, observasi, dokumentasi) dan dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman. Uji keabsahan data menggunakan triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) terdapat lima alasan nelayan menjual rajungan kepada UD. Bersama Sejahtera, yaitu adanya jaminan pasar, adanya pinjaman modal, adanya pinjaman alat tangkap, adanya jaminan harga, syarat yang tidak ketat terkait dengan kualitas rajungan dan angsuran pinjaman, (2) terdapat tiga peran perusahaan terhadap nelayan rajungan, yaitu sebagai penyedia modal dan alat tangkap, sebagai penyedia pasar dan juga sebagai penyampai informasi terkait harga dan kualitas rajungan
Peran Ganda Perempuan yang Bekerja di Pembibitan Tanaman Sengon di Desa Wonocoyo Kecamatan Pogalan Kabupaten Trenggalek Nur Fitri Ani; Lenny Widjayanthi; Sofia Sofia
Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Vol 2, No 5 (2018)
Publisher : Department of Agricultural Social Economics, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (152.725 KB) | DOI: 10.21776/ub.jepa.2018.002.05.4

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui alasan dan peran ganda perempuan yang bekerja di pembibitan sengon baik sebagai tenaga kerja maupun sebagai pengusaha. Penelitian dilakukan di Desa Wonocoyo, Kecamatan Pogalan, Kabupaten Trenggalek dengan metode penentuan lokasi yang dilakukan secara sengaja karena daerah tersebut memiliki banyak perempuan yang sudah berkeluarga bekerja di pembibitan tanaman sengon baik sebagai tenaga kerja maupun pengusaha. Metode penelitian yang digunakan adalah  metode kualitatif dengan model studi kasus. Analisis data menggunakan Metode Miles and Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Alasan perempuan bekerja di pembibitan sengon adalah alasan ekonomi, alasan budaya dan alasan sosial psikologis. 2) Sebagai pekerja di pembibitan sengon, perempuan memiliki peran ganda, yaitu publik dan domestik. Peran publik terdiri dari peran publik yang bersifat produktif dan sosial. Peran produktif dimiliki saat perempuan bekerja di pembibitan sengon, sedangkan peran publik yang bersifat sosial diperoleh saat perempuan di Desa Wonocoyo bergabung dengan kelompok Muslimat NU dan kelompok arisan. Tugas domestik dalam rumah tangga seperti memasak, membersihkan rumah, mencuci baju, merawat anak, dan pekerjaan domestik lainnya masih menjadi tanggungjawab utama perempuan yang bekerja di pembibitan sengon
IMPLEMENTASI TEKNOLOGI BIOINTENSIF DALAM RANGKA MENINGKATKAN KESEHATAN TANAMAN DAN MENEKAN RESIDU PESTISIDA PADA PRODUK HORTIKULTURA DI DESA NGADISARI - PROBOLINGGO Ankardiansyah Pandu Pradana; Yuli Hariyati; Sugeng Winarso; Sudarko Sudarko; Sofia Sofia; Mochammad Wildan Jadmiko; Dyah Ayu Savitri
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 7, No 1 (2023): March
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v7i1.13312

Abstract

ABSTRAKDesa Ngadisari – Kabupaten Probolinggo merupakan sentra produksi hortikultura di Jawa Timur. Komoditas unggulan di desa ini antara lain adalah kentang, daun bawang, kubis, dan tanaman hortikultura lainnya. Dalam proses budidaya, petani menghadapi serangan organisme pengganggu tanaman dari golongan patogen. Saat ini masalah tersebut diatasi dengan pestisida kimia sintetik. Namun demikian teknik tersebut dikeluhkan semakin mahal dan kurang efektif. Fenomena tersebut merupakan kendala yang dialami oleh petani tanaman hortikultura yang merupakan mitra pada program pengabdian kepada masyarakat ini. Secara umum masalah masyarakat mitra yaitu: (i) serangan organisme pengganggu tanaman yang menurunkan hasil produksi, (ii) belum memahami teknik budidaya sesuai good agricultural practices, dan (iii) belum memahami aplikasi praktis teknologi biointensif. Untuk mengatasi masalah tersebut telah dilakukan upaya dalam bentuk seminar, penyuluhan, dan pelatihan terkait implementasi teknologi biointensif dalam bentuk pembuatan dan aplikasi pupuk organik. Kegiatan dibagi menjadi beberapa aktivitas, yaitu tahap persiapan dan sosialisasi program, tahap pelaksanaan, tahap evaluasi, dan tahap penyusunan program lanjutan. Dari kegiatan ini diketahui petani mendapatkan keterampilan tambahan terkait produksi pupuk organik yang benar, dan memiliki motivasi yang lebih tinggi untuk menerapkan proses budidaya tanaman secara sehat. Melalui peningkatan keterampilan dan motivasi tersebut, diharapkan pada masa yang akan datang produksi pertanian di Desa Ngadisari dapat meningkat dan tingkat residu pestisidanya dapat menurun. Kata kunci: organic; pelatihan; penyuluhan; pupuk; tepat guna ABSTRACTHorticultural products are produced at Ngadisari Village in East Java's Probolinggo Regency. This village relies heavily on selling agricultural products like potatoes, spring onions, cabbage, and other vegetables. When cultivating crops, farmers often encounter pest problem. In order to address this issue, synthetic chemical pesticides are currently employed. Unfortunately, this approach has been panned for being costly. Below are some of the big concerns of the partner community: (i) reduced yields due to pest attacks, (ii) not knowing how to grow using good agricultural practices, and (iii) not knowing how to put bio-intensive technologies to use in the field. Seminar, extension, and training related to bio-intensive technologies' production of organic fertilizer have been conducted to address this issue. Activities are subdivided into various steps, such as planning, executing the plan, and collecting feedback. As a result of participating in this activity, farmers gain knowledge and motivation to produce plants more sustainably, and they are better able to produce organic fertilizers. In the long run, this approach will decrease pesticide residues and boost agricultural production. Keywords: organic; training; extension; fertilizer; appropriate
PEMBERDAYAAN KELOMPOK WANITA MELALUI PELATIHAN MEMBUAT MAKANAN SNACK BERBAHAN DASAR COKELAT Sofia Sofia; Diana Fauziah; Dyah Ayu Savitri
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 7, No 2 (2023): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v7i2.10334

Abstract

ABSTRAKDesa Jambewangi merupakan desa penghasil kakao tertinggi di Kecamatan Sempu, Kabupaten Banyuwangi. Biji kakao dapat diolah menjadi produk setengah jadi maupun produk yang siap saji dengan tujuan untuk meningkatkan nilai tambah yang pada akhirnya akan meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat. Saat ini di desa Jambewangi ni telah dirintis destinasi wisata baru, dengan konsep wisata edukasi berbasis tanaman kakao di bawah binaan Kelompok Riset Cocoa Innovation and Community Development (Coindev) Universitas Jember. Untuk mendukung kegiatan tersebut, pemberdayaan wanita melalui pelatihan membuat makanan snack berbahan dasar cokelat menjadi produk siap saji sangat diperlukan. Kegiatan pengabdian kemitraan ini dilakukan pada bulan Juli hingga Oktober 2021 dengan metode Participatory Acction Research (PAR) dalam satu komunitas sosial masyarakat untuk meningkatkan kemampuan dan partisipasi wanita dalam pengolahan kakao di bagian hilir. Kegiatan pengabdian dilakukan dengan serangkaian tahapan yaitu 1) persiapan dan observasi, 2) pelaksanaan kegiatan, 3) monitoring dan evaluasi. Skenario yang dipakai dalam program pengabdian ini adalah belajar sambil berbuat (learning by doing) dengan melaksanakan kegiatan 1) ceramah dan diskusi kelompok, 2) praktek membuat chocolate bar, brownish chocolate, dan chocolate praline,3) praktek membuat kemasan yang artistik dan memiliki nilai jual yang tinggi,4) praktek membuat strategi pemasaran untuk meningkatkan omset penjualan.Hasil kegiatan pengabdian masyarakat melalui pelatihan membuat makanan snack berbahan dasar cokelat menunjukkan bahwa kegiatan ini memberikan dampak positip yakni menumbuhkan wirausaha baru dan kesempatan kerja bagi penduduk Desa Jambewangi. Selain itu mayoritas peserta menyatakan sangat puas. Lebih lanjut, kegiatan pendampingan terhadap wirausaha baru ini perlu dilakukan secara berkesinambungan sehingga makanan snack berbahan dasar cokelat ini menjadi produk unggulan di Desa Jambewangi khususnya dan Kabupaten Banyuwangi pada umumnya. Kata kunci: pemberdayaan wanita; pengolahan biji kakao; bubuk cokelat; lemak cokelat; brownish; praline. ABSTRACTJambewangi Village is the largest cocoa bean producing village in Sempu sub-district, Banyuwangi district. Cocoa beans can be processed into semi-finished products or ready-to-eat products with the aim of increasing added value which will ultimately increase people's income and welfare. Currently, in Jambewangi village, a new tourist destination has been pioneered, with the concept of cocoa-based educational tourism under the guidance of Reseach Group on Cocoa Inovation and Community Development (Coindev), University of Jember. To support these activities, women's empowerment through training to make chocolate-based snacks into ready-to-eat products is very much needed. This community service activity was carried out from July to October 2021 using the Participatory Action Research (PAR) method in a social community to increase the ability and participation of women in downstream cocoa processing. Service activities were carried out in a series of stages, namely 1) preparation and observation, 2) implementation of activities, 3) monitoring and evaluation. The scenarios used in this partnership service program were learning by doing with carrying out some  activities: 1) lectures and group discussions, 2) the practice of making chocolate bars, brownish chocolate, and chocolate pralines, 3) the practice of making artistic package having high selling value, 4) the practice of making marketing strategies to increase sales turnover. The results of the community service showed that this activity had a positive impact, namely growing new entrepreneurs and job opportunities for the residents of Jambewangi village. In addition, the majority of participants stated that they were very satisfied.. Furthermore, mentoring activities for new entrepreneurs need to be carried out continuously so that this chocolate-based snack food becomes a superior product in Jambewangi Village in particular and Banyuwangi Regency in general. Keywords: women empowerment; cocoa beans processing; cocoa powder; cocoa butter; brownish; praline .
HILIRISASI TEKNOLOGI TEPAT GUNA PRODUKSI CENDAWAN ENTOMOPATOGEN DAN Trichoderma DI DESA SUKORAMBI - JEMBER Ankardiansyah Pandu Pradana; Dyah Ayu Savitri; Yuli Hariyati; Sugeng Winarso; Sudarko Sudarko; Sofia Sofia; Mochammad Wildan Djatmiko; Rachmi Masnilah
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 7, No 3 (2023): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v7i3.17055

Abstract

ABSTRAKDesa Sukorambi di Jember, Jawa Timur, merupakan wilayah yang mayoritas penduduknya menggantungkan hidup dari sektor pertanian. Namun, petani di Desa Sukorambi menghadapi tantangan serius akibat serangan hama yang mengakibatkan penurunan hasil panen yang signifikan. Untuk mengatasi permasalahan ini, diperlukan teknologi pengendalian hayati menggunakan cendawan entomopatogen Metarhizium sp. dan cendawan Trichoderma sp. Sebagai langkah awal, dilakukan sosialisasi dan diskusi dengan mitra dan perangkat Desa Sukorambi untuk memahami permasalahan yang dihadapi dan mengenalkan solusi teknologi yang akan diterapkan. Kemudian, program melibatkan penyusunan materi pelatihan dan pembagian tugas untuk memudahkan pelaksanaan kegiatan. Pelatihan produksi agens hayati berbasis cendawan dilakukan dalam dua pertemuan dengan praktek langsung menggunakan bioreaktor sederhana. Kegiatan pelatihan dan sosialisasi mendapatkan respon positif dan antusias dari masyarakat petani di Desa Sukorambi. Pemahaman, keterampilan, dan motivasi petani mengalami peningkatan yang signifikan setelah pelatihan. Skor pemahaman meningkat dari 3 menjadi 7, keterampilan dari 2,93 menjadi 8, dan motivasi dari 4,2 menjadi 7,4. Diharapkan teknologi pengendalian hayati dengan cendawan entomopatogen dan Trichoderma ini dapat membantu mengatasi masalah serangan hama yang selama ini menghambat pertanian di Desa Sukorambi. Dengan penerapan teknologi yang tepat, diharapkan hasil pertanian akan meningkat secara signifikan dan meningkatkan kesejahteraan petani serta keberlanjutan pertanian di wilayah tersebut. Kata kunci: bioreaktor; keterampilan; Metarhizium; motivasi; Trichoderma ABSTRACTSukorambi Village, located in Jember, East Java, heavily relies on agriculture for its livelihood. However, farmers face a significant challenge due to pest infestations causing substantial crop yield losses. To address this, the adoption of biologically-based control technology using entomopathogenic fungi Metarhizium sp. and Trichoderma sp. becomes essential. The program began with socialization and discussions involving partners and stakeholders from Sukorambi Village to understand the problems and introduce the proposed solution. Training materials were prepared, and tasks were allocated for seamless execution. Training sessions for bioagents production using fungi were conducted in two phases, incorporating hands-on practice with a user-friendly bioreactor. The initiatives received positive responses from the farming community, with significant improvements in understanding, skills, and motivation. Implementing biologically-based control technology with entomopathogenic fungi and Trichoderma holds promise to effectively address persistent pest challenges, boosting agricultural productivity and improving farmers' socio-economic well-being sustainably. Keywords: bioreactor; skill; Metarhizium; motivation; Trichoderma