Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Google Trend Seminggu Pasca Kebijakan Antisipatif dalam Cegah Gagal Ginjal Akut Misterius pada Anak Rati Purnama Sari; Verra Widhi Astuti; Indri Ramadini; Nurul Aziza Ath Thaariq; Nindy Audia Nadira; Evi Lestari Siaban; Yudistira Afconneri
Jurnal Sehat Mandiri Vol 18 No 1 (2023): Jurnal Sehat Mandiri, Volume 18, No.1 Juni 2023
Publisher : Poltekkes Kemenkes Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33761/jsm.v18i1.949

Abstract

There will be an increase in cases of Acute Kidney Disease (ARF) in children in 2022. As of October 18 2022, 189 cases were found, the majority of which were in children aged 1-5 years. The sudden increase in cases of ARF in children is thought to be related to intoxication of drug syrup containing ethylene glycol (EG) and diethylene glycol (DEG) contaminants. As an anti-addictive measure, the government stipulates a ban on the use of syrup in children.This study aims to obtain information about google trends a week before and after the release of anticipatory policies on efforts to prevent mysterious acute kidney failure in children. Secondary data analysis was carried out using the data reading feature from Google Trends. This search reflects the changing trend of search interest on Google related keywords. Keywords are selected and 5 keywords are taken that show the most searches. The 5 keywords are "acute kidney failure", "syrup medicine", "prohibited drug", "paracetamol" and "prohibited syrup drug". The conclusion is Searches with these keywords are evenly distributed in all regions in Indonesia. The increase in searches based on Google Trends represents the public's interest in accessing health information. Recommended the use of online information media as a media for health information needs attention and the need for literacy education for the public so they can choose the right information.
Tingkat Kebutuhan Spiritual pada Pasien Skizofrenia dengan Perilaku Kekerasan Yudistira Afconneri; Novi Herawati; Anita Mirawati; Triyana Harlia Putri
Jurnal Keperawatan Jiwa Vol 11, No 4 (2023): November 2023
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jkj.11.4.2023.785-798

Abstract

Perilaku kekerasan merupakan salah satu penyakit skizofrenia yang menunjukkan perubahan koping maladaptif secara emosional. Salah satu dasar pemenuhan kebutuhan spiritual khusus untuk pasien skizofrenia dengan masalah perilaku kekerasan pada strategi pelaksanan ke-empat dimana memberikan dan mendorong pasien mengikuti kegiatan keagamaan sesuai dengan kepercayaan mereka. Kebutuhan spiritual merupakan salah satu bentuk asuhan yang dapat diberikan kepada pasien skizofrenia, karena spiritual sangat berhubungan dengan ketenangan batin dan kualitas hidup seseorang. Tujuan penelitian ini untuk memperoleh gambaran tingkat kebutuhan spiritual pada pasien skizofrenia degan masalah perilaku kekerasan di RSJ Prof. HB Saanin Padang Tahun 2023. Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif dengan metode kuantitatif. Dilaksanakan mulai tanggal 10 April sampai dengan 17 April 2023. Populasi dalam penelitian ini adalah pasien skizofrenia dengan masalah perilaku kekerasan yang berada di ruang rawat inap RSJ Prof. HB Saanin Padang. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah Proportional random sampling. Jumlah sampel dalam penelitian ini yaitu 45 responden. Data dikumpulkan melalui wawancara menggunakan kuesioner SpNQ (Spiritual needs questionaire diadopsi dari A. Bussing yang berjumlah 29 pertanyaan. Kuesiner ini dikatakan valid karena tingkat signifikansi 5%, nilai validitas 0,339-0,665, lebih besar dari nilai r tabel 0,320.  nilai reliabilitas dari total kuesioner adalah 0,784, sehingga kuesioner SpNQ sudah sangat reliabel untuk mengukur tingkat kebutuhan spiritual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagaian besar 34 responden (75,6%) memiliki tingkat kebutuhan spiritual dalam kategori membutuhkan, 10 responden (22,2%) dalam kategori sangat membutuhkan, dan 1 responden (2,2%) dalam kategori cukup membutuhkan.
Hubungan Kebutuhan Spiritual dengan Kualitas Hidup pada Pasien Skizofrenia Afconneri, Yudistira; Herawati, Novi
Jurnal Keperawatan Jiwa Vol 13, No 1 (2025): Februari 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jkj.13.1.2025.63-70

Abstract

Gangguan jiwa dapat menyerang siapa saja, adapun menurut para ahli gangguan jiwa merupakan pola perilaku atau psikologis yang terjadi secara klinis disertai dengan gejala distres atau kelemahan dan keterbatasan (disability) (Wicaksono, 2016). Skizofrenia adalah gangguan jiwa yang mempengaruhi pikiran, perasaan, dan perilaku individu (Yudhantara dan Istiqomah 2018). Perawatan suportif orang dengan skizofrenia (ODS) yaitu dengan pemenuhan kebutuhan spiritual pasien, diikuti dengan pemenuhan kebutuhan fisik dan psikososial. Perubahan dalam kebutuhan spiritual merupakan salah satu parameter yang mempengaruhi kualitas hidup. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui Hubungan Kebutuhan Spiritual Dengan Kualitas Hidup Pada Pasien Skizofrenia Di RSJ Prof. HB Saanin Padang Tahun 2024. Metode penelitian ini bersifat deskriptif korelasional dengan menggunakan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah semua orang sehat di Sumatera Barat dari bulan Februari sampai Mei tahun 2024. Sampel diambil dengan menggunakan metode Simple Random Sampling dengan jumlah sampel 99 pasien. Analisis dengan analisa univariat dilakukan menggunakan analisa deskriptif dan analisa bivariat untuk menjelaskan hubungan  antara dua variabel yaitu variabel independen dan dependen. Hasil penelitian ini didapatkan hubungan yang signifikan antara Kebutuhan Spiritual dengan Kualitas Hidup pada Pasien Skizofrenia di RSJ Prof.HB Saanin Padang. Lebih dari separuh (55,6%) responden yang mengalami skizofenia memiliki tingkat kebutuhan terhadap spiritual dengan kategori butuh, dan Mayoritas (92,9 %)  responden yang mengalami skizofenia memiliki kualitas hidup yang kurang baik. Penelitian ini dapat mengotimalkan pemenuhan kebutuhan spiritual untuk meningkatkan kualias hidup pasien.
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN KELUARGA TENTANG KEKAMBUHAN KLIEN SKIZOFRENIA DI POLIKLINIK RSJ HB. SAANIN PADANG Yudistira Afconneri
Jurnal Kesehatan Lentera 'Aisyiyah Vol. 2 No. 1 (2019): Jurnal Kesehatan Lentera 'Aisyiyah
Publisher : BPPM Politeknik 'Aisyiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keluarga sangat berperan penting dalam mempengaruhi kekambuhan pada klien skizofrenia, tingkat pengetahuan keluarga tentang masalah gangguan jiwa skizofrenia sangat di butuhkan agar klien tidak mengalami kekambuhan yang berulang. Data penderita skizofrenia yang mengalami kekambuhan skizofrenia datang ke Poliklinik RSJ.HB. Saanin Padang mengalami peningkatan pada bulan April sebanyak 246 orang, bulan Mei sebanyak 312 orang dan pada bulan juni sebanyak 305 orang. Kebanyakan faktor yang memicu kekambuhan skizofrenia dikarenakan kurangnya perhatian dari keluarga dan kurang nya pengetahuan keluarga mengenai faktor yang mempengaruhi kekambuhan pada klien dengan skizofrenia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan keluarga tentang kekambuhan klien skizofrenia di poliklinik RSJ. Prof. HB. Saanin Padang. Penelitian ini bersifat analitik dengan pendekatan Cross Sectional yang dilakukan pada tanggal 31 Januari sampai 2 Agustus dengan 173 orang responden yaitu pada keluarga dengan klien skizofrenia yang pergi berobat berulang ke Poliklinik RSJ. Prof. HB. Saanin Padang yang bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan keluarga tentang gangguan jiwa pada klien skizofrenia. Data dianalisa secara univariat dan bivariate dengan pengolahan data dengan komputerisasi. Hasil penelitian ini secara univariat diperoleh sebagian besar dari 173 responden terdapat 102 responden berpengetahuan cukup (59%) dan 91 responden kambuh (52,6%). Hasil uji Chi Square p=0.011 (p< 0,05) berarti ada hubungan yang bermakna antara tingkat pengetahuan dengan kekambuhan klien skizofrenia di poliklinik RSJ. Prof. HB. Saanin Padang. Secara umum tingkat pengetahuan keluarga klien dengan skizofrenia di kategorikan cukup. Diharapkan kepada keluarga dan pasien agar dapat mengatasi terjadinya kekambuhan klien skizofrenia.
Analysis of the Implementation of Exclusive Breastfeeding in Breastfeeding Mothers Covid 19 Pandemic Period Deharnita; Sumarni, Tintin; Afconneri, Yudistira
proceedinginternational Vol. 3 (2023): Proceeding International Health Conference, 1th July 2023
Publisher : POLTEKKES KEMENKES PADANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33761/jd.v3i.6

Abstract

The impact of Covid on health services is that it is difficult for the community to obtain basic health services such as the implementation of the posyandu, classes for pregnant women, and classes for mothers under five. This results in low rates of maternal visits to posyandu, immunization, low achievement of family planning programs and exclusive breastfeeding, as well as prevention and control of stunting. Research purposes obtained description Implementation of Exclusive Breastfeeding for Breastfeeding Mothers During the Covid-19 Pandemic. Qualitative research design which aims to obtain an overview of the implementation of Exclusive Breastfeeding for Breastfeeding Mothers during the Covid-19 Pandemic, carried out in Solok City in 2021. Data were collected using in-depth interviews and data were processed and analyzed. The results showed that all mothers said that exclusive breastfeeding was very good. Most mothers said they were happy and satisfied if they could breastfeed their babies for up to 6 months. Most mothers said that the supporting factors in exclusive breastfeeding were beliefs and understanding about exclusive breastfeeding. the mother said that the inhibiting factor in breastfeeding was not smooth breastfeeding, stress. some mothers get information about exclusive breastfeeding from experienced people and are sought after on social media, most mothers expect information about exclusive breastfeeding to be obtained through social media. Based on the results of the study, it is suggested that you can design and create applications to increase the knowledge and abilities of mothers, especially about exclusive breastfeeding through tele-counseling and digital IEC.