Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Jurnal MD

KOMODIFIKASI PRODUK KEAGAMAAN: STUDI DI KOMUNITAS TERAS DAKWAH Eko Saputra; Muhammad Irham; Firmanda Taufiq
Jurnal MD Vol 7, No 1 (2021)
Publisher : UIN Sunan Kalijaga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/jmd.2021.71-07

Abstract

Fenomena dakwah dalam wacana keagamaan di Indonesia menjadi topik pembicaraan yang menarik. Pasalnya, gerakan dakwah yang dilakukan juga memiliki aktivitas bisnis di dalamnya. Hal ini diwakili oleh gerakan dakwah yang dilakukan Teras Dakwah. Mereka adalah komunitas muda Muslim yang terdiri dari berbagai aliran keagamaan, seperti NU, Muhammadiyah, Salafi, HTI, dan Tarbiyah. Strategi gerakan dakwah dilakukan dengan memasarkan berbagai produk komersial dan dibarengi dengan kegiatan dakwah. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan etnografi dan melakukan wawancara untuk menambah data dan referensi dalam penyempurnaan penelitian. Peneliti menemukan bahwa memang etika kapitalisme Islam direduksi menjadi penyebaran global kapitalisme dan logika neoliberal pasar bebas. Jika ditelaah secara mendalam, komoditas religi Teras Dakwah tidak hanya digunakan sebagai bentuk ketakwaan (pitization), tetapi juga sebagai bentuk ikatan komunitas (community), gaya hidup (lifestyle), ekspresi diri (self-expression), identitas (identitas), hobi dan minat. kesenangan (kesenangan).Kata kunci: Komodifikasi, Produk, Dakwah.
MENGELOLA HIBRIDASI IDENTITAS ANAK MUDA ISLAM: STUDI PADA LEMBAGA TERAS DAKWAH DI YOGYAKARTA Dony Arung Triantoro; Eko Saputra; Tri Wahyuni
Jurnal MD Vol 5, No 2 (2019)
Publisher : UIN Sunan Kalijaga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (437.534 KB) | DOI: 10.14421/jmd.2019.52-01

Abstract

Berangkat dari fenomena anak-anak muda yang beragam identitasnya berkumpul dalam salah satu forum kajian dakwah di Yogyakarta, tulisan ini mencoba menelisik tentang bagaimana hibridasi identitas keislaman anak-anak muda itu dikelola dalam gerakan dakwah tertentu. Untuk mendapatkan gambaran yang komprehensif terkait permasalahan tersebut, artikel ini mengambil studi kasus pada lembaga Teras Dakwah di Yogyakarta yang secara masif menggelar kajian-kajian dakwah di kalangan anak muda. Data artikel ini diperoleh melalui kerja etnografi berupa observasi partisipan, komunikasi pribadi dan didukung dengan data-data online atau netnografi. Dari data yang diperoleh, artikel ini menunjukkan bahwa konsekuensi dariĀ  hibridasi identitas anak muda Islam pada gilirannya juga mengarah pada pengelolaan dakwah yang hybrid. Teras dakwah, misalnya, mereka mengelola dakwah dengan mengkolaborasikan antara Islam dan budaya populer.Kata Kunci: Hibridtitas, Anak Muda, Dakwah