Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

Nilai-nilai Pedagogik dalam Pendidikan Soelistijanto, R.
Pawiyatan Vol 26 No 01 (2019): PAWIYATAN
Publisher : Universitas Ivet

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (823.008 KB)

Abstract

Pendidikan merupakan tugas mulia bagi Umat Manusia kepada generasi muda dan para siswa dan siswi. Pendidikan memiliki nilai-nilai luhur untuk mengajarkan ketrampilan, pengetahuan dan kepribadian kepada para siswa. Siapapun yang akan melaksanakan tugas Pendidikan harus memiliki nilai-nilai Pedagogik. Guru memiliki Iman dan Taqwa karena akan menjadi teladan bagi Siswa, Guru harus Rajin belajar dan mempersiapkan rancangan pembelajaran, karena akan melaksanakan pembelajaran bagi Siswa, Guru harus bisa menguasai metode pembelajaran karena akan melaksanakan tugas pembelajaran bagi Siswa, Guru harus bisa memberi semangat kepada Siswa supaya Siswa memiliki semangat untuk belajar dan tampil di kelas maupun di masyarakat bangsa dan negara. Kata Kunci: Pendidikan, Nilai-nilai Pedagogik, Guru, Siswa..
PEMANFAATAN LINGKUNGAN RUMAH MELALUI PELATIHAN PEMBUATAN BIOPORI DI KELURAHAN PURWOYOSO KECAMATAN NGALIYAN KOTA SEMARANG Nuryanti; Zusrotin; Eko Heri Widiastuti; R.Soelistijanto
Jurnal Pengabdian Masyarakat Waradin Vol. 1 No. 1 (2021): Januari : Jurnal Pengabdian Masyarakat Waradin
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Pariwisata Indonesia Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1127.621 KB) | DOI: 10.56910/wrd.v1i1.143

Abstract

Community service with counseling steps carried out by the Extension Team of the Department of History Education, Faculty of Teacher Training and Education, Ivet University in Purwoyoso Village, Ngaliyan District, Semarang City, has succeeded in increasing public awareness of the importance of a healthy environment and making absorption through Biopori. Human life, cannot be separated from the environment around the house where you live. Both the natural environment and the social environment. We breathe requires air from the environment. Eating, drinking, keeping healthy, everything involves the environment. From the environment, humans can take advantage of parts of the environment such as animals, plants, water, air, sunlight, salt, wood, mining products and so on for their daily needs. But it is not only humans who live like that. Other living things such as animals and microbial animals and plants can also live because of their environment. A healthy environment in the form of shady plants and trees can be a source of oxygen and become a shelter for residents. Apart from being a shelter for residents, it is also a place for residents to chat and play with children. The role of Biopores is also important, as water infiltration when it rains so that it can provide water for the plants around it, so that the plants around it become fertile.
Peran Lawang SewuSebagai Benda Cagar Budaya, Seni, Pendidikan dan Ekonomi Pariwisata di Kelurahan SekayuKota Semarang H. R. Soelistijanto; Sri Widayati
Prosiding Seminar Nasional Unimus Vol 1 (2018): Hilirisasi & Komersialisasi Hasil Penelitian dan Pengabdian Masyarakat untuk Indonesia
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

A. Latar BelakangI.1. Arti Penting Benda Cagar BudayaBangsa Indonesia menghadapi tantangan setelah Proklamasi Kemerdekaan yaitu berupa masalah pembangunan dan pembinaanbangsa (nation and character Building)  (Aman;2011, 1). Pembangunan dan pembinaan bangsa dapat dikembangkan daripembinaan kesadaran sejarah melalui belajar atau studi pada sejarah NasionalIndonesia.Peningalan sejarah dan beda-benda cagar budaya sebagai warisan budayanenek moyang Bangsa Indonesia mempunyai nilai-nilai yang cukup tinggi, baikditinjau dari latar belakang sejarah maupun dari sudut arsitektur dan ragamseninya.Oleh karena itu peninggalan sejarah dan benda-benda cagar budaya tersebutperlu dilestarikan, dirawat dan dikembangkan lebih lanjut agar tetap lestari, sehinggamasih dapat dinikmati dan dilihat oleh generasi selanjutnya.
Penguatan Karakter Wirausaha dengan Pelatihan Membatik di SMA Muhammadiyah 1 Kota Semarang Widiastuti, Eko Heri; Soelistijanto, Soelistijanto; Setyaningsih, Sri; Wibowo, Agung
Manggali Vol 5 No 1 (2025): Manggali
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Ivet

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31331/manggali.v5i1.3680

Abstract

Kegiatan membatik merupakan salah satu bentuk ekstrakurikuler, pada kegiatan ini pesert didik diajari membatik dengan luaran akhir dalam bentuk kain batik, yang pada akhir tahun ajaran saat pengambilan rapor akan di pamerkan kepadaa orang tua peserta didik. Kegiatan ini selain untuk mengembangkan kreativitas juga melatih anak untuk tangguh dalam menghadapi perubahan jaman, sebab membatik itu membutuhkan kesabaran, ketelitian dan focus. Karakter wirausaha juga membutuhkan kondisi yang sama, sehingga kegiatan ini sangat bermanfaat bagi peserta didik. Kegiatan ini diikuti oleh peserta didik kelas XI dengan didampingi pelatih dan guru, dan selama pelaksanaan peserta didik antusian dalam mengikuti kegiatan, hal ini dibuktikan dengan banyaknya pertanyaan. Hasil dari kegiatan antara lain adalah meningkatkan pemahaman peserta didik tentang karakter wirausaha agar mereka memiliki ketangguhan.
Sosialisasi Tanggap Bencana dan Reboisasi dalam Mewujudkan Desa Tangguh Bencana di Kelurahan Sukorejo Sukma, Aji; Febriyanti, Jesika; A, Farida Diah; T, Asraf Fauzan; Fajar, Andi; Soelistijanto, Soelistijanto
Manggali Vol 5 No 2 (2025): Manggali
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Ivet

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31331/manggali.v5i2.4057

Abstract

Sosialisasi tanggap bencana dan reboisasi merupakan dua langkah strategis yang saling berkaitan dalam upaya mewujudkan desa tangguh bencana, khususnya di Kelurahan Sukorejo. Sosialisasi tanggap betujuan untuk meningkatkan kesadaran dan ketrampilan masyarakat dalam menghadapi berbagai ancaman bencana, seperti banjir, tanah longsor, gempa bumi dan lainnya. Sosialisasi yang dilakukan oleh BPBD dengan jumlah 30 peserta diharapkan menambah pengetahuan untuk meminimalkan resiko bencana. Sementara itu, reboisasi sebagai langkah mitigasi bencana memiliki peran penting dalam memperbaiki kondisi lingkungan, mengurangi erosi tanah, serta meningkatkan daya serap air. Kegiatan reboisasi yang dilakukan diwilayah Desa Sukorejo RW 10 yang didampingi langsung oleh ketua RW, dengan tujuan agar dapat memperkuat ketahanan desa dalam menghadapi bencana alam terutama tanah longsor. Dengan kombinasi sosialisasi tanggap bencana dan program reboisasi,kelurahan sukorejo berpotensi menjadi desa yang lebih tangguh dalam menghadapi berbagai ancaman bencana, menciptakan lingkungan yang lebih aman dan berkelanjutan bagi warganya.
Arti Penting Pendidikan Formal Bagi Santri Di Pondok Pesantren Riyadus Al-Islamy Gunung Pati Kota Semarang Soelistijanto, Soelistijanto; Widiastuti, Eko Heri; Nuryanti, Nuryanti; Slamet, Slamet
Manggali Vol 3 No 1 (2023): Manggali
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Ivet

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31331/manggali.v3i1.2382

Abstract

Pondok Pesantren Riyadus Al-Islami yang berlokasi di Kecamatan Gunungpati Kota Semarang memiliki santri yang cukup banyak dan berasal dari berbagai wilayahya terutama dari daerah Jawa Tengah. Pendidikan dilaksanakan di pondok pesantren ini menekankan pada ilmu agama, namun di era globalisasi ini bekal ilmu agama dirasa masih belum mencukup untuk menghadapi tantangan di masa depan, para santri juga perlu mendapatkan bekal ilmu umum. Dengan melihat tantangan dan kebutuhan para santri tersebut tim pengabdian masyarakat dari Universitas Ivet merasa perlu untuk menyampaikan tentang pentingnya Pendidikan formal bagi para santri khususnya di Pondok Pesantren Riyadus Al-Islamy yang berlokasi di Gunungpati Kota Senmarang. Metode kegiatan yang dilakukan yaitu dengan penyampaian materi tentang arti pentingnya pendidikan formal bagi para santri, kemudian 2 (dua) bulan berikutnya dilakukan evaluasi. Berdasarkan hasil evaluasi yang dilakukan, maka luaran yang ditemukan adalah motivasi santri untuk melanjutkan Pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi meningkat, peran pengasuh untuk meningkatkan motivasi santri untuk melanjutkan Pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi juga meningkat. Hal ini dibuktikan dengan semakin bertambahnya jumlah santri yang melanjutkan pendidikannya ke jenjang perguruan tinggi.
Pengembangan Kesadaran dan Partisipasi Masyarakat Untuk Melestarikan Potensi Budaya Lokal di Situs Cetho Dusun Cetho Desa Gumeng Kecamatan Jenawi Kabupaten Karanganyar Widiastuti, Eko Heri; Nuryanti, Nuryanti; Soelistijanto, Soelistijanto; Marliyah, Lili
Manggali Vol 2 No 2 (2022): Manggali
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Ivet

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31331/manggali.v2i2.2200

Abstract

Situs Candi Cetho yang terletak di Dusun Cetho Desa Gumeng Kecamatan Jenawi Kabupaten Karanganyar merupakan Situs Candi Hindu tertua di Jawa, letaknya ada dilereng Gunung Lawu. Situs Candi Cetho merupakan salkah satu potensi yang perlu dikembangkan untuk menjadi destinasi wisata, sebab dukungan geografisnya sangat mendukung, demikian pula potensi kesenian rakyat yang dimiliki masyarakat. Potensi-potensi ini dapat disinergikan untuk dikembangkan menjadi destinasi wisata. Namun untuk mengembangkannya diperlukan kesadaran masyarakat dan upaya-upaya untuk melestarikan Situs Candi Cetho tersebut. Selama ini upaya yang dilakukan masyarakat sekitar belum maksimal, sebab masyarakat belum menyadari secara maksimak potensi yang mereka miliki. Tim pengabdian pada mayarakat berusaha untuk membantu masyarakat sekitar Situs Candi Cetho untuk dapat meningkatkan kesadaran dan memaksimalkan upaya pelestarian, agar dapat dikembangkan sebagai destinasi wisata, sehingga dapat pula meningkatkan ekonomi masyarakat. Berdasarkan hasil evaluasi yang dilakukan ternyata kesadaran masyarakat dan upaya pelestarian Situs Candi Ceetho meningkat. Masyarakat menyadari potensi local yang dimilikinya. Lingkungan Situs Candi Cetho mulai ditata, para pedagang ditempatkan pada lahan yang disediakan, setiap pengunjung yang datang diwajibkan membeli tiket masuk dan menggunakan kain yang sudah disediakan. Selain itu setiap hari Sabtu dan Minggu dipentaskan seni Beganjuran (kesenian khas Dusun Cetho), pemainnya sudah penggunakan atribut yang sama, tujuannya adalah memberikan hiburan lain selain Situs Candi. Kata Kunci : Situs Candi Cetho, Upaya Pelestarian, Budaya Lokal.