Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search

Eksistensi Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Di Kelurahan Rabangodu Selatan Kecamatan Raba Kota Bima Taufik Bima; Haerun Yasin; Junaidin
Jurnal Pustaka Mitra (Pusat Akses Kajian Mengabdi Terhadap Masyarakat) Vol 1 No 1 (2021): Jurnal Pustaka Mitra (Pusat Akses Kajian Mengabdi Terhadap Masyarakat)
Publisher : Pustaka Galeri Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (467.546 KB)

Abstract

Peraturan Pemerintah Nomor 73 Tahun 2005 tentang Kelurahan, Pasal 10 bahwa pembentukan lembaga kemasyarakatan dikelurahan atas prakarsa masyarakat melalui musyawarah dan mufakat. Beberapa fungsi yang diemban Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) yakni penanaman dan pemupukan rasa persatuan dan kesatuan masyarakat dikelurahan Rabangodu Selatan, maka dari itu fungsi dari LPM ini sangat penting dalam memobilisasi masyarakat dalam berbagai kegiatan yang bersifat fisik dan non fisik. Tujuannya untuk mengetahui fungsi LPM dikelurahan Rabangodu Selatan. Metode pengabdian berupa action research, Data yang diperoleh yaitu eksistensi dari LPM merupakan mobilisator dalam memberikan ruang pemberdayaan masyarakat dalam berbagai kegiatan. Hasil diperoleh bahwa fungsi LPM dikelurahan Rabangodu Selatan telah memberikan dampak intensifikasi dan memberikan ruang bagi masyarakat dalam berbagai kegiatan diselenggarakan pemerintah kelurahan, namun sayangnya terdapat sebagian masarakat yang attitude individualis. Kesimpulan LPM memberikan ruang partisipasi masyarakat dalam menentukan prioritas usulan program di Kelurahan Rabangodu Selatan dalam berbagai kegiatan.
DERAJAT PARTISIPASI MASYARAKAT PADA PROGRAM KOTA SEHAT (Studi di Kelurahan Rabadompu Timur Kota Bima) Salahuddin Salahuddin; Junaidin Junaidin; Surip Surip; Firman Firman; Muhammad Nur
Jurnal Komunikasi dan Kebudayaan Vol 8, No 1 (2021): KOMUNIKASI DAN KEBUDAYAAN
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (STISIP) Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan: untuk mengetahui derajat atau tahapan partisipasi masyarakat pada program kota sehat di Kelurahan Rabadompu Timur Kota Bima. Jenis penelitian yaitu deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data yaitu wawancara, observasi, dan dokumentasi. Informan dalam penelitian ini yakni pegawai kelurahan, pengurus lembaga kemasyarakatan kelurahan, tokoh masyarakat dan masyarakat umum di Kelurahan Rabadompu Timur. Informan kunci yakni Lurah dan Ketua LPM Rabadompu Timur. Penentuan informan menggunakan teknik purposive sampling. Teknik analisis data yaitu analisis secara deskriptif kualitatif, yang dimulai dari reduksi data, display data, dan verifikasi dan pengambilan kesimpulan. Hasil penelitiannya yakni: pertama, derajat partisipasi masyarakat pada tahap perencanaan program kota sehat, hasilnya sesuai dengan marwah budaya “karawi kaboju” (gotong royong) dan Pedoman Umum Program Indonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga (Kementeriaan Kesehatan RI, 2016). Kedua, derajat partisipasi masyarakat pada tahap pelaksanaan program kota sehat, hasilnya sesuai dengan marwah budaya “karawi kaboju” (gotong royong) dan Pedoman Umum Program Indonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga (Kementeriaan Kesehatan RI, 2016). Ketiga, derajat partisipasi masyarakat pada tahap pemeliharaan hasil-hasil program kota sehat, hasilnya sesuai dengan marwah budaya “karawi kaboju” (gotong royong) dan Pedoman Umum Program Indonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga (Kementeriaan Kesehatan RI, 2016).
DESAIN REFORMASI BIROKRASI MELALUI ROLE MODEL PELAYANAN PUBLIK BERBASIS SMART PADA PEMERINTAHAN KOTA BIMA (Studi pada Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Bima Abdul Kadir; Junaidin ,
Jurnal Ilmiah Administrasi Negara Vol 15, No 2 (2018): Jurnal Ilmiah Administrasi Negara
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Sosial dan Politik Mbojo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (507.821 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui Desain Reformasi Birokrasi Melalui Role Model Pelayanan Publik Berbasis Smart Pada Pemerintahan Kota Bima (Studi pada Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Bima. Jenis penelitian dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif dan pengambilan sumber data primer dengan teknik purposive dan snowball sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan tiga cara yaitu wawancara, observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan yaitu reduksi data, Penyajian Data (Data Display) dan Penarikan Kesimpulan (Conclusions Drawing). Temuan dari penelitian ini diketahui bahwa pertama; dukungan Kepemimpinan dalam role model pelayanan publik berbasis SMART City melalui Kedua;  Peran Sumber Daya Aparatur dalam hubungan dengan Role Model Pelayanan Publik Berbasis SMART City melalui pelayanan masyarakat secara optimal Ketiga; Penggunaan Aplikasi Teknologi Dalam Role Model Pelayanan Publik Berbasis SMART City  keempat; Penggunaan Jaringan Internet Dalam Role Model Pelayanan Publik Berbasis SMART City pada Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kota Bima, melaluiKeywords:  Pelayanan Publik berbasis Smart City,  Reformasi Birokrasi, Role Model  
Kebijakan Pengembangan Usaha Kelompok Tenun Tradisional di Desa Monta Baru Kecamatan Lambu Kabupaten Bima Rifai Ahmad; Junaidin Junaidin; Taufik Irfadat
Sawala : Jurnal Administrasi Negara Vol. 10 No. 1 (2022): Jurnal Sawala Administrasi Negara
Publisher : Program Studi Administrasi Negara Universitas Serang Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30656/sawala.v10i1.4777

Abstract

This study aims to determine the level of development of the traditional weaving group activities in Monta Baru Village, while the data collection techniques are interviews, observation, and documentation. Then the results of the research are the efforts of the new monta village government to develop a traditional weaving business which is given to 3 (three) groups in the new monta village with a total budget of Rp. 60,000,000, - with the division that each group gets a budget of Rp. 20,000,000,- with the stimulation of this fund, it can provide sufficient capital injection for the weaving group in the village of Monta Baru. A sheet of sarong takes 3 (three) days, this is because the production process is still traditional and requires a high level of focus and precision. The production of a sheet of sarong takes a long time and varies as the difficulty level gets higher. Marketing is still carried out between individual buyers and bought up by clothing sellers, sometimes marketing is done by means of social gathering. Village Head Regulation Number 4 of 2018 concerning improving the competence of weaving groups.
Komunikasi Interpersonal Orang tua dengan Anak penyadang tunagrahita (Studi Kualitatif Deskriptif komunikasi empati antara orang tua dan anak penyandang Tunagrahita di Desa Pandai Kecamatan Woha Kab. Bima-NTB) Rahmi Rahmi; Junaidin Junaidin
Professional: Jurnal Komunikasi dan Administrasi Publik Vol 9 No 2 (2022)
Publisher : UNIVED PRESS, Universitas Dehasen Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37676/professional.v9i2.3444

Abstract

This study discusses how interpersonal communication between parents and mentally retarded children in Pandai Village, Woha District, Bima-NTB with a research focus on the five aspects of the effectiveness of interpersonal communication namely openness, empathy, supportive attitude, positive attitude and equality. This research uses a descriptive qualitative approach with a case study method. Data collection techniques in the form of observation, interviews and documentation. Data analysis techniques namely data reduction, data presentation and drawing conclusions. The data validity test was carried out by means of source triangulation. The research results are; First, openness. Parents first express their feelings and thoughts towards their children so as to encourage children to express their emotions, feelings and desires. Parents are able to interpret the message conveyed by the child appropriately both in the form of verbal and nonverbal messages. Second, empathy is shown by parents by listening to children's stories carefully without interrupting. Show affection through body language such as touching or caressing. Third, support. Parents are able to provide support according to the needs of mentally retarded children such as choosing the right educational environment for the child's abilities. Fourth, a positive attitude. Parents involve children in doing good activities. Parents set an example or exemplary to children either through words or deeds. Give praise and rewards for the good behavior of children in an effort to meet their own needs.
ANALISIS KEBIJAKAN PENGEMBANGAN KOTA BIMA SEBAGAI KOTA TEPIAN AIR (WATER FRONT CITY) Syamsuddin Syamsuddin; Junaidin Junaidin
Jurnal Ilmu Administrasi Negara Vol. 17 No. 1 (2020): Juni: Jurnal Ilmu Administrasi Negara
Publisher : Universitas Mbojo Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (700.89 KB) | DOI: 10.59050/jian.v17i1.75

Abstract

Pengembangan waterfront city adalah suatu usaha penataan dan pengembangan bagian atau kawasan kota yang skala kegiatan dan fungsi yang ada sangat beragam dengan intensitas tinggi sebagai kegiatan perkotaan baik untuk fungsi perumahan, pelabuhan dan perdagangan komersial dan industri hingga kawasan wisata. Pengembangan waterfront city di Kota Bima, akan mempunyai dampak positif terhadap masyarakat sekitar pengembangan. Hasil penelitian diharapkan bermanfaat : Pemerintah Kota Bima sebagai bahan dasar penyusunan pedoman teknis penataan kawasan. Penelitian menggunakan jenis penelitian deskriptif kualitatif dengan pendekatan fenomenologi dengan teknik pengumpulan data penelitian antara lain: observasi, wawancara dan studi dokumentasi. Kemudian teknik analisa data dengan menggunakan reduksi data, display data dan pengambilan kesimpulan (verifikasi). Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik spesifik yang dimiliki Kota Bima dalam mendukung kebijakan pengembangan kota tepian air, baik kondisi fisiografi wilayah maupun aspek lainnya. Dasar kebijakan pengembangan adalah tertuang dalam Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kota Bima sesuai dengan Peraturan Daerah No. 4 Tahun 2012 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kota Bima. Bima mempunyai potensi besar untuk dikembangkan sebagai Kota Tepian Air (Water front City), baik untuk kawasan wisata dengan dukungan berbagai objek wisata kota yang indah, seperti kawasan Amahami, Pantai Lawata, view Pulau Nisa yang mempesona, kawasan pintu gerbang Kota Bima dan Oi Ni’u serta ditambah dengan keberadaan berbagai taman rekreasi yang dibangun pemerintah seperti, taman Amahami dan Gerbang Kota. Kawasan pengembangan juga dilengkapi dengan berbagai layanan publik. Sedangkan hambatan dan permasalahan yang dihadapi saat ini yang teridentifikasi adalah daya dukung terhadap kawasan yang dikembangkan, perencanaan pengembangan kawasan yang tidak didukung oleh basis perencanaan yang matang sehingga pembangunan dikawasan pengembangan water front city selalu mengalami perubahan setiap tahunnya. Permasalahan dan hambatan lain adalah penataan pedagang kaki lima yang tidak tertata, sampah yang menumpuk sepanjang pantai, pengelolaan parkir yang belum baik dan terkesan liar, pengembangan dan pemeliharaan kawasan yang tidak melibatkan masyarakat sekitar.
DESAIN REFORMASI BIROKRASI MELALUI ROLE MODEL PELAYANAN PUBLIK BERBASIS SMART PADA PEMERINTAHAN KOTA BIMA : (Studi pada Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Bima) Abdul Kadir; Junaidin Junaidin
Jurnal Ilmu Administrasi Negara Vol. 17 No. 2 (2020): Desember: Jurnal Ilmu Administrasi Negara
Publisher : Universitas Mbojo Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (583.476 KB) | DOI: 10.59050/jian.v17i2.109

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui Desain Reformasi Birokrasi Melalui Role Model Pelayanan Publik Berbasis Smart Pada Pemerintahan Kota Bima (Studi pada Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Bima. Jenis penelitian dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif dan pengambilan sumber data primer dengan teknik purposive dan snowball sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan tiga cara yaitu wawancara, observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan yaitu reduksi data, Penyajian Data (Data Display) dan Penarikan Kesimpulan (Conclusions Drawing). Temuan dari penelitian ini diketahui bahwa pertama; dukungan Kepemimpinan dalam role model pelayanan publik berbasis SMART City melalui Kedua; Peran Sumber Daya Aparatur dalam hubungan dengan Role Model Pelayanan Publik Berbasis SMART City melalui pelayanan masyarakat secara optimal Ketiga; Penggunaan Aplikasi Teknologi Dalam Role Model Pelayanan Publik Berbasis SMART City keempat; Penggunaan Jaringan Internet Dalam Role Model Pelayanan Publik Berbasis SMART City pada Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kota Bima.
ANALISIS KUALITAS JASA LAYANAN PUBLIK MELALUI PENDEKATAN MODEL GRONROOS’S PADA DINAS KEPENDUDUKAN DAN PENCATATAN SIPIL KABUPATEN BIMA Junaidin Junaidin; Sri Wahyuli
Jurnal Ilmu Administrasi Negara Vol. 19 No. 1 (2022): Juni: Jurnal Ilmu Administrasi Negara
Publisher : Universitas Mbojo Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1032.531 KB) | DOI: 10.59050/jian.v19i1.128

Abstract

Judul penelitian ini adalah : “Analisis Kualitas Jasa Layanan Publik Melalui Pendekatan Model Gronroos’s Pada Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Bima. Dengan tujuan untuk mengetahui analisis kualitas jasa layanan publik melalui pendekatan Model Gronroos’s Pada Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Bima. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif. Populasi dalam penelitian ini terdiri dari seluruh masyarakat Kabupaten Bima yang menggunakan layanan jasa administrasi kependudukan dan Aparatur Sipil Negara di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Bima. Jumlah indikator dalam penelitian ini 22 maka jumlah sampel yang diambil dalam penelitian adalah 22 x 5 = 110 orang. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik accidental sampling untuk masyarakat Kabupaten Bima dan teknik sensus untuk Aparatur Sipil Negara di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Bima. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini selain menggunakan kuesioner, Focus Group Discussion (FGD), Indept Interview dan Survey. (d) Tehnik analisis data menggunakan deskriptif kuantatif dengan didukung penyajian table frekuensi dengan menggunakan skala likert. Hasil penelitian bahwa : pertama; Tampilan fisik dan sarana dinas (tangible) sudah menunjukkan hasil yang baik dengan nilai rata-rata 57,27% artinya Aparatur Sipil Negara Negara sudah memberikan penampilan yang bersih dan rapi, kedua; Sikap dan kemampuan Aparatur Sipil Negara dalam menyakinkan masyarakat (responsiveness) sudah menunjukkan sikap yang baik dan terbuka dengan nilai rata-rata 57,05% Ketiga; Kesediaan untuk memberikan layanan dengan baik (reliability), dengan nilai rata-rata 58,18% keempat; Kemampuan teknisi memenuhi layanan yang dijanjikan (assurance) dengan nilai rata-rata 57.73%. kelima; Perhatian pribadi dan ketulusan yang diberikan dalam melayani masyarakat (empathy) dengan nilai rata-rata 56,66%. keenam; Aparatur Sipil Negara memiliki pengetahuan tehadap jasa yang ditawarkan dan bisa mengoperasikan mesin yang digunakan (technical quality), dengan nilai rata-rata 61,82%. Artinya tidak ada ganguan dalam proses pelayanan, dan Aparatur Sipil Negara bisa mengoperasikan peralatan yang digunakan dalam memperlancar pengurusan administrasi kependudukan kepada masyarakat.
Kepatuhan Dan Perilaku “Covidiot” Masyarakat Pada Protokol Covid-19 (Studi Kasus di Kelurahan Oi Fo’o Kota Bima) Muhamad Iptidaiyah; Abdul Kadir; Junaidin; Ahmad Usman
Jurnal Komunikasi dan Kebudayaan Vol. 7 No. 2 (2020): November: Jurnal Komunikasi dan Kebudayaan
Publisher : Universitas Mbojo Bima - Nusa Tenggara Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan: 1) Untuk mengetahui kepatuhan masyarakat pada Protokol Covid-19 dalam pembatasan sosial fisik di Kelurahan Oi Fo’o Kota Bima. 2) Untuk mengetahui kepatuhan masyarakat pada Protokol Covid-19 dalam penggunaan alat pelindung diri (masker) di Kelurahan Oi Fo’o Kota Bima. 3) Untuk mengetahui kepatuhan masyarakat pada Protokol Covid-19 dalam menjaga kebersihan diri (cuci tangan) di Kelurahan Oi Fo’o Kota Bima. 4) Untuk mengetahui bentuk- bentuk perilaku “covidiot” masyarakat pada Covid-19 di Kelurahan Oi Fo’o Kota Bima. Jenis penelitian yaitu deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data yaitu wawancara, observasi, dan dokumentasi. Informan dalam penelitian ini di antaranya : pegawai kelurahan, pengurus lembaga sosial kelurahan, tokoh masyarakat dan masyarakat umum di Kelurahan Oi Fo’o Kota Bima . Penentuan informan dalam penelitin ini penulis menggunakan teknik purposive sampling. Teknik analisis yang digunakan yaitu analisis secara deskriptif kualitatif, yang dimulai dari reduksi data, display data, dan verifikasi dan pengambilan kesimpulan. Hasil penelitiannya yakni: pertama, sehubungan dengan kepatuhan masyarakat pada Protokol Covid-19 dalam pembatasan sosial fisik di Kelurahan Oi Fo’o Kota Bima, hasilnya masyarakat belum patuh terhadap protokol Covid-19. Kedua, sehubungan dengan Kepatuhan masyarakat pada Protokol Covid-19 dalam penggunaan alat pelindung diri (masker) di Kelurahan Oi Fo’o Kota Bima, hasilnya masyarakat belum patuh terhadap protokol Covid-19. Ketiga, sehubungan dengan kepatuhan masyarakat pada Protokol Covid-19 dalam menjaga kebersihan diri (cuci tangan) di Kelurahan Oi Fo’o Kota Bima, hasilnya masyarakat belum patuh terhadap protokol Covid-19. Keempat, bentuk-bentuk perilaku covidiot masyarakat pada Covid-19 di Kelurahan Oi Fo’o Kota Bima, teridentifikasi, sebagai berikut : menyangkal; merasa kebal; memberontak; impulsif; berpikir covid-19 adalah alat politik; dan egois.
Representasi Diskriminasi Perbedaan Ras dalam Film Green Book: (Analisis Semiotika Charles Sanders Pierce) Ratri Pramudita; Arief Hidayatullah; Junaidin Junaidin
SOSMANIORA: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol. 4 No. 3 (2025): September 2025
Publisher : Yayasan Literasi Sains Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55123/sosmaniora.v4i3.6504

Abstract

This study examines racial discrimination representation in the 2018 film "Green Book" using Charles Sanders Pierce's semiotic analysis. The film portrays racism in 1960s America through the relationship between Tony Lip, a white Italian-American, and Dr. Don Shirley, a black classical pianist. The research identifies examples of both individual racism (racial prejudice, stereotyping, discrimination, and harassment) and institutional racism through selected scenes. Using Pierce's Triangle Meaning framework of Sign, Object, and Interpretant, the analysis reveals how racism manifested through both personal interactions and governmental policies like Jim Crow laws. Individual racism appears through characters' prejudices about black people's trustworthiness, stereotyping Germans, segregated facilities enforcement, and physical violence against black individuals. Institutional racism is demonstrated through "whites only" policies restricting black citizens' movements after dark. The film shows how discrimination affected African Americans so severely they required travel guides (the "Green Book") to navigate safely through the segregated South. This research concludes that racism depicted in the film stemmed from both governmental regulations and societal prejudices, resulting in discriminatory treatment that significantly impacted the black community's daily life and dignity.