Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

EDUKASI DAN DEMONSTRASI PEMANFATAAN TANAMAN OBAT TRADISIONAL DI MTSN 4 KERINCI Lili Andriani; Lidyatul Musdalifah; Tiara Angraini; Sefni Ramadhani; Intan Yusi Safira; Fahrinnisa Nabila Putri; Septia Rinenda Kusuma; Arifatul Amalia
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 8 (2023): Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v6i8.2794-2798

Abstract

Permasalahan kesehatan yang umumnya terjadi di usia remaja salah satunya yaitu panu dan maag. Panu disebabkan oleh infeksi jamur Malessazia furfur dan maag disebabkan oleh kelebihan kadar asam lambung yang dapat disebabkan pola makan yang tidak teratur. Hal ini terjadi dikarenakan kurangnya pengetahuan siswa-siswi MTS terkait pola hidup yang kurang baik. Kegiatan pengabdian Kuliah Kerja Nyata (KKN) ini bertujuan untuk memberikan edukasi kepada siswa-siswi MTS sehingga tingkat pengetahuannya dapat meningkat setelah diberikan edukasi mengenai pemanfataan tanaman obat tradisional. Kegiatan ini diawali dengan pemberian kuisoner pre-test, penyuluhan, tanya jawab dan evaluasi hasil dengan memberikan kuisoner post test. Hasil dari penyuluhan ini yaitu terdapat peningkatan pengetahuan siswa-siswi MTS. Dengan adanya edukasi dan demonstrasi ini, siswa-siswi menjadi lebih paham mengenai pemanfataan tanaman obat tradisional dan menerapkan pola hidup sehat.
POTENSI SITOTOKSIK KOMBINASI EKSTRAK DAUN CAPO DAN DAUN SEMBUNG RAMBAT Lili Andriani; Santi Perawati; Dila Wati
JURNAL BIOSENSE Vol 4 No 01 (2021): Edisi Juni 2021
Publisher : Program Studi Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas PGRI Banyuwangi, Jalan Ikan Tongkol No 01, Telp (0333) 421593, 428592 Banyuwangi 68416

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (213.335 KB) | DOI: 10.36526/biosense.v4i01.1428

Abstract

Penggunaan obat-obat tradisional masih sangat diyakini oleh masyarakat SAD. Daun capo (Blumea balsamifera (L.)DC.) dan daun sembung rambat (Mikania micrantha Kunth) merupakan tumbuhan yang dimanfaatkan sebagai pengobatan, mengandung berbagai metabolit sekunder dan berpotensi sebagai sitotoksik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui aktivitas sitotoksik dari ekstrak daun capo, ekstrak sembung rambat, serta kombinasi ekstrak capo dan sembung rambat Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode ekstraksi daun capo dan daun sembung rambat dengan pelarut etanol 70%. Lalu ekstrak diuji potensi sitotoksiknya menggunakan larva Artemia salina Leach dengan metode BSLT. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa nilai LC50 pada ekstrak sembung rambat sebesar 28,18 ppm dengan kategori sangat toksik, dan untuk capo sebesar 41,68 ppm dengan kategori kuat. Sedangkan ekstrak kombinasi capo dan sembung rambat didapatkan nilai LC50 sebesar 14,79 ppm dengan kategori sangat toksik. Jadi ekstrak daun sembung rambat dan kombinasi ekstrak memiliki nilai sitotoksik yang lebih tinggi.
UJI TOKSISITAS AKUT LD50 EKSTRAK BATANG BAJAKAH TAMPALA (Spatholobus littoralis Hassk.) DAN BATANG BAJAKAH KUNING (Arcangelisia flava (L.) Merr.) PADA MENCIT PUTIH (Mus musculus): ACUTE TOXICITY TEST LD50 OF BAJAKAH TAMPALA STEMP EXTRACT (Spatholobus littoralis Hassk.) AND YELLOW BAJAKAH (Arcangelisia flava (L.) Merr.) ON WHITE MICE (Mus musculus) Lili Andriani; Rizky Yulion; Olin Santia Manora; Regita Brilian Nanda
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol 8 No 1 (2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/ms.v8i1.537

Abstract

Batang bajakah tampala (Spatholobus littoralis Hassk.) dan bajakah kuning (Arcangelisia flava (L.) Merr.) merupakan suatu tanaman yang sering digunakan oleh masyarakat Kalimantan secara empiris tujuan pengobatan secara tradisional. Kajian ilmiah batang bajakah tampala dan bajakah kuning telah mulai untuk diteliti lebih jauh. Namun kajian tentang keamanan penggunaannya masih belum dilakukan, sehingga perlu dilakukan uji toksisitas. Tujuan dilakukannya penelitian ini untuk menentukan nilai LD50 menggunakan persamaan dalam metode Farmakope Indonesia Edisi III pada pemberian batang bajakah tampala dan bajakah kuning serta mengetahui pengaruhnya pada bobot organ paru-paru, jantung, lambung, ginjal, dan hati terhadap variasi dosis dan jenis kelamin. Penelitian ini bersifat eksperimental dengan menggunakan mencit putih (Mus musculus) jantan dan betina sebanyak 50 ekor dan terbagi menjadi 5 kelompok. Kelompok kontrol diberi suspensi Na CMC 1% dan kelompok perlakuan diberi ekstrak batang bajakah tampala dan bajakah kuning dengan dosis 625 mg/kgBB, 1.250 mg/kgBB, 2.500 mg/kgBB, dan 5.000 mg/kgBB dengan sekali pemberian secara oral kemudian diamati setelah 24 jam dengan melihat jumlah kematian dan menghitung nilai rasio bobot organ. Hasil peneltian menunjukkan tidak ada kematian hewan uji sehingga dinyatakan dengan LD50 semu dan termasuk kategori praktis tidak toksik. Hasil uji statistik menunjukkan adanya perbedaan antara jenis kelamin dengan bobot organ pada paru-paru, lambung, dan hati serta tidak ada perbedaan antara variasi dosis dengan bobot organ pada paru-paru, jantung, lambung, ginjal, dan hati sehingga batang bajakah tampala aman digunakan. Kata kunci : Bajakah tampala (Spatholobus littoralis Hassk.), bajakah kuning (Arcangelisia flava (L.) Merr.), toksisitas akut, LD50 semu