Claim Missing Document
Check
Articles

Found 11 Documents
Search

DIP-COATING SENYAWA KALSIUM FOSFAT DARI BATU KAPUR BUKIT TUI MELALUI METODE SOL-GEL Jamarun, Novesar; Anggresani, Lia; Arief, Syukri
Jurnal Riset Kimia Vol 5, No 1 (2011): September
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jrk.v5i1.179

Abstract

 ABSTRACT Preparation of Dip-Coating Calcium Phosphate via sol-gel method using natural limestone Bukit Tui as calcium precursors and diammonium hydrogen phosphate as phosphorus precursors with sol-gel process has been investigated. Ethanol was used as solvent and DEA (diethanolamine) was used stabilizing agent. The powder were prepared by calcinated the sol at 950 oC. The products were characterized by Fourier Transform Infra Red, X-Ray Diffraction and Scanning Electron Microscopy. FTIR results showed that the vibration form was PO43-, P2O74-, O-H and CO2. XRD patterns of powder with various Ca/P mol ratio showed that the product of calcium phosphate was Ca2P2O7 and also found the hydroxyapatite Ca10(PO4)6(OH)2 in Ca/P mol ratio 1,7. SEM images of powder calcium phosphate revealed that their morphology were spheric and homogen. The coating process was done at glass substrate with coating speed 20 cm/min by calcinations at 400 oC. XRD patterns of thin layer showed that the product was Ca2P2O7 and SEM images of thin layer revealed that their morphology were bulk. Keywords: Natural limestone, calcium phosphate, hydroxyapatite, sol-gel, dip-coating
Hydroxyapatite (HAp) From Tenggiri Fish Bones As Abrasive Material In Toothpaste Formula Lia Anggresani; Yoli Nopita Sari; Rahmadevi Rahmadevi
Jurnal Kimia Valensi Jurnal Kimia VALENSI Volume 7, No. 1, May 2021
Publisher : Syarif Hidayatullah State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/jkv.v7i1.19165

Abstract

Cavities are one of the factors of dental and oral health problems that can be prevented by brushing teeth using toothpaste. Toothpaste can be made from a variety of chemicals, one of which is hydroxyapatite (HAp) which has good biocompatible properties. Hydroxyapatite can be obtained by utilizing tenggiri fish bone waste which has the main element of calcium. Fish bones soaked with NaOH and acetone are then calcined at 800 °C for 3 hours to obtain CaO powder and characterized its elemental content using X-Ray Fluorescence (XRF). CaO obtained was then reacted with (NH4)2HPO4 with a mole ratio of Ca/P 1.67 then heated at 90 °C, added NaOH up to pH 12, then the obtained deposits are filtered and calcined at 900 °C.  The solids obtained from the calcination are then characterized using X-Ray Diffraction (XRD) and Scanning Electron Microscope (SEM). Hydroxyapatite (HAp) was formulated into toothpaste with the concentrations of 0% (F0), 45% (F1), 50% (F2), and 55% (F3). Toothpaste was evaluated using organoleptic tests, homogeneity tests, foam height tests, dispersability tests, pH and hedonic tests. XRD analysis shows that the resulting hydroxyapatite (HAp) has a crystal structure in accordance with ICSD standard No. 96-900-3549. SEM analysis showed that granular particles measuring 0.1 μm–0.3 μm in size. All formulated toothpastes (F0, F1, F2, and F3) meet the requirements of a good toothpaste.  Hydroxyapatite (HAp) can be formulated into a good toothpaste with a concentration of 45%.
Analisis Rhodamin B dalam Bolu Kukus yang Beredar di Kota Jambi dengan Metode Spektrofotometri UV-Vis Armini Hadriyati; Linda Lestari; Lia Anggresani
JURNAL FARMASI DAN ILMU KEFARMASIAN INDONESIA Vol. 8 No. 1 (2021): JURNAL FARMASI DAN ILMU KEFARMASIAN INDONESIA
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jfiki.v8i12021.16-21

Abstract

Pendahuluan: Rhodamin B adalah pewarna sintetik yang umum digunakan sebagai pewarna tekstil, Rhodamin B dalam makanan dapat menyebabkan keracunan, sehingga Rhodamin B dilarang digunakan sebagai bahan tambahan pangan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menguji secara kualitatif dan kuantitatif adanya Rhodamin B dalam kue bolu kukus yang beredar di Kota Jambi. Metode: Pengambilan sampel dilakukan secara acak dalam 8 kecamatan dari 11 kecamatan di Kota Jambi. Analisis Rhodamin B pada kue bolu kukus ini ditentukan dengan 2 metode yaitu Kromatografi Lapis Tipis dan Spektrofotometri UV-Vis. Pada analisa kualitatif dengan Kromatografi Lapis Tipis menggunakan plat silica gel GF 254 dengan mengunakan fase gerak campuran n-butanol : asam asetat : ammonia dengan perbandingan (10 : 4 : 5). Hasil: Hasil dari analisis Rhodamin B yang dilakukan dengan KLT didapatkan nilai Rf sama antara sampel dengan pembanding Rhodamin B yaitu 0,8. Spektrofotometri UV-Vis didapat panjang gelombang maksimum 557 nm, dan diperoleh kadar Rhodamin B pada sampel B 0,88210 µg/mL, sampel E 1,3475 µg/mL dan sampel F 0,80684 µg/mL. Kesimpulan: Hasil uji identifikasi menunjukan bahwa dari 8 sampel kue bolu kukus, 3 sampel diantaranya positif mengandung pewarna Rhodamin B.
Pemberdayaan Masyarakat melalui Peningkatan Nilai Produk Bandrek Jahe di Kelurahan Sijinjang Kota Jambi Deny Sutrisno; Desi Sagita; Siti Hamidatul ‘Aliyah; Yuliawati Yuliawati; Lili Andriani; Lia Anggresani; Barmi Hartesi; Santi Perawati; Rozalti Rozalti; Hesty Murtiah; Susanti Susanti
LOGISTA - Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol 2 No 1 (2018)
Publisher : Department of Agricultural Product Technology, Faculty of Agricultural Technology, Universitas Andalas Kampus Limau Manis - Padang, Sumatera Barat Indonesia-25163

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (442.893 KB) | DOI: 10.25077/logista.2.1.31-36.2018

Abstract

ABSTRAK: Masyarakat di kelurahan Sejinjang menanam Jahe merah. Jahe merah ini diolah menjadi minuman tradisional berupa bandrek jahe dalam bentuk serbuk. Olahan ini telah dijual oleh masyarakat dalam kemasan tradisional dan dengan nilai yang tidak tinggi. Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah untuk memberdayakan masyarakat memalui peningkatan nilai produk Bandrek Jahe. Pelaksana pengabdian kepada masyarakat memberikan bantuan Kelompok binaan P2WKSS (Peningkatan Peranan Wanita Menuju Keluarga Sehat Sejahtera) untuk melakukan pengurusan izin P-IRT ke Puskesmas Tanjung Pinang dan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Jambi. Kegiatan pengabdian masyarakat sudah berhasil meningkatkan nilai produk bandrek jahe yang dibuat oleh masyarakat Kelurahan Sejinjang.Kata Kunci: Minuman Traditional, Jahe Merah, no izin P-IRT. Community Empowerment through Upgrading Product Value of Bandrek Jahe in Sijinjang of Jambi CityABSTRACT: People in Sijinjang of Jambi City planted red ginger. This red ginger was transform to be traditional drinking named Bandrek Jahe in powder form. This powder had been marketed by this people community through traditonal packaging with lower value. This community service program aimed to empower community through upgrading producy value of Bandrek Jahe. The activist of community service progra helped the target group named P2WKSS (Women Empowerment to Healthy and Wealthy Family) to proceed the permission number of P-IRT to Public Health Tanjung Pinang and Departement of Industry and Trade Jambi City. This community service program was succes to empower community through upgrading producy value of Bandrek Jahe made by community in Sijinjang of Jambi City.Keywords: Traditional drinking, Red ginger, Permission number of P-IRT.
PENGARUH PEMBELAJARAN CTPS TERHADAP PERILAKU SISWA SDN 154 TELUK JAMBU MUARO JAMBI Lia Anggresani; Randi Setiawan
Jurdimas (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Royal Vol 3, No 2 (2020): Juli 2020
Publisher : STMIK Royal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (385.09 KB) | DOI: 10.33330/jurdimas.v3i2.589

Abstract

Abstract:Diarrhea is the fifth largest disease that causes death. This disease usually caused by an unhealthy and clean lifestyle. The need to grow and develop a healthy life from childhood. Clean and healthy behavior (PHBS) can be started by washing hands using soap. In Teluk Jambu Village, the high diarrheal disease makes this community service activity carried out at SD Negeri 154 where the target of these activities is children. Washing your hands with soap is a way to kill germs that cause disease. The method used to make students easy to remember and apply must require appropriate media, for example, music which is then accompanied by a seven-step demonstration of hand washing, so that student's behavior changes are achieved after learning about how to wash hands using soal. Keywords: behavior; CTPS (Handwashing With Soap); learningAbstrak: Diare merupakan penyakit terbesar kelima yang menyebabkan kematian. Penyakit ini biasanya disebabkan karena pola hidup yang tidak sehat dan bersih. Perlunya menumbuh kembangkan hidup sehat dari kecil. Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) bisa dimulai dari mencuci tangan dengan menggunakan sabun. Di desa Teluk Jambu tingginya penyakit diare membuat kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan di SD Negeri 154 yang mana sasaran pengabdian ini adalah untuk anak-anak. Mencuci tangan dengan menggunakan sabun merupakan cara membunuh kuman penyebab penyakit. Metode yang digunakan agar siswa/i mudah mengingat dan mengaplikasikannya harus membutuhkan media yang tepat, misalnya musik yang kemudian diiringi dengan demonstrasi gerakan tujuh langkah cuci tangan, agar tercapainya perubahan perilaku siswa/i setelah diberikan pembelajaran mengenai cara mencuci tangan menggunakan sabun. Kata kunci: CTPS (Cuci Tangan Pakai Sabun); pembelajaran; perilaku
Acute Toxicity LD50 Fraction Ethyl Acetate Aquilaria malaccensis, Ficus benjamina, Mikania micrantha, and Fraction Water Cinnamomum burmanii in Mus Musculus Rizky Yulion; Santi Perawati; Barmi Hartesi; Lia Anggresani; Lili Andriani; Lesra Indriani; Lara Syahila; Suci Ramadani; Nadia Monika
Biology, Medicine, & Natural Product Chemistry Vol 12, No 1 (2023)
Publisher : Sunan Kalijaga State Islamic University & Society for Indonesian Biodiversity

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/biomedich.2023.121.55-60

Abstract

Research on the acute toxicity of LD50 had been carried out on the ethyl acetate fraction of Gaharu leaves (Aquilaria malaccensis), beringin leaves (Ficus benjamina), sembung rambat leaves (Mikania micrantha), and kayu manis cortex (Cinnamomum burmanii) water fraction the base of use as traditional treatment by the Suku Anak Dalam (SAD) empirically obtained from ancestors. This research methodwas experimental and it used male and female mice. The control group was given a 1% NaCMC doses of 625 mg/kg body weight, 1,250 mg/kg body weight, 2,500 mg/kg body weight, and 5,000 mg/kg body weight. The test preparation was administered orally once per day. The Thomson-Weil method was used for the measurement of LD50 values. The weight ratio of organs was applied for heart, liver, lungs, kidneys, and stomach. The results showed that the LD50 value for male mice was 2454mg/kg body weight; 2454mg/kg body weight; 1546 mg/kg body weight and 2065mg/kg body weight respectfully. The LD50 value for female mice was a pseudo LD50. The value of the organ weight ratio in each sample showed P<0.05 values that were obtained in gaharu leaves in the liver and kidney organs (male); heart in females. Beringin leaves value P<0.05 lung organs (male). Sembung rambat leaves P<0.05 values of the heart, liver, and stomach organs (male); heart and stomach (female). Cinnamomum cortex value P<0.05 liver and stomach organs (male). The conclusions showed that the LD50 value of the ethyl acetate fraction of gaharu leaf, sembung rambat leaf, beringin leaf, and kayu manis cortex in male mice was slightly toxic, while in female mice it could not be counted.
Uji total kandungan flavonoid dan aktivitas antioksidan ekstrak daun kembang bulan (Thitonia diversifolia (Hemsley) A. Gray) Lia Anggresani; Yuliawati Yuliawati; Eliza Desriyanti
Riset Informasi Kesehatan Vol 6 No 1 (2017): Riset Informasi Kesehatan
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Harapan Ibu Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (409.009 KB)

Abstract

Latar Belakang :Flavonoid merupakan senyawa yang berpotensi sebagai antioksidan dimana antioksidan merupakan senyawa yang dapat meredam radikal bebas. Tumbuhan Daun Kembang Bulan (Tithonia diversifolia (Hemsley) A. Gray) adalah suatu tumbuhan yang memiliki kandungan senyawa flavonoid. Tujuan untuk mengetahui kadar flavonoid dan aktivitas antioksidan pada ekstrak daun kembang bulan. Metode :Penentuan kadar flavonoid total dinyatakan sebagai ekivalen dari kuersetin (µg/ml) dengan metode Spektrofotometer UV-Vis dan uji aktivitas antioksidan dengan metode DPPH. Hasil :Hasil penelitian didapat bahwa kadar flavonoid total pada ekstrak daun kembang bulan adalah 0,00592667 % dan pengujian aktivitas antioksidan memberikan nilai IC50 sebesar 145,67µg/ml. Kesimpulan :Ekstrak daun kembang bulan memiliki aktivitas antioksidan yang sedang dimana nilai IC50 berada pada range 101-250.
Pemanfaatan Tanaman Tradisional Sebagai Penunjang Kesehatan di Kelurahan Olak Kemang Kecamatan Danau Teluk Kota Jambi Santi Perawati; Lia Anggresani; Yuni Andriani; Lili Andriani; Barmi Hartesi; Rahmadevi Rahmadevi; Desi Sagita; Deny Sutrisno; Fhatia Medina; Muhammad Randa; Indah Astridawati
Jurnal Pengabdian Harapan Ibu (JPHI) Vol 2 No 1 (2020): Jurnal Pengabdian Harapan Ibu (JPHI)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Harapan Ibu Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (526.389 KB) | DOI: 10.30644/jphi.v2i1.371

Abstract

Latar Belakang:Survei dan sosialisasi tentang pemanfaatan tanaman tradisional, penggunaan obat sintetis yang baik dan benar, bahaya kosmetik ilegal dan kanker serviks dilakukan atas dasar menyadarkan kembali kepada masyarakat akan pentingnya pengobatan yang berasal dari alam, bahaya penggunaan kosmetik yang tidak terdaftar serta cara mendeteksi kanker serviks khususnya pada wanita. Penggunaan obat sintetis dipilih jika suatu penyakit tidak dapat diatasi oleh obat-obatan tradisional. Selain itu, perlu diimbau kembali kepada masyarakat khususnya para wanita agar mewaspadai kosmetik ilegal yang masih beredar karena bahaya yang ditimbulkan akan sangat serius di kemudian hari. Adapun pengenalan tentang kanker serviks dimana penyakit ini masih menjadi ancaman yang mematikan bagi kaum wanita dikarenakan sulitnya untuk mendeteksi penyakit ini. Metode:Data survei dikumpulkan melalui pemberian kuesioner ke masing-masing rumah warga.Menindaklanjuti hasil survei, maka diadakan sosialisasi yang disampaikan dengan metode ceramah dan tanya jawab seputar tema yang dibicarakan Hasil: Hasil survei didapatkan bahwa pertama, warga belum banyak mengetahui kegunaan atau cara memanfaatkan tanaman di sekitar rumah mereka untuk tujuan pengobatan. Kedua, warga sebagian besar tidak mengetahui cara membuang obat yang benar, ketiga para wanita atau ibu-ibu di RT.06 masih ada memakai kosmetik yang ternyata mengandung zat berbahaya dan keempat para wanita atau ibu di RT.06 belum mengetahui apa itu kanker serviks dan bagaimana cara mendeteksi penyakit ini. Kesimpulan:setelah diadakannya sosialisasi masyarakat telah mengetahui manfaat tanaman tradisional, informasi seputar penggunaan obat, bahaya kosmetik ilegal, dan cara mendeteksi sejak dini kanker serviks.
Tanin pada ekstrak daun rambutan (Nephelium lappaceum l.) tidak berpotensi sebagai chelating agent dalam sintesis hidroksiapatit Lia Anggresani; Armini Hadriyati; Ida Risnawati; Santi Perawati; Lili Andriani
Riset Informasi Kesehatan Vol 8 No 2 (2019): Riset Informasi Kesehatan
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Harapan Ibu Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30644/rik.v8i2.242

Abstract

Latar Belakang : Hidroksiapatit merupakan biomaterial yang memiliki komposisi kimia kalsium dan fosfat yang sama pada jaringan keras manusia seperti pada tulang dan gigi, sehingga banyak digunakan dalam bidang kesehatan sebagai bahan pengganti tulang. Sintesis hidroksiapatit memerlukan bahan tambahan berupa polimer untuk memperbaiki sifat mekaniknya. Salah satu polimer yang berasal dari tumbuhan adalah senyawa polifenol yaitu tanin. Salah satu tumbuhan yang mengandung senyawa tanin yaitu daun rambutan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi senyawa tanin yang terdapat pada ekstrak daun rambutan sebagai chelating agent dalam proses sintesis hidroksiapatit dengan metode hidrotermal. Metode : Penelitian ini menggunakan Ca(OH)2 sebagai sumber kalsium, H3PO4 sebagai sumber fosfat dan senyawa tanin dari ekstrak rambutan sebagai chelating agent yang disintesis dengan metode hidrotermal pada variasi suhu 140oC, 160 oC, 180 oC, dan 200oC. Karakterisasi senyawa hidroksiapatit dilakukan dengan analisa FTIR, XRD, SEM dan PSA. Hasil : Hasil analisa FTIR pada suhu 140oC dan 160oC diperoleh gugus fungsi OH dan PO43- yang merupakan gugus fungsi senyawa hidroksiapatit. Pada hasil analisa XRD diperoleh dua senyawa yaitu Hidroksiapatit dan Trikalsium Fosfat pada variasi suhu 140oC dan 160oC sesuai dengan standar ICSD 01-074-9780 dan ICSD 01-073-4869, sedangkan pada suhu 180oC dan 200oC diperoleh senyawa Trikalsium Fosfat sesuai dengan standar ICSD 01-073-4869. Hasil analisa SEM diperoleh morfologi permukaan sampel berbentuk aglomerat atau penggumpalan. Hasil analisa PSA diperoleh ukuran partikel hidroksiapatit adalah 1,289 μm. Kesimpulan : Gugus fungsi pada senyawa tanin tidak terdeteksi pada hasil analisa FTIR menandakan bahwa senyawa tanin dari ekstrak daun rambutan tidak berperan sebagai chelating agent dalam proses sintesis hidroksiapatit dengan metode hidrotermal.
Isolasi senyawa antibakteri dari batang sembung rambat (Mikania cordata (Burm.fil.)) Santi Perawati; Lia Anggresani; Ulfa Deni Swinche; Barmi Hartesi
Riset Informasi Kesehatan Vol 9 No 1 (2020): Riset Informasi Kesehatan
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Harapan Ibu Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30644/rik.v9i1.388

Abstract

Latar Belakang : Tumbuhan sembung rambat merupakan gulma yang memiliki potensi antibakteri yang sangat besar. Tujuan penelitian ini untuk mendapatkan isolat metabolit sekunder dari batang sembung rambat yang mempunyai aktivitas antibakteri. Metode : Isolasi senyawa antibakteri dari batang sembung rambat dilakukan dengan metode separation guided by activity. Dimulai dengan pengumpulan sampel, sortasi, ekstraksi, fraksinasi, isolasi,, uji aktivitas antibakteri, karakterisasi senyawa antibakteri dengan spektro UV-Vis dan FTIR. Ekstraksi dilakukan dengan menggunakan etanol 70%. Hasil : Penapisan fitokimia ekstrak etanol batang sembung rambat mengandung metabolit sekundr alkaloid, flavonoid, polifenol, saponin, steroid, tannin dan kuinon. Uji aktivitas antibakteri terhadap ekstrak, fraksi etil asetat (Mc-II), subfraksi (Mc-II-A) dan isolat (Mc-II-A3) menunjukkan efektivitas terbesar terhadap bakteri S.aureus dan E.coli. pemisahan senyawa menggunakan metode ekstrak cair-cair (ECC), kromatografi cair vakum (KCV), kromatografi lapis tipis preparatif. Pemurnian isolat dilakukan dengan KLT dua arah Kesimpulan : Identifikasi isolat aktif antibakteri (Mc-II-A3) dilakukan dengan menggunakan spektrofotometer UV-Vis dan FTIR. Spektrum UV menunjukkan panjang gelombang 222 nm dan analisis FTIR menunjukkan adanya C=C aromatis dan C=O. Sehingga dapat disimpulkan bahwa isolat aktif antibakteri dari batang sembung rambat diduga senyawa mikanolide. Kata kunci: Antibakteri, Isolasi, Mikania cordata (Burm.fil.), Sembung rambat