Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

KALIGRAFI ISLAM DALAM PERSPEKTIF FILSAFAT SENI Syahrul Kirom; Alif Lukmanul Hakim
Refleksi: Jurnal Filsafat dan Pemikiran Keislaman Vol 20, No 1 (2020)
Publisher : UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/ref.2020.2001-04

Abstract

This article discusses Islamic calligraphy from the perspective of art philosophy. Islamic calligraphy (the art of letter painting) turns out to have values of beauty, uniqueness and spiritual value and has symbolic meaning for Islamic culture. Calligraphy art has religious spiritual meaning and value that causes a person to experience eschatology. Therefore, in this article the author is interested in analyzing Islamic calligraphy with an art philosophy approach. The method used is descriptiveanalytical. This Arabic calligraphy art writer studies by analyzing through its formal object is the philosophy of art. While the material object is to study the meaning of religious-spiritualism which is more philosophical in understanding Islamic calligraphy. The results of this study found that the fact that the art of Islamic calligraphy has beautiful aesthetic values is full of faith and devotion. The existence of Islamic calligraphy art provides meaning and understanding of the process of achieving a very transcendental idea to God.
FILSAFAT ILMU DAN ARAH PENGEMBANGAN PANCASILA: RELEVANSINYA DALAM MENGATASI PERSOALAN KEBANGSAAN Syahrul Kirom
Jurnal Filsafat "WISDOM" Vol 21, No 2 (2011)
Publisher : Fakultas Filsafat, Universitas Gadjah Mada Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jf.3111

Abstract

Study about Pancasila as an Indonesian way of life through the philosophy of science is very important when it is related to national problems nowadays. The philosophy of science which has three aspects (ontology, epistemology and axiology) can be used as a tool to solve the national problems, especially in case of corruption. The solution provides an understanding of Pancasila values.The result of study about the values of Pancasila from the philosophy of science, they are : first, the ontology, Pancasila has teachings and values, such as developing an attitude of respect among human being; second, the epistemology, Pancasila has sources of knowledge and concepts of nationalism that should be used as a guidance in the social life of Indonesia; third, the axiology, the values of Pancasila have a contribution in the lives of Indonesian people through the noble values in social justice and humanity.Keywords: Pancasila, Philosophy of Science, Ontology, Epistemology, Axiology.
Manajemen Perang Bisnis Dalam Pemikiran Sun Tzu dan Implementasinya terhadap Manajemen Dakwah dalam Pemberdayaan Masyarakat Syahrul Kirom; Muhammad Ikhsan Ghofur
Empower: Jurnal Pengembangan Masyarakat Islam Vol 5, No 2 (2020)
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/empower.v5i2.7184

Abstract

AbstractSun Tzu's work on The Art of War inspires many world figures such as Napoleon Bonaparte in applying the art of war strategy. This study used a descriptive-analytical approach with the hermeneutic method. In this paper, the writer tried to interpret the art strategy of war into the world of business.The results of this study indicate that the manajement of Sun Tzu's arts of war. First, the principle of knowing yourself, in this case know your enemies and yourself, how to preach and empower people to achieve the best goals. Second, regarding moral integrity in preaching and empowering the community. In preaching and empowering people, both professions and consumers, it is expected that they always prioritize the values of honesty and kindness. Third, a brave attitude, in terms of preaching and empowering the community, what is needed is the ethics of courage by being brave in making decisions in the right way. Fourth, discipline in terms of preaching and empowering the community is by always arriving on time, never doing time corruption, but always arriving and right when there is an activity with the community Fifth, welfare needs to be put forward by every preacher in empowering the community by providing services and appreciation to society, that is what is called the ethics of love which always puts forward the human aspect of society or maudhu'.Thus, Sun Tzu's business war manajement view emphasizes human ethics. Each of the teachings of Sun Tzu's martial arts, when interpreted in preaching and community empowerment, turns out to be more concerned with the area of ethics and morality in achieving success in society.AbstrakKarya Sun Tzu tentang The Art of War memberikan inspirasi banyak tokoh-tokoh dunia seperti Napoleon Bonaparte dalam menerapkan strategi seni perang. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif-analitis. Dengan Metode Hermeneutika. Dalam tulisan ini, penulis ingin berusaha menginterpretasikan strategi seni perang ke dalam dunia bisnis.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa manajemen seni perang Sun Tzu. Pertama, Prinsip mengenal diri sendiri, dalam hal ini kenalilah musuh dan diri anda sendiri, bagaimana agar dalam berdakwah dan memberdayakan masyarakat bisa mencapai tujuan yang terbaik. Kedua, mengenai integritas moral di dalam berdakwah dan memberdayakan masyarakat. Di dalam berdakwah dan memberdayakan masyarakat baik sesama profesi maupun konsumen diharapkan selalu mengedepankan nilai kejujuran dan kebaikan. Ketiga, sikap berani, dalam hal berdakwah dan memberdayakan masyarakat yang dibutuhkan adalah etika keberanian dengan jalan berani mengambil keputusan-keputusan dengan jalan yang benar. Keempat, dispilin dalam hal berdakwah dan memberdayakan masyarakat adalah dengan cara selalu datang tepat waktu, tidak pernah melakukan korupsi waktu, melainkan selalu datang dan tepat ketika ada kegiatan dengan masyarakat Kelima, kesejahteraan perlu dikedepankan oleh setiap pendakwah dalam memberdayakan masyarakat dengan cara memberikan pelayanan dan penghargaan kepada masyarakat, itu adalah apa yang disebut sebagai etika kasih yang selalu mengedepankan aspek kemanusiaan terhadap masyarakat atau maudhu’.   Dengan demikian, pandangan manajamen perang bisnis Sun Tzu lebih menekankan pada etika kemanusiaan. Tiap-tiap ajaran seni perang Sun Tzu, ketika diintrepretasikan di dalam berdakwah dan pemberdayaan masyarakat, ternyata lebih banyak berkutat pada wilayah etika dan moralitas dalam meraih kesuksesan di masyarakat 
Building a Dialog Room: Protecting Minorities in Indonesia Syahrul Kirom
Kawanua International Journal of Multicultural Studies Vol 2 No 2 (2021)
Publisher : State Islamic Institute of Manado (IAIN) Manado, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (279.267 KB) | DOI: 10.30984/kijms.v2i2.60

Abstract

At the end of 2020, cases of religious violence in Indonesia reappeared. Such as the case of the destruction of musala Al-Hidayah building in Perum Agape, Tumaluntung Village, Kauditan Subdistrict, North Minahasa Regency, North Sulawesi Province. This study uses a descriptive-analytical approach. To analyze every socio-religious case that occurred in Indonesia. Meanwhile, the Hermeneutic method interprets socio-religious issues with the theoretical framework of Jurgen Habermas' thought. The results of this study need to build dialogue between religious communities in Indonesia without any intervention from one particular religion so that the dialogue space can run well and peacefully. By emphasizing communicative rationality in understanding religious differences or beliefs in establishing harmonious relations between religious communities in Indonesia and prioritizing the three principles of religious harmony supported by implementing the values of Pancasila and Bhinneka Tunggal Ika as unity and oneness in knitting religious tolerance.
Pemikiran Muhammad Iqbal Dalam Perspektif Filsafat Ketuhanan Syahrul Kirom
Aqlania Vol 13 No 1 (2022): June
Publisher : Jurusan Aqidah dan Filsafat Islam Fakultas Ushuluddin dan Adab UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32678/aqlania.v13i1.3795

Abstract

This paper examines the divine philosophy of Muhammad Iqbal's thought. Iqbal tries to understand God by using ego. The ego is a representation of God. In the ego, religious experience is more important as an effort to get closer to God. This research method uses a descriptive-analytical approach. The study found that Muhammad Iqbal's understanding of God put more emphasis on an esoteric approach, not an exoteric approach. The conception of divine philosophy according to Muhammad Iqbal is actually how to function human potential, by always implementing Islamic teachings and the concept of monotheism. Thus, Muslims can practice monotheism in carrying out their worship.
KONSEP KEADILAN JURGEN HABERMAS DALAM PERSPEKTIF FILSAFAT KONTEMPORER Syahrul Kirom
JURNAL YAQZHAN: Analisis Filsafat, Agama dan Kemanusiaan Vol 8, No 2 (2022)
Publisher : IAIN SYEKH NUR JATI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/jy.v8i2.10608

Abstract

AbstrakKeadilan merupakan sesuatu yang harus diperjuangkan oleh setiap hak asasi manusia. Penegakan Keadilan kadang sangat timpang yang dilakukan aparat penegak hukum. Tumpul ke atas, tajam ke bawah. Faktar itu seringkali muncul di Indonesia. Hal ini yang perlu kita tegakkan dalam mengimplementasikan prinsip keadilan kepada siapapun. Penelitian dilakukan dengan pendekatan deskriptis-analitis. Dengan menggunakan   metode hermeneutika. Tujuan dari metode ini digunakan untuk memahami konsep keeadilan Jurgen Habermas, Sedangan kerangka teori teori dari keadilan Pemikiran Jurgen Habermas dalam menganalisis praktik keadilan di Indonesia pada zaman kontemporer saat ini. Hasil dari penelitian menjelaskan untuk menegakkan keadilan, maka diperlukan rasionalitas-komunikatif agar nantinya pada tindakan komunikatif nilai nilai keadilan dapat dilaksanakan. Oleh karena itu,  Untuk mencapai prinsip prinsip dasar keadilan konsensus ada beberapa faktor di antarnya. Pertama, bahwa dalam mengungkapkan sesuatu, orang harus benar-benar mengemukakan kebenaran. Kedua, dalam mengemukakan kebenaran itu, orang harus mengupayakan keadilan satu terhadap yang lain. Ketiga, orang harus benar-benar saling tulus dan bersungguh-sungguh menjalin relasi satu dengan yang lain.
Pandangan Etika Islam terhadap SDG sebagai Solusi Fenomena Foodwaste yang Terjadi di IAIN Syekh Nurjati Cirebon Silfa Tamami Solihati; Syahrul Kirom; Asiah Asiah; Alfian Alfian; Aan Syafaah
Gunung Djati Conference Series Vol. 21 (2023): The 1st Nurjati Conference
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penerapan Keadilan Hukum di Indonesia Dalam Perspektif Filsafat Hukum Kirom, Syahrul; Nadirin, Akhmad
Mahkamah : Jurnal Kajian Hukum Islam Vol 8, No 2 (2023)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/mahkamah.v8i2.15712

Abstract

Abstrak Di Indonesia, penerapan keadilan hukum sangat lemah sekali, apalagi jika persoalan penegakan hukum itu sudah diintervensi oleh politik dan juga praktek suap menyuap terhadap masalah hukum. Penegakan hukum di Indonesia masih bersifat tebang pilih. Fakta ini yang kemudian perlu adanya penegakan hukum di Indonesia. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif. Metode yang digunakan adalah hermeneutika dalam mengkaji persoalan keadilan hukum di Indonesia sebagai objek material. Sedangkan, objek formalnya menggunakan filsafat hukum dalam menganalisis proses keadilan hukum di Indonesia.Hasil penelitian ini menunjukkan Pertama, bahwa proses penegakkan hukum di Indonesia harus ditegakkan dengan paradigma filsafat hukum. Saat ini dalam rangka menegakkan keadilan dan kebenaran yang sesuai dengan tujuan hukum yakni, ketertiban, keamanan, ketentraman, kedamaiaan, kesejahteraan. Bukan justru, penegakan keadilan hukum, yang diputuskan oleh hakim sebaliknya membuat rasa ketidakadilan. Kedua,sudah seharusnya hukum harus mampu menciptakan keadilan hukum secara objektif, tanpa ada pengaruh dari kekuasaan dan politik di luarnya. Ini menjadikan penting membangun paradigma penegakan keadilan hukum dengan melihat dari seluruh aspek. Nilai moralitas dalam penegakan hukum harus dilihat dengan seadil adil dengan menggunkan hati nurani dan kebenaran moralitas yang adil. Oleh karena itu, filsafat hukum berperan secara kritis-filosofis bagaimana melakukan  pembacaan atas pasal-pasal dan undang-undang yang berlaku di Indonesia, dengan selalu melihat pada aspek hak dan kewajiban warga negara agar selalu memperoleh perlindungan secara hukum secara adil. Penegakan Hukum di Indonesia harus mencerminkan nilai keadilan dan kebenaran hukum.
Social Dynamics and Interfaith Tolerance: A Case Study of the MUI Fatwa on the Belief System of the Dayak Hindu-Buddha Bumi Segandu in Losarang, Indramayu Bisri, Bisri; Kirom, Syahrul; Permana, Muhamad Adam
Jurnal Studi Sosial Keagamaan Syekh Nurjati Vol 5 No 1 (2025)
Publisher : Rumah Moderasi Beragama of Cyber Islamic University Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/sejati.v5i1.95

Abstract

Purpose- This study aims to examine the role of the Nahdlatul Ulama Regional Board (PCNU) of Indramayu in promoting interfaith tolerance and maintaining religious harmony following the issuance of a fatwa by the Majelis Ulama Indonesia (MUI), which labeled the beliefs of the Segandu Hindu-Buddhist Dayak community as deviant. Design/methods/approach- Using a qualitative research design, the study collects data through interviews, observation, and documentation. The data are then analyzed thematically to uncover patterns in the response and engagement of PCNU Indramayu. Findings- The findings reveal that PCNU Indramayu acts as a mediator to reduce social tensions by advocating the values of ukhuwah (brotherhood) and wasathiyyah (moderation). Through public education and community engagement, the organization fosters tolerance and encourages mutual respect among religious groups, mitigating the risk of discrimination and conflict. Research Implications- This research highlights the importance of civil Islamic organizations in conflict resolution and religious peacebuilding. It offers a model for how local religious actors can counteract intolerance and support pluralism in a religiously diverse society.
Facebook dalam Perspektif Filsafat Teknologi Sebagai Alat Kekuasaaan Kirom, Syahrul
Jurnal Filsafat Indonesia Vol. 8 No. 1 (2025)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jfi.v8i1.82108

Abstract

Media sosial facebook pada awalnya sebagai alat komunikasi kepada seseorang untuk menghubungkan satu dengan yang lain. Pada saat ini mengalami perubahan yang sangat siginikant, facebook saat ini justru digunakan sebagai alat politik dan media untuk menebar kebencian. Ini menyalahi dari tujuan mulia awalnya ada facebook. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif-analitis. Metode yang digunakan adalah Hermeneutika sebagai cara kerja dalam meniginterpretasikan facebook ke dalam realitas dunia digital sosial saat ini. Objek Materialnya adalah orang orang yang menggunakan facebook sebagai alat kepentingan politik untuk kampanye pilpres 2024 dan dalam menarik suara dalam dunia digital. Sedangkan objek formal yang digunakan adalah Filsafat Teknologi sebagai pisau analisisnya. Hasil penelitian ini menunjukkan. Pertama, Alat teknologi yang diciptakan dalam dunia digital seperti facebook telah mengubah paradigma hidup manusia dan mengubah sistem politik di Indonesia. Sehingga kampanye politik dapat dengan mudah dilakukan dengan membuat akun facebook sesuai keinginan partai politik. Kedua, Facebook teknologi sebagai alat kekuasaan karena manusia mempunyai pandangan deterministik sosial yakni pandangan yang melihat perkembangan teknologi pada umumnya lahir sebagai akibat hubungan kekuasaan dan keputusan-keputusan yang diambil oleh elite politik. Ketiga, media sosial facebook juga diartikan sebagai alat kekuasaan untuk melakukan hegemoni pengetahuan manusia sebagai upaya dalam mempengaruhi opini publik.