Claim Missing Document
Check
Articles

Found 48 Documents
Search
Journal : Department of Naval Architecture

ANALISA TEKNIS PENGGANTIAN MAIN ENGINE PADA KAPAL GENERAL CARGO “KM. GEMILANG” 1054 GT Mustafidurijal Mustafidurijal; Kiryanto Kiryanto; Untung Budiarto
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 1, No 1 (2013): Januari
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Main engine replacement done on the ship KM. Gemilang due to technical problems. This was done because the shipyard trouble getting spare parts for the machine used an old production machinery and funds available is only enough to buy a main engine with lower power. The purpose of the preparation of this study was to determine the effect of replacing the main engine of the speed and foundation construction machinery KM. Gemilang and analyze alternative propeller used as a solution to obtain propeller designs that have high propulsion efficiency, and the optimum ratio of gear box according to a new machine. The methodology used in this study include field studies, literature study and analysis. Field studies conducted by collecting engineering drawings and interviews to parties in PT. Jasa Marina Indah Shipyard Semarang. Literature studies conducted both in the form of various reference books, journals on-line, etc. Analysis of the calculation is done by making modeling ship engine foundations, calculating ship resistance and thrust at each speed, calculate the appropriate analysis propeller specifications and provide analysis of alternative recommendation from the calculation. From these calculation, it was decided to use the power of main engine with a 1100 hp with engine data: MAN manufacturing, model: D284LE410, Type 4 stroke air, 2200 rpm, bore: 128mm, 142 mm stroke, compression ratio of 15:1, SFOC 210 lt/ h, gearbox models R6-250, dimensions 1791 x 1230 x 1105 (mm), and weighs machine 2160 kg. The result of the analysis of propeller that has the highest efficiency on the Matching Point condition is Propeller Type : B4.40, Diameter : 1200 mm, Pitch : 960 mm, Pitch Diameter ratio : 0,80, Expanded Area Ratio: 0.40
Analisa Penerapan Diesel Waterjet Propulsion (DWP) Dan Electrical Waterjet Propulsion (EWP) Ditinjau Dari Konsumsi BBM Pada Kapal Patroli Imigrasi 14 Meter Afdhal Alfendry; Untung Budiarto; K. Kiryanto
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 6, No 1 (2018): Januari
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1198.982 KB)

Abstract

Ada berbagai pertimbangan dalam merancang sebuah kapal, yakni pertimbangan dari segi teknis dan ekonomis yang saling berkaitan satu sama lain dan harus diperhitungkan secara matang untuk menciptakan sebuah kapal yang unggul dari segi teknis namun tidak mengabaikan segi ekonomisnya. Konsumsi bahan bakar minyak (BBM) pada kapal termasuk salah satu aspek pertimbangan dari segi ekonomis yang berkaitan dengan biaya operasional kapal. Kapal patroli berfungsi sebagai kapal pengawas, baik di daerah pelabuhan maupun di lautan lepas. Ditinjau dari fungsinya kapal patroli haruslah memiliki performance yang baik dalam menjalankan tugasnya. Pada penelitian ini membahas bagaimana penerapan Diesel Waterjet Propulsion (DWP) dan Electrical Waterjet Propulsion (EWP) serta membandingkan konsumsi BBM masing-masing sistem propulsi pada kapal patroli imigrasi 14 meter. Engine-Waterjet Matching dilakukan untuk mendapatkan efisiensi yang optimal antara penggerak utama dengan waterjet. Untuk DWP memakai gearbox dengan ratio 1:1,53 dan EWP dengan ratio 1:1,0205. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan EWP memberikan efisiensi BBM sebesar 4,633 % dibandingkan DWP pada kecepatan 17 - 28 knots, dan pada kecepatan 11 – 16 knots penerapan DWP memberikan efisiensi sebesar 26,04 % dibandingkan dengan EWP. Konsumsi BBM EWP lebih hemat daripada DWP pada saat kecepatan maksimum, dinas dan pengintaian.  
PERANCANGAN KAPAL UNTUK MENUNJANG PARIWISATA DI MENJANGAN BESAR-KARIMUNJAWA Ishak Ari Prabowo; Kiryanto Kiryanto; Wilma Amiruddin
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 2, No 3 (2014): Agustus
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (187.265 KB)

Abstract

ABSTRAKKarimunjawa merupakan kepulauan yang berada di wilayah Kabupaten Jepara, Jawa Tengah. Daerah ini memiliki potensi pariwisata yang sangat bagus sebagai wahana rekreasi yang berbasis alam. Beragam kegiatan menarik bisa dilakukan para wisatawan seperti berenang bersama hiu, melihat Taman Nasional Karimunjawa, mengunjungi penangkaran  penyu, dll.Dalam  melaksanakan penelitian ini dilakukan beberapa tahapan perancangan yaitu membuat rencana garis, rencana umum, analisa hidrostatik, stabilitas kapal, pemilihan peralatan kapal dan motor induk berdasarkan hasil perhitungan daya motor sesuai dengan hambatan yang dialami. Perancangan kapal wisata ini menggunakan metode perbandingan.Ukuran utama yang dihasilkan dari perhitungan di dapatkan Loa : 11,66 m  m, B: 3,40 m, T: 0,90 m, H: 1,70 m, Cb: 0,62.  Kapal ini menggunakan sebuah mesin diesel Outboard  dengan daya yang dihasilkansebesar 19,22 HP.  Berdasarkan hasil analisa di dapatkan nilai hambatan sebesar 3,18 kN pada Vmax 7 knot.  Pada tinjauan stabilitas, hasil analisa menunjukkan nilai GZ terbesar saat kapal pada kondisi kosong kosong dan periode oleng terbesar terjadi saat kapal pada kondisi III, dan nilai MG terbesar terjadi pada saat kapal muatan kosong dan memiliki periode oleng  3,906 detik
Analisa Seakeeping Ponton Berbentuk Prisma Segi Enam Pada Gelombang Reguler dengan Simulasi Computational Fluid Dynamic (CFD) Eka Heriyanty; Eko Sasmito Hadi; Kiryanto Kiryanto
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 7, No 4 (2019): Oktober
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1752.625 KB)

Abstract

Negara maritim adalah sebutan untuk Negara Indonesia yang sebagian besar wilayahnya merupakan  perairan. Dengan kondisi ini, Indonesia pun memiliki banyak jenis peralatan yang berhubungan dengan laut di dunia perkapalan seperti Ponton (tongkang). Dalam perkembangan teknologi, untuk pengujian olah gerak dalam bidang perkapalan sendiri dapat dilakukan dengan modelling dan melakukan pengujian di Towing Tank atau simulasi menggunakan software CFD. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui nilai olah gerak pada ponton prisma segi enam dan untuk mengetahui perbedaan nilai olah gerak antara pengujian yang dilakukan pada towing tank dengan simulasi menggunakan software CFD. Maka dari itu dalam penelitian ini metode yang dipakai adalah simulasi pada software CFD dengan karakteristik software berupa analisa olah gerak (Seakeeping) dengan variasi voltase gelombang, sarat dan muatan. Nilai olah gerak Heaving terbesar terjadi pada ponton prisma segi enam dengan variasi muatan air, draft ½ H pada gelombang 4 dengan amplitudo 1,95 cm didapat  nilai olah gerak heaving 8,406 cm. Untuk nilai Pitching pada variasi muatan air, draft ½ H pada gelombang 4 dengan amplitudo 1,95 cm didapat nilai olah gerak pitching 31,218°. Dan untuk nilai Rolling pada variasi muatan air, draft ⅕ H pada gelombang 4 dengan amplitudo 1,95 cm didapat nilai olah gerak rolling 0,054°.
Analisa Desain Bentuk Lambung Pada Kapal Ikan Tradisional 200 GT Ditinjau Berdasarkan Kriteria Perancangan Kapal Boy Ebenezer Simanjuntak; Wilma Amiruddin; K. Kiryanto
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 6, No 1 (2018): Januari
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (605.592 KB)

Abstract

Pembangunan kapal ikan tradisional di sepanjang pesisir pantai utara Jawa Tengah secara umum dilakukan secara turun-temurun oleh pengrajin kapal tradisional. Sebagian besar proses pembangunan dilakukan di luar teknik ilmiah seperti yang dipelajari secara akademis di sekolah maupun di perguruan tinggi. Walaupun tidak menggunakan gambar desain yang tertulis, bentuk bangunan desain kapal ikan secara fisik terlihat mempunyai karakteristik yang baik dan memenuhi standar Klas BKI. Dalam penelitian ini, dimulai dengan tahapan pencarian data ukuran utama kapal dengan kapasitas 200 GT dengan Cb 0,6. Kemudian dilanjutkan dengan membuat model desain hullform baru dengan Cb yang lebih kecil yaitu 0,5 serta penambahan sarat menjadi 3,6 m untuk  menghitung hambatan dan olah gerak kapal. Dari proses redesign hullform kapal konvensional tersebut diperoleh penurunan nilai hambatan dari model 1 yaitu 9,2 kN menjadi 8,2 kN untuk model 2. Sementara pada penambahan sarat model 3 menyebabkan kenaikan hambatan menjadi 9,7 kN dari model 2. Untuk analisa olah gerak didapatkan hasil bahwa kapal model 2 dapat bertahan pada 2 kondisi perairan, yaitu Slight dan Moderate. Sementara kapal model 1 dan model 3 hanya dapat bertahan pada kondisi perairan tenang (Slight).
SEGI DELAPANDESAIN KONVERTER GELOMBANG BENTUK SEGI DELAPAN SEBAGAI SUMBER PEMBANGKIT LISTRIK DI PERAIRAN LAUT JAWA Muhammad Sidiq; Eko Sasmito Hadi; Kiryanto Kiryanto
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 4, No 2 (2016): April
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (863.766 KB)

Abstract

Ketergantungan manusia terhadap energi untuk memenuhi kebutuhan hidup semakin banyak. Sumber energi yang di hasilkan semakin lama akan berkurang, oleh sebab itu perlu adanya suatu sumber energi alternatif untuk mengatasi kekurangan sumber energi. Indonesiasebagai negara maritim, dimana sebagian besar  wilayah berupa perairan, memiliki potensi yang amat besar untuk memanfaatkan wilayah perairannya sebagai sumber energi untuk memenuhi kebutuhan masyarakatnya. Wave Energy Converter adalah alat yang memanfaatkan gelombang laut untuk menghasilkan arus listrik. Wave Energy Converter yang didesain pada penelitian ini adalah tipe heaving device yang menggunakan prinsip gerak osilasi (naik – turun) gelombang untuk menghasilkan energi. Dalam penelitian ini, dilakukan sebuah studi desain konverter gelombang berbentuk segi delapan dengan prinsip heaving device untuk dimanfaatkan di perairan Laut Jawa. Suatu model segi delapan dengan tinggi maksimal 60 cm dan lebar maksimal 50 cm sebagai objek penelitian, dianalisa dengan variabel beban untuk mendapatkan nilai heaving terbesar. Konverter dianalisa dalam keadaan tanpa beban, diisi beban 10 kg, diisi 20 kg, diisi 30 kg. Konverter yang memiliki nilai amplitudo terbesar adalah konverter segi delapan yang diisi dengan beban 30 kg yang beroperasi pada gelombang 0,8 m dengan amplitudo 0,589 m. Konverter yang memiliki nilai kecepatan heaving terbesar adalah konverter segi delapan tanpa beban yang beroperasi pada gelombang 0,8 m dengan kecepatan 0,9486 m/s. Konverter yang memiliki nilai percepatan heaving terbesar adalah konverter segi delapan tanpa beban yang beroperasi pada gelombang 0,8 m dengan nilai percepatan 5,32 m/s2. Konverter segi delapan yang memiliki nilai frekuensi heaving terbesar adalah konverter tanpa beban yang beroperasi pada gelombang 0,2 m dengan nilai frekuensi 0,422 Hz. Konverter segi delapan yang memiliki nilai force heaving terbesar adalah konverter dengan beban 30 kg  dengan nilai gaya 912.6 N.
Analisa Kekuatan Tarik dan Tekuk Pada Sambungan Pipa Baja dengan Menggunakan Kanpe Clear NF Sebagai Pengganti Las Ilham Chaerul Rizqi Siregar; Hartono Yudo; K. Kiryanto
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 5, No 4 (2017): Oktober
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (842.385 KB)

Abstract

Fibreglass Reinforced Plastic (FRP) merupakan suatu bahan yang menyerupai lapisan tipis dari polimer yang terdiri dari serat karbon, serat, dan epoxy. Fibreglass Reinforced Plastic (FRP) penguatan luar dapat digunakan untuk meningkatkan kekuatan geser, lentur, dan tekan. Pada prinsipnya konsep ini digunakan menjadi bahan alternatif pemeliharaan pipa terhadap korosi, meningkatkan kekakuan dan mencegah kebocoran pada sambungan pipa tanpa membuat cacat. Proses ini dapat mengurangi kerusakan tanpa harus membuat cacat permukaan. Dalam penelitian ini terdapat 3 variasi sambungan yaitu, las, resin, dan campuran. Untuk bahan resin nya digunakan Kanpe Clear NF  dan Catalyst Hardener dengan komposisi 2 : 1 (oleh berat). Hasil pengujian didapatkan kuat tarik rata - rata untuk variasi las sebesar 301,8 N/mm2, untuk variasi resin didapatkan nilai sebesar 29,0 N/mm2, dan untuk yang campuran sebesar 304,9 N/mm2 mengalami kenaikan kekuatan 5% dari variasi las biasa, untuk hasil rata - rata pengujian tekuk variasi las didapatkan sebesar 49,6 N/mm2, untuk variasi resin di dapatkan hasil 24,0 N/mm2, dan yang terakhir untuk variasi campuran rata – rata nya sebesar 52,9 N/mm2 mengalami kenaikan kekuatan 5% dari variasi las biasa.   
Analisa Kekuatan Coupling pada Kapal Inspeksi Perikanan SKIPI Kelas ORCA menggunakan Metode Elemen Hingga M. Harris Nubly; Hartono Yudo; K. Kiryanto
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 5, No 4 (2017): Oktober
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (893.056 KB)

Abstract

Kopling adalah salah satu elemen permesinan yang merupakan hal penting sebagai komponen penggerak kapal. Kopling sendiri berfungsi sebagai penerus daya (torsi) dari mesin induk atau kotak gir ke poros baling-baling. Kopling kaku (flens) merupakan salah satu jenis kopling yang paling sederhana dan paling banyak digunakan dipermesinan kapal. Kelemahan dari kopling kaku yaitu tidak mengizinkan sedikitpun ketidaklurusan antara kopling dan ujung poros, serta tidak dapat mengurangi tumbukan transmisi. [[i]] Puntiran yang dikeluarkan oleh mesin utama dapat meyebabkan kegagalan atau kerusakan pada kopling, terutama pada pasak dan baut. Kerusakan pada kopling merupakan masalah besar karena mesin induk tidak dapat lagi meneruskan daya (torsi) ke baling-baling sehingga kapal tidak dapat berlayar. Oleh karena itu dibutuhkan analisis kekuatan untuk mengetahui pemilihan material yang baik pada kopling dan komponen-komponen nya. Menurut hasil analisis, tegangan maksimum yang didapat ketika mesin dalam keadaan MCR yaitu sebesar 1796.84 N/mm2 yang terletak pada elemen alur pasak. Sementara tegangan yang didapat ketika mesin dalam keadaan NCR 75% sebesar 538.7 N/mm2. Oleh karena itu material pada poros yang merupakan bagian alur pasak disarankan menggunakan Stainless Steel UNS 41600 yang mempunyai kekuatan luluh sebesar 1050 N/mm2.  
ANALISIS PENGARUH pH AIR TERHADAP LAJU KOROSI DENGAN PENGELASAN GMAW APLIKASI COATING DAN TANPA COATING BAJA A36 Pardede, Epan Rexky; Kiryanto, Kiryanto; Budiarto, Untung
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 12, No 2 (2024): April
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Baja Astm A36 yang umumnya diterapkan dalam pembangunan struktur kapal. kandungan karbon sekitar 0,14%, Baja ASTM A36 termasuk dalam kategori baja karbon rendah dengan kemampuan las yang baik,salah satu jenis pengelasan yang sering digunakan adalah GMAW (Gas Metal Arc Welding). Gmaw (Gas Metal Arc Welding) suatu proses menyambungkan dua material atau lebih menjadi satu melalui proses pencairan dengan menggunakan elektroda gulungan (filler metal).dan masalah terbesar yang dialami adalah korosi, korosi menjadi salah satu penyebab kerusakan yang paling sering terjadi pengaruh terhadap lingkungan sekitarnya. Salah satu faktor yang mempengaruhi adalah kadar pH air, semakin asam kadar ph airnya maka laju korosi akan semakin tinggi, salah satu pencegahan yang dilakukan adalah pelapisan coating. Pada penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kadar pH air terhadap laju korosi dengan pengelasan GMAW aplikasi coating dan tanpa coating baja a36. Pengujian laju korosi pada penelitian ini menggunakan metode elektrokimia dan WeightLoss,dengan kadar pH air 4,6,7 dan 9. Hasil yang didapatkan dari pengujian laju korosi tertinggi terjadi pada spesimen yang tidak di coating dengan pH air 4 dengan nilai 4,5 mmpy dan hasil laju korosi terendah terdapat pada spesimen dengan coating pada pH air 7 dengan nilai laju korosi 0.042216054 mmpy. Sehingga dapat disimpulkan bahwa pengaruh coating dapat menghambat laju korosi dan tingkat keasaman air berpengaruh terhadap kenaikan laju korosi.
Analisa Penjadwalan Ulang Dan Kurva S Pada Reparasi Kapal OB. Mulia XII Dengan Menggunakan Critical Path Method Hugo, Ignatius; Kiryanto, Kiryanto; Zakki, Ahmad Fauzan
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 11, No 4 (2023): Oktober
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu hal yang dapat mendukung untuk keberjalanan dan kelancaran suatu kapal ialah pada tahap pemeliharaan kapal tersebut, yang dimana dengan adanya hal tersbut dapat membuat kapal dapat beroperasi dalam kurun waktu yang lama dan tetap dalam kondisi yang baik atau prima. Salah satu proses yang terdapat didalam kegiatan pemeliharaan kapal yaitu reparasi atau perbaikan kapal. Proses pengolahan data atau penelirian dalam analisa reschedule proyek perbaikan serta Kurva S dengan berdasarkan prinsip critical path method di dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: Analisa Schedule dengan Microsoft project, Analisa Perhitungan Data, Analisa Planning Schedule, Melakukan penataan perlakuan pada pekerjaan kritis dengan tindakan yang disebut alternatif percepatan,Analisa Kurva S dengan menggunakan software Microsoft Excel Setelah dilakukan perhitungan crashing, maka kemudian dapat terlihat perbedaan lama waktu yang diperlukan atau durasi yang nantinya akan diunakan selama proses kegiatan proyek reparasi berlangsung. Dari hasil perhitungan dapat terlihat bahwa crashing yang dilakukan penambahan jam kerja dapat mempersingkat waktu menjadi 28 hari dan waktu yang dihasilkan dari crashing dengan penambahan tenaga kerja menjadi 27 hari. yaitu peningkatan yang signifikan diawal untuk jadwal dengan crashing penambahan jam serta tenaga kerja. Untuk hasil kondisi awal ditemukan total pengeluaran untuk upah pekerja sendiri sebesar Rp148.896.000, dan kemudian untuk total pengeluaran upah pekerja pada jadwal crashing jam kerja sendiri sebesar Rp189.288.000,dan untuk jadwal Crashing tenaga kerja di sendiri sebesar Rp218.064.000
Co-Authors A.F. Zakki Adhi Paska, Adhi Afdhal Alfendry Ahmad Fauzan Zakki Ahmad Firdhaus Al Muhshi, Hassan Alji Fadilla Adha Aloisius Truntum Dewangkoro Andi Trimulyono Ari Wibawa Budi Santosa Aulia Widyandari Bayu Adityo Nugroho Berlian Arswendo Adietya Boy Ebenezer Simanjuntak Cahyaningtyas, Rahayu Nur Cindy Rizka Griyantia Dandy Kurniawan, Dandy Deddy Chrismianto Dina Krisnawati Dwi Winanto Hari Fantio Edi Yuliana Efriananda Sabta Rizki Eka Heriyanty Eko Sasmito Hadi Fakhryyah Santoso, Muhammad Hilaqil Fathuddiin, Abubakar Firdhaus, Ahmad Good Rindo Gusti Mirza Hafidh Ivandri Hardhina Aglomerra Hartono Yudo Hartono Yudo Herman Afdul Ngazis, Herman Afdul Heru Ayo Subandi Heru Firmansyah Heru Firmansyah Hidayatullah, Muhammad Rafi Hugo, Ignatius I. K. Suastika Ilham Chaerul Rizqi Siregar Imam Pujo Mulyatno Indri Kartika, Indri Ishak Ari Prabowo khairul fajri, khairul Laksana, Tri Lature, Kristoper Erwat M. Harris Nubly Maria Fatima Muhammad Ansori Muhammad Sidiq Mulyanto, Imam Pujo Mustafidurijal Mustafidurijal Naufal, Muhammad Farhan Pardede, Epan Rexky Parlindungan Manik Permana, Mohamad Fiqri Prabaswara, Alvian Dharmala Purwaningish, Fadkur Rohmahdiah Puskhah, Eny Puskhah, Eny Rabbi Radhiya, Rabbi Rahmawati, Rissa Dwi Rais Yudanto Rani, Anjar Kumala Risda Septerina Riyanto Wibowo Rizka Noor Miftakhul Ulum Rizki Fadillah Rizky Perdana Putra Rochman Ikhsan Pamuji Saean, Indra Samuel Samuel Sangga Dwiki Tavarel Sarjito Jokosisworo Solihin Solihin Sugeng Pardiana Tito Adi Nugroho Tri Putra P Lumbantobing Tuswan Tuswan Untung Budiarto Wahyu Nugroho Mustikojati, Wahyu Nugroho Wesly M Napitu Wilma Amiruddin Yohanes Aditya