Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

SISTEM HONORIFIK BAHASA SAMAWA DAN FAKTOR YANG MEMENGARUHI PEMAKAIANNYA Nur Ifansyah; Rini Qurratul Aini
BAHASTRA Vol 38, No 2 (2018): Bahastra
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (245.587 KB) | DOI: 10.26555/bahastra.v38i2.8886

Abstract

The research intents on describing and explaining the honorifics forms of Samawa language and their use effect factors. The conducted method is case study. Source of data is native speaker of Samawa language in Sumbawa by purposive sampling. Data collection is conducted by in-depth interview with the informants. Data is analysed by interactive model. Furthermore, research findings present that (1) honorific forms of Samawa language is classified by two, they are referent honorific (first person pronoun, second person pronoun, and third person pronoun) and hearer honorific (family relation, professional relation, title, marital status, and general greeting nominal); (2) factor that affects the honorific use of Samawa language contains of power (sex, age, position in the family, occupation, position in an institution, marital status, and education), distance (solidarity, familiarity, and affect), and formality (purpose and setting).
Korelasi Antara Pengetahuan Kebahasaan Dengan Keterampilan Menulis Ilmiah Mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Samawa Adnan; Nur Ifansyah; Rini Qurratul Aini; Tursina Ratu
Jurnal Riset Kajian Teknologi dan Lingkungan Vol. 2 No. 2 (2019): Jurnal Riset Kajian Teknologi dan Lingkungan
Publisher : LPPM Universitas Samawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58406/jrktl.v2i2.76

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui korelasi antara pengetahuan kebahasaan dan keterampilan menulis ilmiah mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Samawa. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode deskriptif kuantitatif korelasional. Subjeknya adalah mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Samawa pada empat program studi, meliputi Program Studi Pendidikan Fisika, Program Studi Pendidikan Biologi, Program Studi Pendidikan Ekonomi, dan Program Studi Teknologi Pendidikan, yang berjumlah 108 orang. Data dikumpulkan dengan menggunakan teknik tes dan penugasan. Instrumen penelitian berupa tes pilihan ganda dan rubrik penilaian keterampilan menulis ilmiah. Analisis dilakukan dengan menggunakan rumus korelasi product moment. Hasil analisis korelasi menunjukkan bahwa secara umum ada korelasi antara pengetahuan kebahasaan dan keterampilan menulis ilmiah mahasiswa. Hal itu terlihat dari hasil uji korelasi yang menunjukkan bahwa nilai sig. (2 tailed) < dari 0.05 (0.000 < 0.05).
FASILITASI ANALISIS LINGUISTIK FORENSIK BAHASA SAMAWA DALAM MENDUKUNG PEMBUKTIAN PERKARA TINDAK PIDANA NARKOTIKA DI KABUPATEN SUMBAWA Juanda Juanda; Sri Sugiarto; Nur Ifansyah; Endra Syaifuddin
KARYA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6 No 2 (2026): KARYA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : FKIP Universitas Samawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bahasa memegang peranan strategis dalam proses pembuktian hukum, khususnya dalam perkara yang menggunakan komunikasi digital sebagai sumber alat bukti. Dalam masyarakat multibahasa seperti Indonesia, penggunaan bahasa daerah dalam komunikasi elektronik sering kali menimbulkan tantangan interpretatif bagi aparat penegak hukum. Oleh karena itu, kegiatan pendampingan ini bertujuan memberikan bantuan keahlian bahasa Sumbawa kepada penyidik dalam menafsirkan dan menganalisis percakapan berbahasa daerah yang digunakan sebagai alat bukti dalam tindak pidana narkotika. Kegiatan ini dilaksanakan melalui beberapa tahapan, yaitu identifikasi data kebahasaan, penerjemahan percakapan dari bahasa Sumbawa ke dalam bahasa Indonesia, analisis semantik dan pragmatik, analisis konteks komunikasi, serta penyusunan keterangan ahli berdasarkan pendekatan linguistik forensik. Pendekatan tersebut digunakan untuk mengungkap makna eksplisit maupun implisit yang terkandung dalam tuturan para pihak yang terlibat dalam percakapan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa analisis linguistik forensik mampu menjelaskan hubungan antarpartisipan, pola komunikasi, tujuan interaksi, serta indikasi koordinasi yang berkaitan dengan pelaksanaan tindak pidana. Selain itu, keterlibatan ahli bahasa memberikan kontribusi yang signifikan dalam menjelaskan konteks sosial dan budaya yang melatarbelakangi penggunaan bahasa daerah, sehingga dapat meminimalkan potensi kesalahpahaman dalam penafsiran bukti digital. Temuan ini menunjukkan bahwa linguistik forensik tidak hanya berfungsi sebagai instrumen ilmiah untuk mengungkap makna kebahasaan, tetapi juga sebagai mekanisme pendukung yang efektif dalam meningkatkan kualitas penyidikan dan pembuktian pidana. Oleh karena itu, kolaborasi antara kalangan akademisi dan aparat penegak hukum perlu terus diperkuat guna mengoptimalkan pemanfaatan keahlian bahasa daerah dalam sistem peradilan pidana.