Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Analisis Bahasa Gaul Remaja dalam Film Into the Beat Hasugian, Masni; Rina Evianty
Pragmatik : Jurnal Rumpun Ilmu Bahasa dan Pendidikan  Vol. 3 No. 4 (2025): Oktober : Pragmatik : Jurnal Rumpun Ilmu Bahasa dan Pendidikan
Publisher : Asosiasi Periset Bahasa Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/pragmatik.v3i4.2301

Abstract

This study examines youth slang (Jugendsprache) in the film Into the Beat (2020) through semantic and morphological approaches. The background of the research is based on the phenomenon of youth language development, which is dynamic, creative, and rich in socio-cultural meaning, yet often difficult for foreign speakers to understand. Youth language is chosen as the object of study because it reflects identity, group solidarity, and the communicative creativity of young people, and frequently appears in media, particularly films. The theoretical framework refers to experts’ perspectives on the characteristics of youth language, including the use of Anglicisms, abbreviations, metaphorization, and the formation of neologisms. The research method applied is descriptive qualitative, with data sources taken from the dialogues and subtitles of the film Into the Beat. The analysis is carried out based on Helmut Henne’s theory of youth language characteristics. The results reveal that youth slang in the film functions not only as a means of communication but also as a medium of emotional expression, lifestyle, and identity construction among German adolescents. Vocabulary such as alter, bro, krass, cool, and scheiße demonstrates creativity in morphological processes, including abbreviation, prefixation, and borrowing from foreign languages. The study concludes that youth slang plays an essential role in shaping characters, inter-character relationships, and the authenticity of the storyline. Furthermore, youth language reflects the evolving cultural and social dynamics of adolescents. This research is expected to contribute to linguistic studies, particularly semantics, and to serve as a valuable resource in German language learning by expanding vocabulary and fostering an understanding of authentic communication patterns among German teenagers.
PENGARUH MEDIA PEMBELAJARAN GERMAN LINDUO HD TERHADAP PENGUASAAN KOSAKATA MAHASISWA TINGKAT A1 Arni Andriani; Rina Evianty
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 1 No. 5 (2024): JULI 2024
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui ada atau tidaknya pengaruh media pembelajaran German LinDuo HD terhadap penguasaan kosakata mahasiswa tingkat A1. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif. Lokasi penelitian ini di Jurusan Pendidikan Bahasa Jerman, Universitas Negeri Medan. Waktu pelaksanaan penelitian ini dilaksanakan pada tahun ajaran 2023/2024. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh mahasiswa pendidikan bahasa jerman angkatan 2023. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 51 mahasiswa yang terdiri dari kelas B sebagai kelas eksperimen yang berjumlah 22 siswa dan kelas C sebagai kelas kontrol yang berjumlah 29 siswa. Pada hasil analisis data penguasaan kosakata mahasiswa tingkat A1 diperoleh rata-rata (mean) setelah diberi perlakuan pada kelas eksperimen dengan media pembelajaran adalah nilai pretest 61,59 dan postest sebesar 86,63. Sedangkan mahasiswa di kelas kontrol dengan menggunakan model pembelajaran konvensional memperoleh hasil nilai rata-rata (mean) pretest sebesar 71,55 dan postest sebesar 78,62.
Pengembangan Media Pembelajaran dengan Bantuan Make It untuk Keterampilan Membaca Tingkat A1 Fadli Rahman Saragih; Rina Evianty
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 2 No. 1 (2025): JANUARI 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Membaca adalah bagian penting dalam pembelajaran bahasa asing karena peserta didik dapat memperoleh berbagai keterampilan dasar. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses dan hasil pengembangan media pembelajaran menggunakan aplikasi 'Make It' dengan tema Länder und Sprachen pada mata pelajaran Membaca A1. Pengembangan ini menggunakan aplikasi 'Make It' sebagai media pembelajaran berupa kuis interaktif untuk pembelajaran Membaca A1, dengan model pengembangan teori ADDIE. Penelitian dilakukan di Laboratorium Bahasa Asing Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Medan. Hasil penelitian ini adalah media pembelajaran interaktif bahasa Jerman berupa kuis Länder und Sprachen yang menggunakan aplikasi 'Make It' untuk mendukung pemahaman membaca pada level A1. Media ini dikembangkan berdasarkan buku Kursbuch Netzwerk A1. Kuis interaktif ini terdiri atas 30 soal berbasis teks. Berdasarkan penilaian ahli materi, media pembelajaran berbasis aplikasi 'Make It' memperoleh nilai 91,6 poin, yang termasuk dalam kategori "sangat baik". Ahli media memberikan nilai 95,8. Hasil implementasi pada mahasiswa tahun 2023 menunjukkan bahwa media ini dianggap sangat menarik dan efektif untuk pembelajaran membaca pada level A1. Menurut kriteria evaluasi, media ini juga dinilai "sangat baik". Oleh karena itu, media pembelajaran berbasis aplikasi 'Make It' dianggap layak, praktis, dan efektif untuk digunakan dalam proses pengajaran membaca pada level A1.
ANALISIS SEMIOTIKA TERHADAP RUMAH IBADAH UGAMO MALIM Lilis Kristin A. Sinaga; Rina Evianty
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 2 No. 5 (2025): Oktober - November 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini menganalisis makna simbolik yang terdapat pada ornamen, warna, dan arsitektur rumah ibadah komunitas Ugamo Malim (Bale Pasogit) di Desa Pardomuan Nauli, Laguboti. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan semiotika Charles Sanders Peirce yang terdiri atas representamen, objek, dan interpretan. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setiap unsur visual Bale Pasogit mencerminkan keharmonisan antara manusia, alam, leluhur, dan Tuhan (Debata Mulajadi Nabolon). Ornamen gorga melambangkan nilai spiritual dan perlindungan, warna merah–putih–hitam menggambarkan keseimbangan dan kekuatan batin, sedangkan bentuk bangunan mencerminkan kesatuan dunia fisik dan spiritual. Dengan demikian, Bale Pasogit bukan hanya tempat ibadah, tetapi juga simbol identitas budaya dan spiritual masyarakat Parmalim
ANALISIS MAKNA SEMIOTIKA PANTUN DALAM UPACARA PERNIKAHAN TRADISIONAL SUKU MELAYU DELI Fadiah Aqilla; Rina Evianty
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 2 No. 11 (2025): November 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis makna semiotika pantun dalam upacara pernikahan tradisional suku Melayu Deli. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif yang menggunakan teori Semiotika Roland Barthes untuk melihat dua tingkat makna: makna denotatif (makna harfiah) dan makna konotatif (makna tersirat/bernilai budaya). Data pada penelitian ini Adalah pantun Melayu Deli dan sumber datanya diambil dari buku Kumpulan Pantun Melayu karya Zainal Arifin (2012). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pantun dalam prosesi merisik atau meminang, mengantar pengantin, makan hadap-hadapan, dan mandi bedimbar memuat simbol-simbol budaya tentang kesopanan, kehormatan, kerja sama, harapan, serta tuntunan hidup berumah tangga. Hal ini menunjukkan bahwa pantun bukan sekadar hiasan upacara, tetapi sarana untuk menyampaikan nasihat, doa, dan nilai adat yang diwariskan turun-temurun oleh masyarakat Melayu Deli
Analisis Konotasi Dalam Cerita Pendek “Johnny Schweigt” Karya Bernhard Hageman Intan Hartati Sitompul; Rina Evianty
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 3 No. 1 (2026): JANUARI 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis makna konotatif dalam cerita pendek Johnny schweigt (Johnny yang Diam) karya Bernhard Hagemann berdasarkan teori konotasi Pateda (2023). Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif-kualitatif, dengan cerita pendek Johnny schweigt sebagai sumber data. Pengumpulan data dilakukan melalui studi dokumentasi, di mana bagian-bagian teks yang relevan diidentifikasi dan dianalisis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ditemukan total 292 data konotatif, yang diklasifikasikan menjadi konotasi negatif, positif, dan netral. Konotasi negatif paling sering muncul dan mencerminkan perasaan seperti takut, konflik, dan pengucilan sosial. Konotasi positif menunjukkan empati, harapan, dan kedekatan emosional, sedangkan konotasi netral sebagian besar digunakan untuk deskripsi faktual tanpa evaluasi emosional yang kuat. Studi ini membuktikan bahwa makna konotatif memainkan peran penting dalam memahami keadaan emosional tokoh serta pesan sosial dan moral yang terkandung dalam cerita pendek, sehingga lebih jelas dan komunikatif, memungkinkan pembaca untuk terhubung dengan dunia naratif yang diciptakan oleh penulis.