Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pengaruh Model Pembelajaran Kooperatif Dan Gaya Kognitif Terhadap Hasil Belajar Sejarah Setelah Mengontrol Kemampuan Awal Siswa Bambang Gulyanto; Harun Sitompul; Abdul Hasan Saragih
JUPIIS: JURNAL PENDIDIKAN ILMU-ILMU SOSIAL Vol 13, No 1 (2021): JUPIIS (JURNAL PENDIDIKAN ILMU ILMU SOSIAL) JUNI
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jupiis.v13i1.23561

Abstract

This study aims to determine the effect of cooperative learning models and cognitive styles on historical learning outcomes after controlling for students' initial abilities. This research was conducted at SMA Negeri 1 Kisaran and SMA Negeri 2 Kisaran in Asahan Regency in the even semester of the 2020/2021 academic year. This study used a quasi-experimental method with a 2x2 treatment by level design. The sample of this research was 72 people who were taken by using cluster random sampling technique. The data analysis technique used was covariance analysis (ANAKOVA). The results showed that (1) The results of the history learning of the group of students who were taught with the GI model were higher than the group of students taught with the STAD model after controlling for students' initial abilities; (2) The learning outcomes of students who have a FI cognitive style are higher than students who have FD cognitive styles after controlling for students 'initial abilities, (3) There is an interaction effect between cooperative learning models and cognitive styles on historical learning outcomes after controlling for students' initial abilities, (4) The results of learning history between groups of students taught with the GI learning model were higher than the groups of students taught with the STAD model in students who had FI cognitive styles, (5) The results of learning history between groups of students taught with the STAD learning model were more higher compared to the group of students who were taught with the GI learning model, in students who had FD cognitive style after controlling for students' initial abilities.
HUBUNGAN ANTARA MOTIVASI BELAJAR DAN PRESEPSI PESERTA DIKLAT BASIC SAFETY TRAINING DENGAN HASIL BELAJAR TEKNIK PENYELAMATAN JIWA DI LAUT PADA AKADEMI MARITIM INDONESIA (AMI) MEDAN Yusnidah Yusnidah; Abdul Hasan Saragih; Efendi Napitupulu
Journal of Maritime and Education (JME) Vol. 1 No. 1 (2019): Article Research, Februari 2019
Publisher : Politeknik Adiguna Maritim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (360.768 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan motivasi dan persepsi peserta diklat terhadap hasil belajar Teknik Penyelamatan Jiwa di Laut, ,mengetahui hubungan antara motivasi belajar dan persepsi peserta terhadap Diklat BST secara bersama-sama dengan hasil belajar Teknik Penyelamatan Jiwa di Laut. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah metode deskriptif dengan jenis penelitian korelasional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh peserta (taruna) Diklat BST AMI Medan yang telah mengikuti kuliah Teknik Penyelamatan Jiwa di Laut semester 2 tahun akademik 2017/2018 yang berjumlah 90. Sampel penelitian ini adalah 73 orang atau 81% dari populasi yang di ambil dengan menggunakan Nomogram Harry King secara random sampling. Instrument pengumpulan data adalah tes kuesioner.Temuan penelitian ini adalah : (1) Terdapat hubungan yang positif motivasi belajar dengan hasil belajar Teknik Penyelamatan Jiwa di Laut ditunjukkan dengan koefisien korelasi sebesar 0,3621; (2). Terdapat hubungan yang positif antara persepsi peserta terhadap Diklat BST dengan hasil Teknik Penyelamatan Jiwa di Laut ditunjukkan oleh koefisien korelasi sebesar 0,4537; (3). Terdapat hubungan yang positif antara motivasi belajar dan persepsi peserta terhadap Diklat BST secara bersama-sama dengan hasil belajar Teknik Penyelamatan Jiwa di Laut, ditunjukkan oleh koefisien korelasi ganda Ry12 = 0,5435
Pelatihan Digital Canva untuk Pengembangan Perangkat Pembelajaran dalam Peningkatan Kompetensi Guru SMK R Mursid; Abdul Hasan Saragih; Agus Junaidi; Keysar Panjaitan
ABDI: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 7 No 3 (2025): Abdi: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/abdi.v7i3.1232

Abstract

Penguasaan kompetensi digital guru SMK sangat penting agar pembelajaran lebih responsif terhadap perkembangan teknologi dan kebutuhan industri. Namun, banyak guru masih menghadapi kendala dalam memanfaatkan aplikasi digital untuk pengembangan perangkat pembelajaran. Program Pengabdian kepada Masyarakat ini melibatkan 20 guru SMK di Kecamatan Perbaungan, Kabupaten Serdang Bedagai. Kegiatan dilaksanakan melalui tiga tahap: (1) sosialisasi kurikulum responsif teknologi, (2) pelatihan intensif penggunaan Canva untuk pembuatan perangkat pembelajaran, dan (3) pendampingan serta evaluasi hasil. Instrumen evaluasi meliputi angket pemahaman (skala Likert 1–5), pre-test dan post-test keterampilan digital, serta penilaian produk perangkat pembelajaran. Hasil pre-test menunjukkan rata-rata skor pemahaman 62,50 (kategori kurang), meningkat menjadi 85,00 pada post-test (N-Gain = 0,60, kategori sedang–tinggi). Analisis angket menunjukkan peningkatan pemahaman guru terhadap Canva sebesar 80% (kategori baik–sangat baik). Tingkat kepuasan peserta terhadap materi pelatihan mencapai 72,6% (kategori baik), sementara 91% peserta mampu menghasilkan perangkat pembelajaran berbasis Canva yang dinilai layak oleh validator ahli (rata-rata skor kelayakan 3,45 dari 4). Hasil ini membuktikan bahwa pelatihan Canva efektif meningkatkan pemahaman, keterampilan digital, serta kreativitas guru dalam merancang perangkat pembelajaran interaktif. Program juga berhasil membentuk komunitas belajar guru yang aktif berkolaborasi dalam pengembangan media pembelajaran berbasis teknologi. Dengan demikian, pelatihan serupa layak direplikasi di wilayah lain untuk memperkuat kompetensi digital guru SMK.