A. Gathut Bintarto
Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Published : 11 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 11 Documents
Search

Keunikan Gaya Lieder Franz Scubert A. Gathut Bintarto
Resital: Jurnal Seni Pertunjukan (Journal of Performing Arts) Vol 16, No 2 (2015): Agustus 2015
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (241.552 KB) | DOI: 10.24821/resital.v16i2.1508

Abstract

Franz Peter Schubert adalah seorang komponis terkenal kelahiran Vienna karena karya lagu seni (art song) berbahasa Jerman yaitu lieder. Pembawaan karya lieder-nya sering disalah interpretasikan selain karena masa hidupnya yang singkat dan berada pada era transisi Klasik menuju Romantik, juga karena minimnya informasi mengenai pembawaan lagu karyanya sendiri. Pendekatan historis dan musikologis digunakan untuk menemukan gaya pembawaan lieder berdasarkan semangat yang dibangun saat pengkomposisiannya. Berdasarkan penelitian dapat disimpulkan bahwa keunikan lieder Schubert merupakan hasil dari pengaruh komponis sebelumnya yaitu Beethoven, Mozart, dan Haydn. Kondisi ekonomi membuatnya dekat dengan lingkaran temannya dan mengembangkan gaya yang intim dalam karya lagunya. Gayanya tercermin dalam penggunaan melodi yang bergaya folksong yang sederhana, perpaduan yang seimbang antara piano dan vocal, serta beberapa ciri pemilihan sukat yang variatif, tempo yang cenderung sedang, penggunaan caesura, modulasi, dan harmonisasi serta pola ritmis iringan yang menyesuaikan dengan gambaran puisinya. Berdasarkan ciri khas tersebut ia lebih tepat disebut sebagai komponis Era Klasik daripada anggapan yang beredar luas sebagai komponis Era Romantik. The Unique Style of Franz Schubert’s Lieder. Franz Peter Schubert, one of the well-known Vienna’s composer, is recognized by his greatest number and melodious Germany art songs called lieder. His short life-span (from 1797 until 1828) was expanded in the transition era from Classic to Romantic and by then his lieder is frequently being misinterpreted by the reason of the transition of that musical era and because of the lack of performance information from him. Based on historical and musicological approach, this research tried to figure out the former style of Schubertlieder. The characteristic of Schubert’s lieder is the result of many influences from the well-known composer such as Beethoven, Mozart and Haydn. The economic situation made him closed to his circle of friend and formed his intimate style of composing. He used the simple melodious folksong style, perfect balance between piano and voice, the medium tempo and various meter, caesura, modulation,simple harmonization and particular rhythmical pattern to build his lieder style. His composition is actually closer to Classical style than the Romantic one and he is more precisely known as the Classical composer.
Aspek Olah Vokal Musik Klasik Barat pada Musik Populer A. Gathut Bintarto
Journal of Urban Society's Arts Vol 1, No 1 (2014): April 2014
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/jousa.v1i1.787

Abstract

Setiap medium musik mempunyai keistimewaan yang bisa dikaji seperti halnyapada musik klasik Barat dan musik populer. Norma daya tarik musik populeryang ringan dan mudah dinikmati tidak seperti pada musik klasik Barat atauyang sering disebut sebagai musik seni, namun demikian bukan berarti bahwamemainkannya tidak ada syarat artistik. Bervariasinya musik dan banyaknya pelakumusik mengakibatkan standar yang tinggi dan menuntut pemahaman terhadapdetail musik. Musik populer bertolak dari kebiasaan orang dan musisinya inginmemenuhi kebutuhan tersebut. Gambaran emosional yang muncul pada teksmenyebabkan kecenderungan naturalistik dalam bernyanyi. Melalui penelusuranasal-usul musik populer dan penelitian studi kasus di lapangan ditemukan bahwamusik populer beraliran soul serta R&B (rhythm and blues) mempunyai kesamaanunsur dengan teknik dan gaya bernyanyi klasik pada penerapan suara yang ratadalam rentang ambitus (even scale technique), penggunaan imajinasi dengan iramabebas, nada-nada hiasan, teknik vibrato, dan bahkan gaya bernyanyi Gregorianmurni dengan iringan ritmis yang dianggap sebagai suatu kebaruan dalam musikpopuler. The Overview on the Aspect of Western Classical Singing on Popular Music.Every music medium such as Western classical and popular music has its own practicalspecification due to the observation of each characteristic and uniqueness. The potentialattractiveness of popular music is different from the Western classical music in its easylistening characteristics, but it does not mean that the music does not have the artisticcharacter at all. More performers and more variations in the popular music mayaffect the higher standard and require the demand in every aspect of the details. Thepopular music is derived from the daily habit and that is the way the musician shoulddo to make this kind of music. The emotional characteristics in their lyrics cause thenaturalistic singing tendency. Through the observation of the popular music origin andthe field research study, it is founded that soul and R&B music have the similarities. Interms of the classical music, both use the typical scale technique, imagination with thefree rhythm, ornamentation, vibrato technique and even pure Gregorian singing styleused in some popular songs accompanied by rhythmical music served as a new idea inpopular music.
Strategi Pengelolaan Materi Musikal dan Teknis Paduan Suara; Studi Kasus Pengalaman Aktivitas Pentas, Lomba, dan Penjurian A. Gathut Bintarto T.
PROMUSIKA Vol 3, No 2 (2015): Oktober 2015
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/promusika.v3i2.1698

Abstract

This research tried to figure out the complexity of challenges faced by the choir’s conductor or the vocal coacher especially tocomprehend deeply in the certain period the matters that can be observed to gain the optimum results that can be measuredsignificantly by the choir’s member. The early musical strategic found in the beginning of this research trying to capture theactivities of the vocal coacher based on the experiences found by the researcher during the preparation period to make thechoir’s performances or as in the position as a choir’s judge in the middle of the contest. The participated observationconducting in this research shown the datas of similar process and the final expectation between the short (1 week to 2months), middle (2,5‐4 months) and long period (more than 5 months) of the preparations. The supporting data collected inthis research shown that the imaginative abilities dan the experiences of the vocal coacher in coping with the differentsituations of the performances and the contests brought significant effects for conducting the song’s material, working withvarious rhythmical patterns, interpreting the music and for sharing the musical ideas as they processed in one or multipleevents at one time.
Proses Komposisi Theme Song “A True Friend ” Berdasarkan Komik H2O: Reborn An Epic Trilogy Phase 0.2 Chapter 11 Karya Sweta Kartika M. Fahzar Adha; A.Gathut Bintarto Triprasetyo
PROMUSIKA Vol 7, No 1 (2019): April 2019
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/promusika.v7i1.3167

Abstract

H2O:Reborn, adalah komik indonesia karya Sweta Kartika yang menceritakan epos Ramayana dalam versi modern dengan bentuk trilogy. H2O:Reborn terbagi menjadi tiga phase dimana pada setiap fase dilengkapi dengan theme song. Dengan adanya theme song, H2O:Reborn menjadi suatu inovasi komik yang memiliki branding dan daya tarik tersendiri dibanding komik pada umumnya. Kemudian inovasi yang di gagas oleh Sweta Kartika ini diwujudkan dengan membuat komposisi musik dan theme song berdasarkan setiap phase dalam komik H2O:Reborn. Pada penelitian ini akan dibahas theme song yang terdapat pada fase 0.2 yang berfokus di chapter 11. Fokus penelitian ini akan mengupas karakter bunyi yang dijalin dalam komposisi A True Friend yang dapat mewakili karakter tokoh Sita dan Ravana. Pembuatan komposisi musik A True Friend melewati proses diskusi dengan Sweta Kartika serta pembuatan sampel musik yang direvisi sesuai dengan storyboard yang dikehendaki komikus. Ilustrasi musik A True Friend dibuat dengan perpaduan instrumen piano, strings, choir, harp dan vocal. Penyusunannya menggunakan gaya musik popular dengan inspirasi berdasarkan teknik komposisi musik Beethoven dan teknik contrapuntal texture dalam proses pembuatan orkestrasi. Kombinasi bunyi dengan alur musik yang sendu menjadi karakter utama theme song yang bertujuan membangkitkan emosi dan sensasi pembaca saat membaca komik H2O: Reborn sembari memutar theme song A True Friend. H2O: Reborn, is an Indonesian comic by Sweta Kartika which tells the Ramayana epics in a modern version with the form of a trilogy. H2O: Reborn is divided into three phases where each phase is equipped with the theme song. With the theme song, H2O: Reborn is an innovative comic that has its own branding and appeal compared to comics in general. Then the innovation proposed by Sweta Kartika was realized by making music compositions and theme songs based on each phase in the comic H2O: Reborn. In this study, the theme song will be discussed in phase 0.2 which focuses on chapter 11. The focus of this study will be to explore the sound character woven in the composition of A True Friend which can represent the characters of Sita and Ravana. The making of musical compositions A True Friend went through the process of discussion with Sweta Kartika and the making of revised music samples in accordance with the storyboard that the comic artists wanted. Music illustration A True Friend is made with a mix of piano instruments, strings, choirs, harps and vocal. The compilers used the style of popular music with inspiration based on Beethoven's musical composition techniques and contrapuntal texture techniques in the process of making orchestration. The combination of sound with a sad flow of music is the main theme song character that aims to arouse the emotions and sensations of readers when reading comics H2O: Reborn while playing the theme song A True Friend..Keywords: Theme song; H2O: Reborn comic; Sweta Kartika; A True Friend
Rencana dan Target Birama sebagai Pemicu Optimalisasi Capaian Praktik Individual Vokal Klasik di Jurusan Musik, Fakultas Seni Pertunjukan, Institut Seni Indonesia Yogyakarta A. Gathut Bintarto T.
Jurnal Kajian Seni Vol 3, No 1 (2016): Jurnal Kajian Seni Vol 3 No 1 November 2016
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (482.362 KB) | DOI: 10.22146/jksks.29880

Abstract

The effective efforts on higher education of arts including many improvement aspects such as cognitive and skill. The Western vocal study on Music Department, Performance Art Faculty of ISI Yogyakarta has several challenges such as limited duration of study, the complexity of historical background of the repertoar and the needs to study at leastfour different songs from foreign languages. The way to manage the sensation of the unseen vocal cord combined with the needs of the student to make adaptations to the higher educational systems lead to the thought of using the student’s planning form and individual progress report on their vocal study. This aids helped to observe the individual skill progress, the changing of the student’s attitude and emotions, make it easier forthe teacher to maintain the study and also anticipating the habit of postponing the final exam. Through action research method, the usage of the student’s planning form and individual progress report serves as trigger and guidance to make further comprehension on individually characteristic of each voice and the forming of the singer’s attitude through controlling his/her emotions.
Kelas Trial Vokal dalam Lembaga Musik Studi Kasus pada Budi Mulia Dua Music School Yogyakarta Revika Zefanya Haloho; Gathut Bintarto; Wahyudi -
IDEA: Jurnal Ilmiah Seni Pertunjukan Vol 17, No 1 (2023): Vol 17, No 1 (2023)
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Di tengah situasi pandemi covid 19, pada bulan Februari 2021, Budi Mulia Dua (BMD) berani membuka kursus musik secara offline dengan nama BMD Music School . Wawancara awal yang dilakukan pada pemilik kursus menunjukkan keinginan untuk memperkenalkan program dan fasilitas yang ada dengan menggunakan uji coba kelas . Banyaknya kursus musik yang menggunakan uji coba kelas dan ketatnya persaingan dalam menjaring calon murid menjadi alasan untuk melihat pelaksanaan uji coba kelasdan instruktur strategis dalam memaparkan materi. Penelitian ini memaparkan langkah demi langkah pengenalan praktik musik dan fasilitas kelas dalam durasi waktu 45 menit. Pengadaan kelas yang bersifat insidental menjadi alasan dipilihnya metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus yang fokus pada kelas vokal trial . Penelitian dimulai dengan memilih jadwal sidang kelas yang akan diamati, dilanjutkan dengan wawancara kepada 3 narasumber yaitu instruktur vokal, manajer pengelola kursus, dan pemilik kursus. Saat percobaan kelasberlangsung, instruktur memberikan salam, melakukan pemilihan, memeriksa kondisi calon murid dengan menerapkan teknik pemanasan tertentu, lalu meminta calon murid menyanyikan lagu yang disukai dengan iringan yang bisa didapatkan dari youtube . Hasil wawancara dengan instruktur vokal menunjukkan dari 4 kali kelas trial yang dilakukan dengan calon murid yang berusia 5 sampai 9 tahun, semuanya mendapatkan kesan suasana kelas yang menyenangkan. Sebagai dampaknya, calon murid yang akhirnya menjadi murid tetap, bergabung mengikuti kursus dengan durasi bertahan paling lama 10 bulan. Pengamatan terhadap instruktur strategi tidak dengan serta merta menunjukkan tingkat keberhasilan kelas trial . Penggratisan kelas trial di BMDSekolah Musik masih perlu meninjau efektifitasnya dalam membentuk citra keunggulan kursus musiknya.Kata kunci: Strategi pemasaran musik, Kelas trial, Budi Mulia Dua Music School                         Yogyakarta. In the midst of the covid 19 pandemic situation, in February 2021, Budi Mulia Dua (BMD) had the courage to open an offline music course under the name BMD Music School. Initial interview with BMD’s owner showed a desire to introduce existing programs and facilities by using trial classes. BMD’s owner thought that she has the chance to diversify her school business and tried to attract BMD Music School’s candidates by implementing the trial class. Since it is a new music course and it has no definite sylabus, the strategies in presenting the trial class material became the music instructor’s responsibility. This research presents a step-by-step introduction to music practice and class facilities within 45 minutes length. The incidental schedule of the class was the reason for choosing a qualitative research method with a case study approach focused on vocal trial classes. The research began by selecting a trial class schedule to be observed, followed by interviews to 3 selected persons including the vocal instructor, the manager of the music course, and the music course owner. The instructor’s strategies begin by greetings, makes certain introductions, checks the candidate's skill and musicianship by applying certain warm-up techniques, asking to sing the candidate’s favourite song with accompaniment that can be obtained from YouTube, and observing the hearing abilities. Interviews with the vocal instructor showed that out of the 4 trial classes, all of the candidates aged 5 to 9 years old received an impression of a pleasant class atmosphere. As a result, candidates who eventually became pupils joined the course for a maximum duration of 10 months. Observations of the instructor's strategy do not necessarily indicate the success of the trial class. BMD Music School’s free trial class still needs to be reviewed as this music course is still in the long process of shaping its excellence image.Keywords: Music marketing strategy, Trial Class, Budi Mulia Dua Music School                          Yogyakarta
Analisis Proses Mixing Vokal pada Lagu Daddy’s Fav Boy di Saga Audio Music Production Kharoris, Salsa G; Bintarto, Gathut; Satria, Eki
IDEA: Jurnal Ilmiah Seni Pertunjukan Vol 18, No 1 (2024)
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/idea.v18i1.9103

Abstract

Mixing dalam proses pengolahan audio merupakan langkah ketiga setelah melakukan proses produksi awal yaitu recoding dan editing. Tujuan mixing adalah menggabungkan dan menyeimbangkan dua atau lebih trek audio baik dari sisi instrumen maupun non-instrumen sehingga menghasilkan karakter bunyi yang mempunyai nilai estetik lebih. Materi mixing dalam penelitian ini menggunakan lagu Daddy’s Fav Boy karya Muhammad Al Ghifari. Proses mixing yang dipaparkan oleh Bobby Owsinski terdiri dari tahapan berjenjang yaitu: balance, freuquency range, panorama, dimension, dynamic, dan interest. Penelitian ini akan menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan analisis musikologis untuk mengkaji proses mixing lagu Daddy’s Fav Boy berdasarkan tahapan proses mixing Bobby Owsinski. Urutan dari proses mixing vokal pada  lagu Daddy’s Fav Boy dipilih berdasarkan pertimbangan dari gambaran output bunyi yang memiliki bentuk musik hip-hop. Vokal pada musik hip-hop menggunakan teknik kalimat padat, cepat, dan rapat dengan pembawaan tegas yang disebut rap. Konsekuensi dari pengolahan teknik vokal rap tanpa menerapkan pemotongan pada suara nafas akan mengganggu tiap kalimat yang diucapka oleh vokalis. Kalimat vokal yang jelas tentu didukung dengan tingkat kecerahan audio yang jelas pula, Saga Audio menggunakan teknik frequency boost dan pengunaan kompresor dengan karakter suara cerah agar mendapatkan hasil yang dituju.
Analisis Situasi Belajar Vokal Anak Di The Sound Of Music School Yogyakarta GINTING, RADU JENARI; BINTARTO, GATHUT; SITINJAK, LINDA
IDEA: Jurnal Ilmiah Seni Pertunjukan Vol 18, No 1 (2024)
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/idea.v18i1.12511

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kebaruan yang terjadi di Lembaga Kursus Musik The Sound of Music School Yogyakarta yang baru berdiri selama 1 tahun. Fasilitas, guru, silabus, buku ajar, dan siswa yang baru menciptakan suatu adaptasi suasana belajar dengan dinamika yang unik. Penelitian ini memaparkan penerapan silabus dan materi ajar yang dibuat oleh guru pertama sekaligus supervisor lembaga kursus musik untuk diajarkan kepada siswa. Analisis terhadap situasi belajar di lembaga tersebut difokuskan pada pembelajaran vokal anak yang sementara ini paling banyak diminati. Tinjauan penyusunan silabus didasarkan pada pendekatan sintetik dan analitik yang dipaparkan oleh Wilkins dan Krahnke. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan observasi lapangan, pengumpulan data primer berupa observasi situasi belajar yang diamati langsung di kelas, wawancara mendalam kepada guru, dan pengumpulan data sekunder berupa silabus dan buku ajar. Tinjauan analisis situasi belajar didasarkan pada rekomendasi baku pedagogi vokal anak berdasarkan studi Molchanova dan Rooney baik yang sudah maupun belum diterapkan oleh guru pada saat mengajar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan sintetik yang mengajarkan pengetahuan musik secara akumulatif sudah dilakukan oleh guru dengan dukungan materi ajar dari buku ajar berupa pengenalan notasi, vokalisasi (warm up), sight singing, aural dan pembelajaran lagu. Sementara itu pendekatan analitik dilakukan ketika siswa sudah menyelesaikan materi buku ajar dan dilatih untuk tampil pada acara khusus. Guru hanya berfokus pada bagian vokalisasi dan pembelajaran lagu. Beberapa  inkonsistensi terjadi pada materi silabus seperti pengenalan notasi diarahkan untuk membuat karya musik yang tidak terdapat materinya di buku ajar dan tidak cocok diajarkan untuk siswa grade 1, kesalahan penulisan simbol-simbol notasi, dan paparan sukat lagu yang belum diajarkan pada materi pengenalan notasi. Pembelajaran secara analitik juga mendapati bahwa materi vokalisasi yang dilakukan guru belum memadai secara teori musik dan teknis olah vokal untuk membawakan lagu Karena Ku Sanggup dari Agnes Monica yang relatif sulit. Hal tersebut menjadi bahan revisi buku ajar dan penyusunan materi silabus untuk grade yang lebih tinggi yang belum disusun sampai saat penelitian ini selesai dilakukan.Kata kunci: Analisis, Situasi Belajar, Vokal Anak, Silabus Sintetik, Silabus AnalitikAnalysis of Vocal Learning Situation of Children at The Sound Of Music School YogyakartaAbstractThis research is undermined by the novelty that has occurred at the Institute of Music Course The Sound of Music School Yogyakarta which has just been in existence for 1 year. Facilities, teachers, syllabus, textbooks, and new students create an adaptation of learning atmosphere with unique dynamics. This study shows the application of syllabus and teaching materials created by the first teacher as well as the supervisor of the institute of music courses to be taught to students. The analysis of the learning situation at the institute focused on the vocal learning of children who are currently most in demand. The review of the preparation of the syllabus is based on the synthetic and analytical approaches presented by Wilkins dan Krahnke. The study uses qualitative research methods with field observation, the collection of primary data such as observation of learning situations observed directly in the classroom, in-depth interviews with teachers, and collection of secondary data in the form of syllabus and textbooks. The results of the research shows that the synthetic approach that teaches music knowledge accumulatively has been done by teachers with the support of textbooks such as introduction of notation, vocalization (warm up), sight singing, aural and song learning. Meanwhile, the analytical approach is done when students have completed textbooks and are trained to perform at special events. The teacher focuses only on the vocalization and song learning part. Some inconsistencies occurred in the curriculum material such as the introduction of notations directed to make musical works that do not contain the substance in the textbook and are not suitable to be taught to grade 1 students, errors in the writing of the notation symbols, and the exhibition of songs that have not been taught on the introductory notation material. Learning analytically also found that the vocalization material performed by the teacher was not sufficient in music theory and vocal technique to bring the song “Karena Ku Sanggup” from Agnes Monica, which was relatively difficult. This is a revision of the textbook and the preparation of the syllabus material for higher grades that has not been prepared until this research is completed.Keywords: Analysis, Learning Situation, Child Vocals, Synthetic Syllabus, Analytical Syllabus 
Proses Pembelajaran Kreasi Musik Dalam Membentuk Karakter “Profil Pelajar Pancasila (P3)” Firdaus, Azka Rayhan; Triprasetyo, Gathut Bintarto; Hapsari, Prima Dona
Ekspresi Vol 12, No 2 (2023)
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/ekp.v12i2.11335

Abstract

AbstrakProgram “Profil Pelajar Pancasila (P3)” dari Kemdikbudristek dilaksanakan untuk membentuk kembali karakter siswa yang mencerminkan nilai luhur Pancasila. SMP Muhammadiyah Srandakan Bantul sebagai satuan pendidikan menerapkan proses pembelajaran kreasi musik untuk membentuk karakter P3 pada siswanya. Aktivitas pembentukan karakter tersebut dianalisis menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif dengan pendekatan fenomenologi. Kreasi musik di sekolah ini dilaksanakan selama 9 pertemuan dengan materi pengolahan sumber bunyi yang menggunakan limbah bekas seperti botol kaca dan plastik, kaleng cat, kayu, dan karet ban.  Proses kreasi musik dilakukan melalui beberapa tahapan, yaitu siswa diminta membawa, mengidentifikasi, mengeksplorasi, melatih, dan menampilkan sumber bunyi secara berkelompok. Proses berkreasi musik ini memberi dampak perubahan sikap siswa yang semakin kolaboratif, peduli, komunikatif, dan inovatif. Dimensi bergotong-royong tampak saat siswa melatih dan menampilkan bunyi kreasi musik secara berkelompok. Dimensi bernalar kritis tampak saat siswa mengidentifikasi dan mengolah sumber bunyi menjadi alat musik. Dimensi kreatif tampak saat mereka memainkan lagu Gundul-Gundul Pacul dan Cublak-Cublak Suweng dengan limbah bekas serta memodifikasi pola ritme musik untuk mengiringi melodi asli dari lagu-lagu tersebut.Kata kunci: kreasi musik, pembentukan karakter, profil pelajar Pancasila AbstractThe "Pancasila Student Profile (P3)" program from the Ministry of Education and Culture was implemented to reshape student characters to reflect the noble values of Pancasila. Muhammadiyah Middle School Srandakan, Bantul, applies a music creation learning process to form the P3 characters in its students. These character formation activities were analyzed using descriptive qualitative research methods with a phenomenological approach. Music creation was carried out over nine meetings with material processing sound sources using used waste such as glass and plastic bottles, paint cans, wood, and tire rubber. The music creation process is carried out through several stages; students are asked to bring, identify, explore, practice, and display sound sources in groups. This process of creating music has an impact on changing students' attitudes and becoming more collaborative, caring, communicative, and innovative. The dimension of working together is visible when students practice and perform musical creations in groups. The critical reasoning dimension appears when students identify and process sound sources into musical instruments. The creative dimension appeared when they played the songs Gundul-Gundul Pacul and Cublak-Cublak Suweng with used items and then modified the rhythmic patterns of the music to accompany the original melodies of these songs.Keywords: music creation, character building, Pancasila student profile
Strategi Aransemen Wind Section pada Lagu One Summer’s Day Karya Joe Hisaishi oleh Arranger Rumah Orkestra Jogja Fengky Prima; Umilia Rokhani; Gathut Bintarto Triprasetyo
IDEA: Jurnal Ilmiah Seni Pertunjukan Vol 20, No 1 (2026)
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/idea.v20i1.20680

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi aransemen pada lagu One Summer’s Day karya Joe Hisaishi oleh arranger Rumah Orkestra Jogja yang sudah dimainkan dalam  konser Saga From Our Childhood: Land of Ghibli tahun 2025. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus, dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, analisa dokumen, dan materi audio, hasil penelitian menunjukkan proses penggarapan karya sesuai dengan metode lima langkah aransemen musik, yaitu konsep aransemen, menulis notasi, memodifikasi dan menciptakan ide-ide baru, menyusun materi, evaluasi dan revisi. Dengan demikian, strategi aransemen yang dilakukan oleh Raihan Aziz selaku arranger menghasilkan pendistribusian harmoni pada wind section, tekstur, counter melody, dan call and response,memodifikasi dan menciptakan ide baru dari karya klasik.