Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

STRUKTUR DAN MAKNA KANJI JUKUJIKUN DALAM BAHASA JEPANG Tresnasari, Ningrum
Ayumi : Jurnal Budaya, Bahasa, dan Sastra Vol 4 No 2 (2017): AYUMI : JURNAL BUDAYA, BAHASA, DAN SASTRA
Publisher : Faculty of Letters, Dr. Soetomo University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (715.05 KB) | DOI: 10.25139/ayumi.v5i2.378

Abstract

Jukujikun merupakan cara baca kanji jukugo yang tidak berhubungan dengan bunyi baca on (bunyi baca China) dan kun (bunyi baca Jepang) melainkan dibaca secara keseluruhan berdasarkan cara baca Jepang dengan tetap memakai maknanya dan mengabaikan bunyinya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana struktur dan hubungan makna antar unsur pembentuk kanji jukujikun. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deksriptif kualitatif. Kanji jukujikun merupakan gabungan kanji (kanji jukugo) yang memiliki cara baca khusus. Kata yang terbentuk dari hasil pembentukan kanji jukujikun memunculkan makna baru yang berbeda dari makna sebelumnya. Struktur kanji jukujikun dibagi kedalam tiga klasifikasi antara lain kanji jukujikun yang terdiri dari satu kanji, kanji jukujikun yang terdiri dari dua kanji serta kanji jukujikun yang terdiri dari tiga kanji. Dilihat dari struktur pembentukan kanji jukujikun, kanji pertama dalam gabungan kanji jukujikun memiliki pengaruh dominan terhadap munculnya makna baru.Kata kunci : Makna; Struktur; Kanji Jukujikun
STRUKTUR DAN MAKNA KANJI JUKUJIKUN DALAM BAHASA JEPANG Tresnasari, Ningrum
Ayumi : Jurnal Budaya, Bahasa, dan Sastra Vol 4 No 2 (2017): AYUMI : JURNAL BUDAYA, BAHASA, DAN SASTRA
Publisher : Faculty of Letters, Dr. Soetomo University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (715.05 KB) | DOI: 10.25139/ayumi.v5i2.378

Abstract

Jukujikun merupakan cara baca kanji jukugo yang tidak berhubungan dengan bunyi baca on (bunyi baca China) dan kun (bunyi baca Jepang) melainkan dibaca secara keseluruhan berdasarkan cara baca Jepang dengan tetap memakai maknanya dan mengabaikan bunyinya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana struktur dan hubungan makna antar unsur pembentuk kanji jukujikun. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deksriptif kualitatif. Kanji jukujikun merupakan gabungan kanji (kanji jukugo) yang memiliki cara baca khusus. Kata yang terbentuk dari hasil pembentukan kanji jukujikun memunculkan makna baru yang berbeda dari makna sebelumnya. Struktur kanji jukujikun dibagi kedalam tiga klasifikasi antara lain kanji jukujikun yang terdiri dari satu kanji, kanji jukujikun yang terdiri dari dua kanji serta kanji jukujikun yang terdiri dari tiga kanji. Dilihat dari struktur pembentukan kanji jukujikun, kanji pertama dalam gabungan kanji jukujikun memiliki pengaruh dominan terhadap munculnya makna baru.Kata kunci : Makna; Struktur; Kanji Jukujikun
Non-Verbal Communication In Anime "Diamond No Ace" Episodes 1 And 2 (Barthes Semiotics Approach) Ningrum Tresnasari
IZUMI Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/izumi.9.2.128-136

Abstract

Non-verbal communication is a communication process where the media used to communicate are body movements or gestures as a form of the depiction of emotions and feelings. Non-verbal communication consists of several types, but in this study, it only focuses on kinesic markers like body movements such as facial expressions, eye contact, hand movements and others. This study aims to describe the types and meanings contained in kinesic attributes in the anime "Diamond no Ace". The research data used are images from anime footage "Diamond no Ace" episode 1 and 2. The research method used is the Barthes semiotic approach. The types of kinesic markers in facial signs include eyes, eyebrows, forehead, cheeks, mouth and teeth, while gestures include hand movements and body postures from head to toe and iconography. Besides, the meaning contained in kinesic markers is divided into the denotative meaning and connotative meaning.
Konsep Lanskap Linguistik Desa Karyawangi Parongpong Ningrum Tresnasari; Nurza Ariestafuri; Hardianto Rahardjo; Uning Kuraesin; Raden Novitasari
Jurnal Inovasi Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2022): Jurnal Inovasi Masyarakat
Publisher : LP2M Universitas Widyatama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (823.685 KB) | DOI: 10.33197/jim.vol2.iss1.2022.870

Abstract

Fenomena Lanskap Linguistik (LL) ruang publik yang terdapat pada wilayah tertentu berupa penggunaan bahasa yang digunakan di Desa Karyawangi, merupakan latar belakang dalam penelitian ini. Lanskap Linguistik (LL) ini berfungsi untuk memberikan informasi yang jelas kepada seluruh warga masyarakat dan pengunjung Desa Karyawangi. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mendeskripsikan penggunaan ragam bahasa, pola penamaan yang dipakai di papan identitas instansi, papan gang-gang jalan, nama masjid yang dipakai di Desa Karyawangi. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan kajian lanskap linguistik (LL). Adapun langkahlangkah yang dilakukan yaitu dengan teknik koleksi, reduksi, display data (penyajian data), dan penarikan kesimpulan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat tiga kontestasi penggunaan bahasa dalam lanskap linguistik Desa Karyawangi, yaitu Bahasa Indonesia, Bahasa Sunda dan Bahasa Arab. Bahasa-bahasa yang digunakan dalam ruang publik di Desa Karyawangi ini dominan menggunakan monolingual, dimana bahasa Indonesia lebih banyak digunakan sebagai nama-nama bangunan/instansi, dan jalan di lingkungan Desa Karyawangi, sedangkan untuk namanama gang yang terdapat di Desa Karyawangi ini banyak menggunakan bahasa Sunda sebagai bahasa penutur aslinya. Sementara itu, bahasa asing (bahasa Arab) masih dominan digunakan untuk nama-nama masjid di Desa Karyawangi.
Newsletter As A Promotion Media Of Japan Indonesia Network Haulia Siti Nurfadilah; Ningrum Tresnasari
WIDAI Japanese Journal Vol. 1 No. 1 (2020): WIDAI Japanese Journal
Publisher : Universitas WIdyatama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (282.097 KB)

Abstract

Newsletters are the latest media publications that contain important product information and are starting to be used as an appropriate marketing strategy in business. One company that uses newsletters as a promotional media is JIN (Japan Indonesia Network). This study aims to determine the types of newsletters used by JIN as promotional media and also to explain the advantages and disadvantages of the newsletters used by JIN as a promotional media. The research data used in this research are newsletters that have been published by JIN periodically. The research method used is descriptive qualitative. The type of newsletter that JIN uses as a promotional media is the customers newsletter. In addition, the advantage of using newsletters as a promotional media is that it is practical in informing a product to customers, while the disadvantage is that the newsletter display used by JIN is still considered less attractive by customers.
PELATIHAN BAHASA JEPANG DASAR UNTUK MAHASISWA POLITEKNIK KESEHATAN KEMENTERIAN KESEHATAN BENGKULU Raden Novitasari; Kuraesin, Uning; Ariestafuri, Nurza; Rahardjo, Hardianto; Tresnasari, Ningrum
Jurnal Abdimas Bina Bangsa Vol. 5 No. 2 (2024): Jurnal Abdimas Bina Bangsa
Publisher : LPPM Universitas Bina Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46306/jabb.v5i2.1240

Abstract

The impact of low birth and death rates in Japan has resulted in an increase in the number of elderly Japanese people. And gradually Japan has become short of productive and professional workers in various fields. As a result of this condition. The Japanese government has begun to open up quite wide opportunities for other countries for foreign workers to enter and work in Japan. One way the Japanese government has done this is by opening cooperation with other countries, for example with Indonesia. The Indonesia-Japan cooperation is packaged with the IJ-EPA (Indonesia-Japan Economic Partnership Agreement) cooperation scheme which includes cooperation in the provision of nursing workers.The implementation of this cooperation is in the form of a program for procuring nursing workers to be employed as nursing workers in Japan. Along with the progress of this program, the government has experienced various obstacles, starting from the requirements to become a nurse in Japan, and the main factor is the obstacle of mastery of the Japanese language and cultural knowledge. Meanwhile, the workers who are sent to Japan to become nursing workers do not have a good command of the Japanese language and culture.Therefore, the Community Service Team of the Japanese Language Study Program, Widyatama University, feels that in order to avoid miscommunication, mastery of the Japanese language and culture is considered quite important. With sufficient language proficiency, it is expected to reduce existing obstacles. The Community Service Team will provide training in the form of introducing Japanese nursing terms in Japanese. This community service activity will be carried out in the 3rd week of December 2022 at POLTEKKES Bengkulu City, Jl. Indragiri Padang Harapan No. 3 Padang Harapan, Gading Cempaka District, Bengkulu City. The material that will be delivered to students is Basic Japanese Language training.
Nama Produk dalam Snack Jepang di Family Mart Nagoya: Kajian Lanskap linguistik Tresnasari, Ningrum
AYUMI : Jurnal Budaya, Bahasa dan Sastra Vol 12 No 1 (2025): AYUMI: Jurnal Budaya, Bahasa dan Sastra
Publisher : Japanese Literature Study Program, Faculty of Letters, Dr. Soetomo University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25139/ayumi.v12i1.9900

Abstract

The product name is part of the brand identity that serves as a communication tool between the company and consumers. The product name must be able to create a strong perception of the superiority of a product and distinguish it from other similar products. This research aims to find out how the informational function and symbolic function contained in product names on Japanese snacks with the fami maru logo at Family Mart Nagoya. This research uses descriptive qualitative method by using the theoretical framework of Landscape Linguistics. The results show that the informational function contained in the product names of Japanese snacks is based on the basic ingredients, additional flavors, and food texture. Meanwhile, in the symbolic function, there are four types of Japanese writing used in product names in Japanese snacks with the fami maru logo at Family Mart Nagoya, including hiragana, katakana, romaji and kanji. Keywords: product names; Japanese snacks; Family Mart; Landscape Linguistics.
JAPANESE WORK CULTURE: IMPLEMENTING 5S AND HORENSO FOR STUDENTS OF STATE VOCATIONAL HIGH SCHOOL 1 BUAHDUA SUMEDANG Novitasari, Raden; Kuraesin, Uning; Ariestafuri, Nurza; Rahardjo, Hardianto; Tresnasari, Ningrum
Abdi Dosen : Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol. 9 No. 4 (2025): DESEMBER
Publisher : LPPM Univ. Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/abdidos.v9i4.3054

Abstract

As the demand for professional workers of productive age increases due to Japan’s declining population, the number of Indonesian workers sent there has also grown. This condition encourages many educational institutions to prepare their students to be ready to work in Japan after completing their studies. One effort is by providing Japanese language learning at the senior high school and vocational school levels. However, mastery of speaking, writing, listening, and reading alone is not sufficient to enter the Japanese workforce Cultural and work ethic differences remain a major challenge, particularly the understanding of the 5S and HoRenSo principles, which are work principles implemented across almost all companies and industries in Japan. Proper application of these principles plays an important role in ensuring smoother workflows and improving work outcomes. Unfortunately, most Indonesian workers are still unfamiliar with them, so when they begin working in Japan, they require an adaptation period that can reduce efficiency. To address this issue, a cluster of lecturers from the Japanese Language Study Program at Widyatama University collaborated with SMK Negeri 1 Buahdua Sumedang to introduce and train students in 5S and HoRenSo principles for the students there.
JAPANESE LANGUAGE TRAINING FOR HOSPITALITY EMPLOYEES OF SHERATON BANDUNG HOTEL & TOWERS Rahardjo, Hardianto; Kuraesin, Uning; Ariestafuri, Nurza; Tresnasari, Ningrum; Novitasari, Raden
Abdi Dosen : Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol. 9 No. 4 (2025): DESEMBER
Publisher : LPPM Univ. Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/abdidos.v9i4.3099

Abstract

Good communication skills are a key factor in ensuring excellent service in the hospitality industry. In the context of international tourism, foreign language proficiency is essential, given that guests are not limited to domestic visitors. Effective communication with foreign guests, particularly those from Japan, is a crucial concern. In reality, many hotel staff still struggle to interact with Japanese guests due to limited Japanese language proficiency, while English is often ineffective due to pronunciation differences. Given these conditions, the Japanese Language Study Program at Universitas Widyatama conducted a community service activity in the form of basic Japanese language training for hotel staff. This training focused on vocabulary and formal sentences relevant to the hospitality industry. In addition to improving employee communication skills, this activity also aimed to make an academic contribution to improving the quality of the tourism workforce and serving as a concrete manifestation of the Tridharma Perguruan Tinggi (Three Pillars of Higher Education).
Studi Onomastik Terhadap Nama Diri yang Mengandung Unsur Bahasa Jepang di Indonesia Ramdhani, Haura Dwiffa; Tresnasari, Ningrum
IZUMI Vol 14, No 2 (2025): December
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/izumi.14.2.168-180

Abstract

<p>Penelitian ini membahas fenomena pemberian nama diri di Indonesia yang mengandung unsur bahasa Jepang sebagai bagian dari kajian onomastik dalam ranah sosiolinguistik. Fenomena tersebut muncul seiring meningkatnya pengaruh budaya populer Jepang, terutama <em>anime</em> dan <em>manga</em>, yang mendorong sebagian orang tua memilih nama dengan nuansa Jepang bagi anak mereka. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis pola penamaan, klasifikasi jenis kata, serta makna yang terkandung dalam nama diri tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui metode cakap dengan teknik cakap semuka dan cakap tansemuka. Teori yang digunakan dalam analisis ini adalah teori yang diusung oleh Wierzbicka (1997). Jumlah data yang dianalisis sebanyak lima belas nama yang mengandung unsur bahasa Jepang. Berdasarkan analisis yang telah dilakukan, nama diri yang mengandung unsur bahasa Jepang di Indonesia didominasi oleh nama yang tersusun atas tiga kata dengan jumlah sembilan data, di mana pada setiap nama hanya terdapat satu kata yang mengandung unsur bahasa Jepang. Kata yang menunjukkan unsur bahasa Jepang umumnya berasal dari jenis kata benda (N). Adapun makna yang dimunculkan pada nama-nama tersebut memiliki keterkaitan dengan makna leksikalnya.</p> <a href="https://gb777info.com">gb777</a><a href="https://pajak.blitarkota.go.id/uploads/profile/">gb777</a><a href="https://baak.uika-bogor.ac.id/uploads/">slot gacor</a><a href="https://siadmin.baak.uika-bogor.ac.id/files/images/">gb777</a><a href="https://jdih.dprd-pemalangkab.go.id/">gb777</a><a href="https://disnakertrans.bungokab.go.id/">GB777</a><a href="https://jdih.bungokab.go.id/">GB777</a>slot gacorslot gacor