Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

EFEKTIFITAS ROM PASIF DALAM MENGATASI KONSTIPASI PADA PASIEN struk DI ruangan nEURO BADAN LAYAnan UMUM DAERAH (BLUD) RSU DR. M.M DUNDA KABUPATEN GORONTALO Koniyo, Mira Astri
Jurnal Health and Sport Vol3, No 1, 2011
Publisher : JURNAL HEALTH AND SPORT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (14804.509 KB)

Abstract

Sroke termasuk penyakit serebrovoskuler (pembuluh darah otak) yang ditandai dengan kematian jaringan otak (infark serebral) yang terjadi karena berkurangnya aliran darah dan oksigen ke otak. tujuanan Penelitian ini untuk Mengidentifikasi seberapa baik Efektifitas Rom Pasif Dalam mengatasi Konstipasi Pada Pasien Stroke di Ruang Neuro BLUD RSU DR. M.M Dunda limbototo, Kabupaten Gorontalo dengan cara melakukan intervensi keperawatan (ROM pasif)pada pasien skoke dengan menggunakan pendekatan deskriptif.Tindakan dikatakan efektif, bila klien mengatakan \"sudah BAB\", maka artinya: 100%. Tindakan dikatakan cukup efektif, bila klien mengatakan\"sudah ada rasa ingin BAB\",maka artinya 50 -75%.Tindakan dikatakan tidak efektif,bila klien mengatakan \"klien tidak dapat BAB\", maka artinya
EFFECTIVENESS OF PROGRESSIVE MUSCLE RELAXATION AND AUTOGENIC ON REDUCING BLOOD GLUCOSE LEVELS IN TYPE 2 DIABETES MELLITUS PATIENTS Mira Astri Koniyo; Rini Fahriani Zees; Lisdiyanti Usman
Jambura Journal of Health Sciences and Research Vol 3, No 2 (2021): JULI: JAMBURA JOURNAL OF HEALTH SCIENCES AND RESEARCH
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35971/jjhsr.v3i2.10168

Abstract

Diabetes Mellitus ( DM) is a group of metabolic diseases with hyperglycemia due to insulin abnormalities. The population in this study is Type 2 DM Sufferers who perform outpatients in puskesmas city north of Gorontalo city. This study aims to know the Effectiveness of the Muscle Relaxation Program ( PMR) and autogenic decrease blood glucose levels in DM Type 2 patients. Quasi-experimental research design with pre-experimental design two-group pre-post test design, namely researchers divided DM patients in group A. They gave progressive muscle relaxation interventions and group B autogenic therapy.  Before the treatment has done, two groups measured blood glucose levels using the point care of testing method, then observed again by taking blood glucose measurements while after the two interventions. The sampling technique is purposive sampling. Based on Mann-Whitney's test analysis of the group of respondents given PMR (Progressive Muscle Relaxation) treatment and autogenic therapy to determine whether there was a significant difference between the post test scores in both groups, it is known that the probability value (sig) 0.05 (0.468 0.05), meaning that blood glucose when diabetic mellitus between the two groups there was no significant difference. It is concluded that effective progressive muscle relaxation and autogenic to decrease blood glucose levels in dm type 2 patients in the working area of the puskesmas city north of Gorontalo city.
PEMBERIAN KOMPRES PLESTER HANGAT DAN AROMATERAPI TERHADAP DYSMENORHEA REMAJA PUTERI Mira Astri Koniyo; Rini Fahriani Zees
Jambura Health and Sport Journal Vol 1, No 1 (2019): Februari
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (280.917 KB) | DOI: 10.37311/jhsj.v1i1.2048

Abstract

Tujuan umum penelitian mengetahui efektifitas pemberian kompres plester hangat dan aroma terapi lavender terhadap penurunan nyeri haid pada remaja Puteri. Desain penelitian ini pra-eksperimen dengan two group pra-post test design dimana peneliti melibatkan dua kelompok remaja Puteri yaitu satu kelompok terapi kompres plester hangat dan satu kelompok terapi kompres plester hangat + aromaterapi lavender. Populasi dalam penelitian ini adalah remaja Puteri yang mengalami dismenorea sebanyak 79, dan Sampel penelitian sebesar 60 sampel. Waktu penelitian dilaksanakan dari tanggal 03 Oktober s.d 14 November 2018. Hasil penelitian berdasarkan uji statistik t-test dependen pada kelompok pertama menunjukkan nilai p value 0,000 ? 0,05 sehingga H0 ditolak Ha diterima maka efektif pemberian terapi kompres plester hangat terhadap penurunan nyeri. Pada kelompok kedua berdasarkan uji statistik t-test dependen menunjukkan nilai p value 0,000 ? 0,05 sehingga H0 ditolak Ha diterima maka efektif pemberian terapi kompres plester hangat + aromaterapi lavender terhadap penurunan nyeri haid (dismenore).
Hubungan Tindakan Cuci Darah (Hemodialisa) dengan Tingkat Depresi pada Pasien Hemodialisa di Blud Rsu Dr MM Dunda Limboto Kabupaten Gorontalo. MIRA ASTRI KONIYO
Journal Nursing Care Jurusan Keperawatan Politeknik Kesehatan Gorontalo Vol 1, No 1 (2015): JOURNAL NURSING CARE
Publisher : Poltekkes Kemenkes Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52365/jnc.v1i1.73

Abstract

Depresi merupakan masalah kesehatan jiwa yang utama dewasa ini. Depresi merupakan salah satu bentuk sindrom gangguan keseimbangan mood (suasana perasaan) yang sangat umum terjadi. WHO menyatakan bahwa depresi berada di urutan ke-empat penyakit didunia. Sekitar 20% wanita dan 12% pria, pada suaktu waktu dalam kehidupannya pernah mengalami depresi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan Tindakan Cuci Darah (Hemodialisa) dengan Tingkat Depresi pada Pasien Hemodialisa di Blud Rsu Dr MM Dunda Limboto Kabupaten Gorontalo. Metode penelitian ini termasuk jenis penelitian deskriptif korelasi. Populasi yang digunakan yaitu seluruh pasien yang menjalani terapi cuci darah di ruang hemodialisa yaitu sebanyak 25 orang. Sampel yang digunakan yaitu subjek penelitian atau seluruh populasi yang ada. Tehnik sampling yang digunakan adalah non probability sampling dengan menggunakan metode accidental sampling. Variabel bebas yaitu tindakan cuci darah (hemodialisa) dan variabel terikat adalah tingkat depresi..” Analisis data pada penelitian ini menggunaka uji statistik “Chi Square (X2 ) dan hasil penelitian yang didapatkan : X 2 tabel, α; 0,05 = 5.991 dan X 2 hitung = 6.3; berarti X 2 hitung lebih besar dari X 2 tabel. Sehingga dapat ditarik kesimpulan Ho ditolak dan Ha diterima yaitu ada hubungan antara tindakan cuci darah (Hemodialisa) dengan tingkat depresi pada Pasien Hemodialisa di Blud Rsu Dr MM Dunda Limboto Kabupaten Gorontalo.
Pemberdayaan Masyarakat Sebagai Upaya Pencegahan Covid-19 Bagi Warga Serta Tenaga Kesehatan Di Kelurahan Wonggaditi Timur Gorontalo Rini Fahriani Zees; Mira Astri Koniyo; Paulus Pangalo; Zulfi Ayu
JURNAL KREATIVITAS PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (PKM) Volume 4 Nomor 2 April 2021
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v4i2.3764

Abstract

ABSTRAK Pandemi (Corona Virus Disease) COVID 19 telah tersebar di 210 Negara dan tercatat sebanyak 1.786.769 pasien yang dinyatakan positif(WHO, April 2020). Indonesia pada 12 April 2020 mencapai 4.241 kasus yang telah terkonfirmasi. Provinsi Gorontalo terdapat 1 pasien terkonfirmasi positif menderita Covid 19, Pasien dalam Pengawasan (PDP) sejumlah 64 orang dan Orang Dalam Pengawasan (ODP) sejumlah 3093 orang. Sebaran PDP tertinggi berada di Kota Gorontalo. Tujuan pelatihan diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan dan kemampuan kader kesehatan dalam melakukan pencegahan penularan covid 19 bagi warga masyarakat di kelurahan Wonggaditi Timur Kota Gorontalo. Adapun kegiatan pengabdian Masyarakat meliputi pelatihan kader kesehatan, pembagian buku pedoman Penyemprotan menggunakan desinfektandi rumah warga, pembagian masker kain sebanyak 500 buah dan pemberian APD sebanyak 40 paket bagi petugas kesehatan di RS Rujukan yang wilayahnya berada di Wilayah Kerja Kelurahan Wonggaditi Barat. Terdapat peningkatan pengetahuan tentang pencegahan penularan Covid 19 oleh kader kesehatan. Masyarakat memberikan respon yang sangat baik dengan indikator capaian yaitu selalu memakai masker sesuai tujuan dan fungsinya. Kata Kunci : COVID 19, Desinfectan, Alat Pelindung Diri. ABSTRACT The pandemic (Corona Virus Disease) COVID 19 has spread in 210 countries and recorded 1,786,769 patients who tested positive (WHO, April 2020). Indonesia on April 12, 2020, reached 4,241 confirmed cases. Gorontalo Province there was 1 patient confirmed positive for Covid 19, 64 patients under surveillance (PDP) and 3093 people under surveillance (ODP). The highest distribution of PDP was in Gorontalo City. The aim of the training was expected to increase the knowledge and ability of health cadres in preventing the transmission of Covid 19 for community members in Wonggaditi Timur village, Gorontalo City. The community service activities include training for health cadres, distributing spraying manuals using disinfectant in residents' homes, distributing 500 cloth masks and giving 40 packages of PPE for health workers at the Referral Hospital whose area is in the Wonggaditi Barat Village Work Area. There was an increase in knowledge about preventing the transmission of Covid 19 by health cadres. The community responded very well with performance indicators, namely always wearing a mask according to its purpose and function. Keywords: COVID 19,  Desinfectant, Personal Protective Equipment.
UPAYA PENINGKATAN SELF CARE MANAGEMENT MELALUI PENDEKATAN PEER GROUP SUPPORT PADA PASIEN DIABETES MELLITUS Fakhriatul Falah Fakhriatul; Syamsidar Syamsidar; Mira Astri Koniyo Mira
Bina Generasi : Jurnal Kesehatan Vol 14 No 1 (2022): Bina Generasi : Jurnal Kesehatan
Publisher : LPPM STIKES BINA GENERASI POLEWALI MANDAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (729.251 KB) | DOI: 10.35907/bgjk.v14i1.249

Abstract

One of the efforts to improve self care management in Patients with Diabetes Mellitus is to provide social support that can provide long-term support in Patients with Diabetes Mellitus. This social support can be provided in the form of peer group support. Objectives: This research aims to improve the self-care management abilities of diabetic mellitus patients and families in the community order. This research is a qualitative study with a grounded theory approach involving 10 people with diabetes mellitus. Data collection uses interview, observation and focus group discussion methods. Results: From the results of thematic analysis, four research themes were found, namely the benefits obtained from participating in peer group, changes in self care, barriers and motivation to join peer group . Conclusions: The application of peer group can increase the motivation of self care management of patients with diabetes mellitus. This study can be applied as one form of health care puskesmas by involving families and people with diabetes mellitus. Keywords: peer group, self care, grounded theory, motivation
Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular (PTM) melalui Edukasi dan Terapi Autogenik kepada Kader Kesehatan, Pengurus PKK dan aparat Kelurahan sebagai Kelompok Risiko PTM dan Klien PTM di Kelurahan Huangobotu Kecamatan Dungingi Kota Gorontalo Paulus Pangalo; Rini Fahriani Zees; Mira Astri Koniyo; Zulfiayu Sapiun
JOURNAL OF NONCOMMUNICABLE DISEASES Vol 2, No 1 (2022): April 2022
Publisher : Poltekkes Kemenkes Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (503.056 KB) | DOI: 10.52365/jond.v2i1.411

Abstract

Penyakit Tidak Menular (PTM) telah menjadi masalah kesehatan masyarakat di seluruh dunia khususnya di negara-negara maju dan negara berkembang. Besarnya biaya pengobatan dan lamanya perawatan, rendahnya daya beli masyarakat, perilaku dan pola hidup masyarakat yang tidak sesuai dengan pola hidup sehat menjadi faktor yang mempengaruhi tingginya angka kesakitan dan kematian PTM di Indonesia. Prevalensi PTM di kelurahan Huangobotu setiap tahun meningkat, kondisi ini berkaitan dengan adanya pergeseran gaya hidup yang cenderung tidak sehat dan kurangnya pengetahuan masyarakat untuk mencegah dan mengendalikan PTM. (1) Latar Belakang: dilaksanakannya penelitian ini adalah untuk memacu kemandirian kader kesehatan, pengurus PKK dan aparat kelurahan sebagai kelompok risiko tinggi dan klien PTM dalam upaya pencegahan dan pengendalian PTM; (2) Metode: pengabdian kepada masyarakat melalui pelaksanaan ceramah dan demonstrasi terapi relaksasi Autogenik. Pertemuan selama 15-20 menit diikuti oleh peserta, lima menit kemudian dilakukan pengukuran tekanan darah, persentasi kunjungan ke prolanis serta pengetahuan masyarakat terkait PTM; (3) Hasil: terjadi peningkatan kemandirian klien PTM dibuktikan dari kunjungan pada kegiatan Prolanis dari 65% menjadi 78% pada bulan Oktober 2021 dan tekanan darah sistole dan diastole sebelum dilakukan terapi rata-rata  140/86,4 mmHg, setelah dilakukan terapi terjadi penurunan : 131,6/81,2 mmHg. Pertemuan kedua sebelum dilakukan terapi : 138,4/81,2 mmHg, setelah dilakukan terapi : 128/80,4 mmHg serta terjadi peningkatan pengetahuan, hasil pre test pada pertemuan pertama yang menjawab benar sebesar 47% dan post test pada pertemuan kedua yang menjawab benar 93%; (4) Kesimpulan: terapi relaksasi Autogenik dapat meningkatkan kepatuhan pasien dengan penyakit kronis untuk mengunjungi dan mengikuti program Prolanis, menurunkan tekanan darah serta meningkatkan pengetahuan masyarakat terkait PTM.
Pelatihan Motivasional Interviewing Dalam Meningkatkan Motivasi Manajemen Diet Penderita Hipertensi Putri Ariani, Gusti Ayu; Koniyo, Mira Astri; Falah, Fakhriatul; Mobiliu, Suwarly
Reswara: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Dharmawangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46576/rjpkm.v6i1.4929

Abstract

Puskesmas Dungingi terletak di Kecamatan Dungingi Kota Gorontalo dan merupakan salah satu Puskesmas dengan jumlah penyakit hipertensi terbanyak di Kota Gorontalo. Berdasarkan data Puskesmas Dungingi tahun 2022.Tercatat sebanyak 120 penderita hipertensi yang terdaftar sebagai anggota prolanis di Puskesmas Dungingi. Beberapa faktor penyebab tingginya kasus hipertensi di Kota Gorontalo adalah culture masyarakat menghidangkan makanan bersantan. Melihat fenomena tersebut, salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah dengan pendekatan psikoterapi motivasional interviewing dan edukasi manajemen diet yang benar dan menumbuhkan motivasi untuk meningkatkan kemampuan manajemen diet dan motivasi pada pasien hipertensi. Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan motivasi penderita hipertensi dalam mengelola diet rendah garam. Hasil kuesioner menunjukkan peningkatan pengetahuan peserta setelah diberi edukasi menjadi mayoritas baik  yakni 75 % serta terjadinya perubahan motivasi dalam melakukan diet rendah garam setelah diberikan motivasional interviewing dari motivasi kategori rendah 15% menjadi kategori tinggi 90%. Dengan adanya kegiatan edukasi dan pelatihan MI ini dapat membantu meningkatkan pengetahuan diet rendah garam dan meningkatkan motivasi dalam melakukan manajemen diet rendah garam penderita Hipertensi.
EFEKTIVITAS HUBUNGAN PENGETAHUAN TENTANG COVID-19 DENGAN KEPATUHAN CUCI TANGAN PAKAI SABUN PADA ANAK USIA SEKOLAH DASAR DI MIM UNGGULAN KOTA GORONTALO Mobiliu, Suwarly; Koniyo, Mira Astri; Usman, Lisdiyanti; Buheli, Kartin
Jambura Journal of Health Sciences and Research Vol 6, No 2 (2024): APRIL: JAMBURA JOURNAL OF HEALTH SCIENCES AND RESEARCH
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35971/jjhsr.v6i2.21404

Abstract

Covid-19 ialah penyakit menular yang diakibatkan oleh virus Corona 2 (SARS-CoV-2) yang mengakibatkan sindrom pernafasan akut parah. Mencuci tangan dengan sabun ialah salah satu cara mencegah penularan virus COVID-19. Tangan merupakan bagian tubuh yang mudah terinfeksi. Pada tanggal 30 Januari 2020 WHO memutuskan peristiwa tersebut sebagai Kedaruratan Kesehatan Masyarakat yang Meresahkan Dunia (KKMMD)/Public Health Emergency Of Internasional Concern (PHEIC) dan pada tanggal 11 Maret 2020, WHO memutuskan Covid-19 sebagai pandemi. Kebaruan penelitian ini karena meneliti tentang pengetahuan terkait Covid-19 dengan kepatuhan cuci tangan pakai sabun apada anak usia sekolah dasar. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan pengetahuan tentang Covid-19 dengan kepatuhan cuci tangan pakai sabun pada siswa SD MIM Unggulan Kota Gorontalo. Jenis penelitian ini ialah penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi sasaran penelitian ini ialah siswa sekolah dasar kelas 4 dan 5 sebanyak 167 orang dan jumlah sampel sebanyak 118 responden dengan memakai teknik proporsional stratified random sampling. Hasil penelitian ini responden yang memiliki pengetahuan yang baik yakni sebanyak 84 responden (71,2%), sementara itu kepatuhan cuci tangan yang cukup didominasi dengan responden yang mempunyai pengetahuan yang cukup yakni sebanyak 27 responden (22,9%), mencapai p value = 0,000 (a   0,005). Kesimpulan penelitian ini yaitu terdapat hubungan antara pengetahuan tentang Covid-19 dengan kepatuhan cuci tangan pakai sabun pada anak usia Sekolah Dasar di MIM Unggulan Kota Gorontalo.