Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Prosiding Semnastek

Analisis Kalori Biodiesel Crude Palm Oil (CPO) dengan Katalis Abu Tandan Kosong Kelapa Sawit (ATKKS) Istianto Budhi Rahardja; Sukarman Sukarman; Anwar Ilmar Ramadhan
Prosiding Semnastek PROSIDING SEMNASTEK 2019
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Biodiesel crude palm oil adalah bahan bakar nabati dengan menggunakan bahan baku minyak mentah sawit (Crude palm Oil(CPO)) dan abu tanda kosong kelapa sawit sebagai katalisnya. Abu tanda kosong mempercepat proses pembentukan biodiesel sehingga memikili nilai kalor yang cukup tinggi, sehingga dapat dilakukan proses pembakaran. Tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh Crude Palm Oil menjadi Bahan Bakar Nabati berupa Biodiesel. Metode penelitian yang dilakukan adalah eksperimental. Dalam proses pembuatan Crude palm oil menjadi biodiesel terlebih dahulu diperhatikan Free Fatty Acid (FFA) yang terkandung didalamnya. FFA yang dapat langsung diproses untuk menjadi biodiesel adalah ≥ 2% dengan menggunakan transesterifikasi dan CPO yang memiliki FFA ≤ 2% diproses dengan esterifikasi. Hasil penelitian dengan mempergunakan Abu tanda kosong kelapa sawit sebagai katalis dapat membentuk CPO menjadi biodiesel. Nilai kalor yang dihasilkan oleh biodiesel berbahan dasar minyak kelapa sawit (Crude Palm Oil) dengan katalis abu tandan kosong kelapa sawit adalah -1.382 kJ dari biodiesel yang terbentuk seberat 36,25 gr.
Pembentukan Biodiesel Melalui Proses Transesterifikasi Dengan Katalis Abu Tandan Kosong Kelapa Sawit (ATKKS) Kezia Alfa Sarandon; Ahdiat Leksi Siregar; Istianto Budhi Rahardja
Prosiding Semnastek PROSIDING SEMNASTEK 2019
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Biodiesel merupakan pengganti bahan bakar solar yang menggunakan bahan nabati sebagai bahan bakunya. Crude Palm Oil (CPO) merupakan salah satu bahan nabati yang akan menghasilkan Fatty Acid Methyl Ester (FAME). Biodiesel ini mempunyai keunggulan untuk mengurangi emisi gas di udara dan bahan baku yang renewable. Pada penelitian ini pembentukan biodiesel diolah dengan dua reaksi yaitu esterifikasi dan transesterifikasi. Proses esterifikasi menggunakan CPO, metanol teknis sebanyak 15% (b/b) dan katalis homogen  98% sebanyak 0,5% (b/b) berguna untuk menurunkan Free Fatty Acid (FFA). Sedangkan transesterifikasi menggunakan katalis Abu Tandan Kosong Kelapa Sawit (ATKKS) yang mempunyai kandungan dengan rasio 2%, 5%, dan 8% berbandingan dengan parameter uji SNI yang dihasilkan. Pada penelitian ini Standar Nasional Indonesia yang dicapai belum memenuhi syarat, dikarenakan pembakaran abu tandan kosong yang belum sempurna.
Pengaruh Jenis Perekat Pada Briket Cangkang Kelapa Sawit Terhadap Waktu Bakar M Rifqi Aziz; Ahdiat Leksi Siregar; Azhar Basyir Rantawi; Istianto Budhi Rahardja
Prosiding Semnastek PROSIDING SEMNASTEK 2019
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Briket arang adalah arang yang diolah lebih lanjut menjadi bentuk briket (penampilan dan kemasan yang menarik) yang dapat digunakan untuk keperluan energi alterntif sehari-hari sebagai pengganti minyak tanah dan gas elpiji. Penelitian ini menggunakan tiga jenis perekat yaitu tepung tapioka, sagu, dan arpus. Perekat berfungsi untuk merekatkan partikel-partikel zat dalam bahan baku cangkang kelapa sawit dengan perbandingan perekat dan air 1:1 untuk tepung tapioka dan sagu, sedangkan perekat arpus dilakukan peroses pemanasan sampai mencair. Tujuan dari penelitian ini mengetahui pengaruh penggunaan jenis perekat pada briket cangkang kelapa sawit terhadap standar kualitas briket, mengetahui pengaruh penggunaan jenis perekat pada briket cangkang kelapa sawit terhadap waktu bakar yang meliputi nilai kalor, kadar air, dan kadar abu. Metode penelitian yang dilakukan yaitu ekperimen dengan variabel cangkang kelapa sawit 100 gram dan 12% perekat yang digunakan. Proses pengambilan data yaitu kadar air dan waktu bakar dilakukan 3 kali pengulangan, nilai kalor dan kadar abu dilakukan 1 kali pengulangan. Hasil pengolahan data didapatkan nilai kalor pada perekat tapioka 6328 kkal/kg, sagu aren 6330 kkal/kg, dan arpus 6366 kkal/kg, kadar air pada perekat tapioka 6,0 %, sagu aren 6,7 %, dan arpus 5,5%, kadar abu perekat tapioka 7,70 %, sagu aren 6,74%, dan arpus 7,11%, dan waktu bakar pada perekat tapioka 78 menit, sagu 74 menit, dan arpus 92,3 menit. Hasil penelitian menunjukan bahwa penggunaan jenis perekat pada briket mempengaruhi standar kualitas briket dan waktu bakar. Semakin rendah kadar air dan kadar abu maka waktu bakar akan semakin lama, semakin besar nilai kalor maka waktu bakar akan semakin lama. Dari hasil analisa yang dilakukan bahwa jenis perekat terbaik adalah perekat arpus.