Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : Sosio Dialektika

Diplomasi Kiai Nahdlatul ‘Ulama (NU) Melalui Konferensi Ulama Internasional Andi Purwono
SOSIO DIALEKTIKA : JURNAL ILMU SOSIAL HUMANIORA Vol 5, No 2 (2020)
Publisher : LP2M

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/sd.v5i2.3875

Abstract

As the largest religious organization, Nahdlatul Ulama has had an international role since its inception. One of these roles is realized through the holding of several international conferences. This article aims to explain the reasons of these conferences and to describe the activities and contributions to the world and especially towards Indonesian foreign policy. This qualitative research used documentary/ literature study in collecting data. The research found that ideational motivation related to the logic of appropriateness (the call) to spread the teachings of Islam rahmatan lil alamin was the reason for the establishment. The conferences gave positive contribution as religious epistemic community, in building network, and in the framework of Islamic and western relations. Towards Indonesian foreign policy, these conferences, firstly emphasized the washathiyah / moderate character of Indonesian Islam which has proven to be compatible with democracy and modernity. Secondly, the thoughts and recommendations generated are valuable inputs for policy makers. Thirdly, the ulama network also has sharpen Indonesia's diplomacy in area Indonesia foreign policy implementation.
FAKTOR- FAKTOR PENDORONG PENGGUNAAN ISLAM MODERAT SEBAGAI IDENTITAS BARU POLITIK LUAR NEGERI INDONESIA TAHUN 2004-2014 Andi Purwono
SOSIO DIALEKTIKA : JURNAL ILMU SOSIAL HUMANIORA Vol 1, No 2 (2016)
Publisher : LP2M

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/sd.v1i2.1711

Abstract

This research aims to answer the reasons why did Susilo Bambang Yudhoyono’s government in 2004-2014, using Islam as identity in Indonesia forein policy. Before this period, Islam had never been expressed in Indonesia foreign policy. Leader like Soekarno and Soeharto tried to keep Indonesia foreign policy from islamic influence. Using qualitative method and Albert Hourani theoritical analysis, this research found that there are three reasons of this. First, Islam has been used to justify SBY policy. Second, to mobilize domestic support, and three, to reach international support and Indonesia image. Keywords: foreign policy, Islam, identity, domestic support, international image
Kebijakan Amerika Serikat Dalam Menghadapi Pelanggaran Sanksi Internasional Korea Utara Tahun 2021 Asyipha Damayanti Listia; Anna Yulia Hartati; Andi Purwono; Ismiyatun Ismiyatun
SOSIO DIALEKTIKA Vol 7, No 1 (2022)
Publisher : LP2M

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/sd.v7i1.6703

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk menjelaskan faktor pendorong Amerika Serikat melakukan kerjasama Trilateral dengan Jepang dan Korea Selatan terhadap pelanggaran Sanksi Internasional Korea Utara tahun 2021. Pengembangan sejata nuklir dan rudal balistik yang dilakukan Korea Utara sepanjang tahun 2020 membuat Amerika Serikat mendorong Kerjasama diplomasi Trilateral bersama dua negara sekutunya  di Asia Timur yaitu Jepang dan Korea Selatan. Hubungan Amerika Serikat dengan Jepang dan Korea Selatan terjalin karena ketiga negara tersebut mempunyai latar belakang sejarah yang saling berkaitan. Jepang merupakan negara yang kalah dalam Perang Dunia II melawan Amerika Serikat dan sekutunya, serta Amerika Serikat merupakan negara yang sangat berpengaruh terhadap terbaginya semenanjung korea menjadi dua negara serta bepengaruh dalam pembentukan negara Korea Selatan. Tindakan self defense yang diklaim korea utara meningkatkan kembali ketegangan di Kawasan asia timur dan mengancam Amerika Serikat sebagai negara hegemoni. Teori yang digunakan penulis adalah teori rational choice yang menyatakan bahwa aktor negara melakukan suatu Tindakan didasarkan atas cost and benefit. Metode penelitian yang dipakai adalah kualitatif dengan studi literatur.  Temuan dalam penelitian ini adalah Amerika Serikat menghentikan pengembangan program nuklir Korea Utara, Pilihan Kebijakan : Sanksi Ekonomi dan Langkah Militer, , Pemasangan sistem pertahanan rudal atau Terminal High-Altitude Defense System (THAAD) dan melakukan Diplomasi Trilateral Amerika Serikat, Jepang, dan Korea Selatan
Kebijakan Luar Negeri Hungaria Dalam Menolak Kehadiran Pengungsi Tahun 2015-2020 Andi Purwono; Aliyatus Zulfa
SOSIO DIALEKTIKA Vol 7, No 2 (2022)
Publisher : LP2M

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/sd.v7i2.7003

Abstract

Pada tahun 2015, Eropa menghadapi krisis pengungsi terbesar setelah perang dunia II. Hungaria sebagai salah satu negara Eropa, melihat fenomena ini merupakan sebuah ancaman bagi Hungaria dan masyarakatnya sehingga memutuskan untuk menolak semua kedatangan mereka saat mencoba mengajukan perlindungan internasional di Hungaria. Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk membahas alasan penolakan Hungaria terhadap kedatangan pengungsi di Eropa. Dalam menjawab pertanyaan tersebut peneliti menggunakan metode penelitian diskriptif kualitatif dan untuk metode pengumpulan data peneliti menggunakan studi keperpustakaan. Hasil penelitian ini, dalam kepentingan nasional, keputusan Hungaria dalam menolak pengungsi didasarkan bahwa pengungsi dapat mengguncang stabilitas keamanan dan perekonomian Hungaria, sehingga secara tegas pemerintah mengeluarkan serangkaian kebijakan yang mencerminkan sikap penolakan Hungaria dalam memberikan bantuan kemanusiaan kepada pengungsi.