Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Socialization of the Natural Mangrove Crab Hatchery Technique in Baroh Village, Langsa Lama District, Aceh Siti Komariyah; Siti Balqies Indra; Fauziah Azmi
Eumpang Breuh : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 1 No 1 (2022): EUMPANG BREUH : Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Samudra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Some of the people of Baroh Village work as fish cultivators, including milkfish, shrimp and crabs. For crab seeds themselves, crab cultivators in Baroh Village still depend on catches from nature. The dependence of crab cultivators on seeds from nature is caused by ignorance in conducting crab hatcheries, both natural and semi-artificial. In addition, there has been no socialization provided by the local fisheries service regarding crab hatchery. So the team provided a solution by providing socialization of natural crab hatchery to crab cultivators. The socialization of the mangrove crab hatchery technique was attended by the wives of the cultivators. The participants were very enthusiastic about participating in each activity, this was shown by the questions from the participants. From the results of the socialization, there were several problems for cultivators to carry out hatchery activities, such as the availability of adequate equipment and the availability of natural food as food for crab larvae that are difficult to culture.
Application of Water Quality and Feed in Mud Crab Enlargement Business in Lam Kuta Hamlet, Bayeun Village, Birem, Aceh Timur Supristiwendi Supristiwendi; Siti Balqies Indra
Eumpang Breuh : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 1 No 1 (2022): EUMPANG BREUH : Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Samudra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perairan payau banyak dimanfaatkan oleh para pembudidaya sebagai media pemeliharaan bagi komoditi kepiting bakau. Kegiatan budidaya yang dilakukan seringkali menghadapi permasalahan yang menyebabkan hasil produksi menjadi tidak optimal. Program pengembangan produk unggulan daerah (PPPUD) mempunyai tujuan yaitu; 1) memberikan pengetahuan dan keterampilan kepada kelompok pembudidaya kepiting bakau tentang kualitas air dan pakan; 2) meningkatkan nilai tambah dan peluang kerja bagi anggota kelompok budidaya kepiting bakau dan masyarakat pesisir. Metode kegiatan meliputi: 1) sosialisasi dan demonstrasi; 2) pemantauan dan evaluasi meliputi tahap awal, pertengahan dan akhir pelaksanaan program. Faktor eksternal yang mempengaruhi keberhasilan budidaya kepiting adalah kualitas air dan ketersediaan pakan. Air merupakan media hidup bagi kepiting di tambak, ditinjau dari segi fisik dan segi kimia serta segi biologis. Air untuk budidaya harus mempunyai kualitas yang baik, yaitu memenuhi berbagai persyaratan dari segi fisika, kimia maupun biologi. Pakan merupakan salah satu syarat yang harus dipenuhi untuk mencapai produksi yang maksimal dalam budidaya kepiting bakau. Pakan tersebut harus ditangani dengan sungguh-sungguh, baik penyediaannya, pengolahannya, kandungan gizinya, maupun pertimbangan sesuai tidaknya dengan pola kebiasaan makan kepiting bakau. Kecamatan Birem Bayeun memiliki wilayah perairan payau yang sangat luas sangat potensial untuk pengembangan usaha budidaya kepiting. Hasil kegiatan PPPUD dapat disimpulkan usaha budidaya kepiting bakau dalam kerambah jaring sangat memungkinkan dikembangkan dalam skala komersial karena dapat dipanen dalam waktu 15-20 hari setelah bibit dimasukan ke dalam kerambah, penggunaan pakan siput dondong dapat mempercepat pertumbuhan kepiting bakau dan dapat menurunkan biaya pakan hingga 11,11%, penerapan sistem bertahap akan menghindarkan peternak kepiting bakau mengalami kerugian akibat harga jual yang rendah
Oyster Mushroom Cultivation Training to Improve the Community Economy in The Village Of Suka Jadi Aceh Tamiang Siti Balqies Indra; Hanisah Hanisah; Rozalina Rozalina; Fahmy Fadly; Suri Purnama Febri; Teuku Fadlon Haser; Ika Rezvani Aprita; Radhiah Radhiah
Eumpang Breuh : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 2 No 2 (2023): EUMPANG BREUH : Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Samudra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33059/ebjpm.v2i2.9151

Abstract

Livelihood diversification is a strategy to reduce the dependence of a person or group on one particular type of livelihood. This is done by developing various types of businesses or different economic activities, so that the source of income does not only come from the same source. This service aims to increase the income of rice farmers through cultivating oyster mushrooms (Pleurotus ostreatus) and reducing the risk of greater losses if failure occurs when cultivating organic rice. This service was carried out in Suka Jadi Village, Banda Mulia, Aceh Tamiang in August 2023. This service included focus group discussions (FGD) with partners, education, and continued with making kumbung, making baglog and caring for oyster mushrooms. After this service is completed, it is hoped that partners will have new skills and businesses to improve the community's economy.
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Produksi Gula Aren Di Kecamatan Rantau Kabupaten Aceh Tamiang Supristiwendi; Ibnu Mubarok; Siti Balqies Indra
Jurnal Bisnis dan Manajemen (JURBISMAN) Vol. 1 No. 4 (2023): Jurnal Bisnis dan Manajemen (JURBISMAN)
Publisher : Penerbit dan Percetakan CV. Picmotiv

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61930/jurbisman.v1i4.397

Abstract

Permintaan gula aren sebagai bahan penganti gula pasir dan pemanis buatan, maka dari itu gula aren menjadi komoditi andalan bagi para pengusaha gula aren. Kecamatan Rantau termasuk salah satu kecamatan yang ada di Kabupaten Aceh Tamiang-Aceh. Pengolahan gula aren sudah lama dilaksanakan dengan skala usaha rumahtangga. Tujuan penelitian untuk menganalisis pengaruh biaya produksi, tenaga kerja, harga jual dan bahan baku terhadap produksi gula gren di Kecamatan Rantau Kabupaten Aceh Tamiang. Penelitian ini menggunakan metode survei. Teknik pengambilan sampel dengan metode sampling jenuh atau sensus sebanyak 30 pengrajin gula aren. Untuk menguji hipotesis dan menganalisis data penelitian yang bersifat pengaruh maka dapat dianalisis dengan metode Regresi Linear Berganda. Hasil penelitian karakteristik umur pengrajin gula aren menunjukkan bahwa rata-rata umur pengrajin gula aren berkisar antara 25-63 tahun, tingkat pendidikan adalah SMA, pengalaman berusaha yaitu 7,33 tahun dan besarnya jumlah tanggungan keluarga rata-rata 4 orang. Hasil analisis linier berganda diperoleh persamaan regresi linier sebagai berikut: Y = -1,517+1,333X1+0,029X2+1,676X3–0,299X4. Hasil koefisien determinasi R2 sebesar 0,699, berarti variasi produksi gula aren dapat dijelaskan oleh biaya produksi, tenaga kerja, harga jual dan bahan baku nira sebesar 69,99 dan 30,01% sisanya dijelaskan oleh faktor lain di luar model. Secara simultan biaya produksi, tenaga kerja, harga jual dan bahan baku berpengaruh signifikan terhadap produksi gula aren. Secara parsial biaya produksi, bahan baku nira dan harga jual  berpengaruh signifikan terhadap produksi gula aren sedangkan tenaga kerja secara parsial tidak berpengaruh terhadap produksi gula aren.
ANALISIS PERSEDIAAN BAHAN BAKU (STUDI KASUS PADA HOME INDUSTRY TAHU BAPAK SUSILO) DI GAMPONG TIMBANG LANGSA KOTA LANGSA Thresia Damanik; Siti Balqies Indra; Kiagus M. Zain Basriwijaya
Jurnal Penelitian Agrisamudra Vol 13 No 01 (2026): Jurnal Penelitian Agrisamudra
Publisher : Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Samudra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33059/jpas.v13i01.14593

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis apakah persediaan bahan baku Home Industry Tahu Bapak Susilo terdiri atas jumlah pembelian yang ekonomis, menganalisis jumlah persediaan pengaman sebelum dilakukan titik pemesanan kembali, dan menganalisis jumlah persediaan maksimal yang dimiliki Home Industry Tahu Bapak Susilo. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Mei 2023 dan merupakan penelitian deskritif kulitatif. Data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh dengan cara observasi, wawancara dengan menggunakan kuisioner langsung dengan responden. Data sekunder diperoleh melalui jurnal buku-buku dan catatan perusahaan selama satu tahun (Januari-Desember 2022). Metode analisis data yang digunakan yaitu EOQ,Safety stock, Re-order point, Maksimun inventory, Total inventory cost, dan efisien biaya persediaan. Hasil daripenelitian ini adalah jumlah pembelian bahan baku optimal menggunakan metode EOQ adalah sebanyak 2.875 kg. Frekuensi pembelian bahan baku kedelai berdasarkan metode EOQ adalah sebanyak 9 kali dalam satu tahun. Total biaya persediaan bahan baku kedelai berdasarkan perhitungan menggunakan metode EOQ yaitu sebesar Rp 321.805. Menggunakan metode EOQ Home Industry Tahu Bapak Susilo dapat menghemat atau meminimalkan biaya sebesar Rp 2.892.290 dan biaya tersebut dapat digunakan untuk keperluan lain. Persediaan pengaman (Safety Stock) berdasarkan metode EOQ sebanyak 262.4 kg/bulan bahan baku kedelai. Titik pemesanan kembali (Re-order Point) berdasarkan metode EOQ sebanyak 422.4 kg. Kata kunci : Economic Order Quantity, Bahan Baku, Pengendaliaan Persediaan.