Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

PENDAMPINGAN USAHA MIKRO DI DESA SUKAJADI, BOGOR DENGAN MENERAPKAN TEKNOLOGI TEPAT GUNA DALAM PROSES PRODUKSI, BRANDING, DAN PACKAGING KERIPIK TERONG Rudi Laksono; Iwan Setyawan; Ruswiati Suryasaputra; Junias Robert Gultom; Filda Angellia
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 5 (2024): Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v7i5.1668-1676

Abstract

Layaknya seorang bayi, usaha mikro masih sangat memerlukan bantuan dari berbagai pihak, agar dapat tumbuh dan berkembang. Salah satu usaha mikro tersebut adalah Mitra PKM yang sedang merintis mengembangkan keripik terong. Hasil observasi awal teridentifikasi  kekurangan dari produk mitra, seperti keripik yang lembek, kemasan seadanya, dan belum ada identitas produknya. Tujuan dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PKM) untuk membantu mengembangkan usaha keripik terong yang sedang dirintis oleh Mitra PKM. Dalam melaksanakan kegiatan tersebut dua metode digunakan, yaitu Metode Problem Solving (MPS) dan metode Pendampingan. MPS dilakukan dengan melibatkan Mitra PKM agar turut serta memperhatikan, menelaah dan berpikir kekurangan  dan kelebihan produknya untuk selanjutnya dirumuskan bersama solusinya. Metode Pendampingan dilaksanakan selama mitra mengeksekusi solusi-solusi yang sudah disepakati bersama. Hasil dari kegiatan ini adalah adanya perbaikan bentuk dan ukuran keripik terong dengan memanfaatkan teknologi yang tepat guna, standardisasi komposisi adonan tepung, packaging dalam bentuk standing pouch ziplock, dan branding “Keripik Terong Rancage”.
POTENSI FWA (FIXED WIRELESS ACCESS)-CDMA MENDUKUNG PROGRAM PEMERINTAH INDONESIA DALAM WILAYAH USO (UNIVERSAL SERVICE OBLIGATION) Yuliarman Saragih; Robert M.Z. Lawang; Iwan Setyawan; Eko Sediyono
JREC (Journal of Electrical and Electronics) Vol. 4 No. 2 (2016): JREC (Journal of Electrical and Electronics)
Publisher : Program Studi Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Islam 45 Bekasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

USO (Universal Service Obligation) merupakan bagian dari kewajiban Pemerintah dalam memberikan pelayanan universal di bidang telekomunikasi dan informatika kepada publik.Kewajiban pelayanan tersebut dilakukan untuk mengurangi kesenjangan komunikasi akses dan digital di daerah khususnya daerah pedesaan, tertinggal, dan terluar serta terdepan, yang secara ekonomi sulit dilakukan oleh penyelenggara telekomunikasi komersial. Program Layanan USO selama ini diawali dengan layanan dasar (voice) hingga layanan data (internet).Hingga saat ini, berdasarkan hasil monitoring evaluasi perkembangan layanan USO, dari sisi anggaran, realisasi rata-rata per tahun sampai dengan 2014 adalah 41%. Hal tersebut menunjukkan belum efektifnya pelayanan USO. Esensi utama rancang ulang adalah tetap melanjutkan program eksisting namun merubah mekanismenya, yaitu tidak lagi bersifat “top down” dari pusat ke daerah tetapi dari daerah ke pusat yang juga disesuaikan dengan kebutuhan daerah, Pemerintah menyiapkan rancangan utama (Grand Design) Program USO dengan asumsi bahwa UU No.36 Tahun 1999 diganti dengan UU Telekomunikasi yang baru atau UU Konvergensi. Potensi yang mungkin dilakukan lewat perangkat PT Telekomunikasi Indonesia Tbk yang mampu menjadi motor pengerak melanjutkan USO dengan mengembangkan kembali FWA-CDMA yang pernah jaya hingga tahun 2015. FWA-CDMA mampu menjawab kebutuhan USO di daerah tertinggal, terluar dan terdepan Negara Indonesia ini karena PT Telkom memiliki infrastruktur telekomunikasi di setiap kecamatan di daerah-daerah tertinggal dan terluar serta terdepan itu. FWA-CDMA dapat di hubungkan langsung ke stasiun sentral telepon terdekat dan base station atau radio pemancarnya dapat dipasang di daerah tersebut dengan memakai pembatasan kode area telepon setempat tapi dapat bergerak dilingkungan daerah itu. Kata Kunci : USO, FWA
Analisis Yuridis Hukuman Pidana bagi Anak Pelaku Tindak Pidana Penyalahgunaan Narkotika Studi Putusan Nomor 3/Pid.Sus-Anak/2021/PN Bnt Iwan Setyawan; Nita Octavia Kawi; Jelita Jelita
Birokrasi: JURNAL ILMU HUKUM DAN TATA NEGARA Vol. 4 No. 2 (2026): Juni: Birokrasi: JURNAL ILMU HUKUM DAN TATA NEGARA
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi (STIA) Yappi Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/birokrasi.v4i2.2475

Abstract

This study aims to analyze the factors causing children to become involved in narcotics abuse, the judges’ considerations in delivering verdicts, and the conformity of such decisions with applicable legal provisions. This research employs a normative juridical method with a descriptive-analytical approach, based on literature review and analysis of Decision Number 3/Pid.Sus-Anak/2021/PN Bnt. The results indicate that children’s involvement in narcotics-related crimes is influenced by multidimensional factors, namely economic, environmental, and legal factors. Economic factors include family financial pressure; environmental factors involve peer influence and lack of parental supervision; while legal factors relate to limited understanding of legal consequences. Judges’ considerations in rendering decisions are not only based on juridical aspects but also take into account the social and psychological conditions of the child. However, the imposition of imprisonment is considered not fully aligned with the principles of restorative justice and child protection. Therefore, it is necessary to optimize the implementation of diversion and non-penal approaches in the juvenile justice system.  
Analisis Hukum tentang Tanggung Jawab Produsen Skincare yang Mengakibatkan Kerugian kepada Konsumen Menurut Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 Iwan Setyawan; Shella; Emia Ulina Tarigan
Kaganga:Jurnal Pendidikan Sejarah dan Riset Sosial Humaniora Vol. 9 No. 3 (2026): Kaganga: Jurnal Pendidikan Sejarah dan Riset Sosial Humaniora
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31539/3jqekw59

Abstract

The purpose of this study is to analyze the legal liability of skincare producers toward consumers under Law Number 8 of 1999 concerning Consumer Protection (UUPK) and to examine the judicial considerations in the Supreme Court Decision Number 1779 K/Pdt/2014. The research method employs a normative juridical legal research with a descriptive-analytical approach through a literature study of primary and secondary legal materials. The results indicate that skincare producers are obligated to guarantee product safety and provide compensation for consumer losses through the principle of strict liability. However, the Supreme Court Decision Number 1779 K/Pdt/2014 annulled the compensation on the grounds that the plaintiff was a promotional participant and not an end-consumer. The study concludes that there is a vacuum of substantive legal protection for non-transactional cosmetic product users (promotional participants/models) within Indonesian jurisprudence, thereby requiring an expanded interpretation of the definition of end-consumer to uphold the principle of legal justice. Keywords: Consumer Protection, Jurisprudence, Skincare, Strict Liability.
BRANDING, PACKAGING DAN PROMOSI “NOGA” SEBAGAI PRODUK UNGGULAN KELOMPOK TANI MUKTI DESA SUKAJADI, TAMANSARI, BOGOR Iwan Setyawan; Rudi Laksono; Junias Robert Gultom; Rezzi Nanda Bariski
Jurnal Pengabdian Masyarakat Ilmu Keguruan dan Pendidikan (JPM-IKP) Vol 5, No 1 (2022): Jurnal Pengabdian Masyarakat (JPM-IKP)
Publisher : FKIP Universitas Trilogi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31326/jmp-ikp.v5i1.1198

Abstract

Program pengabdian masyarakat yang dilaksanakan di di Kampung Gadogsisi, Desa Sukajadi, Tamansari, Kabupaten Bogor, Jawa Barat bertujuan untuk membantu mengembangkan dan meningkatkan promosi panganan lokal Noga yang merupakan produk unggulan kelompok tani “Mukti Tani”. Metode pelaksanaan berupa edukasi dan pendampingan dalam merumuskan merek dan disain kemasan produk serta pelatihan digital marketing untuk promosi produk Noga. Hasil dari kegiatan ini berupa merek yang mudah diingat dan kemasan poduk Noga yang lebih elegan serta memiliki nilai jual yang lebih baik, serta menjangkau konsumen yang lebih banyak.
APAKAH PENDIDIKAN KEWIRAUSAHAAN DAPAT MENDORONG EFIKASI DIRI KEWIRAUSAHAAN DALAM MENINGKATKAN MINAT BERWIRAUSAHA? Iwan Setyawan; Obing Zaid Sobir; Junias Robert Gultom; Aniza Octoviani; Afrida Sary Puspita
Journal of Economic, Bussines and Accounting (COSTING) Vol. 8 No. 4 (2025): COSTING : Journal of Economic, Bussines and Accounting
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31539/ybe08t87

Abstract

Keberadaan Pendidikan Kewirausahaan di Perguruan Tinggi masih menjadi salah satu pintu yang dapat melahirkan wirausaha-wirausaha muda berpendidikan. Riset ini bertujuan untuk melihat peran dari Pendidikan Kewirausahaan dalam meningkatkan efikasi diri kewirausahaan dalam diri mahasiswa sehingga dapat meningkatkan minatnya untuk berwirausaha. Untuk mencapai tujuan tersebut dilakukan riset melalui pendekatan kuantitatif dengan metode survai. Sebanyak 116 mahasiswa dari beberapa Perguruan Tinggi Swasta di wilayah Jakarata turut berpartipasi mengisi kuesioner yang didesain dengan Google form dan di-share melalui media sosial WhatsApp. Data dianalisis dengan Structural Equation Modeling dengan metode Partial Least Squares.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pendidikan Kewirausahaan dapat meningkatkan secara signifikan efikasi diri kewirausahaan mahasiswa sehingga dapat meningkatkan minat berwirausaha. Efek moderasi yang diberikan oleh Pendidikan Kewirausahaan kepada Efikasi diri Kewiraushaan termasuk kategori sangat tinggi(f2 = 0.102) karena nilainya jauh lebih tinggi dibandingkan dari rule of thumb pendapat Kenny (2018) dalam Hair et al. (2022) yang berpendapat bahwa nilai f2 sebesar 0.025 adalah tinggi.
MENGATASI BANKABLE PELAKU USAHA MIKRO KECIL MELALUI PENDAMPINGAN PENGURUSAN IZIN USAHA MIKRO KECIL Iwan Setyawan; Rudi Laksono; Junias Robert Gultom; Rizky Dinar Pratama; Kaizia Dwinta Meilia
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bumi Rafflesia Vol. 6 No. 1 (2023): April : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Bumi Raflesia
Publisher : Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masalah utama yang dihadapi oleh  mitra Pengabdian kepada Masyarakatt (PKM) sebagai pelaku usaha mikro adalah sulitnya untuk mengembangkan usaha karena ketiadaan modal. Kesulitan tersebut disebabkan mitra PKM belum bisa memenuhi persyaratan untuk mengajukan pinjaman ke perbankan (bankable) karena belum memiliki legalitas usaha. Tujuan dari kegiatan PKM ini adalah membantu mitra PKM untuk memperoleh legalitas atau izin usaha. Metode pelaksanaan yang diterapkan adalah metode pendampingan, dimana Tim PKM mendampingi mitra dari mulai mempersiapkan kelengkapan hingga proses pendaftaran di Online Single Submission (OSS) system pada https://oss.go.id/. Mitra didampingi langkah demi langkah dalam proses pendaftaran tersebut. Hasil dari kegiatan ini adalah mitra PKM mendapatkan Nomor Induk Berusaha (NIB). Dengan memiliki NIB, mitra PKM disamping mendapatkan izin usaha juga sekaligus legalitas usaha yang diakui  oleh negara. Simpulannya adalah permasalahan keuangan yang dihadapi pelaku usaha mikro, secara bertahap dapat diatasi dengan hadirnya kalangan akademisi dalam bentuk kegiatan PKM untuk memberikan solusinya. Proses mendapatkan NIB dengan metode pendampingan merupakan metode yang efektif diterapkan,  khususnya bagi mitra PKM yang kurang paham dengan teknologi. Dengan memiliki NIB, mitra PKM sekarang mendapatkan kepastian dan perlindungan hukum dalam menjalankan usahanya serta sudah dapat mengakses lembaga perbankan. Kata Kunci: Izin Usaha Mikro Kecil, Nomor Induk Berusaha