Abd. Razak
Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Ulama and Fatwa (Pros and cons of the Circular Letter of the Aceh Governor and MPU Decree) Abd. Razak; Nuraini A Manan; Abdul Manan; Rahmat Syahputra
Ar-Raniry: International Journal of Islamic Studies Vol 8, No 1 (2021): Ar-Raniry: International Journal of Islamic Studies
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (464.22 KB) | DOI: 10.22373/jar.v8i1.9755

Abstract

This study critically discusses the pros and cons of the circular letter (surat edaran) of the Aceh governor and Ulama Consultative Council (MPU) Decree No. 2 of 2020 related to responses and public evaluation of the prohibition of the religious learning forums (pengajian) other than Ahlussunnah Waljama’ah. This research is a qualitative research with three data collection techniques: meticulous observation, in-depth interviews, and documentation. The result of the study showed that there were pros and cons related to the circular letter and decision on the prohibition of conducting pengajian that contradicts the I’tiqat of Ahlussunnah Waljama’ah which is based on Syafi’i School of Law. Among them, according to the Aceh government and the MPU, the circular letter is intended to prevent greater abuses in the form of disunity in the Acehnese community due to differences in understanding in matters of worship. Meanwhile, others failed to understand the circular letter and MPU decrees because they consider them weak and were greatly influenced by certain conservative Islamic figures in Aceh, appearing to some people as political activity and power.
Tantangan Guru Sekolah Dasar dalam Menghadapi Era Society 5.0 Abidah Abidah; Aklima Aklima; Abdul Razak
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 7 No. 2c (2022): Juni
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v7i2c.498

Abstract

Guru merupakan salah satu komponen penting dalam pendidikan. Dalam proses belajar mengajar, guru tidak hanya berperan sebagai penyampai ilmu, tetapi juga bertanggung jawab terhadap perkembangan kepribadian siswa. Guru harus menciptakan proses pembelajaran sedemikian rupa, sehingga dapat merangsang siswa untuk belajar secara efektif dan dinamis dalam memenuhi dan mencapai tujuan yang diharapkan. Guru saat ini dihadapkan pada tantangan yang sangat besar karena belum usai dengan masuknya era industri 4.0, mereka dikejutkan dengan munculnya era society 5.0 yang harus dihadapi dan menjadi tantangan bagi guru sekolah dasar. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji tantangan guru pendidikan sekolah dasar dalam menghadapi era masyarakat 5.0. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kepustakaan. Dalam teknik pengumpulan data, peneliti menggali data sesuai dengan pembahasan tentang tantangan guru sekolah dasar dalam menghadapi era masyarakat 5.0. Hasil pembahasan menunjukkan bahwa dalam menghadapi era Socity 5.0, guru SD harus memiliki kemampuan memecahkan suatu masalah, kemampuan berpikir kritis, dan kemampuan berkreasi. Selain itu, guru harus memenuhi kualifikasi khusus dan meningkatkan kompetensi serta keterampilannya dalam mendidik siswa agar mampu menghadapi tantangan di era society 5.0.
Tantangan Guru Sekolah Dasar dalam Menghadapi Era Society 5.0 Abidah Abidah; Aklima Aklima; Abdul Razak
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 7 No. 2c (2022): Juni
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v7i2c.498

Abstract

Guru merupakan salah satu komponen penting dalam pendidikan. Dalam proses belajar mengajar, guru tidak hanya berperan sebagai penyampai ilmu, tetapi juga bertanggung jawab terhadap perkembangan kepribadian siswa. Guru harus menciptakan proses pembelajaran sedemikian rupa, sehingga dapat merangsang siswa untuk belajar secara efektif dan dinamis dalam memenuhi dan mencapai tujuan yang diharapkan. Guru saat ini dihadapkan pada tantangan yang sangat besar karena belum usai dengan masuknya era industri 4.0, mereka dikejutkan dengan munculnya era society 5.0 yang harus dihadapi dan menjadi tantangan bagi guru sekolah dasar. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji tantangan guru pendidikan sekolah dasar dalam menghadapi era masyarakat 5.0. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kepustakaan. Dalam teknik pengumpulan data, peneliti menggali data sesuai dengan pembahasan tentang tantangan guru sekolah dasar dalam menghadapi era masyarakat 5.0. Hasil pembahasan menunjukkan bahwa dalam menghadapi era Socity 5.0, guru SD harus memiliki kemampuan memecahkan suatu masalah, kemampuan berpikir kritis, dan kemampuan berkreasi. Selain itu, guru harus memenuhi kualifikasi khusus dan meningkatkan kompetensi serta keterampilannya dalam mendidik siswa agar mampu menghadapi tantangan di era society 5.0.
Implikasi Vasektomi terhadap Keharmonisan Rumah Tangga Kajian Sosiologi Hukum Hany Khairunnisa Kobat; Badrul Munir; Boihaqi Bin Adnan; Suarni Suarni; Abdul Razak
Jurnal EL-QANUNIY: Jurnal Ilmu-Ilmu Kesyariahan dan Pranata Sosial Vol 12, No 1 (2026)
Publisher : Syekh Ali Hasan Ahmad Addary State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24952/el-qanuniy.v12i1.19504

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implikasi partisipasi pria dalam penggunaan kontrasepsi terhadap keharmonisan rumah tangga melalui pendekatan socio-legal. Analisis dilakukan dengan menelaah Keputusan Ijtima Ulama Komisi Fatwa se-Indonesia III Tahun 2009 tentang Vasektomi sebagai kerangka normatif hukum Islam serta mengkaji relevansinya dalam praktik keluarga berencana di Gampong Cot Kecamatan Darussalam, Aceh Besar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keputusan tersebut membolehkan vasektomi secara kondisional dengan syarat tertentu, terutama apabila terdapat keadaan darurat, alasan medis yang kuat, serta tidak menimbulkan kemandulan permanen atau masih dimungkinkan untuk dilakukan rekanalisasi. Dalam praktiknya, keputusan suami istri dalam memilih metode kontrasepsi tidak hanya dipengaruhi oleh aspek teologis, tetapi juga oleh pertimbangan kesehatan, ekonomi, serta dinamika keharmonisan rumah tangga. Temuan lapangan mengenai efek samping penggunaan kontrasepsi hormonal, seperti palpitasi (jantung berdebar), kelelahan, dan reaksi alergi, mengindikasikan pentingnya penerapan pendekatan maslahat serta prinsip pencegahan mudarat dalam hukum Islam. Dengan demikian, keputusan Ijtima Ulama memiliki memiliki relevansi kontekstual dalam mengintegrasikan nilai-nilai normatif syariah dengan kebutuhan kesehatan reproduksi modern dalam kehidupan keluarga Muslim, selama tetap mempertimbangkan prinsip maqāṣid al-syarī‘ah dan perlindungan terhadap institusi keluarga.