Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Pengaruh Senam Nifas terhadap Involusi Uteri pada Ibu Nifas Normal Isnaeni, Siti; Sari, Ossie Happina; Kumalasari, Retno
JURNAL KEBIDANAN AKADEMI KEBIDANAN BUDI MULIA PALEMBANG Vol 13 No 2 (2023): Jurnal Kebidanan : Jurnal Ilmu Kesehatan Budi Mulia
Publisher : STIKes Budi Mulia Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35325/kebidanan.v13i2.400

Abstract

Pembangunan nasional di bidang kesehatan berkaitan erat dengan peningkatan mutu sumber daya manusia yang merupakan modal dasar dalam melaksanakan pembangunan kesehatan. Salah satu indikator untuk menentukan derajat kesehatan suatu bangsa ditandai dengan tinggi rendahnya kematian ibu dan bayi. Senam nifas adalah salah satu cara untuk bergerak setelah bersalin. Senam ini memperbaiki sirkulasi darah, sikap tubuh, dan kekuatan otot panggul, perut, dan tungkai bawah. Selama masa nifas, yang sangat penting bagi ibu dan bayi, sangat penting untuk mendapatkan perawatan yang tepat. Kecepatan Involusi uteri dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu senam nifas, menyusui dini, ambulasi dini, gizi, paritas, psikologis, dan umur. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh senam nifas terhadap involusi uteri pada ibu nifas normal di pada salah satu Praktik Mandiri Bidan. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian eksperimen dengan desain penelitian adalah Pretest-posttest Design. Analisis yang dilakukan terhadap dua variabel yang diduga berhubungan atau berkorelasi. Penghitunagn analisis bivariat ini juga akan menggunakan komputerisasi. Analisis penelitian ini menggunakan uji statistik dengan Paired t Test. Involusi uteri sebelum dilakukan senam nifas pada ibu nifas normal dengan dilakukan pengukuran TFU yaitu 11 cm - 16 cm. Involusi uteri setelah dilakukan senam nifas pada ibu nifas normal dengan dilakukan pengukuran TFU yaitu 7,5 cm – 12 cm. Hasil uji statistik diperoleh nilai t-tabel = 1,729 dan t hitung = 18,618 ( t hitung > t-tabel ), berarti ada pengaruh senam nifas terhadap involusi uteri pada ibu nifas normal.
Hubungan Tingkat Pengetahuan Terhadap Nyeri Menstruasi (Dismenore) Dengan Perilaku Swamedikasi Pada Remaja Putri Di SMP Negeri 2 Kroya Indramayu Azzahara, Nurul Aulianisa; Kurnia, Nia Marlina; Kumalasari, Retno
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 1 (2026): Februari - April
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i1.7879

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh tingginya kejadian dismenore atau nyeri menstruasi pada remaja putri yang dapat mengganggu aktivitas sehari-hari, baik dalam kegiatan belajar maupun interaksi sosial. Salah satu upaya yang umum dilakukan untuk mengatasi kondisi tersebut adalah swamedikasi, yaitu penggunaan obat tanpa resep dokter. Namun, perilaku swamedikasi dipengaruhi oleh berbagai faktor, salah satunya adalah tingkat pengetahuan individu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat pengetahuan dengan perilaku swamedikasi dalam mengatasi nyeri menstruasi (dismenore) pada remaja putri di SMP Negeri 2 Kroya Indramayu. Metode penelitian yang digunakan adalah desain analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswi SMP Negeri 2 Kroya yang berjumlah 276 orang. Sampel penelitian sebanyak 74 responden dipilih menggunakan teknik proportional random sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner yang telah disusun sesuai dengan variabel penelitian, kemudian dianalisis menggunakan uji statistik Chi-Square untuk mengetahui hubungan antar variabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai p sebesar 0,528 (p > 0,05), yang berarti tidak terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan dengan perilaku swamedikasi pada nyeri menstruasi. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa tingkat pengetahuan tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap perilaku swamedikasi dismenore pada remaja putri di SMP Negeri 2 Kroya Indramayu. Hasil ini menunjukkan bahwa faktor lain di luar pengetahuan kemungkinan turut memengaruhi perilaku swamedikasi remaja.