Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Gambaran Pengetahuan Siswa SMK YPKK 1 Sleman Terhadap Penggunaan Obat Tradisional Nugrahini, Febrina; Setiawati, Rini
Indonesia Berdaya Vol 5, No 4 (2024)
Publisher : UKInstitute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47679/ib.2024915

Abstract

This study aims to evaluate the knowledge level of students at SMK YPKK 1 Sleman regarding the use of traditional medicine. The study employs a descriptive quantitative approach with a cross-sectional design, involving 113 students from grades X, XI, and XII, who were purposively selected as the sample. Data were collected through a questionnaire that covered respondent characteristics, sources of information on traditional medicine, methods of obtaining it, forms of preparation, as well as knowledge and use of traditional medicine. The results indicate that the majority of students have good knowledge about traditional medicine (60%); however, the use of traditional medicine among students is relatively low, with 50% having a low level of usage. This study underscores the importance of increasing adolescent interest in traditional medicine to preserve cultural heritage and promote health.
KARAKTERISASI SEDIAAN SNEDDS (SELF NANO EMULSIFIYING DRUG DELIVERY SYSTEM) FUROSEMID Setiawati, Rini; Nugrahini, Febrina
Jurnal Kesehatan Vol 15, No 2 (2024)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38165/jk.v15i2.453

Abstract

Furosemid merupakan obat diuretik lyang digunakan untuk terapi edema untuk kelainan jantung, ginjal, hepatic failure dan digunakan pada pengobatan hipertensi. Furosemid memiliki kelarutan dan permeabilitas yang buruk. Untuk mengatasi hal tersebut furosemid dibuat dalam bentuk sediaan SNEDDS. Sediaan SNEDDS dilakukan uji Organoleptis, uji sentrifugasi, uji pH, dan uji viskositas yang dilakukan selama 3 bulan penyimpanan pada suhu 40oC. Hasil pengamatan organoleptis menunjukkan tidak ada pemisahan fase, pengendapan, cracking maupun creaming. pH 5,53 ± 0,02 sediaan setelah penyimpanan pada suhu 40oC tidaak mengalami perubahan signifikan. Viskositas sediaan sebelum 238,69±0,1cps  dan setelah penyimpanan 225,21 ± 0,1.Kata kunci: Furosemid; SNEDDS; Organoleptis; Viskositas AbstractFurosemide is a diuretic drug used for edema therapy with heart, kidney, and hepatic failure and used in the treatment of hypertension. Furosemide has poor solubility and permeability. To overcome this, furosemide is made in the form of SNEDDS preparations. Organoleptical tests, centrifugation tests, pH tests, and viscosity tests were carried out for 3 months of storage at 40°C. The results of organoleptic observations showed no phase separation, precipitation, cracking, or creaming. pH 5.53 ± 0.02 of the preparation after storage at 40°C did not undergo significant changes. Viscosity of the preparation before 238.69 ± 0.1 cps and after storage 225.21 ± 0.1.Keywords: Furosemide; SNEDDS; organoleptics; viscosity
Uji Efektivitas Pemberian Salep Ekstrak Ikan Patin (PANGASIUS SP.) Terhadap Penyembuhan Luka Bakar Stadium II Kronik Tertutup Pada Tikus Putih Jantan Galur Wistar Khonsa; Rini Setiawati
Journal Transformation of Mandalika, e-ISSN: 2745-5882, p-ISSN: 2962-2956 Vol. 4 No. 10 (2023): Oktober
Publisher : Institut Penelitian dan Pengembangan Mandalika Indonesia (IP2MI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/jtm.v4i10.2234

Abstract

Luka bakar merupakan suatu bentuk kerusakan atau kehilangan jaringan. Luka bakar stadium II mengalami kerusakan pada seluruh bagian dermis hingga hampir mengenai hipodermis. Ikan patin merupakan bahan alam yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan obat pada luka. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui bahwa salep fase minyak ekstrak ikan patin memiliki efektivitas terhadap penyembuhan luka bakar stadium II kronik tertup pada tikus putih jantan galur wistar. Penelitian ini menggunakan 20 ekor tikus dan dibagi menjadi 5 kelompok yaitu kelompok kontrol normal, kelompok kontrol positif (krim burnazin), kelompok kontrol negatif (basis salep), kelompok kontrol salep fase minyak ekstrak ikan patin konsentrasi 10% dan 20% terhadap 4 ekor tikus dengan luka bakar stadium II dan pengamatan dilakukan sampai hari ke-17 perlakuan. Luas area luka diukur dengan program Macbiophotonic image J, dihitung % daya penyembuhan dan nilai AUC. Uji statistik terhadap rata-rata nilai AUC per tikus dengan program SPSS for Windows 22.0 menggunakan One Way ANOVA dan Post hoc Test-LSD. Hasil analisis menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan signifikan (p>0,05) antara kelompok perlakuan dengan kelompok kontrol negatif (AUC = 596,25 % x hari) dan kontrol normal (AUC = 596,85 % x hari). Hal ini mengindikasikan bahwa salep fase minyak ekstrak ikan patin tidak memiliki efektivitas penyembuhan bakar stadium II kronik tertutup pada tikus jantan galur wistar.
SOSIALISASI PENANGANAN LUKA RINGAN YANG TEPAT DI SMK PGRI 1 KOTA SERANG Setiawati, Rini; Rahayu Prihartini, Ade; Kumalasari, Retno; Maesaroh, Maesaroh; Nugrahin, Febrina
Kahayan : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2 No 2 (2025): Juli : KAHAYAN (JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT)
Publisher : Jurusan Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37304/jak.v2i2.22610

Abstract

This community service initiative aims to enhance students’ knowledge and skills in administering initial treatment for minor wounds through an interactive educational approach, utilizing simulation and demonstration methods. The primary participants of the program were students from SMK PGRI 1 Kota Serang, particularly those enrolled in the Mechanical Engineering and Automotive Light Vehicle Engineering programs, as they are at a higher risk of experiencing injuries. The approach involved delivering educational sessions on wound concepts, infection prevention, and wound care techniques, followed by practical sessions using basic first aid equipment. The outcomes of the activity indicated a significant improvement in students’ understanding, attitudes, and competencies in wound management. Participants demonstrated strong enthusiasm, engaged actively in discussions, and successfully applied proper wound care techniques during practice sessions. self-reliance in treating minor wounds appropriately and preventing potential complications
EDUKASI GIZI SEIMBANG BAYI DAN BALITA Maesaroh, Maesaroh; Sartika, Sartika; Rohaeni, Ela; Kumalasari, Retno; Prihartini, Ade Rahayu; Setiawati, Rini; Nurkhasanah, Arrifah; Febiyanti, Ainiyyah; Fitria, Nabila Al; Fudali, Luthfiah
Jurnal Inovasi, Pemberdayaan dan Pengabdian Masyarakat Vol 5 No 2 (2025): Juli-Desember
Publisher : Poltekkes Kemenkes Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36990/jippm.v5i2.1722

Abstract

Balita adalah kelompok usia 1-5 tahun yang memiliki karakteristik pertumbuhan dan perkembangan yang sangat pesat. Status gizi pada bayi dan balita merupakan salah satu indikator yang digunakan untuk mengukur status gizi masyarakat. Anak balita dan kelompok bayi merupakan salah satu kelompok umur yang rentan terhadap penyakit, salah satunya adalah kekurangan gizi. Tujuan dari pelaksanaan kegiatan ini adalah untuk memberikan pengetahuan kepada ibu-ibu yang mempunyai bayi dan balita tentang definisi gizi seimbang, kebutuhan gizi seimbang pada bayi dan balita, serta pola pemberian gizi bayi dan balita. Kegiatan edukasi ini dilakukan di Posyandu Desa Beberan dan dikuti oleh 20 ibu bayi dan balita. Metode kegiatan edukasi ini dilakukan dengan menggunakan media leaflet dan buku KIA, dilakukan pretest dan posttest untuk mengevaluasi keberhasilan kegiatan. Secara keseluruhan, kegiatan ini menunjukkan hasil yang efektif dalam meningkatkan pengetahuan ibu yang mempunyai bayi dan balita tentang pemenuhan gizi seimbang dengan hasil sebelum dilakukan edukasi responden yang memiliki tingkat pengetahuan baik sebanyak 6 orang, cukup sebanyak 9 orang dan kurang sebanyak 4 orang. Setelah dilakukan edukasi didapatkan hasil responden yang memiliki tingkat pengetahuan baik menjadi 14 orang, cukup 6 orang dan tidak ada yang memiliki pengetahuan yang kurang. Kegiatan edukasi ini dilakukan sebagai upaya dalam membantu kebijakan pemerintah untuk mengurangi masalah gizi pada bayi dan balita.
EDUKASI MERAWAT DIRI DAN CINTAI DIRI PADA SISWA SD NEGERI I PULO PANJANG KECAMATAN PULO AMPEL KABUPATEN SERANG setiawati, rini
Jurnal Pengabdian Mitra Masyarakat Vol 4, No 2 (2025): Edisi Maret
Publisher : Universitas Islam Sumatear Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/jurpammas.v4i2.11845

Abstract

Personal hygiene is a fundamental aspect of health maintenance, particularly among elementary school-aged children who are in a critical stage of development. Body parts such as hands, nails, hair, face, eyes, ears, nose, and mouth play essential biological and social functions and therefore require consistent hygiene practices. Poor hand and nail hygiene may serve as a breeding ground for pathogens, while unkempt hair can lead to decreased self-esteem due to aesthetic concerns. Proper facial and eye cleaning, along with ear and nasal hygiene, are necessary to prevent infections. Meanwhile, oral and dental care plays a crucial role in digestion and overall health. Educating children about comprehensive body care from an early age is a preventive strategy to cultivate long-term clean and healthy living habits. This article highlights the importance of self-care practices as a concrete form of clean behavior application among elementary school students.