Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search

Internal Control: Peran dan Perkembangannya Alek Murtin
Journal of Accounting and Investment Vol 1, No 1: January 2000
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (175.659 KB)

Abstract

Perhatian terhadap pentingnya internal control dalam organisasi berjalan dari waktu ke waktu untuk meningkatkan fungsi internal control yang disesuaikan dengan perkembangan lingkungan organisasi, dimulai dengan adanya internal check, kemudian internal control system, internal control structure dan terakhir adalah internal control-integrated framework. Internal control system sempat berkembang beberapa tahun di Indonesia yang selanjutnya digantikan oleh internal control structure yang digunakan dalam Standar Profesional Akuntan Publik sampai dengan sekarang. Dari berbagai bentuk perkembangan tersebut, memberikan peranan yang sangat besar dalam membantu para manajer organisasi dalam meningkatkan reliabilitas data, mendeteksi dan mengawasi berbagai kegiatan perusahaan, mencegah terjadinya berbagai penyimpangan serta membantu audit internal dan eksternal dalam melaksanakan pemeriksaan. Dengan demikian internal control dapat memberikan kontribusi yang sangat besar dalam mencapai tujuan organisasi.
Pengaruh Partisipasi Anggaran Dan Kejelasan Sasaran Anggaran terhadap Budgetary Slack Dengan Informasi Asimetri, Komitmen Organisasi, dan Budget Emphasis Sebagai Pemoderasi Alek Murtin; Taufiq Bayu Septiadi
Journal of Accounting and Investment Vol 12, No 2: July 2011
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (159.403 KB)

Abstract

This study tries to understand the influences of (1) budget participation to budgetary slack, (2) budget goal clarity to budget slack, (3) asymmetry information on the relation of budget participation as well as budgetary slack, (4) organizational commitment on the relation of budget participation as well as  budgetary slack, (5) budget emphasis on the relation of budget participation as well as  budgetary slack, (6) asymmetry information on the relation of budget goal clarity as well as  budgetary slack, (7) organizational commitment on the relation of budget goal clarity as well as  budgetary slack, (8) budget emphasis on the relation of budget goal clarity as well as  budgetary slack. The subjects of this study are middle and lower managers in local government instutions including section/department/sub-section head, under the municipality and regencies in the city government of Yogyakarta. The results show, (1) budget participation influences to budgetry slack, (2) budget goal clarity influences to budgetry slack, (3) asymmetry information act as moderating variable in the relation of budget participation with budgetary slack, (4) organizational commitment act as moderating variable in the relation of budget participation with budgetary slack.
APLIKASI SISKIMAS UNTUK PENINGKATAN KINERJA DAN LAYANAN KOPERASI SYARIAH KAUM IBU Rizal Yaya; Alek Murtin
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2020: 11. Teknologi Informasi dalam Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (737.736 KB) | DOI: 10.18196/ppm.311.262

Abstract

BMT GEMI (Gerakan Ekonomi Kaum Ibu) merupakan layanan keuangan mikro syariah yang menggunakan sistem grameen bank, dengan nasabah utama adalah kaum perempuan berbasis kelompok. Sebagai lembaga keuangan syariah, BMT ini dituntut untuk sukses secara bisnis sekaligus juga sesuai dengan prinsip-prinsip syariah. Untuk memadukan dua tujuan tersebut, BMT perlu melakukan pengukuran kinerjanya berdasarkan maqasid syariah. Pencapaian maqasid syariah pada BMT meliputi aspek perlindungan dan pengembangan agama, jiwa, akal, harta dan keturunan. Kegiatan pendampingan ini telah dilaksanakan dalam empat tahap, pertama desain program pengukuran kinerja individu dan unit kerja berbasis maqasid syariah yang cocok dengan BMT GEMI; Kedua penyetelan program SISKIMAS BMT (sistem informasi kinerja berbasis maqasid syariah) untuk BMT GEMI; dan ketiga penerapan program pengukuran kinerja BMT GEMI; keempat pengukuran peningkatan kinerja yang dialami. Kegiatan pengabdian masyarakat ini telah mampu memperbaiki metadata dan dokumen BMT GEMI menjadi lebih tertata rapi dan lengkap. Manajemen BMT GEMI saat ini sudah mampu memetakan kinerja pegawainya secara updated per bulan. Pimpinan GEM juga sudah bisa mengidentifikasi bottleneck pengelolaan yang ada yang diperlukan untuk pengambilan keputusan yang cepat dan tepat.
MODEL TRANSFORMASI DIGITAL KOPERASI DALAM MENINGKATKAN DAYA SAING DAN KINERJA KEUANGAN ANGGOTA PADA ERA EKONOMI DIGITAL DI KULONPROGO YOGYAKARTA Sukardi; Bambang Jatmiko; Titi Laras; Alek Murtin; Deny Ismanto; Sukardi Sukardi; Nabiel Arieq Gibran; Jati Kurnia Sandy
Journal of Innovation Research and Knowledge Vol. 5 No. 11 (2026): April 2026
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan ekonomi digital telah mendorong transformasi dalam berbagai sektor ekonomi, termasuk koperasi sebagai salah satu pilar ekonomi kerakyatan di Indonesia. Namun, banyak koperasi masih menghadapi berbagai tantangan, seperti rendahnya pemanfaatan teknologi digital, keterbatasan kapasitas sumber daya manusia, serta lemahnya sistem pengelolaan keuangan berbasis teknologi. Kondisi ini juga terjadi di Kabupaten Kulon Progo yang memiliki sekitar 399 koperasi, namun sebagian di antaranya belum aktif dan terdapat 25 koperasi dalam kondisi pasif serta 138 koperasi tidak rutin melaksanakan Rapat Anggota Tahunan (RAT). Kondisi tersebut menunjukkan masih terbatasnya tata kelola dan adaptasi koperasi terhadap perkembangan teknologi digital. Di sisi lain, koperasi di daerah ini memiliki potensi ekonomi yang cukup besar dengan anggota mencapai lebih dari 80.000 orang, sehingga transformasi digital menjadi strategi penting untuk meningkatkan daya saing koperasi serta kinerja keuangan anggota. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh transformasi digital terhadap peningkatan daya saing koperasi dan kinerja keuangan anggota. Selain itu, penelitian ini juga menguji hubungan antara pemanfaatan teknologi digital, inovasi layanan koperasi, serta penguatan kapasitas pengelola dalam mendorong kinerja keuangan anggota. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain penelitian eksplanatori. Objek penelitian adalah koperasi yang telah menjalankan aktivitas usaha berbasis layanan anggota. Data penelitian diperoleh melalui metode survei dengan menggunakan kuesioner yang disebarkan kepada 120 responden yang merupakan anggota koperasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah Structural Equation Modeling berbasis Partial Least Squares (SEM-PLS) untuk menguji hubungan antar variabel dalam model penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa transformasi digital berpengaruh positif dan signifikan terhadap peningkatan daya saing koperasi. Selain itu, daya saing koperasi juga terbukti memiliki pengaruh signifikan terhadap peningkatan kinerja keuangan anggota. Temuan lainnya menunjukkan bahwa pemanfaatan teknologi digital mampu meningkatkan efisiensi layanan koperasi, memperluas akses pasar, serta memperkuat sistem pengelolaan keuangan anggota secara lebih transparan dan akuntabel. Secara teoritis, penelitian ini memberikan kontribusi dalam pengembangan literatur mengenai transformasi digital dalam organisasi koperasi dan hubungannya dengan peningkatan kinerja ekonomi anggota. Secara praktis, hasil penelitian ini memberikan implikasi bagi pengelola koperasi dan pembuat kebijakan untuk mendorong penerapan transformasi digital sebagai strategi dalam meningkatkan daya saing dan keberlanjutan koperasi di era ekonomi digital
OPTIMALISASI PENERAPAN CORETAX: PERAN SISTEM INFORMASI DALAM MEMEDIASI PENGARUH HUMAN CAPITAL DAN PENERIMAAN TEKNOLOGI: (Studi Survei pada Pengusaha Kena Pajak di Kabupaten Sleman) Leni Cahaya Permata; Alek Murtin
KENDALI: Economics and Social Humanities Vol. 4 No. 3 (2026): KENDALI: Economics and Social Sciences Humanities, Maret 2026
Publisher : ASIAN PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58738/kendali.v4i3.1510

Abstract

Studi ini bertujuan untuk menguji optimalisasi implementasi Coretax dengan mengeksplorasi peran sistem informasi akuntansi sebagai variabel mediasi dalam hubungan antara modal manusia dan penerimaan teknologi di kalangan wajib pajak di Kabupaten Sleman. Coretax adalah sistem administrasi perpajakan inti berbasis digital yang dirancang untuk meningkatkan efisiensi, transparansi, dan kepatuhan wajib pajak. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif dengan pendekatan Partial Least Square-Structural Equation Modeling (PLS-SEM). Populasi penelitian ini adalah Pengusaha Kena Pajak di Kabupaten Sleman. Sampel penelitian ini terdiri dari 130 responden. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan perangkat lunak SmartPLS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa modal manusia dan penerimaan teknologi berpengaruh positif terhadap implementasi Coretax. Selain itu, sistem informasi akuntansi ditemukan berpengaruh positif terhadap implementasi Coretax dan berperan sebagai variabel mediasi dalam pengaruh modal manusia dan penerimaan teknologi terhadap implementasi Coretax. Temuan ini menunjukkan bahwa keberhasilan implementasi Coretax tidak hanya bergantung pada kesiapan teknologi, tetapi juga ditentukan oleh kualitas sumber daya manusia dan efektivitas sistem informasi yang diimplementasikan. Studi ini diharapkan dapat memberikan kontribusi teoritis terhadap pengembangan studi akuntansi perpajakan dan sistem informasi, serta memberikan implikasi praktis bagi Pengusaha Kena Pajak dan otoritas pajak dalam mengoptimalkan implementasi sistem pajak digital.
Tax Assistance for Article 21 Income Tax and Corporate Income Tax at PT Gravitas Indonesia Maju Alek Murtin; Erni Suryandari Fathmaningrum; Icha Latifa Chandra; Muhamad Rifandi
PUBLICA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2026): PUBLICA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, April 2026
Publisher : ASIAN PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58738/publica.v4i2.96

Abstract

State revenue sources come from various aspects. In Indonesia, taxes are the main source of income for the state, both from personal and corporate taxes and will be used for the benefit of the state. Most of the state's needs include financing building projects, employee expenses, construction of public facilities and other needs come from taxes. Factors that influence taxpayer compliance consist of internal factors are factors that arise from the taxpayer itself, for example the understanding and perception of tax rates from taxpayers, external factors are factors that arise from outside the taxpayer, for example the standard of service or quality of officers in serving taxpayers and tax socialization carried out by the Directorate General of Taxes with the aim of creating taxpayer compliance regarding corporate income tax and article 21 income tax. Income Tax or PPh is a tax imposed on every individual or corporate taxpayer regarding the income received or obtained in the tax year. Article 21 Income Tax (PPh) is a tax imposed on income in the form of salaries, wages, honorariums, allowances, and other payments in any name and form in connection with work, services, or activities carried out by individual taxpayers within the country. Income Recipients (Tax Subjects) are domestic individuals, such as permanent employees, temporary employees, pension recipients, former employees, and activity participants. Income Providers (Tax Withholding Agencies) are usually companies or agencies that are required to withhold Article 21 Income Tax when paying income to recipients.
Strategi Peningkatan Ekonomi Rumah Tangga melalui Literasi Finansial dan Urban Farming di PCA Moyudan Erni Suryandari; Hafiez Sofyani; Evy Rahman Utami; Dara Alifa Fajriati Thamrin; Rizka Amalia; Mufti Alam Adha; Alek Murtin
Jurnal Pengabdian Masyarakat Manage Vol. 7 No. 1 (2026): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/manage.v7i1.3742

Abstract

Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan ketahanan ekonomi keluarga di lingkungan PCA Aisyiyah Moyudan melalui dua pendekatan utama, yaitu edukasi literasi keuangan rumah tangga dan pelatihan pemanfaatan pekarangan (urban farming) berbasis prinsip keberlanjutan. Program ini mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya poin 1 (penghapusan kemiskinan), poin 2 (mengakhiri kelaparan), dan poin 8 (pertumbuhan ekonomi dan pekerjaan layak). Kegiatan dilaksanakan dalam tiga tahap utama: (1) persiapan, yang meliputi Focus Group Discussion (FGD) untuk identifikasi kebutuhan mitra dan penyusunan materi pelatihan; (2) pelaksanaan, berupa workshop literasi keuangan dan pelatihan urban farming dengan media tanam dari barang bekas seperti galon; dan (3) evaluasi, melalui pre-post test, observasi lapangan, serta survei kepuasan peserta. Pendampingan berkelanjutan dilakukan untuk memastikan materi yang diberikan dapat diimplementasikan secara konsisten. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman peserta mengenai pentingnya perencanaan dan pencatatan keuangan keluarga secara sederhana, serta munculnya antusiasme dan keterampilan baru dalam menanam sayuran di pekarangan rumah menggunakan barang bekas. Hal ini tidak hanya mendukung ketahanan pangan, tetapi juga membuka peluang ekonomi alternatif dan mendorong perilaku ramah lingkungan melalui prinsip daur ulang serta pemanfaatan sumber daya lokal. Originalitas dari program ini terletak pada integrasi antara literasi keuangan dan pertanian rumah tangga dalam satu rangkaian program pemberdayaan komunitas perempuan, yang menjadi praktik baik hasil kolaborasi antara perguruan tinggi dan organisasi masyarakat seperti PCA Aisyiyah dalam membangun kemandirian ekonomi dan budaya hidup berkelanjutan di tingkat keluarga.
PENGARUH LITERASI KEUANGAN, KEBERAGAMAN ORGANISASI, DAN AKUNTANSI MANAJEMEN STRATEGIS TERHADAP PENGEMBANGAN UMKM BERKELANJUTAN DI KULONPROGO DENGAN ORIENTASI GREEN ECONOMY SEBAGAI VARIABEL MODERATING Bambang Jatmiko; Alek Murtin; Titi Laras; Muhammad Zainal Abidin; Fahri Sibua; Sinta Febriani; Jati Kurnia Sandy; Iswaara Sukma Windhyakirana
Journal of Innovation Research and Knowledge Vol. 5 No. 9 (2026): Februari 2026
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memiliki peran strategis dalam perekonomian nasional dengan kontribusi lebih dari 60% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) dan menyerap sekitar 97% tenaga kerja nasional. Namun, secara umum UMKM masih menghadapi persoalan rendahnya literasi keuangan, lemahnya praktik akuntansi manajemen, serta belum optimalnya pengelolaan keberagaman organisasi. Data nasional menunjukkan bahwa lebih dari 70% UMKM belum menyusun laporan keuangan secara memadai, sementara tingkat literasi keuangan pelaku UMKM masih berada di bawah 40%. Pada konteks lokal, UMKM di Kabupaten Kulonprogo juga menghadapi tantangan serupa, ditambah dengan tuntutan penerapan prinsip green economy seiring meningkatnya kesadaran konsumen dan kebijakan pembangunan berkelanjutan daerah. Permasalahan utama penelitian ini adalah belum optimalnya pengembangan UMKM berkelanjutan yang disebabkan oleh rendahnya literasi keuangan, kurangnya pemanfaatan keberagaman organisasi sebagai aset strategis, serta terbatasnya penerapan akuntansi manajemen strategis, khususnya dalam mendukung orientasi green economy. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh literasi keuangan, keberagaman organisasi, dan akuntansi manajemen strategis terhadap pengembangan UMKM berkelanjutan di Kulonprogo, dengan orientasi green economy sebagai variabel moderating. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei terhadap pelaku UMKM di Kabupaten Kulonprogo. Data primer dikumpulkan melalui kuesioner terstruktur dan dianalisis menggunakan Structural Equation Modeling–Partial Least Squares (SEM-PLS) untuk menguji pengaruh langsung dan efek moderasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa literasi keuangan, keberagaman organisasi, dan akuntansi manajemen strategis berpengaruh positif dan signifikan terhadap pengembangan UMKM berkelanjutan. Selain itu, orientasi green economy terbukti mampu memperkuat hubungan antara ketiga variabel independen tersebut dengan pengembangan UMKM berkelanjutan. Implikasi penelitian ini menegaskan pentingnya penguatan literasi keuangan, pengelolaan keberagaman organisasi, serta penerapan akuntansi manajemen strategis yang berorientasi lingkungan sebagai strategi kunci dalam mendorong keberlanjutan UMKM, khususnya di tingkat daerah.
SCALING UP KIRANA BAKERY: PENGARUH STANDARDISASI PRODUKSI TERHADAP EDU-WISATA MELALUI INOVASI PRODUK SEBAGAI VARIABEL INTERVENING DAN KAPASITAS SDM SEBAGAI VARIABEL MODERATING Bambang Jatmiko; Alek Murtin; Titi Laras; Muhammad Zainal Abidin; Fahri Sibua; Sinta Febriani; Jati Kurnia Sandy; Iswaara Sukma Windhyakirana
J-ABDI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 5 No. 10 (2026): Maret 2026
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengembangan UMKM berbasis edu-wisata merupakan strategi penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi lokal dan pemberdayaan masyarakat. Namun, dalam praktiknya, banyak UMKM masih menghadapi kendala struktural, khususnya terkait standardisasi produksi, inovasi produk, dan kapasitas sumber daya manusia. Kirana Bakery yang berlokasi di Kabupaten Sragen, Jawa Tengah, sebagai UMKM yang diarahkan menjadi bagian dari ekosistem edu-wisata, masih menghadapi berbagai permasalahan. Hasil survei pendahuluan menunjukkan bahwa 61% proses produksi belum menerapkan standardisasi bahan baku secara konsisten, 57% peralatan produksi belum memenuhi standar efisiensi modern, serta 64% responden menyatakan kapasitas produksi belum mampu mengakomodasi lonjakan permintaan pada periode kunjungan edu-wisata. Selain itu, 58% tenaga kerja belum pernah mengikuti pelatihan peningkatan kompetensi secara berkelanjutan, dan hanya 36% produk yang tergolong inovatif dan memiliki nilai edukatif. Kondisi tersebut berdampak pada belum optimalnya peran Kirana Bakery dalam mendukung edu-wisata serta pemberdayaan masyarakat sekitar, yang tercermin dari sekitar 60% masyarakat lokal belum terlibat aktif dalam rantai nilai usaha. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh standardisasi produksi terhadap pengembangan edu-wisata dan pemberdayaan masyarakat melalui inovasi produk sebagai variabel intervening, dengan kapasitas sumber daya manusia sebagai variabel moderating pada Kirana Bakery Sragen. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan desain eksplanatori, menggunakan metode survei. Populasi penelitian berjumlah 100 responden, yang terdiri atas pemilik dan karyawan Kirana Bakery, masyarakat sekitar, serta pengunjung edu-wisata. Penentuan jumlah sampel dilakukan menggunakan rumus Slovin dengan tingkat kesalahan (e) sebesar 5%, sehingga diperoleh jumlah sampel sebanyak 80 responden. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah simple random sampling, dengan pertimbangan bahwa teknik ini memberikan peluang yang sama bagi setiap anggota populasi untuk terpilih sebagai sampel serta mampu meminimalkan bias penelitian. Analisis data direncanakan menggunakan Structural Equation Modeling–Partial Least Squares (SEM-PLS) untuk menguji pengaruh langsung, peran mediasi inovasi produk, serta efek moderasi kapasitas SDM. Pembahasan penelitian diharapkan menunjukkan bahwa standardisasi produksi berpengaruh signifikan terhadap inovasi produk, yang selanjutnya mendorong penguatan edu-wisata dan pemberdayaan masyarakat. Kapasitas SDM diprediksi memperkuat hubungan tersebut sehingga mempercepat proses scaling up UMKM.Luaran penelitian ini meliputi model pengembangan UMKM berbasis standardisasi dan inovasi, rekomendasi strategis bagi penguatan ekosistem edu-wisata di Sragen, publikasi ilmiah nasional terakreditasi, serta panduan praktis pemberdayaan masyarakat berbasis UMKM.
ACCOUNTABILITY AND TRANSPARENCY OF THE FINANCIAL REPORTS OF THE GAMPING GRAND MOSQUE Alek Murtin; Erni Suryandari Fathmaningrum; Leni Cahaya Permata; Muhamad Rifandi
J-ABDI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 5 No. 12 (2026): Mei 2026
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mosques are also places to carry out various righteous charitable activities, such as serving as venues for deliberation, weddings, and seeking solutions to problems occurring within the community, and so on. Mosques can be likened to spiritual pools that cleanse all forms of sin, impurity, and traces of negligence of a servant. The Gamping Grand Mosque is under the management of the Muhammadiyah Branch of Gamping. The management and the Mosque Prosperity Council of the Gamping Grand Mosque have the desire to have comprehensive financial reports covering all activities along with explanations of financial sources. Although they have had financial reports so far, these are limited to cash balance reports and are not yet based on financial accounting standards. The purpose of implementing ISAK No. 35 is so that the management of funds originating from the community can achieve transparency and accountability in the financial reporting of the Gamping Grand Mosque. Transparency means that financial management is carried out by being disclosed to stakeholders, while accountability refers to the responsibility of financial management to stakeholders by the mosque’s financial managers. At the Gamping Grand Mosque, this is pursued by conducting training on the preparation of financial reports based on ISAK No. 35, which is directly beneficial for its financial management. The aim is to provide understanding and techniques on how to prepare financial reports for the Gamping Grand Mosque that are easy to implement and comprehend, delivered through training followed by assistance in preparing mosque financial reports based on ISAK No. 35. Thus, participants from the Gamping Grand Mosque will be able to independently prepare financial reports in the form of a Balance Sheet and a Comprehensive Financial Statement