Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

PENGEMBANGAN PRAKTIKUM VIRTUAL URINALISIS SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN BIOLOGI SISWA SMA KELAS XI Ade Suryanda; Rusdi Rusdi; Dewi Kusumawati
Biosfer: Jurnal Pendidikan Biologi Vol 10 No 1 (2017): Biosfer: Jurnal Pendidikan Biologi
Publisher : Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (198.768 KB) | DOI: 10.21009/biosferjpb.10-1.1

Abstract

Lab work has become one of the most important activities in learning Biology. Urinalysis requires special treatment because urinalysis using urine as a sample to be analyzed. There have been limitations in implementation of the lab work of urinalysis at high school level. Learning media such as virtual lab work of urinalysis was expected to overcome the limitations. The aim of this research was to develop virtual lab work as learning media of Biology. The research was held at Senior High School 4 Tangerang, using research and development method. Research and information collecting, planning, product development, and try-out and revision were the steps in this research. Instrumen used were questionnaires for need assessment for students, interviews guide for Biology teacher, and questionnaires of feasibility for media expert, material expert, Biology teacher, and students. In the try-out and revision steps, media expert and material expert were involved in feasibility testing, meanwhile Biology teacher and students grade XI at Senior High School 4 Tangerang were involved in field testing. The average percentage of all test products scored 81,76%. The result of this research showed that the virtual lab work of urinalysis could be utilized as one of learning media of Biology for Senior High School grade XI.
Hubungan Ketidakpuasan Tubuh dan Gangguan Makan dengan Status Gizi Mahasiswa : Relationship between Body Dissatisfaction and Eating Disorders with Nutritional Status of College Students Dyah Ayu Kusuma Wardani; Dewi Kusumawati; Budi Prasetyo
JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Vol. 17 No. 1 (2025): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN
Publisher : UNIVERSITAS NGUDI WALUYO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/jgk.v17i1.599

Abstract

Nutritional status is condition of body as a result of the use and absorption of food. National prevalence of nutritional status was underweight 9,3%, normal 55,3%, overweight 13,6% and obese 21,8%. Body dissatisfaction plays a role in development of eating disorders. Eating disorders are characterized by changes in poor eating behavior, negative perceptions about body shape and inappropriate weight management. Aim of this study was to analyze relationship between body dissatisfaction and eating disorders with nutritional status of college students. Design used was cross sectional. Sample in this study was 117 college students at Kusuma Husada University, Surakarta taken using purposive sampling technique. Body dissatisfaction was measured using contour drawing rate scale (CDRS), eating disorders using 26-item eating attitude test (EAT-26) and nutritional status using body mass index (BMI). Data analysis used chi square and Fisher's exact tests. Results of analysis showed that most respondents felt dissatisfied with bodies (90,6%). Most respondents were not at risk of eating disorders (7,5%). Most respondents had normal nutritional status (54,7%). There was no relationship between body dissatisfaction and nutritional status (p=0,752). Although, there was relationship between eating disorders and nutritional status (p=0,037). Conclusion in this study was that there was relationship between eating disorders and nutritional status, however there was no relationship between body dissatisfaction and the nutritional status of college students.   ABSTRAK Status gizi adalah keadaan tubuh sebagai akibat dari pemakaian, penyerapan, dan penggunaan makanan. Prevalensi status gizi secara nasional adalah kurus 9,3%, normal 55,3%, berat badan lebih 13,6% dan obesitas 21,8%. Ketidakpuasan tubuh memiliki peran dalam perkembangan gangguan makan. Gangguan makan ditandai dengan perubahan perilaku makan menjadi kurang baik, persepsi negatif tentang bentuk tubuh dan pengaturan berat badan yang kurang tepat. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan ketidakpuasan tubuh dan gangguan makan dengan status gizi mahasiswa. Desain yang digunakan adalah cross sectional. Sampel pada penelitian ini sebanyak 117 mahasiswa di Universitas Kusuma Husada Surakarta yang diambil dengan teknik quota sampling. Ketidakpuasaan tubuh diukur dengan contour drawing rate scale (CDRS), gangguan makan dengan eating attitude test 26 item (EAT-26) dan status gizi dengan indeks massa tubuh (IMT). Analisis data menggunakan uji chi square. Hasil analisis menunjukkan sebagian responden merasa tidak puas dengan tubuhnya (90,6%). Sebagian besar reponden tidak berisiko mengalami gangguan makan (73,5%). Sebagian besar responden memiliki status gizi normal (54,7%). Tidak ada hubungan ketidakpuasan tubuh dengan status gizi mahasiswa (p=0,752). Ada hubungan gangguan makan dengan status gizi mahasiswa (p=0,037). Kesimpulan dalam penelitian ini adalah ada hubungan gangguan makan dengan status gizi namun tidak ada hubungan ketidakpuasan tubuh dengan status gizi mahasiswa.
Peningkatan Hasil Belajar Melalui Penerapan Discovery Learning Berbantu Media BerbasisWordwall Pada Pembelajaran Biologi Dewi Kusumawati; Abdul Muis; Siti Rahma
JURNAL PEMIKIRAN DAN PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN Vol. 6 No. 2 (2024): JURNAL PEMIKIRAN DAN PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN (JP-3)
Publisher : RAYHAN INTERMEDIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31970/pendidikan.v6i2.484

Abstract

Berdasarkan observasi yang dilakukan di SMA Negeri 2 Makassar terkait hasil belajar peserta didik dalam mengikuti pembelajaran tergolong rendah. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk meningkatkan hasil belajar peserta didik kelas XI Biologi 4 SMA Negeri 2 Makassar dalam materi enzim, dengan menggunakan model pembelajaran discovery learning berbantu media pembelajaran wordwall. Penelitian tindakan kelas ini dilakukan dalam 2 siklus. Populasi penelitian terdiri dari 36 peserta didik kelas XI Biologi 4 di SMA Negeri 2 Makassar. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan hasil belajar peserta didik. Hasil belajar peserta didik meningkat dari 61% pada siklus I menjadi 94% pada siklus II. Berdasarkan data ini, dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran discovery learning berbantu media pembelajaran wordwall efektif dalam meningkatkan hasil belajar peserta didik dalam mata pelajaran biologi, khususnya pada materi enzim di kelas XI Biologi 4 SMA Negeri 2 Makassar
HUBUNGAN ASUPAN ZINC DAN STRES PSIKOLOGIS DENGAN KADAR GLUKOSA DARAH 2 JAM PASCA PUASA PADA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2 Muhammad Ridwanto; Dewi Kusumawati; Fariza Yulia Kartika Sari
JURNAL MEDIKA INDONESIA Vol 1, No 2 (2020): JURNAL MEDIKA INDONESIA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/.v1i2.1111

Abstract

Latar Belakang: Diabetes melitus tipe 2 (DMT2) merupakan penyakit metabolik yang tingkat morbiditas dan mortalitas meningkat setiap tahunnya. Indonesia merupakan negara yang menyandang peringkat ke 7 dari seluruh dunia 10,7 juta dengan penderita DMT2. Tujuan: Menganalisis hubungan asupan zinc dengan kadar glukosa darah 2 jam pasca puasa pada pasien DMT2. Metode: Sebanyak 210 pasien DMT2 berpatisipasi dalam penelitian Cross Sectional. Kriteria inklusi subjek penelitian ini adalah pasien DMT2 berusia 20-60 tahun bertempat tinggal di Kabupaten Purbalingga dan Kabupaten Banjarnegara. Pasien DMT2 dengan komplikasi dan menggunakan injeksi insulin tidak diikutsertakan dalam penelitian ini. Asupan zinc diperoleh dari Recall 24jam dan stress psikologis menggunakan Perceived Stress Scale (PSS-10). Kadar glukosa darah 2 Jam pasca puasa (GD2JPP) diperoleh dari sampel darah vena pasien dengan metode hexokinase.Uji korelasi pearson digunakan untuk menguji hubungan antar variabel dengan nilai signifikansi 0,05. Hasil: Usia rata-rata subjek adalah 52.7+5.2 tahun. Sebanyak 47.6% subjek penelitian DMT2 dengan overweight dan 14.7%  obesitas. Stres sedang didapatkan pada 89.5% subjek penelitian DMT2 dan 63.9% yang mengalami defisiensi asupan zinc dari kebutuhan per harinya. Asupan zinc (r=-0.712;95%CI= 0.049-0.003;p=0.024). Stres Psikologis (r=0.274;95% CI=1.959-1.611;p=0.042), Usia (r=0.378;95%CI=0.014-2.812;p=0.041). Indeks Masa Tubuh (r= 0.478; 95% CI=3.748-432; p=0.032 Kesimpulan: Terdapat hubungan yang kuat dan signifikan asupan zinc, stres psikologis, usia dan IMT dengan kadar GD2JPP pada subjek DMT2
GAMBARAN HUBUNGAN PEMBERIAN NATA LIDAH BUAYA TERHADAP KADAR GLUKOSA DARAH PADA SINDROM METABOLIK Rizki Widyan Aisya; Dewi Kusumawati; Muhamad Ridwanto
JURNAL MEDIKA INDONESIA Vol 3, No 2 (2022): JURNAL MEDIKA INODNESIA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/.v3i2.1557

Abstract

Latar belakang: Sindrom metabolik merupakan suatu kumpulan faktor risiko yang berkaitan dengan penyakit kardiovaskular dan diabetes mellitus tipe 2 yang terdiri dari obesitas viseral, hipertensi, glukosa puasa tinggi, dan dislipidemia. Kadar glukosa darah memiliki peranan penting dalam patologi yang membentuk sindrom metabolik. Lidah buaya merupakan tanaman memiliki aktivitas biologis (antikanker, antioksidan, antiinflamasi, antihyperglycemic, antihypercholesterolemic dan antidiabetes).Tujuan: Melihat gambaran hubungan pemberian nata lidah buaya terhadap kadar glukosa darah pada sindrom metabolik.Metode: True experimental, open study randomized, pre-post-test,with control group design dengan kelompok perlakuan (n=19) dan kontrol (n=19) sindrom metabolik. Pemberian nata lidah buaya 165 g/hari (30 hari) pada kelompok perlakuan. Kedua kelompok diberikan edukasi tatalaksana gizi sindrom metabolik. Kadar glukosa darah diukur pre dan post). Analisis data menggunakan Paired t-test dan Wilcoxon-test untuk mengetahui perubahan sebelum dan sesudah intervensi. Independent t-test dan Mann-whitney-test digunakan untuk mengetahui selisih sebelum dan setelah pemberian antar kelompok.Hasil: Analisis pemeriksaan kadar glukosa puasa (p=0,001) terdapat perbedaan yang signifikan antara kelompok perlakuan dan kontrol. Pemeriksaan kadar glukosa puasa (p=0,001) sebelum dan sesudah intervensi nata lidah buaya menunjukkan adanya perubahan yang signifikan.Kesimpulan: Pemberian nata lidah buaya terbukti bisa menurunkan kadar glukosa darah pada sindrom metabolik.
Pemenuhan Hak Atas Makanan Warga Binaan Pemasyarakatan dalam Perspektif Nelson Mandela Rules Novian Cahyo Hidayat; Dewi Kusumawati; Dwi Imroatus Solikah
JPNM Jurnal Pustaka Nusantara Multidisiplin Vol. 4 No. 1 (2026): February : Jurnal Pustaka Nusantara Multidisiplin (ACCEPTED)
Publisher : SM Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59945/jpnm.v4i1.986

Abstract

Pemenuhan hak narapidana atas pangan merupakan elemen fundamental dalam perlindungan hak asasi manusia di lingkungan pemasyarakatan, mengingat pembatasan kebebasan melalui pemidanaan hanya dimaksudkan untuk membatasi pergerakan, tanpa menghapus hak-hak asasi lainnya yang melekat pada manusia. Artikel ini mengkaji pemenuhan hak narapidana atas pangan dalam sistem pemasyarakatan Indonesia dari perspektif United Nations Standard Minimum Rules for the Treatment of Prisoners (Nelson Mandela Rules) serta menilai kesesuaiannya dengan kerangka hukum nasional. Penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan, konseptual, dan hukum internasional, serta memanfaatkan instrumen hak asasi manusia internasional, peraturan perundang-undangan nasional, dan literatur hukum yang relevan. Analisis menunjukkan bahwa hukum Indonesia, khususnya Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2022 tentang Pemasyarakatan, secara formal telah mengakui hak narapidana atas pangan yang layak sebagai bagian dari perlakuan manusiawi. Namun, jika ditinjau berdasarkan Nelson Mandela Rules, terdapat kesenjangan normatif yang signifikan, terutama terkait kualitas dan standar gizi pangan, integrasi penyediaan pangan dengan layanan kesehatan, penerapan prinsip martabat manusia (human dignity) dan non-diskriminasi, serta ketiadaan mekanisme pengawasan dan akuntabilitas yang efektif. Studi ini berargumen bahwa kesenjangan tersebut mencerminkan perbedaan paradigma yang lebih luas antara pendekatan administratif dalam penyediaan pangan dan pendekatan berbasis hak yang berlandaskan pada martabat manusia. Oleh karena itu, harmonisasi regulasi nasional dengan Nelson Mandela Rules menjadi penting untuk memastikan bahwa pemenuhan hak narapidana atas pangan dapat diwujudkan sebagai kewajiban hak asasi manusia substantif dalam sistem pemasyarakatan Indonesia.