Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : Jurnal Pendidikan Dasar Perkhasa

PERSEPSI DAN KONSEPSI MUTU PENDIDIKAN SEKOLAH DASAR Daniel Dike Tukan; Lusila Parida
JURNAL PENDIDIKAN DASAR PERKHASA: Jurnal Penelitian Pendidikan Dasar Vol 2, No 2 (2016): Jurnal Pendidikan Dasar Perkhasa
Publisher : STKIP Persada Khatulistiwa Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31932/jpdp.v2i2.112

Abstract

Penelitian ini mengkaji tentang fenomena dan problematika pendidikan sekolah dasar untuk mengetahui hal-hal esensial dalam perspektif mutu pendidikan. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif fenomenologis dalam mengkaji fenomena factual pendidikan dasar. Data dianalisis dengan menggunakan pendekatan hermeneutika dialektis melalui teori untuk mendapatkan konsep yang holistik tentang mutu belajar di sekolah dasar. Hasil dan tujuan penelitian ini memberikan gambaran bahwa proses belajar tidak sebatas guru dan kurikulum, tetapi erat kaitannya dengan semua aspek yang menciptakan kondisi belajar. Kelas tidak hanya mengenai aspek fisik tetapi sebuah realitas psikologis dimana komunikasi dan interaksi guru dan murid terjadi. Interaksi yang baik akan membantu keberhasilan proses belajar dan memastikan hati dan pikiran siswa ada di setiap ruang-ruang kelas ketika belajar itu terjadi. Guru harus membangun persepsi dan konsepsi yang benar tentang proses belajar dan terus mengasah kompetensinya. Dengan demikian evaluasi dan pengembangan guru harus holistik mencakup, sikap, pengetahuan, sifat dan motivasi guru dalam melaksanakan profesinya di bidang pendidikan.
PENDIDIKAN MULTIKULTURAL SEKOLAH DASAR DI WILAYAH 3T Daniel Dike
JURNAL PENDIDIKAN DASAR PERKHASA: Jurnal Penelitian Pendidikan Dasar Vol 3, No 1 (2017): Jurnal Pendidikan Dasar Perkhasa
Publisher : STKIP Persada Khatulistiwa Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31932/jpdp.v3i1.44

Abstract

Masyarakat di wilayah perbatasan tidak hanya diperhadapkan dengan isu eksploitasi ekonomi dan sumber alam namun juga terjadinya kesenjangan sosial karena tidak meratanya pembangunan. Adanya kecenderungan bahwa ketika kelompok lain tidak kompatibel, beda ideologi atau pilihan politik maka respon sosial cenderung negatif, berprasangka jahat (prejudice) bahkan tindakan anarkis. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif fenomenologis dengan mengkaji fenomena faktual masyarakat multikultural Kabupaten Sintang di wilayah Sektor Timur Kalimantan Barat. Data dianalisis menggunakan kajian pustaka. Hasil riset ini adalah pendidikan multikultural dapat tumbuh dan hidup di sekolah dasar pedalaman dan wilayah 3T jika warga sekolah a) Membiasakan untuk tidak berpikir dan berperilaku diskriminatif; b) Memahami persepsi orang lain; c) Menghindari stereotipe; dan d) Mengembangkan kesetaraan dan keadilan sosial.
OPTIMALISASI MANAJEMEN KELAS MELALUI MODEL OTORITAS GURU DALAM PEMBELAJARAN DI SEKOLAH DASAR Lusila Parida; Daniel Dike
JURNAL PENDIDIKAN DASAR PERKHASA: Jurnal Penelitian Pendidikan Dasar Vol 5, No 1 (2019): Jurnal Pendidikan Dasar Perkhasa: Jurnal Penelitian Pendidikan Dasar
Publisher : STKIP Persada Khatulistiwa Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31932/jpdp.v5i1.356

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan optimalisasi penggunaan model otoritas guru dalam manajemen kelas di SD untuk menemukan seberapa jauh peran otoritas guru berdampak pada siswa. Disain riset ini menggunakan case study research untuk memotret fonomena dan fakta pembelajaran di kelas melalui observasi partisipan, wawancara mendalam dan angket respon siswa terhadap kegiatan belajar mengajar yang dilakukan guru dan siswa di SD Panca Setya 2 Sintang, Kalimantan Barat. Validitas data diperoleh melalui  metode triangulasi sumber dan teknik kemudian data dianalisis untuk mendapatkan kesimpulan secara induktif. Hasil riset menunjukan bahwa peran otoritas guru memiliki peran strategis manajemen kelas melalui fungsi perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan dan evaluasi belajar. Peran strategis otoritas guru tersebut didukung dengan adanya pengakuan respon siswa terhadap management yang diterapkan guru dengan hasil yang menunjukan bahwa 89% siswa lebih mengalami bahwa guru menerapkan otoritas model humanistis, dan model otoritas demokratis sebesar 84%, dan model behavioristik 79%. Pembelajaran akan semakin menyenangkan dan berhasil bila guru mengoptimalisasi serta mengkombinasikan keunggulan ketiga model otoritas tersebut dalam management pengelolaan pembelajaran melalui variasi metode, materi, pola hubungan sosial dengan menciptakan kondisi kelas sebagai epsentrum belajar. Kata kunci: model otoritas guru dan management kelas.
POLA PENDIDIKAN MULTIKULTURAL DI SEKOLAH DASAR ISLAM TERPADU BUAH HATI SINTANG Dike, Daniel; Parida, Lusila
JURNAL PENDIDIKAN DASAR PERKHASA: Jurnal Penelitian Pendidikan Dasar Vol 10, No 1 (2024): Jurnal Pendidikan Dasar Perkhasa: Jurnal Penelitian Pendidikan Dasar
Publisher : STKIP Persada Khatulistiwa Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31932/jpdp.v10i1.3411

Abstract

Special schools with a unique vision, curriculum and educational environment are very attractive to people in choosing education for their children. Sekolah Dasar Islam Terpadu Buah Hati Sintang is one of the attractions of the school with the greatest interest among the Sintang Muslim community. The aim of this research is to describe the pattern of multicultural education that occurs in Integrated Islamic elementary schools that combine two curricula. This research uses one case study research with qualitative data collection techniques. Data validity applied a process of triangulation of techniques and sources with inductive conclusion drawing. The research results show: (1) Sekolah Dasar Islam Terpadu Buah Hati Sintang has two curricula; the National curriculum and the Islamic curriculum, (2) The multicultural pattern developed is an expression of the integration of Malay and Javanese culture (mixed culture) but is patterned and developed in a strong Islamic spirit, (3) The curriculum process requires teachers and students to fulfill the dimensions and values of Islamic education as a whole, including Syakhsiyyah Islamiyyah, Tsaqofah Islamiyyah and Life Sciences. In order for the multicultural education dimension to take root in the educational process at Integrated Islamic Primary Schools, it is necessary to strengthen holistic pedagogy and peace education by combining 21st century skills capacities so as to increase the spirit of unity, brotherhood and solidarity at the internal and external levels of the educational unit.