Arif Didik Kurniawan
Jurusan Pendidikan Biologi Universitas Muhammadiyah Pontianak

Published : 14 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Developing flash media of Quranic-based human reproduction system material Kurniawan, Arif Didik; Muldayanti, Nuri Dewi; Putri, Banita Eka
Jurnal Pendidikan Biologi Indonesia Vol 4, No 3 (2018): NOVEMBER
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1056.846 KB) | DOI: 10.22219/jpbi.v4i3.6822

Abstract

The problem of implementing Islamic values in the learning process is one of the concerns in Islamic-based schools, in particular, Rahmatan Lil’alamin Islamic Senior High School in Pontianak. This study aimed to develop learning media based on the Quran verses in the human reproductive system using Macromedia flash software. This research and development used three phases of the 4D model developed by Thiagarajan, namely define, design, and development. The development results were validated by expert appraisal consisted of instructional review (appropriateness, effectiveness, feasibility) and technical review (media and language). Instruments used in this study were interview guide sheet (define phase), validation sheets, student response questionnaires, and post-test for product trial (development phase). Product trials were carried out by testing large groups consisted of 64 students majoring in social science at Rahmatan Lil’alamin Islamic Senior High School. The expert appraisal results showed that media reached “very valid” criteria with the validation scores 83.33 (instructional review), 80.42 (media),  and 85.00 (language). Therefore, the flash media of Quranic-based human reproductive system material is potential to be used as media in teaching Islamic values integrated within the learning process.
KORELASI KEMANDIRIAN BELAJAR SISWA DENGAN HASIL BELAJAR IPA DI MTS SIRATUL JANNAH KUBU RAYA Mubarak, Khairul; Kurniawan, Arif Didik; Rahayu, Hanum Mukti
PENA KREATIF : JURNAL PENDIDIKAN Vol 9, No 1 (2020): Pena Kreatif : Jurnal Pendidikan
Publisher : FKIP UM Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29406/jpk.v9i1.1862

Abstract

Hasil wawancara guru dan siswa di Mts Siratul Jannah diketahui terdapat permasalahan mengenai kemandirian belajar siswa, hal ini ditunjukan dengan masih ada sebagian siswa yang kurang memiliki kemandirian belajar. Siswa tidak mau berusaha mengerjakan soal sendiri, siswa juga jarang memanfaatkan buku paket yang ada untuk mencari sumber dalam membantu pemahaman mereka. Ketika guru menjelaskan di depan kelas, masih ada siswa yang tidak mendengarkan. Beberapa siswa terlihat mencontek tugas temannya, hal ini terlihat dari hasil jawaban yang sama persis dari beberapa siswa, dan ketika ditanya atau di tes ulang, siswa tersebut tidak dapat menjelaskan jawabannya. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui korelasi antara kemandirian belajar siswa dengan hasil belajar IPA di MTS Siratul Jannah Kubu Raya. Metode penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Subjek penelitian yaitu 28 siswa kelas VII Mts Siratul Jannah Kubu Raya. Teknik pengumpulan data berupa observasi dan kemunikasi tidak langsung. Hasil penelitian menunjukan nilai klasikal kemandirian belajar yang menggunakan sampel 28 orang siswa persentase yang diperoleh sebesar 10,72% dalam tingkatan sangat kuat dan 89,28% dengan tingkatan kuat. Nilai klasikal hasil belajar memperoleh 21,42% dalam kategori tuntas dan 78,58% dengan kategori tidak tuntas. Hasil uji normalitas data diketahui berdistribusi normal dengan sigma  0,05 yaitu 0,010 . hasil analisis yang telah dilakukan diperoleh nilai korelasi (r) sebesar 0,683 dan jika dikonsultasikan pada klasifikasi besar kecilnya hubungan, maka hubungan diantara keduanya tergolong pada kategori kuat. Nilai signifikan sebesar 0,00. Dari hasil yang diperoleh dari uji korelasi maka dapat disimpulkan bahwa terdapat korelasi yang signifikan antara kemandirian belajar siswa dengan hasil belajar IPA.
BIMBINGAN TEKNIS MANAGEMEN LABORATORIUM SEBAGAI PENDUKUNG KEGIATAN BELAR MENGAJAR IPA BIOLOGI Muldayanti, Nuri; Kurniawan, Arif Didik
JURNAL WIDYA LAKSANA Vol 10, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (223.477 KB) | DOI: 10.23887/jwl.v10i2.29895

Abstract

Manajemen laboratorium merupakan keterampilan yang harus dimiliki oleh guru laboran yang diperlukan untuk mengelola laboratorium guna mendukung pembelajaran. Tujuan kegiatan yaitu memberikan pelatihan kepada guru dan laboran di sekolah menengah. Metode dalam melaksanakan kegiatan secara online dengan metode ceramah dan tanya jawab antara pemateri dan peserta kegiatan. Hasil pengabdian yaitu 52,6 % peserta menyatakan sangat setuju dan 47,4 % peserta menyatakan setuju bahwa kegiatan tentang manajemen laboratorium sesuai dengan kebutuhan. Untuk 55% peserta menyatakan sangat setuju dan 45 % peserta menyatakan setuju bahwa penyampaian materi pada kegiatan manajemen laboratorium dapat dipahami oleh peserta. Untuk 85% peserta menyatakan sangat setuju dan 15 % peserta menyatakan setuju bahwa hasil kegiatan pelatihan dapat diimplementasikan pada saat di sekolah. Kesimpulan dari kegiatan ini yaitu kegiatan pengabdian ini sangat diperlukan oleh guru terutama kepala laboratorium dan laboran dalam meningkatkan kompetensinya.
IMPLEMENTASI KURIKULUM CAMBRIDGE PADA MATAPELAJARAN SCIENCE di SD AL-MUKHLISUN Kurniawan, Arif Didik; Muldayanti, Nuri Dewi; Qurbaniah, Mahwar
Jurnal Dikdas Bantara Vol 5 No 2 (2022)
Publisher : Universitas Veteran Bangun Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/dikdasbantara.v5i2.2490

Abstract

Tujuan penelitian ini yaitu mendeskripsikan pelaksanaan kurikulum Cambridge pada pelajaran sains. Metode penelitian ini yaitu metode deskriptif kualitatif. Alat yang digunakan untuk mengambil data yaitu dengan wawancara, observasi, dokumentasi, dan catatan lapangan. Hasil penelitian bahwa diawal pembelajaran sekolahan melakukan sosialisasi kepada guru terkait dengan penerapan kurikulum cambridge yang bertujuan supaya guru lebih siap dalam menyiapkan semua perangkat yang dibutuhkan dalam proses pembelajaran. Untuk perencanaan pembelajaran yang digunakan oleh guru science sudah baik dimana guru sudah menyiapkan frame work (silabus) dan lesson plan (RPP) serta sekolahan sudah menyiapkan sumber belajar yang diperlukan selama pembelajaran. Untuk pelaksaan pembelajaran guru menggunakan pendekatan pemecahan masalah dengan menitik beratkan pada aktivitas dan keterlibatan siswa selama proses pembelajaran. Untuk evaluasi pembelajaran yang dilakukan yaitu ulangan harian, ujian tengah semester, ujian akhir semester dan evaluasi check progression test (CPT) dan checkpoint yang diadakan untuk kelas 6 untuk mengukur dan memetakan kompetensi peserta didik khusus dari Cambridge. Hambatan yang muncul selama proses pembelajaran yaitu lemahnya kemampuan bahasa inggris siswa sehingga guru dalam mengajar harus menggunakan dua bahasa.
THE ANALISIS KESULITAN BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN IPA DI KELAS VIII SMPN 11 SINGKAWANG TIMUR: THE ANALISIS KESULITAN BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN IPA DI KELAS VIII SMPN 11 SINGKAWANG TIMUR Heny, Dwi Anggra; Kurniawan, Arif Didik; Qurbaniah, Mahwar
BIO-EDU: Jurnal Pendidikan Biologi Vol. 8 No. 2 (2023): BIO-EDU: Jurnal Pendidikan Biologi
Publisher : Jurusan Pendidikan Biologi, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Timor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32938/jbe.v8i2.3297

Abstract

Based on the results of interviews with science teachers at SMPN 11 Singkawang Timur, that in class VIII students experience learning difficulties indicated by the existence of certain obstacles to achieving learning outcomes. The purpose of the study was to find out how the students' learning difficulties in science subjects in class VIII SMPN 11 Singkawang Timur. The method used in this research is a descriptive qualitative approach. Primary data sources were obtained from students in grades VIII A, VIII B, and VIII C of SMPN 11 Singkawang Timur. Meanwhile, secondary data sources were obtained from science teachers in class VIII and students in grades VIII A, VIII B, and VIII C of SMPN 11 Singkawang Timur. Data collection techniques using indirect communication, interviews and documentation. Data collection tools using a questionnaire sheet, interview guidelines. Data analysis techniques perform data collection, data reduction, data presentation, drawing conclusions. The results showed that students' learning difficulties in science subjects in class VIII of SMPN 11 Singkawang Timur were classically stated as moderate according to the results of the questionnaire scores obtained were interpreted as moderate with a percentage of 60.13%. The conclusion in this study is that when carrying out science learning students have learning difficulties with different percentages of each class, in class VIII A the questionnaire score of 61.23% is interpreted as high which states that learning difficulties in science are low, class VIII B the percentage is 59.13% moderately interpreted and grade VIII C with a percentage of 59.23% interpreted as being in accordance with the scores obtained by class VIII B and VIII C stating that students' learning difficulties in science subjects were moderate.
BIMBINGAN TEKNIS MANAGEMEN LABORATORIUM SEBAGAI PENDUKUNG KEGIATAN BELAR MENGAJAR IPA BIOLOGI Muldayanti, Nuri; Kurniawan, Arif Didik
JURNAL WIDYA LAKSANA Vol 10, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (223.477 KB) | DOI: 10.23887/jwl.v10i2.29895

Abstract

Manajemen laboratorium merupakan keterampilan yang harus dimiliki oleh guru laboran yang diperlukan untuk mengelola laboratorium guna mendukung pembelajaran. Tujuan kegiatan yaitu memberikan pelatihan kepada guru dan laboran di sekolah menengah. Metode dalam melaksanakan kegiatan secara online dengan metode ceramah dan tanya jawab antara pemateri dan peserta kegiatan. Hasil pengabdian yaitu 52,6 % peserta menyatakan sangat setuju dan 47,4 % peserta menyatakan setuju bahwa kegiatan tentang manajemen laboratorium sesuai dengan kebutuhan. Untuk 55% peserta menyatakan sangat setuju dan 45 % peserta menyatakan setuju bahwa penyampaian materi pada kegiatan manajemen laboratorium dapat dipahami oleh peserta. Untuk 85% peserta menyatakan sangat setuju dan 15 % peserta menyatakan setuju bahwa hasil kegiatan pelatihan dapat diimplementasikan pada saat di sekolah. Kesimpulan dari kegiatan ini yaitu kegiatan pengabdian ini sangat diperlukan oleh guru terutama kepala laboratorium dan laboran dalam meningkatkan kompetensinya.
PENGEMBANGAN INSTRUMEN SIKAP ILMIAH SISWA PADA MATA PELAJARAN IPA: PENDEKATAN EXPLORATORY DAN CONFIRMATORY FACTOR ANALYSIS Muldayanti, Nuri Dewi; Kurniawan, Arif Didik
PENA KREATIF : JURNAL PENDIDIKAN Vol 15 No 1 (2026): Pena Kreatif : Jurnal Pendidikan
Publisher : FKIP UM Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Scientific attitude is an essential component in science learning, as it supports students’ ability to think critically, engage in scientific processes, and actively participate in learning activities. The purpose of this study was to develop a scientific attitude instrument for junior high school students using Exploratory Factor Analysis (EFA) and Confirmatory Factor Analysis (CFA). This research employed a descriptive quantitative approach, in which data and information related to students’ scientific attitudes were collected comprehensively. The collected data were subsequently used to construct a scientific attitude instrument. Data were gathered using a questionnaire as the research instrument. Data analysis techniques involved Exploratory Factor Analysis (EFA) to identify the relationships among manifest variables or indicator variables in forming latent constructs, and Confirmatory Factor Analysis (CFA) to examine whether the indicators grouped according to their latent variables were consistently represented within their respective constructs. The results of the EFA indicated that the scientific attitude instrument consisted of two factors with eigenvalues greater than one, each comprising seven items. Furthermore, the CFA results demonstrated that the constructed model showed a good fit and consistency across both factors. In conclusion, the developed scientific attitude instrument consists of 14 items and can be used to measure students’ scientific attitudes.
PENGARUH MODEL KOOPERATIF TIPE JIGSAW BERBANTUAN MEDIA FLASH TERHADAP HASIL BELAJAR MATERI KINGDOM ANIMALIA PADA SISWA KELAS X DI MAN FILIAL PONTIANAK Riandi, Dirga Mahardika; Rahayu, Hanum Mukti; Kurniawan, Arif Didik
JURNAL BIOEDUCATION Vol 3 No 2 (2016): JURNAL BIOEDUCATION
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (264.7 KB) | DOI: 10.29406/181

Abstract

Materi kingdom animalia merupakan salah satu materi yang diajarkan di MAN Filial Pontianak yang dianggap sulit oleh siswa, sehingga hasil belajar siswa belum mencapai KKM (75). Oleh sebab itu dibutuhkan model pembelajaran yang tepat agar hasil belajar siswa pada materi kingdom animalia dapat tercapai secara maksimal. Penelitian ini bertujuan mengetahui perbedaan dan pengaruh penggunakan model kooperatif tipe Jigsaw dan model konvensional ceramah terhadap hasil belajar siswa pada materi kingdom animalia kelas X di MAN Filial Pontianak tahun ajaran 2014/2015. Metode penelitian yang digunakan yaitu eksperimen dengan bentuk Quasy Exsperimental Design dengan rancangan Nonequivalent Control Group Design. Penentuan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Alat pengumpul data yang digunakan adalah tes hasil belajar dan lembar observasi. Hasil uji U Mann-Whitney nilai hasil belajar siswa diperoleh  angka signifikan sebesar 0,024 < 0,05. Hal ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan hasil belajar siswa yang diajarkan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw dengan siswa yang diajar menggunakan model konvensional ceramah. Sedangkan perhitungan pengaruh menggunakan Effect Size diperoleh sebesar 0,6 atau sebesar38,2% berdasarkan tabel interpretasi cohen’s dengan kategori sedang. Kesimpulan dalam penelitian adalah terdapat perbedaan dan pengaruh penggunaan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw terhadap hasil belajar.  Katakunci:Jigsaw, Konvensional, Flash, Materi Kingdom Animalia, Hasil belajar.
MODEL PEMBELAJARAN SAVI BERBANTUAN MACROMEDIA FLASH BERBASIS LESSON STUDY TERHADAP AKTIVITAS BELAJAR SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 7 SUNGAI RAYA Mufiidah, Mar’atul; Kurniawan, Arif Didik; Muldayanti, Nuri Dewi
JURNAL BIOEDUCATION Vol 4 No 1 (2017): JURNAL BIOEDUCATION
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (91.036 KB) | DOI: 10.29406/514

Abstract

ABSTRAK                                                                                          Rendahnya aktivitas belajar siswa didalam kelas dan cara mengajar guru yang belum maksimal dalam proses pembelajaran sehingga menyebabkan hasil belajar siswa kelas VIII SMP Negeri 7 Sungai Raya pada Mata Pelajaran Biologi masih di bawah KKM 69, khususnya pada sub materi rangka dan otot  69,23% siswa tidak tuntas. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui ada tidaknya perbedaan dan besarnya pengaruh model pembelajaran SAVI berbantuan Macromedia Flash berbasis Lesson Study terhadap aktivitas belajar siswa. Metode penelitian yang digunakan metode penelitian eksperimen. Bentuk penelitian yang digunakan adalah Quasi Experimental Design dengan rancangan Nonequivalent Control Group Design. Penentuan sampel menggunakan teknik purposive sampling yaitu kelas VIII F sebagai kelas eksperimen dan VIII A sebagai kelas kontrol. Hasil uji U-Mann Whitney menunjukan terdapat perbedaan aktivitas belajar yaitu 0,000<0,05 hal ini menunjukkan aktivitas belajar siswa pada kelas eksperimen berbeda dengan kelas kontrol. Sedangkan perhitungan Effect Size memberikan pengaruh persentase peningkatan aktivitas belajar sebesar 75,4% tergolong besar. Dapat disimpulkan bahwa penggunaan model pembelajaran SAVI berbantuan Macromedia Flash berbasis Lesson Study terdapat perbedaan dan memberikan pengaruh terhadap aktivitas belajar siswa.Kata kunci: SAVI, Macromedia Flash, Lesson Study, Aktivitas Belajar, Rangka dan Otot AbstractThe low activity of student learning in the classroom and how teachers teach is not maximized in the learning process, causing the results of class VIII student of SMP Negeri 7 Sungai Raya Subjects Biology KKM is still below 69, particularly in sub material order and muscle 69.23% of students uncompleted. The purpose of this study to determine whether there is a difference and the influence of SAVI-assisted learning model Macromedia Flash-based Lesson Study the learning activities of students. The method used experimental research methods. Forms of study is a Quasi-Experimental Design with design Nonequivalent Control Group Design. Determination of the sample using purposive sampling technic that is class F as the experimental class VIII and VIII A as the control class. The results U-Mann Whitney test showed that there are differences in learning activities 0,000 <0,05 this indicates activity of students in the experimental class is different from the control class. While the calculation of Effect Size influence learning activity increased percentage of 75.4% is quite large. It can be concluded that the use of SAVI-assisted learning model Macromedia Flash-based Lesson Study there is a difference and give effect to the learning activities of students.Keywords: SAVI, Macromedia Flash, Lesson Study, Learning Activities, Frame and Muscles 
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN BOOKLET PADA MATERI SISTEM IMUN TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA KELAS XI SMAN 8 PONTIANAK Puspita, Avisha; Kurniawan, Arif Didik; Rahayu, Hanum Mukti
JURNAL BIOEDUCATION Vol 4 No 1 (2017): JURNAL BIOEDUCATION
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (128.661 KB) | DOI: 10.29406/524

Abstract

ABSTRAK Hasil belajar siswa kelas XI MIA di SMA N 8 Pontianak pada mata pelajaran biologi masih rendah, khususnya materi sistem imun dengan presentase ketuntasan 30,17%. Selain itu, dalam proses pembelajaran media yang digunakan hanya berupa lembar kerja siswa (LKS) menyebabkan suasana belajar menjadi monoton dan kurang mengikutsertakan siswa dalam belajar. Penerapan media pembelajaran booklet dibutuhkan untuk menyalurkan pesan sehingga dapat membantu mengatasi masalah tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran booklet sistem imun. Metode yang digunakan dalam penelitian yaitu model pengembangan 4-D (four D model). Berdasarkan penelitian diperoleh hasil validasi media booklet yaitu sebesar 89,3% dengan kriteria sangat valid dan kepraktisan media sebesar 89,3% dengan kategori sangat praktis. Respon siswa terhadap media booklet ada uji skala kecil dan skala besar berturut-turut yaitu sebesar 90,2% dan 86,5% (kategori respon positif). Berdasarkan pengukuran efektifitas penggunaan media diperoleh nilai gain sebesar 0,51 dengan kategori sedang. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa hasil pengembangan media booklet dapat dikatakan valid, praktis dan efektif.Kata kunci: Pengembangan Media Pembelajaran, Media Booklet, Hasil Belajar, Sistem ImunABSTRACT Students learning outcomes in eleventh grade of SMAN 8 Pontianak in biology subject, especially immune system was still low with the passing percentage 30,17%. Beside of that, the learning process used media only a students worksheet. It cause the learning not involving the student so situation became monotonous. Booklet as the learning media needed to overcome that  problem. This study aimed to develop booklet as a media to teach immune system. Method used in this study used four D model development. Based on the study conducted, the validations result was 89,3% categorized as very valid and the practicality was 89,3% categorized as very practical. Students responds toward the booklet in large and small scale each were 90,2% and 86,5% (positive respond). Based on the efectivity measurement on booklet, the value was 0,51 categorized as intermediate. Based on the results, can be concluded that developing booklet as media was valid, practical and effective.Keywords:Developing Learning Media, Booklet Media, Learning Outcomes, Immune System.