Claim Missing Document
Check
Articles

Found 31 Documents
Search

PENGEMBANGAN MEDIA BOOKLET TANAMAN PEWARNA KAIN SONGKET SAMBAS PADA MATERI KEANEKARAGAMAN HAYATI Karnina, Wulan; Qurbaniah, Mahwar; Sunandar, Ari
BIOEDUKASI (Jurnal Pendidikan Biologi) Vol 14, No 2 (2023): BIOEDUKASI, NOVEMBER 2023
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/bioedukasi.v14i2.7785

Abstract

One way to make learning media that can be used as a classroom resource is to use print media technology to create booklets as learning media. The study's objective was to develop a coloring book medium for the songket sambas fabric based on biodiversity. Research and Development are used in this method of research. The research and development of booklet media for songket sambas fabric dyes on biodiversity materials yielded results with 79% (valid) validity on media aspects, 74% (valid) validity on material aspects, and 79% (valid) validity on language aspects. In the small-scale trial of science 1 and 2 classes, students' and teachers' responses to the booklet media received a score of 85% and a value of 84% (very valid). The scores for the large-scale trials of the IPA 1 and IPA 2 classes were 84% (very valid) and 81% (valid). The response from the teacher received a score of 77% (valid). The study's findings lead us to the conclusion that the booklet media can be utilized.
IMPLEMENTASI KURIKULUM CAMBRIDGE PADA MATAPELAJARAN SCIENCE di SD AL-MUKHLISUN Kurniawan, Arif Didik; Muldayanti, Nuri Dewi; Qurbaniah, Mahwar
Jurnal Dikdas Bantara Vol 5 No 2 (2022)
Publisher : Universitas Veteran Bangun Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/dikdasbantara.v5i2.2490

Abstract

Tujuan penelitian ini yaitu mendeskripsikan pelaksanaan kurikulum Cambridge pada pelajaran sains. Metode penelitian ini yaitu metode deskriptif kualitatif. Alat yang digunakan untuk mengambil data yaitu dengan wawancara, observasi, dokumentasi, dan catatan lapangan. Hasil penelitian bahwa diawal pembelajaran sekolahan melakukan sosialisasi kepada guru terkait dengan penerapan kurikulum cambridge yang bertujuan supaya guru lebih siap dalam menyiapkan semua perangkat yang dibutuhkan dalam proses pembelajaran. Untuk perencanaan pembelajaran yang digunakan oleh guru science sudah baik dimana guru sudah menyiapkan frame work (silabus) dan lesson plan (RPP) serta sekolahan sudah menyiapkan sumber belajar yang diperlukan selama pembelajaran. Untuk pelaksaan pembelajaran guru menggunakan pendekatan pemecahan masalah dengan menitik beratkan pada aktivitas dan keterlibatan siswa selama proses pembelajaran. Untuk evaluasi pembelajaran yang dilakukan yaitu ulangan harian, ujian tengah semester, ujian akhir semester dan evaluasi check progression test (CPT) dan checkpoint yang diadakan untuk kelas 6 untuk mengukur dan memetakan kompetensi peserta didik khusus dari Cambridge. Hambatan yang muncul selama proses pembelajaran yaitu lemahnya kemampuan bahasa inggris siswa sehingga guru dalam mengajar harus menggunakan dua bahasa.
THE ANALISIS KESULITAN BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN IPA DI KELAS VIII SMPN 11 SINGKAWANG TIMUR: THE ANALISIS KESULITAN BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN IPA DI KELAS VIII SMPN 11 SINGKAWANG TIMUR Heny, Dwi Anggra; Kurniawan, Arif Didik; Qurbaniah, Mahwar
BIO-EDU: Jurnal Pendidikan Biologi Vol. 8 No. 2 (2023): BIO-EDU: Jurnal Pendidikan Biologi
Publisher : Jurusan Pendidikan Biologi, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Timor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32938/jbe.v8i2.3297

Abstract

Based on the results of interviews with science teachers at SMPN 11 Singkawang Timur, that in class VIII students experience learning difficulties indicated by the existence of certain obstacles to achieving learning outcomes. The purpose of the study was to find out how the students' learning difficulties in science subjects in class VIII SMPN 11 Singkawang Timur. The method used in this research is a descriptive qualitative approach. Primary data sources were obtained from students in grades VIII A, VIII B, and VIII C of SMPN 11 Singkawang Timur. Meanwhile, secondary data sources were obtained from science teachers in class VIII and students in grades VIII A, VIII B, and VIII C of SMPN 11 Singkawang Timur. Data collection techniques using indirect communication, interviews and documentation. Data collection tools using a questionnaire sheet, interview guidelines. Data analysis techniques perform data collection, data reduction, data presentation, drawing conclusions. The results showed that students' learning difficulties in science subjects in class VIII of SMPN 11 Singkawang Timur were classically stated as moderate according to the results of the questionnaire scores obtained were interpreted as moderate with a percentage of 60.13%. The conclusion in this study is that when carrying out science learning students have learning difficulties with different percentages of each class, in class VIII A the questionnaire score of 61.23% is interpreted as high which states that learning difficulties in science are low, class VIII B the percentage is 59.13% moderately interpreted and grade VIII C with a percentage of 59.23% interpreted as being in accordance with the scores obtained by class VIII B and VIII C stating that students' learning difficulties in science subjects were moderate.
Variation of Musa spp. in West Kalimantan, Indonesia, Based on rbcL Chloroplast DNA Sunandar, Ari; Fajri, Hayatul; Qurbaniah, Mahwar
HAYATI Journal of Biosciences Vol. 31 No. 5 (2024): September 2024
Publisher : Bogor Agricultural University, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.4308/hjb.31.5.942-950

Abstract

West Kalimantan is home to Musa spp. conservation and genetic assessment of wild banana relatives are important for future breeding purposes. The present study aims to evaluate the genetic relationship of Musa spp. in West Kalimantan by analyzing the rbcL chloroplast DNA using phylogenetic analysis. The methods in this study were sampling, DNA extraction, PCR of rbcL fragment, and data analysis. The specific primer was used to amplify the rbcL chloroplast DNA of ten accessions of Musa spp. in West Kalimantan. The results showed that the area of the rbcL region of Musa spp. in this study was estimated at 587-591 bp. It showed high variability with a conservation level A+T content of 56.95%. The rbcL sequences of Musa spp. have polymorphic sites on 13 numbers of nucleotides. The phylogenetic analysis with an ML algorithm of 35 Musa spp. from West Kalimantan and GenBank data was successfully divided into 4 main clades, and the bootstrap value was 80-81%. This study is expected beneficial for taxonomic, conservation, and banana breeding efforts.
PENAMBAHAN DAUN CENGKODOK (Melastoma malabathricum L) SEBAGAI ANTI JAMUR PADA PEMBUATAN SABUN DARI MINYAK JELANTAH Qurbaniah, Mahwar; Awaliyah, Nurdianti
Eksakta : Jurnal Penelitian dan Pembelajaran MIPA Vol 6, No 2 (2021): Eksakta : Jurnal Penelitian dan Pembelajaran MIPA
Publisher : Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan, UM-Tapsel

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/eksakta.v6i2.162-170

Abstract

Minyak jelantah yang tidak terpakai dapat dimanfaatkan sebagai sabun. Namun karena sifat minyak jelantah yang telah rusak, maka sabun dari minyak jelantah juga mudah dihinggapi jamur. Penambahan ekstrak daun Cengkodok (Melastoma Malabathricum L) sebagai anti jamur diharapkan dapat mengatasi permasalahan ini. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah penambahan ekstrak penambahan daun Cengkodok (Melastoma Malabathricum L) dapat menghilangkan jamur pada sabun dari minyak jelantah  dan berapakah jumlah ekstrak daun Cengkodok (Melastoma Malabathricum L) yang dibutuhkan agar sabun dari minyak jelantah terbebas dari jamur. Metode pada penelitian pengaruh penambahan ektraks daun Cengkodok (Melastoma Malabathricum L) ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan pendekatan eksperimen. Tahapan yang dilakukan adalah persiapan alat dan bahan, penjernihan minyak jelantah, pembuatan ekstrak daun Cengkodok, pembuatan sabun dari minyak jelantah, uji organoleptik sabun dari minyak jelantah serta pengamatan variasi lama penyimpanan sabun dari minyak jelantah untuk mengetahui pengaruh ekstrak daun Cengkodok. Pada penelitian ini juga membuat sabun dari minyak goreng sebagai pembanding. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Terpadu Universitas Muhammadiyah Pontianak. Berdasarkan hasil penelitian, ekstrak daun cengkodok berpengaruh terhadap pencegahan jamur pada sabun minyak jelantah.
Analisis Potensi Tumbuhan di Taman Akacaya dan Taman Alun-alun Kapuas Kota Pontianak sebagai Sumber Belajar Biologi Syahpiyan, Said Muhamad Ivan; Qurbaniah, Mahwar; Setiadi, Anandita Eka
Bioed : Jurnal Pendidikan Biologi Vol 13, No 1 (2025): Bioed : Jurnal Pendidikan Biologi
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/jpb.v13i1.16663

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui 1. Jenis tumbuhan apa saja yang terdapat di Taman Akcaya dan Taman Alun-Alun Kapuas kota Pontianak, 2. Bagaimana potensi jenis tumbuhan di Taman Akcaya dan Taman Alun-Alun Kapuas sebagai sumber belajar biologi. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dan metode eksplorasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan data kualitatif. Penelitian ini menghasilkan data deskriptif berupa tulisan naratif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Analisis Potensi Tumbuhan di Taman Akcaya dan Taman Alun-Alun Kapuas kota Pontianak Sebagai Sumber Belajar Biologi yaitu sebagai potensi tumbuhan di Taman Akcaya dan Taman Alun-Alun Kapuas sesuai dengan materi pokok Biologi kelas X yaitu materi Keanekaragaman Hayati (keanekaragaman hayati tingkat gen dan jenis) Plantae (Spermatophyta). Sehingga potensi tumbuhan di Taman Akcaya dan Taman Alun-Alun Kapuas berpotensi sebagai sumber belajar Biologi SMA.
Kelayakan Media Pembelajaran Flipbook Digital Nepenthes spp. Kalimantan Barat Untuk Pembelajaran Materi Keanekaragaman Hayati Kelas X: (Feasibility of Digital Flipbook Learning Media Nepenthes spp. West Kalimantan for Learning Biodiversity Materials for Class X) Nurhayati , Nurhayati; Rahayu, Hanum Mukti; Qurbaniah, Mahwar
BIODIK Vol. 11 No. 1 (2025): March 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi FKIP Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/biodik.v11i1.40266

Abstract

Digital flipbook learning media can be used on material examples of biodiversity because it can display descriptions and images needed in the exploration of Indonesia's biodiversity, and in this study, researchers provided information on the diversity of Nepenthes spp. in the forests of West Kalimantan, the purpose of the study was to determine the feasibility of digital flipbook media Nepenthes spp. The form of research used in this study is research and development or research and development (R&D). This research and development adopts the development model developed by Alessi and Trollip, which refers to the production of a multimedia product for learning. In this study, three aspects are assessed by experts, namely media aspects, material aspects, and language aspects; the percentage of validator assessments in the media aspect is 91% with very valid criteria, in the material aspect is 90% with very valid criteria, and in the language aspect is 83% with very valid criteria, and based on the research that has been done, it can be concluded that the digital flipbook learning media on biodiversity material has very valid criteria and is suitable for use as a learning medium. Abstrak. Media pembelajaran flipbook digital dapat digunakan pada materi contoh keanekaragaman hayati karena dapat menampilkan deskripsi dan gambar yang diperlukan dalam eksplorasi keanekaragaman hayati Indonesia, dan dalam penelitian ini peneliti memberikan informasi keanekaragaman Nepenthesspp. yang ada di hutan Kalimantan Barat, tujuan penelitian untuk mengetahui kelayakan media flipbook digital Nepenthes spp. kalimantan barat sebagai media pembelajaran pada materi Keanekaragaman Hayati  di kelas X SMA, Bentuk penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah adalah penelitian dan pengembangan atau Research and Development (R&D), Penelitian dan pengembangan ini mengadopsi model pengembangan yang dikembangkan oleh Alessi dan Trollip, dimana model pengembangan ini merujuk pada menghasilkan suatu produk multimedia untuk pembelajaran. Pada penelitian ini terdapat tiga aspek yang jadi penilaian para ahli yaitu aspek media, aspek materi dan aspek bahasa, persentase penilaian validator pada aspek media yaitu 91% dengan kriteria Sangat Valid, pada aspek materi yaitu 90% dengan kriteria Sangat Valid, dan pada aspek bahasa yaitu 83% dengan kriteria Sangat Valid, dan Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa media pebelajaranFlipbook digital materi keaneragaman hayati memiliki kriteria sangat validdan layak untuk digunakan sebagai media pembelajaran.
PENGEMBANGAN BUKU SAKU ETNOBOTANI JAMU PASCA MELAHIRKAN PADA MASYARAKAT MELAYU KETAPANG SEBAGAI SUMBER BELAJAR BIOLOGI Pranata, Arya; Rahayu, Hanum Mukti; Qurbaniah, Mahwar
Didaktika Biologi: Jurnal Penelitian Pendidikan Biologi Vol. 9 No. 1 (2025): DIDAKTIKA BIOLOGI
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/didaktikabiologi.v9i1.451

Abstract

Selama bertahun-tahun, masyarakat Melayu Ketapang telah memanfaatkan jamu yang terbuat dari berbagai jenis tumbuhan untuk mempercepat pemulihan setelah melahirkan. Sebagai upaya untuk mengenalkan dan memperkenalkan tradisi tersebut, proses edukasi dilakukan melalui media buku saku. Penelitian ini bertujuan untuk menguji kevalidan dan menilai respons siswa terhadap media buku saku yang dikembangkan. Analisis (analysis), desain (design), pengembangan (development), implementasi (implementation), dan evaluasi (evaluation) merupakan lima langkah yang membentuk model ADDIE yang digunakan dalam Research and Development (R&D). Subjek penelitian ini adalah siswa kelas X SMAN 5 Simpang Hilir. Dengan menggunakan skala Likert dengan rentang 1-5, analisis deskriptif digunakan untuk memeriksa hasil penelitian dengan melihat skor lembar validasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kevalidan materi mencapai 91,95% dengan kategori sangat layak, kevalidan bahasa 92,22% juga termasuk dalam kategori sangat layak, dan kevalidan media 97,33% dinilai sangat layak. Uji coba skala kecil menunjukkan respons sebesar 84,25%, sementara uji coba skala besar mencatatkan angka 87,75%. Berdasarkan temuan yang sangat positif ini, dapat disimpulkan bahwa media pembelajaran tersebut layak digunakan oleh pendidik dan peserta didik dalam kegiatan pembelajaran.
PENGEMBANGAN-GAME EDUKASI-BERBASIS WEBTOOL BAAMBOOZLE PADA MATERI-SISTEM PEREDARAN DARAH-MANUSIA Hilmizein, Roif; Setiadi, Anandita Eka; Qurbaniah, Mahwar
BIOEDUKASI (Jurnal Pendidikan Biologi) Vol 16, No 1 (2025): BIOEDUKASI, MEI 2025
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/bioedukasi.v16i1.10641

Abstract

Teacher interviews revealed a lack of student enthusiasm during lessons, particularly on the topic of the human circulatory system. The media commonly used—student worksheets (LKPD) and textbooks—were considered somewhat helpful but insufficiently engaging due to their monotonous nature. Teachers also expressed the need for electronic learning media to diversify instructional methods. In response, this study developed an educational game using the Baamboozle webtool, selected for its ease of use and interactivity. The objectives of this study were to evaluate the validity of the educational game and assess student responses to its use. A Research and Development (R&D) approach was employed, following the Research-Development-Research (R-D-R) model. Data were collected through expert validation and student response questionnaires. Validation results showed high levels of validity across media design (98.18%), content (93.33%), and language (88%), all categorized as “very valid.” Student responses were also highly positive, with an average score of 92.47%. These findings indicate that the Baamboozle webtool-based educational game on the human circulatory system is highly valid and well-received by students, suggesting its effectiveness as a digital learning medium.
Analisis Kesesuaian Konsep Biologi Dalam Kartun Animasi Magic School Bus Sebagai Sumber Belajar IPA: (Analysis of the Suitability of Biological Concepts in the Magic School Bus Animated Cartoon as a Science Learning Resource) Fakihuddin , Muhammad; Qurbaniah, Mahwar; Sunandar , Ari
BIODIK Vol. 11 No. 02 (2025): June 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi FKIP Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/biodik.v11i02.40033

Abstract

Magic School Bus is one of the animation products that can be used to improve students' skills in understanding science subject matter. The purpose of this researcher is to find out the concept of biology, the suitability of the concept with scientific literature, and biology learning materials related to the concept of biology in the animated cartoon Magic School Bus. This research is a Library Research or library research. The instruments used in this study were observation sheets, concept data cards, expert verification sheets, and research instrument validation sheets. Data analysis was carried out by looking for the biology concepts contained in the minutes of each episode along with scientific literature, as well as biology learning materials related to the concept of biology in the animated cartoon. Then the biology concepts obtained were verified by material experts first to determine whether or not the concept was appropriate. So that 83 biology concepts were found in animated cartoons and also scientific literature concepts, 2 of which were not in accordance with scientific literature. The results obtained were that the percentage of the suitability of the concept of biology in this animated cartoon with the concept of scientific literature was 97.60% with the category Very Appropriate. Biology learning materials related to the concept of biology in the animated cartoon "Magic School Bus" season 1, are seen based on the independent curriculum syllabus or better known as the Learning Flow and Objectives (ATP). So it is known that there are 9 biology materials contained in this animated cartoon, namely the Human Digestive System, Human Immune System, Human Respiratory System, Viruses and Bacteria, Ecosystem, Water Cycle, Adaptation of Living Things, Reproductive System, and Human Circulatory System. Abstrak. Magic School Bus merupakan salah satu produk dari animasi yang dapat digunakan untuk meningkatkan keterampilan siswa dalam memahami materi pelajaran IPA. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui konsep biologi, kesesuaian konsep dengan  literatur ilmiah, serta materi pembelajaran biologi yang berkaitan dengan konsep biologi pada kartun animasi Magic School Bus. Metode penelitian yang digunakan adalah Library Research atau penelitian kepustakaan dan Studi Dokumentasi. Kajian kepustakaan adalah mencari beragam informasi yang berasal dari pustaka. Berupa artikel jurnal, buku, literatur, maupun publikasi ilmiah lainnya. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah lembar observasi, kartu data konsep, lembar verifikasi ahli, dan lembar validasi instrumen penelitian. Analisis data dilakukan dengan cara mencari konsep biologi yang terkandung di menit-menit setiap episodenya beserta literatur ilmiah, juga materi pembelajaran biologi yang berkaitan dengan konsep biologi pada kartun animasi tersebut.  Kemudian konsep-konsep biologi yang di dapat, di verifikasi oleh 3 orang ahli materi biologi terlebih dahulu untuk mengetahui sesuai atau tidak sesuainya konsep biologi yang terdapat dalam kartun animasi tersebut dengan konsep biologi yang diutarakan para ahli bedasarkan jurnal atau artikel ilmiah. Sehingga ditemukan 83 konsep biologi pada kartun animasi dan juga konsep literatur ilmiahnya, 2 konsep biologi diantaranya tidak sesuai dengan literatur ilmiah. Hasil yang didapat yaitu diketahui persentase tingkat kesesuaian konsep biologi kartun animasi ini dengan konsep literatur ilmiah yaitu sebanyak 97,60 % dengan kategori Sangat Sesuai. Materi pembelajaran biologi yang berkaitan dengan konsep biologi pada kartun animasi “Magic School Bus” season 1, dilihat berdasarkan silabus kurikulum merdeka atau lebih dikenal dengan Alur dan Tujuan Pembelajaran (ATP). Sehingga diketahui terdapat 9 materi biologi yang terdapat dalam kartun animasi ini yaitu Sistem Pencernaan Manusia, Sistem Kekebalan Tubuh Manusia, Sistem Pernafasan Manusia, Virus dan Bakteri, Ekosistem,Siklus Air, Adaptasi Makhluk Hidup, Sistem Reproduksi, dan Sistem Peredaran Darah Manusia.