Claim Missing Document
Check
Articles

Found 40 Documents
Search

Pengaruh Pengeluaran Pemerintah, IPM, Pertumbuhan Ekonomi, dan Investasi terhadap Tingkat Pengangguran di Sulawesi Selatan Tahun 2017-2019 Mirna Kuswiyati; Yuni Prihadi Utomo
Ekonomis: Journal of Economics and Business Vol 6, No 2 (2022): September
Publisher : Universitas Batanghari Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33087/ekonomis.v6i2.615

Abstract

Unemployment is a case that is often lived by all countries, both in developing countries as well as developed countries. High and low levels of unemployment in a country will describe the good or bad economy of a country/region. In this study, it has the aim of observing various factors that have an impact on the unemployment rate in South Sulawesi in 2014-2019. The method used is the data panel data analysis, which includes data cross section 24 regencies/cities in South Sulawesi & Data Time Series 2017-1019. The final results of the study showed that the random effect model (brake) was chosen as the best estimated model. This estimated model exists, with the coefficient of determination (R2) of 0.8753. The level of unemployment in the Regency or City of South Sulawesi Province in 2017-2019 was apparently influenced positively by the variable economic growth & negatively by the investment variable, while the variable government expenditure and the human development index had no influence. The regression coefficient of economic growth which is far greater than the Investment Regression Coefficient, shows that in the Regency or City of South Sulawesi Province during 2017-2019, the pattern of economic development tends to be capital intensive, thus triggering unemployment. The Gowa, Palopo Jeneponto, Takalar and Bantaeng regions are 5 regions with the highest unemployment problem.
Analisis Kausalitas Pertumbuhan Ekonomi dan Pendapatan Asli Daerah Provinsi Bali Tahun 2000-2019 Muhammad Ma'ruf; Yuni Prihadi Utomo
Ekonomis: Journal of Economics and Business Vol 6, No 2 (2022): September
Publisher : Universitas Batanghari Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33087/ekonomis.v6i2.651

Abstract

Regional Original Income (PAD) and economic growth are important economic variables in a region. Economic growth in the long term can be defined as the process of increasing output per capita. This understanding contains three aspects, namely dynamic aspects, aspects of total output growth and population growth, and aspects of independence. The independence of a region is seen from the regional original income every year. This study aims to observe the causality pattern between economic growth and local revenue in Bali Province during the period 2000-2019 by using the Error Correction Model (ECM) causality test. The results of this study show that in Bali Province there is a two-way causal relationship between economic growth and local revenue. If economic growth increases it will have an impact on increasing regional original income, on the contrary if regional original income increases it will have an impact on increasing economic growth in the province of Bali.
Analisis Pengaruh Tingkat Suku Bunga, Pengeluaran Pemerintah, Konsumsi Masyarakat, Jumlah Uang Beredar, serta Nilai Tukar Terhadap Inflasi di Indonesia Tahun 1997-2020 Mahar Fatwa Nugroho; Yuni Prihadi Utomo
Ekonomis: Journal of Economics and Business Vol 6, No 2 (2022): September
Publisher : Universitas Batanghari Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33087/ekonomis.v6i2.610

Abstract

Inflation is a decline in the purchasing power of money and is reflected in the general rise prices of goods and services in an economy. Inflation decrease real income and has a negative impact on macroeconomy. The purpose of the study is to determine the impact of interest rates, government spending, public consumption, money supply, and exchange rates on Indonesia inflation during the periode 1997-2020, using Ordinary Least Square reservation analysis. The outcomes display authorities spending and the exchange rate had a positive effect on inflation, and the money supply had a negative impact on inflation. On the order hand, between 1997 until 2020, interest rates and public consumption did not affect Indonesia’s inflation.
Analisis Kausalitas Pertumbuhan Ekonomi terhadap Penyerapan Tenaga Kerja Provinsi Sumatera Barat Tahun 2001-2020 Nia Larasati; Yuni Prihadi Utomo
Ekonomis: Journal of Economics and Business Vol 7, No 1 (2023): Maret
Publisher : Universitas Batanghari Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33087/ekonomis.v7i1.643

Abstract

Economic growth is defined as an effort to increase production with the aim of increasing output, which is usually measured by Gross Domestic Product (GDP) or using Gross Regional Domestic Product (GRDP). Absorption of labor is the number of jobs seen from the number of people working. This study aims to examine the causal relationship between economic growth and employment in West Sumatra Province in 2001-2020. The analytical tool used is the Granger causality test. The results of the Granger causality test for the variable Economic growth have a one-way causality relationship with employment. Whereas in West Sumatra Province, economic growth affects employment, but labor does not affect economic growth.
Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Tingkat Pengangguran Di Kabupaten/Kota Jawa Tengah 2017-2021 Damas Bagas Mahendra; Yuni Prihadi Utomo
Jurnal Mirai Management Vol 8, No 2 (2023)
Publisher : STIE AMKOP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37531/mirai.v8i2.5129

Abstract

Pengangguran adalah masalah yang sangat kompleks karena mempengaruhi sekaligus dipengaruhi oleh banyak fakor yang saling berinteraksi mengikuti pola yang tidak selalu mudah untuk dipahami. Penelitian ini bertujuan untuk meneliti faktor-faktor yang mempengaruhi pengangguran di Kabupaten/Kota Provinsi Jawa Tengah periode 2017-2021. Penelitian dilakukan pada 35 Kabupaten/Kota di Provinsi Jawa Tengah, selama periode tahun 2017-2021. Penelitian ini menggunakan regresi data panel sebagai alat analisis. Hasil penelitian menemukan bahwa model terestimasi Fixed Effect Model (FEM) terpilih sebagai hasil estimasi terbaik. Secara parsial Upah Minimum Kabupaten dan Pengeluaran Pemerintah memiliki pengaruh terhadap Pengangguran. Sementara, Angkatan Kerja, Indeks Pembangunan Manusia, Pertumbuhan Ekonomi dan PDRB sektor pertanian tidak memiliki pengaruh terhadap Pengangguran di Kabupaten/Kota Provinsi Jawa Tengah selama periode 2017-2021. Upah Minimum Kabupaten (UMK) dan Pertumbuhan Ekonomi yang berpengaruh positif harus diwaspadai oleh pemerintah, karena naiknya Upah Minimum Kabupaten dan pertumbuhan ekonomi ternyata memicu naiknya pengangguran dan pertanda dari bergesernya kegiatan produksi menjadi lebih padat modal. Pengeluaran Pemerintah yang memiliki pengaruh negatif, menunjukkan bahwa alokasi pengeluaran pemerintah telah dapat menciptakan lapangan kerja yang memadai, sehingga signifikan menurunkan pengangguran, karena harus terus dievaluasi dan dipertajam. Kata Kunci: Pengangguran; Angkatan Kerja; Indeks Pembangunan Manusia; Upah Minimum Kabupaten; Pengeluaran Pemerintah; Pertumbuhan Ekonomi; PDRB Pertanian.
PROFIL INDUSTRI RUMAH TANGGA PRODUKSI TEMPE DI DUKUH MANGGARAN DESA PONDOK KECAMATAN GROGOL KABUPATEN SUKOHARJO PROVINSI JAWA TENGAH Wardana, Angelicha Putri Kusuma; Utomo, Yuni Prihadi
Inovasi Pembangunan : Jurnal Kelitbangan Vol 7 No 3 (2019): December 2019
Publisher : Balitbangda Provinsi Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35450/jip.v12i02.480

Abstract

Bee & Christian (dalam Diansari & Rahmantio, 2020) menyatakan bahwa pembangunanan perekonomian di Indonesia umumnya bertumpu pada ekonomi kerakyatan, hal ini dapat dilihat pada sektor Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) yang merupakan salah satu bentuk usaha yang diminati oleh pengusaha di Indonesia. Sektor tersebut mempunyai peranan yang cukup besar dalam perekonomian nasional dan daerah, hal ini dikarenakan pengelolaan yang begitu mudah dan tidak membutuhkan sumber biaya yang besar. UMKM telah dirasa cukup mampu berperan dalam menyumbang pendapatan nasional dan penyerapan tenaga kerja, dengan begitu UMKM dinilai sangat penting dalam menurunkan angka pengangguran dan memberikan kreativitas yang baru kepada generasi muda untuk menunjukkan potensi ketrampilan kerja mereka. Upaya tersebut menjadikan UMKM tidak hanya berdampak pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga berdampak pada aspek pembinaan pemuda dan potensi yang dimiliki negara.
STUDI KETIMPANGAN PENDAPATAN DI PROVINSI SUMATRA, JAWA DAN BALI SELAMA PERIODE 2018-2022 Supriyanto, Agung; Utomo, Yuni Prihadi
Jurnal Menara Ekonomi : Penelitian dan Kajian Ilmiah Bidang Ekonomi Vol 10, No 1 (2024): VOLUME X NO. 1 OKTOBER 2024
Publisher : Jurnal Menara Ekonomi : Pelatihan dan Kajian Ilmiah Bidang Ekonomi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/me.v10i1.5718

Abstract

Ketimpangan pendapatan adalah masalah umum di negara berkembang dan perlu diukur untuk memahami kesejahteraan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk meneliti ketimpangan pendapatan menggunakan koefisien Gini untuk mengevaluasi distribusi pendapatan dalam masyarakat dan menentukan faktor-faktor yang mempengaruhinya. Alat analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah regresi data panel, yaitu kombinasi data time series dari tahun 2018-2022 dan data cross section yang diperoleh dari Bank Indonesia, Kementerian Keuangan, dan Badan Pusat Statistik. Hasil penelitian menunjukan model yang terestimasi terpilih Fixed Effect Model (FEM), dengan R2 sebesar 0,976718.  Dana Alokasi Umum (DAU), Dana Alokasi Khusus (DAK), Dana Bagi Hasil (DBH), Tingkat Ketenagakerjaan, dan Indeks Inklusi Keuangan tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap ketimpangan pendapatan, hasil menunjukkan bahwa Foreign Direct Investment (FDI) dan Upah Minimum Provinsi (UMP) memiliki pengaruh yang signifikan. Provinsi DI Yogyakarta memiliki ketimpangan terbesar, sedangkan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung memiliki ketimpangan terendah.
ANALISIS DETERMINAN KEMISKINAN DI WILAYAH PROVINSI JAWA TIMUR TAHUN 2018-2022 Malik, Miftah Hamdan; Utomo, Yuni Prihadi
Jurnal Menara Ekonomi : Penelitian dan Kajian Ilmiah Bidang Ekonomi Vol 10, No 1 (2024): VOLUME X NO. 1 OKTOBER 2024
Publisher : Jurnal Menara Ekonomi : Pelatihan dan Kajian Ilmiah Bidang Ekonomi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/me.v10i1.5720

Abstract

Kemiskinan adalah masalah umum yang terdapat pada suatu wilayah yang perlu di tangani secara serius bagi pemerintah. Penelitian ini bertujuan untuk Tujuan untuk memahami penyebab dan mengukur tingkat kemiskinan, menilai dampak kebijakan yang ada, dan mengembangkan solusi efektif untuk menguranginya. Alat analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah regresi data panel, yaitu kombinasi data time series dari tahun 2018-2022 data data cross section yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik. Hasil penelitian menunjukan model yang terestimasi terpilih Fixed Effect Model (FEM), dengan R2 sebesar 0,990891. Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK), Pendapatan Asli Daerah (PAD), Produk Domestik Regional Bruto (PDRB), Indeks Pembangunan Manusia (IPM), dan Rata-rata Lama Sekolah (RLS) tidak memiliki pengaruh pengaruh yang signifikan terhadap Tingkat Kemiskinan, hasil menunjukkan bahwa Jumlah Rumah sakit (INFKES), dan Jumlah Orang Yang Bekerja (EMP) memiliki pengaruh yang signifikan. Kota Surabaya memiliki tingkat kemiskinan tertinggi, sedangkan Mojokerto memiliki tingkat kemiskinan terendah.
ANALISIS FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PRODUK DOMESTIK BRUTO DI-8 NEGARA ASEAN PADA TAHUN 2018-2022 Prasetyo, Roni Dwi; Utomo, Yuni Prihadi
Jurnal Menara Ekonomi : Penelitian dan Kajian Ilmiah Bidang Ekonomi Vol 10, No 1 (2024): VOLUME X NO. 1 OKTOBER 2024
Publisher : Jurnal Menara Ekonomi : Pelatihan dan Kajian Ilmiah Bidang Ekonomi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/me.v10i1.5717

Abstract

Pertumbuhan ekonomi di suatu negara disebut sebagai tingkat ukur keberhasilan kinerja pemerintah, lembaga, dan instansi terkait. Produk Domestik Bruto merupakan indikator kompresif yang dapat mengukur konsumsi dan pendapatan nasional seluruh unit ekonomi dan rumah tangga di suatu negara. Penelitian ini bertujuan untuk meneliti Produk Domestik Bruto (PDB) untuk mengevaluasi naik turunya tingkat Produk Domestik Bruto dan menentukan faktor-faktor yang mempengaruhinya. Alat analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah regresi data panel, yaitu kombinasi data time series dari tahun 2018-2022 dan data corss section yang di peroleh dari World Bank, Badan Pusat Statistik, Statista, Statistics Singapore. Hasil penelitian menunjukan model yang terestimasi terpilih Fixed Effect Model (FEM), dengan R2 sebesar 0.9895, Penanaman Modal Asing (PMA), Jumlah Uang Beredar (JUB), Tingkat Employment (EMP), Jumlah Penguna Internet (JPI), dan Nilai Transaksi e-commerce (NTEC) tidak memiliki pengaruh yang signifikan terdahap Produk Domestik Bruto, hasil menunjukan bahwa Ekspor (EKS) dan Utang Luar Negri (ULN) memiliki pengaruh yang signifika, Negara Myanmar memiliki nilai Produk Domestik Bruto terbesar, sedangkan Negara Malaysia memiliki nilai Produk Domestik Bruto terendah.
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI FOREIGN DIRECT INVESTMENT DI NEGARA ASEAN PERIODE TAHUN 2018-2022 Handoko, Bima Yoga; Utomo, Yuni Prihadi
Jurnal Menara Ekonomi : Penelitian dan Kajian Ilmiah Bidang Ekonomi Vol 10, No 1 (2024): VOLUME X NO. 1 OKTOBER 2024
Publisher : Jurnal Menara Ekonomi : Pelatihan dan Kajian Ilmiah Bidang Ekonomi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/me.v10i1.5719

Abstract

Pembentukan modal sangat diperlukan dalam pembangunan suatu negara. Foreign Direct Investment menjadi salah satu solusi pembentukan modal bagi suatu negara. Foreign Direct Investment adalah investasi yang dilakukan secara langsung dimana pemilik dan pelaksana modalnya merupakan pihak asing. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktot-faktor yang mempengaruhi masuknya Foreign Direct Investment di nagara ASEAN periode 2018-2022. Alat analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah regresi data panel, yakni kombinasi data time series dari tahun 2018-2022 dan data cross section yang diperoleh dari World Bank, International Coruption Watch, dan United Nations Development Programme. Hasil penelitian menunjukkan model yang terestimasi terpilih Random Effect Model (REM), dengan R2 sebesar 0,652431. Hasil penelitian menunjukkan Indeks Persepsi Korupsi (IPK) dan Jumlah Tenaga Kerja (TK) memiliki pengaruh positif. Performa Infrastruktur (INFS), Indeks Pembangunan Manusia (IPM), Indeks Demokrasi (ID), Nilai Tukar (KURS), dan Inflasi (INF) tidak memiliki pengaruh terhadap Foreign Direct Investment. Negara dengan Foreign Direct Investment tertinggi adalah Kambodja, dan yang terendah adalah Myanmar.