Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Motivasi, Konten, dan Metode Pembayaran dalam Pola Belanja Mahasiswa antropologi universitas negeri medan di TikTok Dian Pertiwi; Supsiloani Supsiloani
Jurnal Antropologi Sumatera Vol. 23 No. 1 (2025): Vol 23, No 1 (2025): Jurnal Antropologi Sumatera, Desember 2025
Publisher : Program Studi Antropologi Sosial Pascasarjana Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/f5387d96

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis motivasi dan keputusan mahasiswa berbelanja atau membeli barang melalui media sosial tiktok serta mengetahui metode pembayaran apasaja yang sering digunakan mahasiswa Program Studi Pendidikan Antropologi Universitas Negeri Medan melalui platform media sosial TikTok dalam melakukan pembayaran. TikTok telah berkembang dari sekadar media hiburan menjadi sarana promosi dan transaksi jual beli yang memengaruhi perilaku konsumsi generasi muda.Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara, observasi, dan dokumentasi terhadap mahasiswa yang aktif berbelanja melalui TikTok. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi mahasiswa dalam berbelanja dipengaruhi oleh promosi, diskon, kemudahan akses, serta rekomendasi teman dan influencer. TikTok melalui konten kreatif dan fitur live shopping, telah menciptakan pengalaman belanja yang instan dan menarik, namun juga menimbulkan risiko pembelian impulsif dan gaya hidup konsumtif. Penelitian ini menyimpulkan bahwa media sosial, khususnya TikTok memiliki peran signifikan dalam membentuk pola konsumsi mahasiswa dan menegaskan pentingnya kesadaran kritis dalam menghadapi pengaruh budaya digital terhadap gaya hidup.
Measuring success: The impact of social engineering adaptation on Indonesia’s village development index (IPD) in tourism contexts Daniel Harapan Parlindungan Simanjuntak; Supsiloani Supsiloani; Muhammad Iqbal; Zanrison Naibaho; Dwiki Li; Cristho David Mangasi Siregar; Manuel Paian Desmon Siallagan
SOSIOHUMANIORA: Jurnal Ilmiah Ilmu Sosial dan Humaniora Vol 12 No 1 (2026): February 2026
Publisher : LP2M Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30738/sosio.v12i1.21684

Abstract

This study addresses the deficit in social capital and community participation as primary challenges to sustainable rural tourism. By challenging the dichotomy between 'given' and 'chosen' social capital, this research positions social engineering as a measurable, exogenous variable for optimizing community assets. Using a mixed-methods approach in the Bukit Lawang case study, the research combines thematic analysis of interviews and Focus Group Discussions (FGDs) with quantitative verification through the Village Development Index (VDI). Findings confirm that social engineering, specifically the formation of Pokdarwis successfully transformed traditional gotong royong into productive collaboration and strengthened communal trust. This qualitative shift is validated by significant VDI increases in the Economic (+24), Environmental (+25), and Political (+23) sectors. The study concludes that social capital is a necessary ontological precursor to effective physical investment. The resulting Replicable Model recommends mandating social engineering as a front-loaded strategy to ensure resilient, equitable, and sustainable performance, asserting that engineered social capital is a prerequisite for village-level democratization and policy legitimacy.
Makna Tradisi Masihol Tu Tulangna Pada Etnis Batak Toba di Desa Mela I Kecamatan Tapian Nauli Kabupaten Tapanuli Tengah Yosie Magdalena Sihombing; Supsiloani Supsiloani
Journal of Management Education Social Sciences Information and Religion Vol. 3 No. 1 (2026): Maret 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/mesir.v3i1.7420

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memahami proses serta makna yang terkandung dalam pelaksanaan tradisi Masihol tu Tulangna pada etnis Batak Toba di Kabupaten Tapanuli Tengah. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif dimana semua data yang diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Selanjutnya, data-data disusun dengan reduksi, kemudian merumuskan kesimpulan setelah dianalisis dengan cara kualitatif. Adapun makna dari pelaksanaan tradisi Masihol tu Tulangna yaitu untuk menghormati tulang selaku pihak yang memiliki peran penting di dalam kehidupan masyarakat etnis Batak Toba. Tradisi Masihol tu Tulangna tidak hanya ritual adat semata, tetapi menjadi ajang dalam mempererat ikatan sosial, kekeluargaan, dan gotong royong yang merupakan ciri khas masyarakat Batak Toba.
FAKTOR PENDORONG PEREMPUAN MENJADI PENJUAL JAMU KELILING DI JALAN GAPERTA KECAMATAN MEDAN HELVETIA Nadya Utami; Supsiloani Supsiloani
Jurnal Antropologi Sumatera Vol. 22 No. 2 (2025): Vol 22, No 2 (2025): Jurnal Antropologi Sumatera, Juni 2025
Publisher : Program Studi Antropologi Sosial Pascasarjana Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jas.v22i2.66928

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor pendorong perempuan bekerja sebagai penjual jamu keliling dan strategi yang digunakan dalam mempertahankan keberlangsungan hidup ditengah tantangan ekonomi dan persaingan usaha di Jalan Gaperta Kecamatan Medan Helvetia. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap 10 penjual jamu keliling yang masih aktif berdagang di Jalan Gaperta, Kecamatan Medan Helvetia. Teknik pemilihan informan yang digunakan adalah purposive sampling yaitu menentukan informan berdasarkan karakteristik yang dianggap relevan dengan tujuan penelitian. Teknik analisis data yang digunakan meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Penelitian ini menggunakan Teori Tindakan Sosial Max Weber yang memandang tindakan manusia sebagai perilaku yang memiliki makna subjektif dan diarahkan kepada orang lain dalam konteks sosial. Hasil penelitian menunjukan bahwa faktor pendorong alasan mereka menjadi penjual jamu keliling yaitu karena faktor ekonomi, warisan keluarga meracik jamu secara turun-menurun dan fleksibel waktu. Para penjual jamu keliling juga menerapkan berbagai strategi bertahan hidup seperti menjaga kualitas jamu, membangun hubungan baik dengan pelanggan, melakukan penyesuain harga,dan memilih waktu serta lokasi penjualan yang tepat dan menyesuaikan. Kata Kunci: Strategi Bertahan Hidup, Penjual Jamu Keliling, Ekonomi