Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Community Empowerment in Building Social Networks through the Herbal Planting Program in the Sijambur Village Community, Ronggurnihuta District, Samosir Regency Puspitawati; Murni Eva Marlina; Rosramadhana; Zanrison Naibaho; Febrini Estomihi Lumban Raja; Reza Selvina Putri Siregar
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bestari Vol. 1 No. 8 (2022): November 2022
Publisher : PT FORMOSA CENDEKIA GLOBAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55927/jpmb.v1i8.2035

Abstract

The implementation of this service was carried out in Sijambur Village, Ronggurnihuta District, Samosir Regency. If seen based on the geographical location of Sijambur Village, it is a village located in a mountainous area so that the majority of the people are farmers. In this regard, the activities of the community empowerment community partnership program in building social networks through the herbal planting program offer several alternative solutions, including: providing socialization of community empowerment in building social networks by planting herbal plants, providing assistance to the community and participating in planting plants. herbs to preserve the beauty of the natural environment around community settlements and increase the utilization of the potential of the surrounding environment. The result is the implementation of community empowerment through socialization by building a social network for the community and planting herbal plants in the environment around the community's dwelling.
The Role Of Reciprocity of The Nyumbang Tradition In Wedding Celebrations Of Javanese Ethnic Communities In The Village Loyal Bandar Dinda Auliya; Zanrison Naibaho
Jurnal Ilmiah Multidisiplin Nusantara (JIMNU) Vol. 4 No. 1 (2026): JIMNU - MARET
Publisher : PT. Padang Tekno Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/jimnu.v4i1.679

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk implementasi tradisi donasi dalam perayaan pernikahan, peran dampak sosial dan ekonomi yang ditimbulkannya, serta faktor-faktor yang memengaruhi keberlanjutan timbal balik dalam tradisi yang berkontribusi pada masyarakat etnis Jawa di Desa Bandar Setia. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif, data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi donasi adalah praktik timbal balik berdasarkan kewajiban memberi, menerima, dan membalas. Donasi diberikan dalam bentuk uang, barang, atau tenaga sebagai dukungan kepada penyelenggara perayaan pernikahan. Tradisi ini tidak hanya berfungsi meringankan beban ekonomi, tetapi juga memperkuat solidaritas dan memperkuat jaringan sosial antar warga. Mekanisme respons yang tertunda membuat hubungan timbal balik berlangsung secara berkelanjutan. Keberlanjutan tradisi donasi dipengaruhi oleh kebiasaan turun-temurun, hubungan kekerabatan, serta kondisi ekonomi masyarakat. Meskipun mengalami penyesuaian akibat perubahan zaman, tradisi ini tetap bertahan karena didukung oleh nilai-nilai kebersamaan dan identitas budaya yang kuat dalam kehidupan masyarakat.
Measuring success: The impact of social engineering adaptation on Indonesia’s village development index (IPD) in tourism contexts Daniel Harapan Parlindungan Simanjuntak; Supsiloani Supsiloani; Muhammad Iqbal; Zanrison Naibaho; Dwiki Li; Cristho David Mangasi Siregar; Manuel Paian Desmon Siallagan
SOSIOHUMANIORA: Jurnal Ilmiah Ilmu Sosial dan Humaniora Vol 12 No 1 (2026): February 2026
Publisher : LP2M Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30738/sosio.v12i1.21684

Abstract

This study addresses the deficit in social capital and community participation as primary challenges to sustainable rural tourism. By challenging the dichotomy between 'given' and 'chosen' social capital, this research positions social engineering as a measurable, exogenous variable for optimizing community assets. Using a mixed-methods approach in the Bukit Lawang case study, the research combines thematic analysis of interviews and Focus Group Discussions (FGDs) with quantitative verification through the Village Development Index (VDI). Findings confirm that social engineering, specifically the formation of Pokdarwis successfully transformed traditional gotong royong into productive collaboration and strengthened communal trust. This qualitative shift is validated by significant VDI increases in the Economic (+24), Environmental (+25), and Political (+23) sectors. The study concludes that social capital is a necessary ontological precursor to effective physical investment. The resulting Replicable Model recommends mandating social engineering as a front-loaded strategy to ensure resilient, equitable, and sustainable performance, asserting that engineered social capital is a prerequisite for village-level democratization and policy legitimacy.
Strategi Adaptasi Tradisi Sihali Aek Sebagai Kearifan Lokal Di Era Modernisasi Di Desa Tipang Donfordtigo Manalu; Zanrison Naibaho
Jurnal Ilmu Pendidikan Nasional (JIPNAS) Vol. 3 No. 3 (2025): JIPNAS - Desember
Publisher : PT. Padang Tekno Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/jipnas.v3i3.308

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi proses implementasi dan nilai-nilai dalam tradisi Sihali Aek, menelusuri faktor-faktor penghambat dalam implementasi tradisi Sihali Aek di era modernisasi, dan menganalisis strategi adaptasi masyarakat Desa Tipang dalam menjaga keberlanjutan tradisi Sihali Aek di tengah arus modernisasi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan etnografi. Penelitian ini dilakukan di Desa Tipang. Data diperoleh melalui observasi partisipan, wawancara mendalam dengan 11 informan yang terdiri dari Raja Napitu, anggota Sihali Aek, masyarakat setempat, generasi muda dan Kepala POKDARWIS serta dokumentasi dan catatan lapangan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tradisi Sihali Aek merupakan sistem pengelolaan irigasi tradisional yang berusia lebih dari 200 tahun yang diimplementasikan melalui beberapa tahapan kegiatan, yaitu Pertemuan Bolon Raja Napitu, Ritual Mangallang Indahan Siporhis, Marsirimpa Sihali Aek, dan diakhiri dengan kegiatan Manabar. Nilai-nilai yang terkandung meliputi nilai marsirimpa (kerja sama timbal balik), nilai keadilan, nilai keberlanjutan dan pelestarian lingkungan, serta nilai kepemimpinan. Faktor penghambat utama adalah pergeseran praktik ritual akibat sinkretisme agama, diversifikasi ekonomi, dan kesenjangan generasi dalam pemahaman dan minat terhadap tradisi Sihali Aek. Strategi adaptasi meliputi penafsiran ulang makna dengan menghubungkannya dengan isu-isu lingkungan kontemporer, sinkretisme agama melalui penggantian ritual animisme dengan doa-doa Kristen, integrasi dengan sektor pariwisata sebagai daya tarik budaya dan paket wisata, serta pembentukan jaringan kolaboratif dengan pemerintah dan lembaga pendidikan.  
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DALAM MEMBANGUN JARINGAN SOSIAL MELALUI PROGRAM PENANAMAN POHON DI LINGKUNGAN MASYARAKAT DESA RONGGUR NIHUTA KABUPATEN SAMOSIR Sulian Ekomila; Waston Malau; Supsiloani Supsiloani; Zanrison Naibaho; Natalia Sihombing; Nabila Safira
Jurnal Abdi Inovatif : Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2023): Jurnal Abdi Inovatif : Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Nusa Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31938/jai.v2i2.458

Abstract

The people of Ronggur Nihuta village often experience drought, which causes the soil structure to become barren and the number of trees decrease significantly. It is due to land or forest degradation in the Ronggur Nihuta Village area. These problems form the basis for implementing a community service program based on research results by a team of lecturers and students from the Anthropology Education Study Program, at Medan State University. The method of service activities is carried out by socializing and assisting in tree planting and educating the public on the importance of tree planting. Tree seeds planted include red shoots (Syzygium oleana), mahogany (Swietenia macrophylla), laban/anti-api (Vitex pinnata), and suren/surian (Toona ciliata). The activity results in the formation of village community empowerment through social networks in collaborative activities between academics and the community. Tree planting activities are a form of action to improve and anticipate land and forest degradation in the Ronggur Nihuta village area to preserve the local community's economic, social, and cultural life. The impact of activities can be seen in the preservation of nature with the growth of lush trees to support the ecological resilience of the region. Keywords: Social Networking, Empowerment, Tree Planting Abstrak Masyarakat Desa Ronggur Nihuta sering mengalami kekeringan yang mempengaruhi struktur tanah menjadi gersang dan berkurangnya jumlah pepohonan secara signifikan. Hal ini dikarenakan terjadinya degradasi lahan (land degradation) atau degaradasi hutan di wilayah Desa Ronggur Nihuta. Permasalahan tersebut menjadikan dasar pelaksanaan program pengabdian kepada masyarakat yang berbasis hasil penelitian oleh tim dosen dan mahasiswa Program Studi Pendidikan Antropologi, Universitas Negeri Medan. Metode kegiatan pengabdian dilakukan dengan sosialisasi dan pendampingan penanaman pohon serta mengedukasi masyarakat pentingnya penanaman pohon. Bibit pohon yang ditanam antara lain pucuk merah (Syzygium oleana), mahoni (Swietenia macrophylla), laban/anti api (Vitex pinnata), dan suren/surian (Toona ciliata). Hasil kegiatan yaitu terbentuknya pemberdayaan masyarakat desa melalui jaringan sosial dalam kegiatan kerja sama antara akademisi dengan masyarakat. Kegiatan penanaman pohon merupakan salah satu bentuk tindakan dalam memperbaiki dan mengantisispasi degradasi lahan dan hutan di wilayah Desa Ronggur Nihuta, untuk kelestarian kehidupan ekonomi, sosial dan budaya masyarakat setempat. Dampak kegiatan tampak dari terjaganya kelestarian alam dengan tumbuhnya pepohonan yang subur untuk mendukung ketahanan ekologis wilayah. Kata Kunci: Jaringan Sosial, Pemberdayaan, Penanaman Pohon