Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search
Journal : Cendikia Pendidikan

PENCIPTAAN SAJADAH BATIK TULIS MENGGUNAKAN RAGAM HIAS MELAYU Ratih Rahmadani; Sri Wiratma
Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 3 No. 8 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9644/sindoro.v3i8.2494

Abstract

Sajadah merupakan selembar kain yang digunakan sebagai alas ibadah yang diletakkan di atas permukaan tanah atau lantai untuk menghindari bagian wajah agar tidak terkena kotoran. Motif pada sajadah pada umumnya bersifat global, jarang mengandung unsur kebudayaan lokal. Dalam hal ini penulis akan menciptakan sebuah sajadah yang mengandung unsur kebudayaan lokal, yaitu ragam hias Melayu yang dibuat menggunakan teknik batik tulis. Sajadah dibuat melalui beberapa proses, yaitu proses pembuatan desain, proses membatik dan proses menjahit. Adapun motif yang diterapkan antara lain : (1) Pucuk Rebung, (2) Lilit Kangkung, (3) Lebah Bergantung, (4) Itik Sekawan, (5) Semut Beriring, (6) Bintang-bintang, (7) Bunga Cengkih, (8) Tampuk Manggis, (9) Bunga Melur, (10) Bunga Cina, (11) Ricih Wajid dan (12) Roda Bunga. Metode penciptaan yang digunakan ialah metode yang dikemukakan oleh Gustami, dimulai dari tahap eksplorasi, perancangan dan perwujudan. Karya yang dihasilkan sebanyak 12 buah berkuran 46 cm x 96 cm yang dibuat menggunakan kain Mori Primissima sebagai lapisan atas dan kain Chenille sebagai lapisan belakang.
PENCIPTAAN MOTIF SEKAR JAGAD BERBASIS ORNAMEN NUSANTARA MENGGUNAKAN TEKNIK BATIK TULIS Nabilah Ramadhani; Sri Wiratma
Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 3 No. 9 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9644/sindoro.v3i9.2589

Abstract

Batik diakui oleh UNESCO sebagai Warisan Kemanusiaan Budaya Lisan dan Nonbendawi pada tanggal 2 Oktober 2009, dan Yogyakarta diakui oleh Dewan Kerajinan dan dunia mendeklarasikannya sebagai Kota Batik Dunia. Batik tulis adalah batik yang dihasilkan dengan menggunakan canting tulis yang digunakan sebagai alat bantu dalam melekatkan cairan malam pada kain. Untuk membuat karya ini, penulis menggunakan metode penciptaan I Made Bandem. Adapun Tahapan proses penciptaan suatu karya seni dari metode ini meliputi: 1. tahap persiapan 2. konstruksi 3. sintesis 4. realisasi ide dan 5. penyelesaian. Hasil dari penciptaan karya batik tulis Sekar Jagad Nusantara menghasilkan 12 karya batik berbentuk karya dua dimensi dengan berbagai ukuran. Karya batik memiliki nilai estetik (keindahan) yaitu adanya kombinasi pada ornamen Sekar Jagad Nusantara. Adapun ornamen yang diterapkan pada karya batik tulis berjumlah 26 jenis dengan motif ornamen Nusantara. Motif ornamen dijadikan sebagai motif utama pada karya batik Motif lainnya berupa isen-isen. Proses penciptaan karya batik tulis yang dimulai dari proses langkah awal membuat motif pada kertas, memindahkan pola dari kertas ke kain, proses pencantingan, mewarnai batik, penguncian warna, dan ngelorod batik.
PENCIPTAAN BATIK TULIS DENGAN TEKNIK SMOCK BERBASIS ORNAMEN BATAK TOBA Rosauli Siahaan; Sri Wiratma
Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 3 No. 9 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9644/sindoro.v3i9.2591

Abstract

Batik merupakan hasil budaya warisan nenek moyang yang harus dijaga dengan baik dan benar, sebagaimana yang telas disampaikan oleh UNESCO dan mengakui bahwa keseluruhan teknik, tegnologi, serta pengembangan motif dan budaya yang terkait telah ditetapkan sebagai warisan kemanusiaan untuk budaya sejak 2 Oktober 2009.Metode Penciptaan ini mewujudkan karya seni secara sistematik. Tahapan penciptaan karya seni yang menguraikan rancangan proses penciptaan karya seni sesuai dengan tahapan-tahapan pengkaryaan sejak mendapat inspirasi (ide), perancangan, sampai perwujudan karya seni. Salah satu contoh metode yang akan dikembangkan Alma Hawkins, yang meliputi 3 tahap yaitu Tahap Eksplorasi 2, Tahap Improvisasi/Eksperimentasi dan Tahap Pembentukan/Perwujudan Pada proses penciptaan batik tulis dengan teknik smock ini menghasilkan 13 karya batik dengan motif ornamen Batak Toba yang berada di daerah Sumatera Utara dan 2 fashion casual. Semua karya merupakan batik tulis yang dirancang dengan sekreatif mungkin dan di proses secara manual yang bertemakan Ornament Batak Toba.Penciptaan batik dibuat dengan menggunakan teknik smock dengan bahan pewarna remasol dan indigisol. Karya penciptaan batik tulis memiliki ukuran yang sama yaitu 240 cm dengan fungsi yang sama pada setiap karya batik.
PENERAPAN ORNAMEN ETNIS BATAK TOBA PADA MEDIA TANDOK BAYON (DAUN PANDAN) SEBAGAI SOUVENIR WISATA DI PULAU SAMOSIR Suwanti Tamba; Sri Wiratma
Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 3 No. 9 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9644/sindoro.v3i9.2616

Abstract

Ornamen atau Gorga merupakan warisan asli nenek moyang suku Batak Toba yang banyak terdapat pada rumah-rumah adat (jabu bolon) dengan media penerapan tandok bayon (daun pandan) yang merupakan tempat penyimpanan beras atau eme (padi) pada sebuah upacara adat Batak Toba. Karya Penciptaan penerapan ornamen ini bertujuan untuk memperkenalkan, mempertahankan, menjaga dan memperkenalkan kembali kepada khalayak umum mengenai kearifan lokal yang dimiliki masyarakat Batak Toba dalam bentuk souvenir yang menyeimbangkan budaya dan selera wisatawan. Penciptaan karya seni ini menggunakan metode yang dijelaskan oleh Gustami, yang dimana terdapat tiga tahapan penciptaan karya seni yaitu, eksplorasi, perancangan dan perwujudan. Adapun proses dalam perwujudan penerapan yaitu memiliki acuan dari tradisi adat Batak Toba, membuat sketsa, dan proses menyulam dimana dilakukan proses pembuatan sketsa pada tandok bayon dan yang terakhir yaitu tahap finishing karya. Hasil karya yang dibuat berjumlah 12 karya souvenir tandok berupa ornamen Batak Toba
BURUNG SEBAGAI IDE PENCIPTAAN KARYA SENI RELIEF KERTAS DENGAN TEKNIK 3M (MELIPAT, MENGGUNTING DAN MENEMPEL) Nurliana Harun; Sri Wiratma
Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 3 No. 10 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9644/sindoro.v3i10.2637

Abstract

Penciptaan ini dilatarbelakangi oleh keprihatinan penulis tehadap terancam punahnya spesies burung langka di Indonesia. Hilangnya habitat, perburuan ilegal, perdagangan satwa liar, dan perubahan iklim membuat burung-burung ini berada pada ambang kepunahan di alam liar. Penciptaan ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses dan hasil karya pencipataan karya seni relief kertas dengan menampilkan objek burung dengan teknik 3M (Melipat, Menggunting dan Menempel). Jenis bahan kertas yang dipilih adalah kertas manila. Penciptaan ini menggunakan metode dengan tahapan: (1) Eksplorasi, yaitu melakukan observasi mengenai informasi 10 burung yang akan dijadikan objek karya seni relief kertas, (2) Perancangan, yaitu membuat sketsa berdasarkan hasil pengamatan, (3) Perwujudan, yaitu mewujudkan karya seni relief kertas berdasarkan sketsa yang telah dibuat. Hasil dari penciptaan karya seni ini yaitu: (1) Konsep dalam penciptaan karya seni relief kertas menampilkan objek burung langka terancam punah secara realis dengan warna putih alami kertas untuk menonjolkan teknik dan bentuk burung. (2) Proses penciptaan karya menggunakan teknik 3M (Melipat, Menggunting dan Menempel) dengan bahan kertas manila. (3) Hasil karya berjumlah 12 karya seni relief kertas yaitu Trulek Jawa (29,7x42 cm), Jalak Bali (29,7x42 cm), Kakatua Kecil Jambul Kuning (29,7x42 cm), Sikatan Aceh (29,7x42 cm), Raja Udang Kalung Biru (29,7x42 cm ), Cendrawasih Merah (40x60 cm), Rangkong Badak (50x75 cm), Elang Flores (50x60 cm), Celepuk Jawa (29,7x42cm), Betet Ekor-Panjang (29,7x42 cm), Gelatik Jawa (29,7x42 cm) dan Empoloh Janggut (29,7x42 cm).