Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Analisis Tindak Tutur Bahasa Mahasiswa dalam Interaksi Akademik dan Sosial Dian Harahap; Eny Sihite; Lusinda Sigiro; Rotua Lumbantoruan; Talenta Sembiring; Wahyudi Rambe; Yesika Simbolon; M. Oky Fardian Gafari
Pragmatik : Jurnal Rumpun Ilmu Bahasa dan Pendidikan  Vol. 3 No. 2 (2025): April: Pragmatik : Jurnal Rumpun Ilmu Bahasa dan Pendidikan
Publisher : Asosiasi Periset Bahasa Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/pragmatik.v3i2.1607

Abstract

This study analyzes speech acts used by students in academic and social interactions. Speech acts are part of pragmatic studies that describe how language is used in everyday communication. This study aims to identify the forms, functions, and differences in the characteristics of speech acts in both contexts. The methods used in this study include observation, interviews, recording, transcription, and literature review by analyzing various relevant literature. The results of the study indicate that in academic interactions, students more often use representative and directive speech acts to convey information and give instructions, while in social interactions, they use more expressive and commissive speech acts to build relationships and express emotions. Factors that influence these differences include the context of the situation, relationships with interlocutors, the influence of media and technology, and cultural background. The conclusion of this study confirms that understanding speech acts is very important in improving the effectiveness of student communication in both academic and social environments. The implications of this study can be used to develop better communication strategies in higher education environments and increase students' awareness of the use of appropriate language in various contexts.
BENTUK DAN FUNGSI GAYA BAHASA DALAM TUTURAN KOMIKA PADA COMIC 8 REVOLUTION WILAYAH MEDAN: KAJIAN STILISTIKA Raniko S. Maha; M. Oky Fardian Gafari
Jurnal Bastra (Bahasa dan Sastra) Vol. 11 No. 2 (2026): JURNAL BASTRA EDISI APRIL 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, Universitas Halu Oleo Kampus Bumi Tridharma Andounohu Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara – Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/bastra.v11i2.2675

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk dan fungsi gaya bahasa dalam tuturan komika pada stand up comedy Comic 8 Revolution Medan. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya memahami penggunaan bahasa sebagai strategi dalam membangun humor sekaligus menyampaikan kritik soA Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk dan fungsi gaya bahasa dalam tuturan komika pada stand up comedy Comic 8 Revolution Medan. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya memahami bagaimana bahasa digunakan sebagai strategi untuk membangun humor sekaligus menyampaikan kritik sosial. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan sumber data berupa video pertunjukan Comic 8 Revolution Medan yang diakses melalui platform YouTube. Data penelitian berupa tuturan komika yang mengandung gaya bahasa dan dipilih secara purposif, dengan total 25 tuturan dari beberapa komika Medan yang dianalisis. Data dikumpulkan melalui observasi, transkripsi, serta klasifikasi berdasarkan bentuk dan fungsi gaya bahasa menurut teori stilistika Geoffrey Leech. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk gaya bahasa yang dominan meliputi ironi, hiperbola, repetisi, dan paradoks yang digunakan secara kreatif dalam membangun efek humor. Sementara itu, fungsi gaya bahasa bersifat multifungsional dengan kecenderungan dominasi fungsi ekspresif yang sering muncul bersamaan dengan fungsi estetik, terutama dalam tuturan yang memanfaatkan pengulangan dan permainan diksi. Temuan ini menunjukkan bahwa gaya bahasa dalam stand up comedy tidak hanya berfungsi menciptakan kelucuan, tetapi juga menjadi medium untuk mengekspresikan pengalaman personal, menyampaikan kritik sosial, serta merepresentasikan identitas budaya lokal.   sial. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan sumber data berupa tuturan komika yang diperoleh dari video pertunjukan pada platform digital. Data dikumpulkan melalui teknik observasi, transkripsi, serta klasifikasi berdasarkan aspek linguistik dan fungsi bahasa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk gaya bahasa yang dominan meliputi diksi, struktur wacana, ritme, dan pola sintaksis yang dimanfaatkan secara kreatif melalui penyimpangan dan pengulangan bahasa. Sementara itu, fungsi gaya bahasa yang ditemukan bersifat multifungsional dengan dominasi fungsi ekspresif dan estetik, disertai fungsi informatif, direktif, dan imajinatif. Temuan ini menunjukkan bahwa gaya bahasa tidak hanya berfungsi untuk menciptakan humor, tetapi juga menjadi medium untuk mengekspresikan pengalaman, menyampaikan kritik sosial, serta merepresentasikan identitas budaya lokal.