Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

KEWENANGAN MAHKAMAH KONSTITUSI DALAM MELAKUKAN PENGUJIAN TERHADAP UNDANG-UNDANG HASIL RATIFIKASI PERJANJIAN INTERNASIONAL Rudy, Rudy; Kusnadi, Andi
MONOGRAF 2014: DIMENSI HUKUM INTERNASIONAL
Publisher : Fakultas Hukum Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

KEWENANGAN MAHKAMAH KONSTITUSI DALAMMELAKUKAN PENGUJIAN TERHADAP UNDANG-UNDANGHASIL RATIFIKASI PERJANJIAN INTERNASIONAL
Optimasi Parameter Pemesinan Ulir Material Titanium Ti-6al-4v Eli Terhadap Jarak Pitch dan Sudut Ulir Menggunakan Metode Taguchi Ibrahi, Gusri Akhyar; Septiani, Cici; Hamni, Arinal; Burhanuddin, Yanuar; Harun, Suryadiwansa; Kusnadi, Andi
Jurnal Mesin Nusantara Vol 6 No 2 (2023): Jurnal Mesin Nusantara
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/jmn.v6i2.20182

Abstract

Paduan titanium merupakan salah satu material ringan yang banyak digunakan karena memiliki sifat yang ringan dan tahan terhadap korosi. Hal ini menunjukan bahwa pembuatan ulir pada titanium sangat mendukung untuk diaplikasikan pada bidang biomedis. Kepresisian geometri ulir akan memberikan pengaruh terhadap kwalitas ulir terutama pada saat ulir bekerja bila sudah digunakan sebagai penyambung tulang. Kesalahan geometri ulir titanium pada pemesinan bubut ulir dipengaruhi oleh kecepatan potong, kedalaman potong, dan jenis pemesinan. Penelitian ini meneliti respon kesalahan pitch,dan kesalahan sudut ulir pada diameter ulir M4x0.7 dengan 3 level dan 3 faktor lalu pengolahan datanya menggunakan proses optimasi Taguchi dengan variasi kecepatan potong sebesar 17.58, 21.35, 25.12 m/min, kedalaman potong sebesar 0.085, 0.108, dan 0.143 mm, serta pemesinan bubut yang digunakan yaitu pemesinan kering, menggunakan pelumas minyak sawit dan menggunakan pelumas minyak sintetik. Hasil optimal didapatkan pada kombinasi kondisi pemotongan dengan factor kecepatan potong 25.12 m/min dan kedalaman potong 0.108 mm serta pelumas kelapa sawit dimana respon kesalahan pitch 0.170 mm dan Kondisi pemotongan optimal pada kesalahan sudut ulir yaitu pada parameter kecepatan potong 17.58 m/min kedalaman potong 0.085 mm dan jenis pemesinan kering dimana respon kesalahan sudut 0.260°.
Evaluasi Kinerja Struktur Bangunan Bertingkat Akibat Gempa Berdasarkan Simpangan Dengan Analisis Respon Spektrum Satria, Fungky Andi; Isneini, Mohd.; Kusnadi, Andi; Widyawati, Ratna
Jurnal Rekayasa Sipil dan Desain (JRSDD) Vol. 10 No. 3 (2022): Edisi September 2022
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jrsdd.v10i3.2660

Abstract

Apartemen Kingland Avenue Serpong adalah gedung bertingkat tinggi yang berada di Jalan Raya Serpong KM. 08 Pakulonan, Serpong Utara, Tangerang Selatan. Gedung ini terdiri dari 2 Basement, 24 lantai, dan atap dengan elevasi ±116,70 m. Sebuah gedung harus memiliki kinerja yang optimal termasuk dalam menahan gempa sehingga keselamatan penghuni lebih terjamin. Analisis respon spektrum adalah salah satu metode yang umum digunakan dalam menganalisis beban gempa untuk mengetahui kinerja bangunan berdasarkan nilai simpangannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui level kinerja struktur dan simpangan antar tingkat.Berdasarkan hasil analisis respon spektrum secara keseluruhan nilai simpangan antar tingkat berada dibawah simpangan antar tingkat izin, dengan nilai rasio simpangan total maksimum arah x sebesar 0,0016 dan 0,0020 pada arah y. Berdasarkan ATC-40, Level kinerja struktur Apartemen Kingland Avenue Serpong berada pada level kinerja Immediate Occupancy, dengan dampak sedikit kerusakan struktural yang terjadi, kapasitas sistem penahan gaya vertikal dan lateral pada struktur masih sama dengan kondisi dimana gempa belum terjadi, sehingga bangunan aman dan dapat langsung dipakai.
Studi Perbandingan Beban Gempa Pada Gedung Rawat Inap Non Bedah RSUD Dr. H. Abdul Moeloek, Bandar Lampung Dengan Analisis Respon Spektrum Sesuai SNI 1726:2012 dan SNI 1726:2019 Hania Cipta, Ade Permata; Isneini, Mohd.; Husni, Hasti Riakara; Kusnadi, Andi
Jurnal Rekayasa Sipil dan Desain (JRSDD) Vol. 11 No. 2 (2023): Edisi Juni 2023
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jrsdd.v11i2.3189

Abstract

The rapidly growing population is directly proportional to the increasing amount of land use, especially in urban areas, one of which is in the city of Bandar Lampung. The construction of vertical structures or high-rise building structures is an option in overcoming the limited land. However, high-rise building structures are considered to be risky to lateral loads such as earthquake loads, so that in planning, earthquake loads must be considered.This study aims to determine differences in response to the earthquake acceleration spectrum in the City of Bandar Lampung, especially the Non-Surgical Inpatient Building at Dr. H. Abdul Moeloek based on SNI 1726:2012 and SNI 1726:2019. Based on the results of this study, it was found that due to the influence of the earthquake the input spectrum response was in accordance with SNI 1726:2012 and SNI 1726:2019, the base shear force due to the earthquake spectrum response for SNI 1726:2012 was 12900.4864 kN and SNI 1726:2019 was 14931.0787 kN . Interstory drift between levels that occur in the structure are still in the safe category because they do not exceed the story drift allowable levels, 48.4615 mm.
Pengaruh Abu Terbang Sebagai Bahan Pengganti Semen Pada Bata Beton Beragregat Bottom Ash Hasyim, Robby Chandra; Sebayang, Surya; Kusnadi, Andi
Jurnal Rekayasa Sipil dan Desain (JRSDD) Vol. 5 No. 4 (2017): Edisi Desember 2017
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jrsdd.v5i4.769

Abstract

Setiap tahunnya pertambahan penduduk di Indonesia semakin meningkat.  Hal ini berbanding lurus dengan meningkatnya kebutuhan akan pemukiman. Untuk mengatasi masalah tersebut dapat memanfaatkan bahan-bahan alternative sebagai bahan ikat dan material pengganti. Salah satu bahan alternatif yang mudah ditemukan di Indonesia adalah limbah batu bara yaitu abu terbang (fly ash) dan abu dasar (bottom ash). Selain dapat mengurangi pencemaran lingkungan karena termasuk limbah b3, limbah ini juga memiliki sifat pozzolan atau sifat mengikat seperti semen. Sehingga sangat efektif untuk digunakan dari berbagai segi. Penelitian yang dapat dilakukan dalam pemanfaatan limbah ini salah satunya dengan pembuatan bata beton berlubang dengan fly ash sebagai bahan pengganti sebagian semen dan bottom ash sebagai bahan pengganti sebagian pasir.Dari hasil penelitian didapat nilai kuat tekan paling tinggi adalah bata beton dengan komposisi fly ash sebesar 20% dari berat semen dengan nilai kuat tekan 33,3 kg/cm2 pada umur 28 hari dan 41,34 kg/cm2 pada umur 56 hari. Untuk nilai serapan air semua variasi fly ash masuk dalam klasifikasi mutu I (≤ 25%) dengan nilai serapan air optimum pada variasi fly ash 40% dengan nilai sebesar 11,3% pada umur 28 hari dan 9,65% pada umur 56 hari.Kata Kunci : Bata Beton, Fly Ash, Bottom Ash..
Analisis dan Desain Elemen Struktur Beton Bertulang pada Gedung yang Memiliki Kolom Miring dengan Sistem Rangka Pemikul Momen Biasa (SRPMB) Simatupang, Angelina Dhini Uli Artha; Bayzoni, Bayzoni; Kusnadi, Andi
Jurnal Rekayasa Sipil dan Desain (JRSDD) Vol. 7 No. 2 (2019): Edisi Juni 2019
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jrsdd.v7i2.1172

Abstract

The increasing development of high-rise building construction with unique design in Indonesia today can not be denied. The high-rise buildings must have earthquake resistance because of Indonesia is a country that has the risk of an earthquake. This requires a multi-storey structure designer to be able to design a multi-storey building structure with various conditions and configurations. Based on that problems, a building will be designed with unusual shape by inclining the entire main structural column with a slope angle is 80o. And as a comparison, another building will be designed which uses vertical column. The building plan will be located in Banjarmasin, South Kalimantan, Indonesia.The building plans with inclined and vertical column use reinforced concrete material with Ordinary Moment Resisting Frame (OMRF) as a structural strength system. This system is determined by the location of the building based on Indonesian Earthquake Map 2012. The result of the analysis and design is the building with inclined column has greater internal force compared to a building with vertical column and requires a reinforcement of 70.89% more than the building with vertical column.Keywords: earthquake, inclined column, building, concrete reinforcement, vertical column