Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

KERUSAKAN DAN PERKUATAN STRUKTUR BETON BERTULANG Isneini, Mohd.
Rekayasa : Jurnal Ilmiah Fakultas Teknik Universitas Lampung Vol 13, No 3 (2009): Edisi Desember Tahun 2009
Publisher : UNIVERSITAS LAMPUNG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Concrete made with Portland cement has been a popular constructing material all over the worldfor the past 180 years or more. However, cement mortar and concrete have some disadvantagessuch as delayed hardening, low tensile strength, low chemical resistance, large drying shrinkage.To reduce these advantages, many attemps to use polymers have been made. One such attemps ispolymer-modified (or polymer cement) mortar or concrete, which is made by modifying ordinaryportland cement with polymer additives such as latexes, redispersible polymer powders, watersoluble polymer, liquid resin and monomers. In this paper will be introduced Types of damagesoccurred to Reinforced concrete structures, method of repaired and usage of polimer concrete asa material used for repairation. In Indonesia polymer concrete is not common yet to use asconcrete mass because the cost needed to produce it is still high, so usage polimer for repairing isa choice to make it popular as a contruction material.
Finite Element Analysis on Reinforced Concrete Beams Strengthened with GFRP (Glass Fiber Reinforced Polymer) Using Software Surahman, Ridho; Isneini, Mohd.; Alami, Fikri
Jurnal Rekayasa Sipil dan Desain (JRSDD) Vol. 8 No. 1 (2020): Edisi Maret 2020
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jrsdd.v8i1.1285

Abstract

In testing reinforced concrete beams strengthened with 4 layers of GFRP can increase the maximum load up to 112% (Nalarita, 2019). The test can be done by modeling using finite element based software.The beam that is modeled has a dimension of 1,7 m long, 15 cm wide and 15 cm high with 4 layers of 1,3 mm/layer GFRP. The beams that are modeled are only a quarter section because of symmetrical geometry and loading.The percentage difference between the results of modeling and experimental tests on normal beams is 1,49% for deflection in the middle span. The crack that occurs in normal beams in modeling and experimental shows the same crack pattern, which is flexural crack. The percentage difference between modeling and experimental tests on the strengthened beam is 21,81% for the deflection in the middle span. In experimental and modeling tests, the applied GFRP undergoes debonding before the concrete compressive strain reaches its ultimate strain.Keywords: Concrete, GFRP, debonding, modeling
Studi Numerik Perkuatan Balok Beton Bertulang dengan Mengkombinasikan Penggunaan GFRP dan Wire Mesh pada Beton Mutu Normal Agustina, Nadia; Isneini, Mohd.; Alami, Fikri
Jurnal Rekayasa Sipil dan Desain (JRSDD) Vol. 8 No. 2 (2020): Edisi Juni 2020
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jrsdd.v8i2.1301

Abstract

Pada penelitian ini meneliti dua jenis balok yaitu balok beton bertulang normal tanpa perkuatan yang dijadikan balok kontrol (BN) dan balok beton bertulang dengan perkuatan lentur kombinasi GFRP dan Wire mesh (GGWW). Dalam memodelkan beton dan GFRP dideskripsikan sebagai elemen solid, kemudian untuk model baja tulangan dan wire mesh sebagai elemen truss dan model epoksi sebagai elemen cohesive. Interaksi yang diberikan pada hubungan antara baja tulangan dan beton serta hubungan antara epoksi dan wire mesh menggunakan teknik interaksi embedded region kemudian pada hubungan lapisan perkuatan dan lapisan epoksi menggunakan teknik interaksi tie constraint. Berdasarkan input beban maksimum hasil eksperimental, perbedaan persentase lendutan pada model balok BN sebesar 0,79% antara model numerik dan eksperimental kemudian pada model balok GGWW adalah sebesar 31,5%. Pola retak pada model balok BN numerik dan eksperimental menunjukkan tipe retak lentur keseluruhan dan pada model balok GGWW terjadi kegagalan lekatan antara serat beton dan perkuatan (debonding). Kata kunci : perkuatan, lendutan, regangan, debonding.
Investigasi dan Retrofitting Struktur Balok dan Kolom Beton Bertulang dengan Glass Fiber Reinforced Polymer (Gfrp) Clever, Arnaldo; Alami, Fikri; Isneini, Mohd.
Jurnal Rekayasa Sipil dan Desain (JRSDD) Vol. 8 No. 2 (2020): Edisi Juni 2020
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jrsdd.v8i2.1308

Abstract

Bangunan Rumah Sakit Pendidikan Universitas Lampung sudah cukup lama terhenti dan terbengkalai pembangunannya, sehingga memunculkan kekhawatiran akan kekuatan eksisting yang ada jika pembangunan dilakukan kembali. Oleh sebab itu, perlu dilakukan evaluasi dan perkuatan struktur untuk meningkatkan kekuatan dan kelayakan bangunan tersebut.Ada dua metode yang digunakan dalam mengevaluasi bangunan ini yaitu metode survey langsung di lapangan dan metode analisis menggunakan program berbasis FEA. Untuk perhitungan perkuatan digunakan peraturan American Concrete Institute (ACI 440.2R, 2008). Sedangkan material utama perkuatannya digunakan Glass Fiber Reinforced Polymer (GFRP).Dari hasil pengolahan data, didapatkan 46,5% dari 43 balok lantai 1 yang ditinjau membutuhkan perkuatan di daerah lentur dan 21,95% dari 41 kolom basement dan lantai 1 yang ditinjau membutuhkan perkuatan di daerah aksial. Pada perhitungan perkuatan balok lentur didapatkan paling banyak 7 lapis material GFRP dan 6 lapis untuk material CFRP. Sedangkan pada perhitungan perkuatan kolom aksial didapatkan paling banyak 8 lapis GFRP dan 7 lapis untuk material CFRP. Element struktur balok lentur yang diperkuat pada penelitian ini memiliki tipe keruntuhan tarik dan untuk struktur kolom aksial yang diperkuat memiliki tipe keruntuhan tekan. Kata kunci :    Evaluasi Struktur, Perkuatan Struktur, GFRP, Balok  dan  Kolom
Kinerja Kuat Geser Interface Beton Lama (Substrate) Dan Beton Baru (Overlay) Dengan Variasi Sudut Kemiringan Dan Volume Fraksi Serat Baja Hussein, Imam; Noorhidana, Vera Agustriana; Isneini, Mohd.
Jurnal Rekayasa Sipil dan Desain (JRSDD) Vol. 8 No. 3 (2020): Edisi September 2020
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jrsdd.v8i3.1385

Abstract

Dalam suatu pekerjaan struktur seringkali dijumpai pekerjaan perbaikan atau perkuatan struktur beton. Permasalahan yang sering muncul pada pekerjaan perbaikan atau perkuatan struktur terletak pada lekatan antara beton lama dan baru, dimana pertemuan (interface) merupakan bagian terlemah dari struktur. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kinerja kuat geser lekatan interface antara beton lama (substrate) dengan beton baru (overlay) dengan variasi sudut kemiringan dan volume fraksi serat baja pada beton baru. Metode yang digunakan adalah metode Slant Shear Test, dengan menggunakan benda uji berbentuk prisma dengan dimensi 150 x 150 x 300 mm. Terdapat 2 variasi yang digunakan yaitu, (1) variasi sudut kemiringan 30°,45°, dan 70°dan (2) variasi campuran serat baja pada lapis overlay sebesar 0%, 0,5%, 1% dan 1,5%. Pada setiap variasi dibuat benda uji kuat tekan (kubus 150 x 150 x 150) dan kuat tarik lentur (balok 100 x 100 x 400). Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa 1) Kemiringan interface antara beton lama dan beton baru terhadap arah beban tekan mempengaruhi kuat geser lekatan antara beton lama dan beton baru, 2) Penambahan serat baja dalam beton overlay dapat meningkatkan kuat lekatan antara beton lama-baru dan kuat tarik lentur beton.  Kata kunci : kuat geser, interface, substrate, overlay, kuat tarik lentur.
Analisis Elemen Hingga pada Balok Beton Bertulang dengan Perkuatan Wiremesh Novrian, Ridho Rizky; Alami, Fikri; Isneini, Mohd.
Jurnal Rekayasa Sipil dan Desain (JRSDD) Vol. 8 No. 4 (2020): Edisi Desember 2020
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jrsdd.v8i4.1537

Abstract

Penelitian ini membahas pemodelan balok beton bertulang yang diperkuat material wiremesh, yang dianalisis menggunakan finite element analysis (FEA) software. Pemodelan yang dilakukan mengacu pada studi eksperimental terdahulu. Balok yang dimodelkan hanya seperempat bagian untuk mempercepat proses analisis. Interaksi antara beton dan tulangan dimodelkan sebagai embedded region dan interaksi antara beton dan material wiremesh dimodelkan sebagai tie constraint. Persentase selisih antara pemodelan dan studi eksperimental untuk balok tanpa perkuatan adalah 0,76% untuk lendutan, 10,88% untuk regangan beton bagian atas, dan 13,70% untuk regangan beton bagian samping. Persentase selisih antara pemodelan dan studi eksperimental untuk balok dengan perkuatan wiremesh adalah 18,47% untuk lendutan, 2,09% untuk regangan beton bagian atas, dan untuk 1,93% regangan beton bagian samping. Adanya perbedaan nilai lendutan dan regangan secara umum disebabkan olehinteraksi antar permukaan komponen pada pemodelan dimodelkan terikat sempurna dan material beton pada pemodelan bersifat homogen.
Evaluasi Kinerja Struktur Gedung Bertingkat dengan Metode Analisis Time History (Studi Kasus: Apartemen Kingland Avenue Serpong) Putra, Mayka Purnama; Isneini, Mohd.; Noorhidana, Vera Agustriana
Jurnal Rekayasa Sipil dan Desain (JRSDD) Vol. 9 No. 1 (2021): Edisi Maret 2021
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jrsdd.v9i1.1720

Abstract

The high level of seismic activities in Indonesia causes the planning of building structures to be taken into account against the acceleration of the earthquake on the ground. Earthquake acceleration on the ground is an earthquake parameter that has a direct impact on the structure. Time history dynamic analysis can represent the dynamic properties of earthquake acceleration and structural response. So that this analysis method can provide a more complete description and information on structural responses. Earthquake recording data uses actual 3 earthquake accelerograms which are scaled with the planned earthquake response spectrum. From the results of this study, it is found that according to ATC-40 the building structure is included in the damage control category. Meanwhile, according to SNI 1726 (2019), the Chi-Chi and El Centro earthquakes met the requirements for deviation bricks between permit floors, but in the Kobe earthquake, the building structure did not meet the deviation requirements between permit floors on the 3rd floor.
Evaluasi Kinerja Struktur Bangunan Tinggi dengan Analisis Pushover Menggunakan Aplikasi Pemodelan Struktur (Studi Kasus: The Venetian Tower) Asmara, Kabul Budi; Isneini, Mohd.; D.W.S.B.U, Chatarina Niken
Jurnal Rekayasa Sipil dan Desain (JRSDD) Vol. 9 No. 1 (2021): Edisi Maret 2021
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jrsdd.v9i1.1721

Abstract

The Venetian Tower is one of the apartments with a height of 116.7 m that belongs to the categoryof risk II. To maintain the safety of its residents, the building must provide optimal performance.Pushover analysis is one of the methods used to analyze earthquake loads to determine thebehavior of building collapses. The aims of research to determine the level of structuralperformance, collapse patterns, and capacity of beams and columns.Based on the results of pushover analysis, obtained the value of the roof displacement 629.178 mmin the x direction and 759.87 mm in the y direction. The structure of Venetian Tower is at theperformance level of Immediate Occupancy, if the earthquake occurred on the scale of MMI VIIIor 6 S.R. The ductility level of the building structure is partial ductile, where the value of ductileratio is 1.0778 in the x direction and 1.2131 in the y direction. The collapse mechanism of thestructure indicates the mechanism of strong column weak beam, where the plastic hinges occurs inthe beam first.The beams reviewed using SNI 2847:2019 are safe against shear forces but not safe againstbending moments and torque. The cross-section of the columns reviewed meets the requirementsof style, geometry, and reinforcement ratio in accordance with SNI 2847:2019.
Analisis Struktur Gedung Bertingkat Rendah Akibat Pengaruh Beban Gempa Dengan Metode Riwayat Waktu Karima, Fadila Amelia; Isneini, Mohd.; Sebayang, Surya; Bayzoni, Bayzoni
Jurnal Rekayasa Sipil dan Desain (JRSDD) Vol. 9 No. 4 (2021): Edisi Desember 2021
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jrsdd.v9i4.2061

Abstract

Bangunan bertingkat merupakan bangunan yang rentan apabila terjadi gempa bumi dan berpotensi menimbulkan korban jiwa. Pergerakan tanah akibat terjadinya gempa bumi dapat menimbulkan getaran dan deformasi yang dapat merusak struktur bangunan. Analisis serta evaluasi perlu dilakukan untuk meminimalisir kejadian yang tidak diinginkan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis struktur dalam memenuhi persyaratan keamanan berdasarkan SNI 1726:2019 dengan tinjauan simpangan antar tingkat dan ATC-40 yang ditinjau berdasarkan maximum total drift. Analisis struktur yang dilakukan menggunakan metode riwayat waktu dengan bantuan software SAP2000. Model gedung dianalisis dengan menggunakan 5 (lima) akselerogram gempa masukan. Percepatan akselerogram yang digunakan sebagai gempa masukan perlu diskalakan terlebih dahulu terhadap taraf gempa rencana sesuai objek penelitian. Dari hasil penelitian ini, didapatkan bahwa akibat pengaruh gempa masukan Imperial Valley, Kobe, Kocaeli, Northridge, dan San Fernando, simpangan antar tingkat yang terjadi masih dalam kategori aman karena tidak melebihi simpangan antar tingkat izin yaitu 48,4615 mm. Gedung termasuk dalam taraf kinerja Immediate Occupancy (IO) berdasarkan ATC-40, nilai maximum total drift berada dibawah batas 0,01.
Analisis Kinerja Struktur Gedung Bertingkat Terhadap Beban Gempa Dengan Metode Pushover Analysis (Studi Kasus: Gedung Rawat Inap Non – Bedah Rumah Sakit Umum Daerah Dr. H. Abdul Moeloek) Firdha, Risty Amelia; Isneini, Mohd.; Husni, Hasti Riakara; Widyawati, Ratna
Jurnal Rekayasa Sipil dan Desain (JRSDD) Vol. 9 No. 4 (2021): Edisi Desember 2021
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jrsdd.v9i4.2201

Abstract

AbstractThe condition of the tectonic arrangement is so complex that the Indonesian territory becomes an active seismic area with a high frequency of earthquakes. Considering that earthquakes can cause casualties and damages to infrastructure, it is necessary to analyze the structure of the building using the right method. This study aims to analyze the structure in needed to fulfill the safety requirements based on SNI 1726:2019 with the interstory drift and ATC-40 which is observed based on the maximum total drift and see the mechanism of the collapse that occurs. Structural analysis was carried out using the pushover anaysis method added with a structural analysis program. From the analysis results, the displacement values obtained by the ATC-40 method are 63,939 mm in the x – direction and 85,299 mm in the y – direction. The performance level generated based on this method is immediate occupancy where the structural and non-structural elements experience minimum damage so that the building remains safe for reuse. The structure collapse mechanism shows the concept of a strong column weak beam mechanism. The interstory drift that occurs is still in the safe category because it does not exceed the interstory drift, which is 42 mm. Key words:pushover analysis, performance level, failure mechanism, interstory drift. AbstrakKondisi tatanan tektonik yang begitu komplek menyebabkan wilayah Indonesia menjadi kawasan seismik aktif dengan frekuensi kegempaan yang tinggi. Mengingat gempa bumi dapat mengakibatkan korban jiwa dan hancurnya infrastruktur sehingga diperlukan analisis terhadap struktur bangunan tersebut dengan menggunakan metode yang tepat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis struktur dalam memenuhi persyaratan keamanan berdasarkan SNI 1726:2019 dengan tinjauan simpangan antar tingkat dan ATC-40 yang ditinjau berdasarkan maximum total drift serta melihat mekanisme keruntuhan yang terjadi. Analisis struktur yang dilakukan menggunakan metode pushover analysis dengan bantuan program analisis struktur. Dari hasil, didapatkan nilai displacement dengan metode ATC-40 sebesar 63,939 mm arah – x dan 85,299 mm arah – y. Level kinerja yang dihasilkan adalah immediate occupancy dimana elemen struktural dan non-struktural mengalami kerusakan minimum sehingga bangunan tetap aman digunakan kembali. Mekanisme keruntuhan struktur menunjukkan konsep mekanisme strong column – weak beam. Simpangan antar tingkat yang terjadi masih dalam kategori aman karena tidak melebihi simpangan antar tingkat izin yaitu 42 mm. Kata kunci: analisis pushover, level kinera, mekanisme keruntuhan, simpangan antar tingkat.