Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

PEMBUATAN BRIKET KOTORAN SAPI SEBAGAI BAHAN BAKAR ALTERNATIF MEMBENTUK DESA MANDIRI ENERGI DI DESA SUKAJAYA KECAMATAN LEMBANG KABUPATEN BANDUNG BARAT Kusrijadi, Ali; Sunarya, Yayan; Setiabudi, Agus
ABMAS Vol 18, No 1 (2018): Jurnal Abmas
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (841.555 KB) | DOI: 10.17509/abmas.v18i1.36629

Abstract

PEMANFAATAN LIMBAH KOTORAN SAPI MENGGUNAKAN REAKTOR TERINTEGRASI ALAT PEMURNIAN BIOGAS SISTEM ABSORBSI-KATALITIK (SAKTI) DI KAMPUNG CILEUWEUNG KOTA CIMAHI Kusrijadi, Ali; Sunarya, Yayan
ABMAS Vol 17, No 1 (2017): Jurnal Abmas
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (427.874 KB) | DOI: 10.17509/abmas.v17i1.37292

Abstract

Analysis of Student's Interest and Motivation in Learning Chemistry Through Chemistry for Fun Demonstration at SMAN 1 Pangandaran [Analisis Minat dan Motivasi Belajar Siswa terhadap Pelajaran Kimia Melalui Demonstrasi Kimia Berbasis Chemistry for Fun di SMAN 1 Pangandaran] Fatimah, Soja Siti; Nuraini, Vidia Afina; Gumilar, Gun Gun; Khoerunnisa, Fitri; Suhanda, Hokcu; Kusrijadi, Ali; Hana, Muhamad Nurul
Jurnal Pengabdian Isola Vol 1, No 2 (2022): JPI: VOLUME 1, ISSUE 2, 2022
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jpi.v1i2.47517

Abstract

Masa pandemi Covid-19 yang telah berlangsung selama hampir dua tahun menyebabkan siswa kehilangan kesempatan untuk melakukan kegiatan laboratorium. Kondisi tersebut menjadikan pembelajaran kimia lebih bersifat teoritis. Hal ini menjadi salah satu penyebab rendahnya minat dan motivasi siswa untuk mempelajari kimia yang pada akhrinya dapat berimbas pada rendahnya hasil belajar siswa. Oleh karena itu, kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan untuk mengetahui minat, motivasi, dan tanggapan para siswa terhadap pelajaran kimia melalui demonstrasi berbasis chemistry for fun. Sebanyak 12 judul percobaan kimia sederhana didemonstrasikan terhadap 54 siswa kelas X-XII di SMAN 1 Pangandaran. Pengumpulan data dilakukan dengan angket tanggapan para siswa terkait keterlaksanaan demonstrasi kimia berbasis chemistry for fun serta minat dan motivasi belajar siswa terhadap pelajaran kimia. Hasil analisis menunjukkan bahwa para siswa memberikan tanggapan positif terhadap demosntrasi kimia berbasis chemistry for fun dengan tingkat keterlaksanaan sangat baik. Selain itu, tingkat minat dan motivasi belajar siswa terhadap pelajaran kimia masing-masing berada pada kategori tinggi dengan presentase 64,8% dan 70,4%. Dengan demikian, demonstrasi kimia berbasis chemistry for fun dapat menjadi alternatif metode pembelajaran untuk meningkatkan minat dan motivasi belajar siswa terhadap pelajaran kimia.Chemistry teachers are required to have four competencies which include pedagogic, personality, social and professional competencies. Some of the teacher's limitations that have been identified are weak literacy and critical thinking skills, which causes chemistry learning to be more theoretical. This is one of the causes of the low interest and motivation of students to study chemistry. To overcome this, it is necessary to conduct workshop and deepen the material for teachers, so that teachers are expected to become more confident in presenting chemistry lessons that are interesting and relevant to everyday life. The workshop was carried out by adopting a Problem-based Learning (PBL) learning model to provide experience for teachers as facilitators that stimulates students in chemistry learning. Thermochemistry topic was chosen because it is a good stimulus in solving problems in everyday phenomena through chemical knowledge. Through this workshop, outputs are produced in the form of curriculum analysis and learning strategies for thermochemical materials that are ready to be applied by teachers.
Enrichment of Chemistry Conceptual Through Demonstration of Fun Chemistry Experiments for the Chemistry Teachers Community at Banten Province [Pengayaan Konsep Kimia Melalui Demonstrasi Fun Chemistry Experiments untuk Komunitas Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Kimia di Provinsi Banten] Muminah, Qonita; Kusrijadi, Ali; Nurhadi, Atep Rian; Hernani, Hernani
Jurnal Pengabdian Isola Vol 4, No 1 (2025): JPI: VOLUME 4, ISSUE 1, 2025
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jpi.v4i1.83454

Abstract

Metode pembelajaran eksperimen berkaitan erat dengan pembelajaran sains. Keunggulan metode pembelajaran ini tidak hanya bagi siswa, yaitu dapat mendorong terjadinya proses konstruksi pengetahuan, tetapi juga memberikan kesempatan bagi guru untuk menyesuaikan strategi pembelajaran dengan situasi dan kondisi nyata yang mereka hadapi. Faktanya, pelaksanaan eksperimen di banyak sekolah, terutama di Provinsi Banten, masih menghadapi permasalahan ketidaktersediaan fasilitas yang memadai sehingga menghambat guru dalam melakukan eksperimen atau demonstrasi kimia. Berdasarkan permasalahan tersebut, tim Fun Chemistry Program Studi Pendidikan Kimia, FPMIPA, UPI menyelenggarakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat berupa demonstrasi Fun Chemistry Experiments. Melalui kegiatan ini, peserta yang merupakan guru kimia yang tergabung di dalam MGMP se-wilayah Banten, diharapkan mendapatkan pengayaan materi terkait eksperimen kimia dengan topik yang sesuai dengan mata pelajaran kimia yang diajarkan di sekolah. Metode yang dilakukan pada kegiatan pengabdian kali ini adalah demonstrasi yang disertai dengan diskusi dan tanya jawab. Saat demonstrasi dilakukan, para peserta yang berjumlah 30 orang dibekali dengan lembar kerja praktikum. Lembar kerja ini memuat 9 judul eksperimen dengan alat dan bahan yang dapat diadaptasi atau disesuaikan dengan kondisi masing-masing sekolah. Selain itu, di akhir sesi kegiatan angket pendapat guru disebarkan untuk memetakan potensi eksperimen mana saja yang mungkin untuk diadaptasi di sekolah masing-masing. Berdasarkan angket diperoleh bahwa eksperimen Pesan Rahasia, kemudian disusul oleh “Volcano Eruption”, “Tahan Panas”, dan “Haru Biru” (dengan jumlah frekuensi jawaban yang sama) dinilai oleh peserta sebagai eksperimen yang paling mungkin untuk diadaptasi di tempat mengajar masing-masing dengan jumlah frekuensi jawaban 21 dan 15 secara berturut-turut.The experimental learning method is closely related to science education. The advantages of this learning method are not only beneficial for students, by encouraging the process of knowledge construction, but also provide opportunities for teachers to adjust their teaching strategies to real situations and conditions. Implementing experiments in many schools, especially in Banten Province, continues to face issues related to inadequate facilities, thus inhibits teachers from conducting either chemistry experiments or demonstrations. According to this problem, the Fun Chemistry team from the Chemistry Education study program, FPMIPA, UPI, organized a Fun Chemistry Experiments demonstration activity. The purpose of this activity is to enrich the participants, who are chemistry teachers from the MGMP community in Banten, with chemistry experiments related to topics taught at the senior high school level. The methods used in this community service activity include demonstrations, discussions, and QA sessions. During the demonstration, the 30 participants were provided with practical worksheets. The worksheets contain 9 titles of experiments with tools and materials that can be adjusted to the real conditions of each school. In addition, at the end of the session, a questionnaire was distributed to the teachers to map which experiments could potentially be adapted in their respective schools. The results showed that the experiments 'Pesan Rahasia', followed by 'Volcano Eruption', 'Tahan Panas', and 'Haru Biru' (which had the same frequency of responses), were rated by participants as the most likely experiments to be adapted in their teaching places, with response frequencies of 21 and 15, respectively.
Pemanfaatan Bahan Alami Ramah Lingkungan dalam Pembelajaran Sel Volta melalui Model C-R-E-A-T-E untuk Membangun Kreativitas Siswa Wahyu, Wawan; Kusrijadi, Ali
Kimia Padjadjaran Vol 2, No 2 (2024)
Publisher : Kimia Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hingga saat ini, kreativitas anak bangsa masih terus diupayakan dalam dunia pendidikan di Indonesia. Kreativitas ini termasuk salah satu Keterampilan Abad 21 merupakan aspek terpenting dalam mendukung kemandirian anak bangsa. Untuk itu, dalam kegiatan pembelajaran kreativitas diperlukan suatu model berbasis proyek yang memudahkan guru dalam menerapkannya meliputi 6 tahap, yaitu: Connecting, Restructuring, Elaborating, Applying, Tasking, dan Evaluating yang dikenal dengan istilah Model C-R-E-A-T-E. Penggunaan model ini secara blended learning bertujuan untuk membangun kreativitas siswa melalui pemanfaatan bahan alami ramah lingkungan dalam pembelajaran Sel Volta di sekolah. Metode yang digunakan adalah Research and Development (R&D) terhadap 20 siswa dari salah satu Sekolah Menengah Atas (SMA) di Bandung. Instrumen yang digunakan berupa Teaching for Creativity Observation Form (TCOF). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kreativitas siswa terbangun secara signifikan selama mengikuti pembelajaran Sel Volta melalui Model C-R-E-A-T-E. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa Model C-R-E-A-T-E sangat efektif untuk membangun kreativitas siswa dalam membuat Sel Volta yang ramah lingkungan.
Analysis of The Creativity of Senior High School Students Through The C-R-E-A-T-E Learning Model Wahyu, Wawan; Kusrijadi, Ali
Jurnal Pendidikan MIPA Vol 23, No 4 (2022): Jurnal Pendidikan MIPA
Publisher : FKIP Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to analyze students' creativity through the C-R-E-A-T-E learning model in a blended system. Voltaic Cell was chosen as the material studied because the process of making Voltaic Cells can support the development of students' creativity. The research method used was Design Based Research (DbR). The research instrument used was a creativity observation sheet according to William's creativity indicator and an assessment sheet for students' creative products which included three main skills: creating, investigating, and problem-solving skills. The results of this study indicate that the step-by-step C-R-E-A-T-E learning model implemented through a blended system supported by Google Classroom can develop students' creativity, both in terms of creative processes and creative products. It was shown from the observation results of students' creativity on the indicators of fluency, flexibility, elaboration, originality, and evaluation each included in the very good category. In addition, the average score of students' creative product assessment is also in the very good category. These results indicate that the learning model is feasible to be applied in learning as an effort to develop student creativity. Keywords: students’ creativity, the C-R-E-A-T-E model, senior high school. DOI: http://dx.doi.org/10.23960/jpmipa/v23i4.pp1673-1682