Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

IMPLEMENTASI PERDA KABUPATEN JENEPONTO NOMOR 8 TAHUN 2006 TENTANG LARANGAN PEREDARAN MINUMAN BERALKOHOL DAN PENGAWASANNYA Meri Handayani; Muh. Sudirman; Nurharsyah Khaer Hanafie
Jurnal Tomalebbi Volume 9 Nomor 2, Juni 2022
Publisher : Jurusan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

MERI HANDAYANI, 2022. Implementasi Perda Kabupaten Jeneponto Nomor 8 Tahun 2006 Tentang Larangan Peredaran Minuman Beralkohol dan Pengwasannya. Skripsi Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum Prodi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Universitas Negeri Makassar. Dibimbing oleh Dr. Muh. Sudirman, S.Ag., M.Pd. selaku pembimbing I dan Dr. Nurharsya Khaer Hanafie, selaku pembimbing II.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) Pelaksanaan penegakan Perda Kabupaten Jeneponto Nomor 8 Tahun 2006 tentang Larangan Peredaran Minuman Beralkohol dan Pengawasannya. (2) Kendala yang hadapi dalam pelaksanaan penegakan Perda Kabupaten Jeneponto Nomor 8 Tahun 2006 tentang Larangan Peredaran Minuman Beralkohol dan Pengawasannya. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan menggunakan jenis penelitian penelitian hukum empiris yakni yuridis sosiologis dengan sumber data yang diperoleh dari Satpol PP, Kepolisian dan Masyarakat. Adapun prosedur pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi. Serta teknik analisis data yang digunakan terdiri dari reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan.Dari hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa (1) Pelaksanaan penegakan Perda Kabupaten Jeneponto Nomor 8 Tahun 2006 dilakukan dengan berbagai upaya yakni melakukan kegiatan pengawasan peredaran minuman beralkohol secara intern dan ekstern, memberikan pembinaan atau sosialisasi ke tempat-tempat penjualan minuman beralkohol, melakukan razia atau tindakan penyitaan, dan memberikan sanksi bagi pelaku pelanggar perda baik berupa sanksi pidana kurungan, denda maupun sanksi administratif yaitu pencabutan izin usaha penjualan minuman beralkohol. (2) Adapun kendala yang meghambat pelaksanaan penegakan perda Kabupaten Jeneponto Nomor 8 Tahun 2006 terdiri dari keterbatasan aparat penegak hukum dalam melakukan pengawasan, kurangya sosialisasi perda ke masyarakat, tidak adanya anggaran operasional untuk mendukung kegiatan penegakan perda, kurangya kesadaran masyarakat dan adanya kebiasaan mengonsumsi minuman beralkohol.                                                                                  
MUNASAKHAH DALAM SISTEM KEWARISAN ISLAM Muhammad Sudirman
SUPREMASI: Jurnal Pemikiran, Penelitian Ilmu-ilmu Sosial, Hukum dan Pengajarannya Vol 11, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (252.977 KB) | DOI: 10.26858/supremasi.v11i2.2808

Abstract

ABSTRAK: Tulisan ini menguraikan masalah sistim Munasakhah dalam pembagian harta dalam kewarisan Islam. Dari hasil pembahasan diperoleh pemahaman bahwa sistem penyelesaian kasus munasakhah dalam kewarisan harus mempunyai unsur-unsur dan bentuk-bentuk munasakhah. Terjadinya kasus-kasus munasakhah oleh karena adanya kematian dua kali dalam ahli waris yang bakal menerima warisan  dari pewaris sebelum harta tersebut dibagi-bagi pada kematian pertama pewaris. Keuntungan dari sistem munasakhah ini adalah adanya bagian ahli waris kedua, yang semula ahli waris tersebut terhalang (mahjub hirman). KATA KUNCI: Sistim Munasakhah, Kewarisan Islam
Penguatan Kompetensi Inti Spritual Pada Guru SDN/MI se-Kecamatan Parangloe Kabupaten Gowa Muh. Sudirman; Mustaring Mustaring; Lukman Ilham
PENGABDI PENGABDI : VOL. 1, NO. 2 (2020)
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/pengabdi.v1i2.15768

Abstract

Program Kemitraan Masyarakat (PKM) berupa workshop penguatan Kompetensi Inti Spritual bagi guru SDN/MI di Kecamatan Parangloe Kabupaten Gowa. Masalahnya adalah:  (1) Pihak sekolah dan Dinas Pendikan tidak memiliki program dan dukungan dana untuk mengadakan kegiatan yang dimaksud secara berkesinambungan. (2) Pihak guru belum memiliki cukup waktu untuk melakukan kegiatan yang dimaksud. (3) Pihak guru kurang mampu meng-update, mengamati dan menelisik nilai-nilai mana saja yang layak untuk diikuti. Metode yang digunakan adalah ceramah diskusi dan tanya jawab, yang kemudian dilanjutkan dengan latihan. Hasil akhir kegiatan ini berupa 40 orang guru SDN/MI di Kecamatan Parangloe Kabupaten Gowa telah mengikuti kegiatan penguatan nilai-nilai spritual. Diharapkan kepada pihak Dinas Pendidikan Kabupaten Gowa untuk lebih memperhatikan mengenai pentingnya penguatan nilai-nilai spritual dalam kehidupan sehari-hari. Demikian pula kepada para guru diharapkan agar memiliki kesadaran untuk selalu belajar dan berusaha meningkatkan kompetensinya sesuai dengan tuntutan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
ANALISIS FAKTOR PENYEBAB PERCERAIAN KARENA ORANG KETIGA (Studi Putusan Pengadilan Agama Kelas IA Makassar) Muh. Sudirman; Mustaring Mustaring; Imam Suyitno
SUPREMASI: Jurnal Pemikiran, Penelitian Ilmu-ilmu Sosial, Hukum dan Pengajarannya Vol 17, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/supremasi.v17i1.33237

Abstract

ABSTRAK: tujuan penelitian ini untuk mengetahui dan memperoleh data mengenai pertimbangan hakim dalam memutuskan perkara perceraian karena orang ketiga di Pengadilan Agama kelas IA Makassar tahun 2020. Dan  untuk mengetahui dan menganalisis isi putusan hakim Pengadilan Agama kelas IA Makassar mengenai perkara perceraian yang disebabkan orang ketiga.Penelitianini merupakan studiputusandenganmenggunakan pendekatan kasus (case approach) yang mengkaji ratio decidendi ataureasoningyaitupertimbanganputusanPengadilanAgamaKelas IA MakassarNomor1672/Pdt.G/2021/PA.Mks,Nomor.1644/Pdt.G/2021/PA.Mks, Nomor.1667/Pdt.G/ 2021/PA. Mks. Adapun pengolahan data sebagai berikut yaitu melalui reduksi  data,sajiandata,dianalisisdandisimpulkanatauverifikasi.Datayangterkumpuldianalisisdengan metode kualitatif deskriptif. Hasil penelitian diperoleh data bahwa 1) Pertimbangan hakim dalam memutuskanperkaraperceraiankarenaorangketigameliputi;pertimbanganfilosofis,pertimbanganyuridis,danpertimbangannonyuridis(meta yuridis)mencakupaspek psikologis, sosiologis, danetika, sehingga pada pokoknya pertimbangan hakim mengacu pada syiqaq sebagai alasanutamaperceraianyangdijadikansebagaipertimbanganhukumolehhakimdalammemutuskan cerai gugat. Setelah majelis hakim menggali dan menemukanfakta-faktahukum dalam persidangan kemudian memutuskan perkara. 2) Isi putusan PengadilanAgama terhadap perkara perceraian karena orang ketiga dalam perkara 1, 2, dan 3 oleh   majelis hakim Pengadilan Agama Kelas IA Makassar dengan pertimbangan hakim melaluianalisis terhadap pertimbangan filosofis, pertimbangan yuridis, dan pertimbangan nonyuridis(metayuridis)mencakupaspekpsikologis,sosiologis,danetika,munculnyasyiqaqdisebabkanoleh tergugatselakusuamisebagaipemimpinrumahtanggamelakukanperselingkuhandenganperempuanlainyangmengakibatkanperpecahandalamperkawinanPenggugatdanTergugat, demikian juga sebaliknya.
PENDIDIKAN SEKS BAGI REMAJA DALAM PERSPEKTIF HUKUM ISLAM Muhammad Sudirman
Ash-Shahabah : Jurnal Pendidikan dan Studi Islam Vol. 1 No. 2 (2015): Ash-Shahabah: Jurnal Pendidikan dan Studi Islam
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Islam Makassar (UIM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (551.258 KB)

Abstract

Sex education is teaching efforts, awareness, and information about sexual problems are given to children since he understands the problems relating to sex, instinct, and marriage. And sex education for adolescents is important, it is intended to menhindarkan teenagers from acts of adultery is forbidden by Islam. The main role in sex education for adolescents held by the parents, because the parents are responsible for the development of their children so as not to fall into the hole contempt. As for sex education can be done in several ways that are global is to give sense to the child sex as well as provide an understanding of the limitations in the mix, and increasing faith in Allah swt children.
CADAR BAGI WANITA MUSLIMAH DALAM PERSPEKTIF HUKUM ISLAM Muh. Sudirman
Ash-Shahabah : Jurnal Pendidikan dan Studi Islam Vol. 4 No. 1 (2018): Ash-Shahabah: Jurnal Pendidikan dan Studi Islam
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Islam Makassar (UIM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (594.41 KB)

Abstract

The veil is a name that is intended for clothes that serve to cover the face for women from the nose or from under the curve of the eye down. The order of wearing veils for Muslim women is not explicitly explained either in the Qur'an or in the Prophet's hadith. What the Islamic Syari'ah orders for women is wearing the hijab. The law of wearing veils for Muslim women is a mubah instead of a must and not a mustahab, and it is a right for a Muslim to get used to it, and it can not be for a person to forbid it, because it is just exercising her privileges. Moreover, in getting used to or wearing it does not damage something that is obligatory and does not harm others.
PERGESERAN NILAI DALAM PERKAWINAN PADA MASYRAKAT ADAT DI LEMBANG KOLE BAREBATU KECAMATAN MALIMBONG BALEPE' KABUPATEN TANA TORAJA Mustaring Mustaring; Muh. Sudirman; Reykah Mangori
Jurnal Tomalebbi Volume 9, Nomor 4 (Desember 2022)
Publisher : Jurusan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: This study aims to determine (1) the form of value shift in marriage by indigenous peoples in Kole Barebatu Village, Malimbong Balepe' District, Tana Toraja Regency; (2) Factors Affecting Value Shifts in Marriage by Indigenous Peoples in Kole Barebatu Village, Malimbong Balepe' District, Tana Toraja Regency. To achieve this goal, the researchers used a qualitative approach. Checking the validity of the data used is source triangulation. The data obtained from the research results were processed using descriptive data typesKeywords: Value Shift and Marriage by Indigenous Peoples. Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) Bentuk pergeseran Nilai dalam Perkawinan oleh Masyarakat Adat di Lembang Kole Barebatu Kecamatan Malimbong Balepe’ Kabupaten Tana Toraja; (2) Faktor yang Mempengaruhi Pergeseran Nilai dalam Perkawinan oleh Masyarakat Adat di Lembang Kole Barebatu Kecamatan Malimbong Balepe’ Kabupaten Tana Toraja. Untuk mencapai tujuan tersebut maka peneliti menggunakan pendekatan kualitatif. Pengecekan keabsahan data yang digunakan yaitu Triangulasi Sumber. Data yang diperoleh dari hasil penelitian diolah dengan menggunakan jenis data secara deskriptif.Kata Kunci: Pergeseran Nilai, Perkawinan Pada Masyrakat Adat
KEEFEKTIFAN SISTEM POIN DALAM PENINGKATAN KEDISIPLINAN PESERTA DIDIK DI UPT SMAN 5 TANA TORAJA Chrisma Yanti; Andi Aco Agus; Muh. Sudirman
Jurnal Tomalebbi Volume 9, Nomor 4 (Desember 2022)
Publisher : Jurusan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract : Research Objectives: (1) to find out the implementation of the points system in improving the discipline of students at UPT SMAN 5 Tana Toraja, (2) to find out the supporting and inhibiting factors implementation of the points system in improving the discipline of students. Data collection techniques through observation, interviews, and documentation. Data obtained from interviews with 25 students with purposive sampling technique, representatives of Science, Social, Pancasila and Civic teacher, teachers in the field of student affairs, and the principal of UPT SMAN 5 Tana Toraja, with supporting data such as student violation archives, and point system guidelines of UPT SMAN 5 Tana Toraja. The validity of the data is checked using the data source triangulation technique. The data from the research was processed using a type of research called descriptive technique. The results show that: (1) the implementation of the point system at UPT SMAN 5 Tana Toraja in improving the discipline of students has been quite effective, this know from the results of research with several informants in the implementation process consisting of several stages, namely starting from the process of forming a point system socialization committee preparing point system guidelines and point system socialization. Students will be given a limit of 100 points, the given guidance to students who commit violations carried out three times involving the parent, homeroomteacher, BK, vice head of student affairs and the principal with the criteria, 30 point for the first call, 50 points for the second call, 75 points for summons third with the coaching process provided can make students more aware of the rules that apply in school (2) Supporting factors for the implementation of this point system are students who have self-awareness and motivation, the presence of support and motivation from parents, and the absence of discrimination in sanctioning violating learners. The inhibiting factor for the implementation of the point system is the factor of oneself, where the disposition of the learners is difficult to manage, factor of teachers who have an indifferent attitude towards learners who violate the rules, vehicle factor where the lack of public transportation causes a large number of students who often commit violations, in this case they came late to school. Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengetahui pelaksanaan sistem poin dalam peningkatan kedisiplin peserta didik di UPT SMAN 5 Tana Toraja, (2) mengetahui faktor pendukung dan penghambat pelaksanaan sistem poin dalam peningkatan kedisiplin peserta didik. Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Data yang diperoleh dari hasil wawancara dengan 25 orang peserta didik dengan teknik purposive sampling, perwakilan guru IPA, IPS, PPKn dan guru Bidang Kesiswaan serta Kepala Sekolah UPT SMAN 5 Tana Toraja dengan data penunjang seperti asrip pelanggaran peserta didik dan pedoman sistem poin UPT SMAN 5 Tana Toraja. Pengecekan keabsahan data dengan teknik triangulasi sumber data. Data yang telah diperoleh dari hasil penelitian diolah dengan jenis penelitian deskriftif. Hasil penelitian menunjukkan bawah: 1) pelaksanaan sistem poin di UPT SMAN 5 Tana Toraja dalam meningkatkan kedisiplinan peserta didik sudah cukup efektif, hal ini diketahui dari hasil penelitian dengan beberapa informan yang dalam proses pelaksanaannya terdiri dari beberapa tahapan yaitu mulai dari proses pembentukan panitia sosialisasi sistem poin, penyusunan pedoman sistem poin dan sosialisasi sistem poin. Peserta didik akan diberi batasan 100 poin, kemudian diberikan pembinaan kepada peserta didik yang melakukan pelanggaran sebanyak tiga kali yang melibatkan orang tua, wali kelas, BK, wakasek bidang kesiswaan dan kepala sekolah dengan kriteria, 30 poin panggilan pertama, 50 poin panggilan kedua, 75 poin panggilan ketiga, dengan proses pembinaan membuat peserta didik lebih sadar akan aturan yang berlaku di sekolah 2) faktor pendukung pelaksanaan sistem poin ini yaitu peserta didik yang memiliki kesadaran diri dan motivasi, adanya dukungan dan motivasi dari orang tua, menghindari diskriminasi dalam pemberian sanksi kepada peserta didik yang melanggar. Faktor penghambat pelaksanaan sistem poin yaitu watak peserta didik yang sulit untuk diatur, guru yang memiliki sikap tidak pedulih terhadap peserta didik yang melanggar peraturan, faktor kendaraan dimana kurangnya angkutan umum yang menyebabkan banyaknya peserta didik yang sering melakukan pelanggaran dalam hal terlambat datang ke sekolah. Kata Kunci : Sistem Poin dan Kedisiplinan
Efektivitas Pelaksanaan Kebijakan Bantuan Langsung Tunai BLT Terhadap Warga Terdampak Covid 19 di Desa Lalabata Suatu Kajian Terhadap Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2020 Futri Sari; Imam Suyitno; Muh. Sudirman
Jurnal Tomalebbi Volume 9 Nomor 3 September 2022
Publisher : Jurusan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan: 1) untuk mengetahui bagaimana prosedur pelaksanaan Program Bantuan Langsung Tunai (BLT) di desa Lalabata. (2) untuk mengetahui kendala-kendala apa saja yang dihadapi oleh pemerintah desa dalam pelaksanaan program ini. Jenis penelitian ini yaitu jenis penelitian deskriptif kualitatif dengan menggunakan pendekatan sosiologis. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu: observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data yang di peroleh dari hasil penelitian ini kemudian diolah dengan menggunakan analisis data secara desktiptif kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa: (1) prosedur pelaksanaan program Bantuan Langsung Tunai di Desa Lalabata belum terlaksana dengan baik, baik dilihat dari aspek ketepatan sasaran maupun waktu penyaluran (2) kendala yang dihadapi pemerintah desa dalam menjalanjan program BLT yakni: (a) kurangnya kepatuhan masyarakat dalam pelaksanaan protokol kesehatan pada saat penyaluran dana bantuan. (b) keterlambatan pencairan dana BLT dari KPPN sehingga mengakibatkan keterlambatan penyaluran pada masyarakat. (c) pendataan calon penerima BLT kurang maksimal dan tidak sesuai dengan prosedur.
SISTEM PENGELOLAAN ZAKAT FITRAH DI KECAMATAN DONRI-DONRI KABUPATEN SOPPENG Dr. Mustaring Mustaring; Muh. Sudirman; Sylvia Aryani
Ash-Shahabah : Jurnal Pendidikan dan Studi Islam Vol. 8 No. 2 (2022): Ash-Shahabah: Jurnal Pendidikan dan Studi Islam
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Islam Makassar (UIM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui, (1) Sistem Pengelolaan Zakat Fitrah di Kecamatan Donri-Donri Kabupaten Soppeng, (2) Kendala yang dihadapi dalam Pengelolaan Zakat Fitrah di Kecamatan Donri-Donri Kabupaten Soppeng. Jenis penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif, dengan menggambarkan sistem pengelolaan zakat fitrah di Kecamatan Donri-Donri Kabupaten Soppeng dan Kendala yang dihadapi dalam pengelolaan zakat fitrah di Kecamatan Donri-Donri Kabupaten Soppeng. Teknik pengumpulan data yaitu melalui wawancara dan dokumentasi. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Sistem pengelolaan zakat fitrah di Kecamatan Donri-Donri Kabupaten Soppeng dilakukan melalui tiga jalur, yaitu pengumpulan, pengelolaan dana yang terkumpul, dan pendistribusian. Pengumpulan hingga pendistribusian dilakukan oleh Amil/ Pengelola Zakat. Zakat fitrah didistribusikan kepada fakir miskin, Imam selaku Amil, Ibnu Sabil, Fisabilillah, dan UPZ Kecamatan Donri-Donri untuk kemudian disalurkan kembali kepada yang berhak menerimanya. (2) Kendala yang dihadapi dalam pengelolaan zakat fitrah di Kecamatan Donri-Donri Kabupaten Soppeng, yaitu: masih ada muzakki yang menyetor zakat fitrahnya tidak sesuai ketentuan kadar zakat, terdapat beberapa Masjid yang pengelola zakatnya dalam hal ini Imam Masjid yang sudah lanjut usia sehingga mereka merasa kesulitan dalam hal penulisan administrasi pengumpulan zakat fitrah yang ada, dan masih rendahnya kepercayaan masyarakat terhadap Pengelola Zakat yang disebabkan karena kurangnya sosialisasi pemerintah tentang pengelolaan zakat.