Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

INTERNALISASI NILAI MORAL DALAM KELUARGA SEBAGAI BASIS PEMBENTUKAN KARAKTER ANAK Muhammad Fauzan Supardin; Muh. Sudirman; Imam Suyitno
Ash-Shahabah : Jurnal Pendidikan dan Studi Islam Vol. 12 No. 1 (2026): Ash-Shahabah: Jurnal Pendidikan dan Studi Islam
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Islam Makassar (UIM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59638/ash.v12i1.1893

Abstract

Abstract: The formation of children's morals within the family environment is a crucial process involving the inculcation of noble values, ethics, and good behavior from an early age. The family serves as the primary foundation in developing a child's character and personality, establishing a moral basis that will guide them in social life. This study aims to analyze and describe how children's morals are formed within the family environment in Kareloe Village, Bontoramba District, Jeneponto Regency. This research employed a qualitative approach with a descriptive research type. The research location was Kareloe Village, Bontoramba District, Jeneponto Regency. The research subjects were families in Kareloe Village selected through purposive sampling. Data collection techniques used were observation, in-depth interviews, and documentation. The collected data were analyzed using data reduction, data presentation, and conclusion drawing.  Based on the research findings, it was discovered that the formation of children's morals in Kareloe Village is carried out through various methods, including: (1) examples from parents and other family members, (2) religious education and religious values, (3) habituation of good and polite behavior, (4) giving advice and reprimands, and (5) involving children in social and religious activities in the community. Nevertheless, challenges in children's moral formation were still found, such as the negative influence of social media and peer environment. The results of this study indicate that the family's role is highly dominant in the formation of children's morals in Kareloe Village. Cooperation among parents, the community, and educational institutions is expected to further strengthen the formation of children's morals to become individuals with good character and morality.
Pluralisme Hukum Waris Indonesia: Ketegangan Antara Adat, Islam, Dan Hukum Perdata Muh. Sudirman; Andi Herawati
Ash-Shahabah : Jurnal Pendidikan dan Studi Islam Vol. 12 No. 1 (2026): Ash-Shahabah: Jurnal Pendidikan dan Studi Islam
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Islam Makassar (UIM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59638/ash.v12i1.2150

Abstract

Penelitian ini membahas pluralisme hukum waris di Indonesia yang ditandai oleh keberlakuan hukum waris Islam, hukum waris adat, dan hukum waris perdata (KUHPerdata/BW) dalam satu sistem hukum nasional. Kondisi tersebut melahirkan ketegangan norma dan praktik, terutama pada perbedaan konsep keadilan, legitimasi sosial, prosedur administratif, serta kewenangan lembaga peradilan dalam penyelesaian sengketa waris. Penelitian ini menggunakan metode yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan, konseptual, komparatif, dan kasus melalui analisis literatur serta putusan pengadilan yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pluralisme hukum waris mendorong masyarakat memilih sistem hukum berdasarkan kebutuhan sosial dan kepentingan praktis, sehingga memunculkan ketidakpastian hukum, potensi konflik keluarga yang berkepanjangan, serta praktik pemilihan forum (forum shopping) antara Pengadilan Agama dan Pengadilan Negeri. Oleh karena itu, diperlukan harmonisasi melalui penguatan regulasi dan standardisasi prosedur, peningkatan literasi hukum waris, penguatan mediasi, serta penegasan batas kewenangan peradilan agar tercapai kepastian hukum dan keadilan sosial dalam pembagian warisan.
Peran Strategis Bimbingan Perkawinan Pra-Nikah dalam Membentuk Kesiapan Berumah Tangga: Kajian Empiris di Kantor Urusan Agama Kecamatan Arungkeke Rita Febriana; Andi Kasmawati; Muh. Sudirman
Jurnal Tomalebbi Volume 13, Nomor 1 (Maret 2026)
Publisher : Jurusan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56680/jt.v13i1.83172

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pelaksanaan bimbingan perkawinan pranikah serta kontribusinya terhadap kesiapan calon pengantin di Kantor Urusan Agama Kecamatan Arungkeke. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, sedangkan analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan bimbingan perkawinan telah berjalan secara terstruktur sesuai dengan pedoman Kementerian Agama Republik Indonesia. Kegiatan dilaksanakan selama 16 jam pembelajaran dengan materi yang meliputi persiapan perkawinan, dinamika kehidupan rumah tangga, kesehatan reproduksi, pengelolaan konflik, serta perencanaan ekonomi keluarga. Metode pembelajaran yang digunakan memadukan ceramah, diskusi, dan tanya jawab sehingga mendorong partisipasi aktif peserta. Bimbingan perkawinan memberikan kontribusi positif terhadap kesiapan calon pengantin yang meliputi aspek  psikologis,  emosional,  spiritual,  dan  ekonomi.  Peserta   menunjukkan    peningkatan pemahaman   mengenai   peran   dan   tanggungjawab   dalam  keluarga,  kemampuan mengelola emosi dan konflik, penguatan nilai-nilai spiritual dalam kehidupan rumah tangga, serta kesadaran pentingnya perencanaan keuangan keluarga. Meskipun demikian, pelaksanaan program masih menghadapi beberapa kendala seperti keterbatasan kehadiran peserta, perbedaan latar belakang pendidikan, serta keterbatasan sarana pembelajaran. Secara umum, bimbingan perkawinan pranikah di Kecamatan Arungkeke memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan kesiapan calon pengantin dalam membangun keluarga yang harmonis dan berketahanan. 
Pemanfaatan Media Pembelajaran Inovatif Untuk Meningkatkan Minat Peserta Didik Dalam Pembelajaran Pendidikan Pancasila Nur Aisyag Alya Fadilah; Andi Aco Agus; Muh. Sudirman
Jurnal Tomalebbi Volume 12, Nomor 3 (September 2025)
Publisher : Jurusan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56680/jt.v12i3.74267

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis media pembelajaran inovatif yang paling efektif dalam meningkatkan pemahaman konsep Pendidikan Pancasila serta mendeskripsikan pengaruh penggunaan media tersebut terhadap aktivitas belajar peserta didik. Fokus penelitian ini terletak pada efektivitas media pembelajaran inovatif, khususnya video animasi interaktif, dalam meningkatkan minat belajar siswa kelas X pada materi Pendidikan Pancasila sebagai dasar negara. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi di SMA Negeri Mandiri Makassar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media pembelajaran inovatif memiliki kontribusi signifikan dalam menciptakan proses pembelajaran yang lebih menarik, interaktif, dan kontekstual. Penggunaan media seperti video animasi interaktif, permainan edukatif, serta visualisasi materi mampu membantu siswa memahami konsep-konsep abstrak secara lebih konkret dan menyenangkan. Penerapan media tersebut juga mendorong peningkatan motivasi, partisipasi aktif, dan keterlibatan emosional siswa selama proses pembelajaran. Selain itu, keberhasilan penggunaan media pembelajaran sangat dipengaruhi oleh beberapa faktor penting seperti kesesuaian materi dengan media yang digunakan, keterlibatan aktif peserta didik, serta kesiapan sarana dan prasarana pendukung di lingkungan sekolah. Dengan demikian, media pembelajaran inovatif, terbukti efektif dalam meningkatkan pemahaman konsep dan aktivitas belajar peserta didik dalam mata pelajaran Pendidikan Pancasila, sekaligus memberikan kontribusi terhadap peningkatan kualitas pembelajaran secara keseluruhan.
Preferensi Politik Masyarakat Etnis Minoritas dalam Pemilihan Walikota Makassar Tahun 2024 (Studi Kasus pada Komunitas Etnis Tionghoa dan Toraja) Bakhtiar Bakhtiar; Muh. Sudirman; Muh. Asriadi
SUPREMASI: Jurnal Pemikiran, Penelitian Ilmu-ilmu Sosial, Hukum dan Pengajarannya Volume 21, Nomor 1 (Januari 2026)
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/supremasi.v21i1.83295

Abstract

Konteks preferensi politik masyarakat etnis minoritas di Kota Makassar adalah terciptanya partisipasi politik yang inklusif dan representatif, di mana semua kelompok etnis, termasuk Tionghoa dan Toraja, merasa terwakili dalam proses pemilihan kepala daerah. Namun, preferensi politik sering kali dipengaruhi oleh faktor identitas etnis, relasi sosial, dan kepentingan ekonomi yang dapat menghambat integrasi politik. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran mengenai preferensi politik, faktor yang memengaruhi, serta implikasinya terhadap partisipasi politik inklusif. Menggunakan metode studi kasus kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumen. Hasil penelitian mengungkap bahwa preferensi politik komunitas Tionghoa sangat dipengaruhi pertimbangan ekonomi dan jaminan stabilitas, sementara komunitas Toraja lebih terpengaruh ikatan kultural dan figur kharismatik. Faktor identitas etnis memperkuat solidaritas namun memicu voting yang terfragmentasi. Implikasinya, partisipasi politik cenderung reaktif dan transaksional sehingga integrasi politik belum optimal.