Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Pengaruh Permainan Bowling Modifikasi Terhadap Kemampuan Mengenal Konsep Bilangan 1-10 Pada Anak Usia 4-5 Tahun Di Tk Aisyiyah Bustanul Athfal (ABA) 05 Medan Tahun Ajaran 2016/2017 Kamtini Kamtini; Desi Ari Sandy
JURNAL BUNGA RAMPAI USIA EMAS Vol 3, No 1: Juni 2017
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jbrue.v3i1.10627

Abstract

Permasalahan dalam penelitian ini adalah rendahnya kemampuan anak dalam mengenal konsep bilangan1-10. Penelitan ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh permainan bowling modifikasi terhadap kemampuan mengenal konsep bilangan 1-10 pada anak usia 4-5 tahun di Tk Aisyiyah Bustanul Athfal (ABA) 05 Medan Tahun Ajaran 2016/2017.Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian eksperimen. Desain dalam penelitian ini only-posttest control grup design. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan dua kelas yang memiliki karakteristik yang sama yaitu kelas A1 dan kelas A3. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan cara random sampling, yaitu dengan memilih sampel dengan cara acak, dengan jumlah kelas A1 sebagai kelas eksperiemen sebanyak 15 anak dan kelas A3 sebagai kelas kontrol sebanyak 15 anak. Variabel bebas adalah permainan bowling modifikasi, sedangkan variabel terikat adalah kemampuan mengenal konsep bilangan 1-10. Instrumen pengumpulan data adalah pedoman observasi. Data dianalis dengan menggunakan metode statistik deskriptif dan uji hipotesis dengan uji-t, dilanjutkan dengan uji signifikan pada taraf α=0,05.Dari hasil observasi anak yang dibelajarkan dengan menggunakan permainan bowling modifikasi di kelas eksperimen memperoleh nilai rata-rata 3,48 dengan nilai tertinggi 16 dan nilai terendah 11 tergolong dalam kategori Berkembang Sangat Baik, dari hasil observasi anak yang dibelajarkan dengan permainan kartu gambar di kelas kontrol memperoleh nilai rata-rata 2,65 dengan nilai tertinggi 13 dan nilai terendah 8 tergolong dalam kategori Berkembang Sesuai Harapan. Kemampuan mengenal bilangan 1-10 anak pada kelas eksperimen terdapat anak pada kategori Berkembang Sangat Baik (BSB)sebanyak 10 orang (67 %) dan anak pada kategoriBerkembang Sesuai Harapan (BSH)sebanyak 5 orang (33 %). Di kelas kontrol terdapatanak padakategoriBerkembang Sesuai Harapan (BSH)sebanyak 9 orang (60 %) dan anak pada kategoriMulai Berkembang (MB)sebanyak 6 orang (40 %).Hasil pengujian menyimpulkan bahwa thitung= 6,183sedangkanttabel= 1,701, dengan demikian H0 ditolak dan Ha diterima, sehingga dapat dinyatakan: Ada Pengaruh Yang Signifikandari Permainan Bowling Modifikasi TerhadapKemampuan Mengenal Konsep Bilangan1-10 Pada Anak Usia4-5 Tahun Di TK Aisyiyah Bustanul Athfal(ABA) T.A 2016/2017”.
Meningkatkan Kreativitas Mahasiswa PG-Pauddalam Mendesain Permainan Melalui Gerak &Lagu Untuk Anak Usia Dini Kamtini Kamtini
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol 20, No 78 (2014)
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jpkm.v20i78.4675

Abstract

Pendidikan Anak Usia Dini adalah suatu lembaga pendidikan prasekolah yang mempunyai aktivitas belajarsambil bermain, bermain seraya belajar. Bermain melalui gerak dan lagu merupakan aktivitas yang sangatpopuler yang dilakukan anak PAUD dalam kegiatan sehari-hari. Bahkan kegiatan ini dilombakan dalamberbagai event sekolah. Hal ini menjadikan bermain melalui gerak dan lagu penting dikuasai MahasiswaPendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini sebagai calon guru.Untuk pertumbuhan dan perkembangan anak melalui permainan perlu disesuaikan dengan kondisi anak.Hal ini penting dipahami oleh setiap mahasiswa PG-PAUD, agar setiap kegiatan yang dilakukan melaluibermain dan permainan dapat bermanfaat dalam pencapaian tujuan pembelajaran. Untuk permainanyang diciptakan disesuaikan dengan perkembangan anak secara fisik dan psikis, dan memiliki karakteristikyang serasi dengan anak. Permainan tersebut berguna membantu pertumbuhan dan perkembangan dirianak yang meliputi aspek, fisik, intelegensi dan sosial. Kesesuaintersebut dapat ditinjau dari isi, bahasayang sederhana, nada yang sepadan dan tema yang sesuai untuk anak. Mahasiswa PG-PAUD diharapkandapat memahami karakteristik permainan bagi anak yang bersifat serderhana mengandung unsurmaknawi dan mempunyai tema.Gerak-gerak yang digunakan dalam permainan di PAUD dapat menirukangerak-gerak keseharian, seperti gerak-gerak binatang, gerak-gerak tumbuhan dan gerak alam lainnya.Prinsip dasar belajar di PAUD adalah belajar melalui bermain dan bermain seraya belajar.Nuansa bermainuntuk membuat anak senang sudah kelihatan begitu memasuki lingkungan PAUD, yang diberi nuansawarna warni ceria. Semua aktivitas dilakukan untuk memenuhi program pembelajaran yang diberikan. Didalam aktivitasnya mahasiswa PG-PAUD yang akanmenjadi guru PAUD diharapkan mampu melakukanaktivitas seperti anak-anak PAUD. Misalnya gerakan jongkok, gerakan merangkak, gerakan melompat,bahkan gerakan menyuruk dan sebagainya untuk memberikan contoh bagaimana seharusnya permainanitu dilakukan oleh anak. Aktivitas memberikan contoh bagaimana seharusnya permainan itu dilakukan olehanak. Aktivitas permainan tersebut diiringi dengan musik atau lagu yang menambah semaraknya kegiatanyang sedang dilakukan. Kegiatan semacam itulah yang disebut bermain melalui gerak dan lagu di PAUD.Mahasiswa PG-PAUD tidak hanya dituntut memainkannya tetapi lebih dari pada itu, mereka hendaknyadapat pula menciptakan dan mengembangkan permainan tersebut, sebagai persiapan baginya menjadiguru PAUD yang berkualitas
Pendidikan Anak Usia Dini Bagi Ibu Yang Bekerja Di Luar Rumah Kamtini Kamtini
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol 21, No 80 (2015)
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jpkm.v21i80.4791

Abstract

Aktivitas perempuan bekerja di luar rumah sering menimbulkan berbagai persoalan, terutama dalam halpengasuhan anak sehingga mengakibatkan anak mendapatkan perhatian yang minim, terlantar, kurangkasih sayang dan sebagainya. Sementara itu budaya patriarki yang masih dipegang teguh oleh masyarakatIndonesia menempatkan pengasuhan anak sebagai kewajiban ibu. Meskipun wacana mengenai pembagianperan yang adil antara perempuan dan laki-laki sudah banyak didengungkan namun sampai saat initernyata masih banyak yang lebih memberikan status pada perempuan atau si ibu sebagai pengasuhsekaligus pendidik bagi anak-anak di dalam keluarga. Oleh karena itu beban ganda perempuan semakinterasa apabila perempuan juga bekerja di luar rumah. Di samping bekerja untuk memenuhi kebutuhankeluarga, di rumah pun masih harus menangani segala pernak-pernik urusan rumah tangga yangdibebankan padanya. Sehingga tidaklah mengherankan, apabila waktu yang biasanya dialokasikan untukmengasuh, mendidik dan merawat anak kemudian beralih menjadi waktu efektif untuk aktifitas kerja di luarrumah.
Parent Perspective Based on Salary Level of Intrapersonal Intelligence Child Through Sleeping Companions Salsabila Hasiana Tanjung; Sup Suparno; Kamtini Kamtini
Early Childhood Research Journal (ECRJ) Vol.2, No.1, June 2019
Publisher : Department of Early childhood Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/ecrj.v2i1.7185

Abstract

Education with affection will shape the intrapersonal intelligence of the child the better also. Personality of children in adulthood in general is the formation of personality and education obtained by children through the people around him, especially the family. Activities of storytelling is done before bed can also be said hypnoparenting which is education done at the time of the child before bed. At that time, the child will easily receive an education packed with stories containing advice. Education by way of telling stories to advise on children has been done by parents of ancient times. This study was conducted by giving a questionnaire and conducting simple interviews to randomly selected parents regardless of the background of their lives except the amount of salary they earn each month. This research uses quantitative descriptive method by interviewing selected fifty randomly selected parents. That parents who earn salary at point A or with income Rp 500,000 - Rp 2,000,000 more often accompany child sleep and assume it is important for children with the reason his son still want to be accompanied sleep and feel like accompany the child to sleep because it has been working all day outside.
Optimizing e-modules in Early Childhood Motoric Courses in the PG PAUD Study Program, Universitas Negeri Medan Rizki Ramadhani; Kamtini Kamtini; Gita Noveri Eza; Damaiwaty Ray; Nasriah Nasriah
Budapest International Research and Critics Institute (BIRCI-Journal): Humanities and Social Sciences Vol 5, No 2 (2022): Budapest International Research and Critics Institute May
Publisher : Budapest International Research and Critics University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33258/birci.v5i2.5551

Abstract

This study aims to analyze online learning in early childhood motoric development methodology courses using e-modules of practical materials in the PG PAUD FIP UNIMED study program. This study uses qualitative descriptive with qualitative analysis in a research activity with research subjects PG PAUD semester V 2019. Data collection techniques are carried out by observation, documentation and interviews. The results showed that, through observations distributed through questionnaires, interviews were conducted through online learning through the use of e-modules in the early childhood motor development methodology course. can be a good alternative in online learning during a pandemic and can improve students' abilities in aud music practice courses as well as from documentation through videos that students are able to follow and use e-modules. From the results of field practice analysis conducted virtually, it shows that online learning through zoom and the use of this e-module application can improve the ability of students both individually and in groups in learning motoric methodologies for early childhood.
Pengaruh Permainan Tradisional Ular Naga Terhadap Perkembangan Aspek Kesadaran Diri Anak Usia 5-6 Tahun di TK Aisyiyah Bustanul Athfal 41 Kec. Medan Sunggal Dini Komariah Rangkuti; Kamtini Kamtini
ENGGANG: Jurnal Pendidikan, Bahasa, Sastra, Seni, dan Budaya Vol. 5 No. 2 (2025): JUNI:ENGGANG: Jurnal Pendidikan, Bahasa, Sastra, Seni, dan Budaya
Publisher : FKIP, Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37304/enggang.v5i2.21086

Abstract

The problem with this research is the limited media and game tools, such as; Role playing and traditional games are still rarely applied by teachers in the learning/teaching process so that children easily get bored during learning/teaching activities. The aim of this research is to determine the significant influence of the traditional dragon snake game on the development of aspects of self-awareness in children aged 5-6 years at Kindergarten Aisyiyah Busthanul Athfal 41 Medan. This research uses Quasi Experimental Design with The Equivalent Time Sample Design. The subjects of this research were 28 children in the orchid class at ABA 41 Kindergarten. The sampling technique uses purposive sampling and the data analysis technique uses non-parametric statistical tests. The results of the data from this study show that the average value of the first treatment (X1) has an average value of 17.5, categorized as BSH (developing according to expectations), not given the first treatment (X0) has an average value of 14.0, categorized as BSH (developing). according to expectations), the second treatment (X2) had an average value of 18.46 in the BSH category (developed according to expectations), not being given the second treatment (X0) had an average value of 15.67 in the BSH category (developed according to expectations). The results of data analysis through the SPSS version 25 statistical test show that Asymp. Sig 0.000 < 0.05 hypothesis is accepted, it can be concluded that there is a significant influence of traditional games on the development of aspects of self-awareness in children aged 5-6 years at Kindergarten Aisyiyah Bustanul Athfal 41 Medan.