Articles
EFEKTIVITAS INTERVENSI MUSIK GAMELAN UNTUK MENURUNKAN KECENDERUNGAN PERILAKU KECANDUAN GADGET PADA REMAJA
Nimas Bondhan Kinanthi;
Zaenal Abidin
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 11, Nomor 2, Tahun 2022 (April 2022)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.14710/empati.2022.34438
Pembelajaran daring yang diselenggarakan selama pandemi COVID-19 berdampak pada intensitas penggunaan gadget yang tinggi pada siswa. Jika hal tersebut dilakukan di luar kepentingan pembelajaran, maka dikhawatirkan akan muncul perilaku kecanduan gadget pada siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh intervensi musik gamelan terhadap kecenderungan perilaku kecanduan gadget pada remaja. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen non-randomized pretest posttest control group design yang dilaksanakan selama enam kali pertemuan dengan durasi 60 menit pada setiap pertemuan. Karakteristik subjek dalam penelitian ini yaitu remaja Desa Manjungan, Kecamatan Ngawen, Kabupaten Klaten yang berusia 10-13 tahun, mengalami kecenderungan perilaku kecanduan gadget, dan bisa memainkan alat musik gamelan. Teknik pengambilan sampel adalah purposive sampling. Sampel berjumlah 18 orang yang terdiri dari 9 remaja dalam kelompok eksperimen, dan 9 remaja dalam kelompok kontrol. Tingkat kecanduan gadget diukur menggunakan Skala SAS-SV yang terdiri dari 23 aitem valid (α = 0.870). Hasil penelitian yang ditemukan menunjukkan bahwa ada penurunan tingkat kecanduan gadget pada kelompok eksperimen setelah diberikan perlakuan, hal ini dibuktikan dengan hasil uji Paired Sample T-Test dengan nilai signifikansi 0.000 (p < 0,05). Selain itu, uji Independent Sample T-Test menunjukkan bahwa ada perbedaan skor kecanduan gadget pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol setelah diberikan perlakuan (Sig = 0.000, p < 0,05). Penelitian ini menghasilkan temuan bahwa intervensi musik gamelan mampu berpengaruh secara signifikan untuk menurunkan kecenderungan perilaku kecanduan gadget pada remaja. Pemberian intervensi musik dalam setting kelompok telah terbukti mampu mengurangi isolasi diri, meningkatkan motivasi anggota untuk berpartisipasi, meningkatkan kehadiran kelompok, dan meningkatkan perasaan senang bagi peserta.
HUBUNGAN ANTARA DUKUNGAN SOSIAL DENGAN KECEMASAN MENGHADAPI UJIAN NASIONAL PADA SISWA SMA NEGERI 2 KOTA MAGELANG
Fiona Fisabillia Lastina;
Zaenal Abidin
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 2, Nomor 3, Tahun 2013 (Agustus 2013)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (42.876 KB)
|
DOI: 10.14710/empati.2013.7360
The purpose of the research is to know correlation between the social support and the test anxiety on senior high school student at SMA Negeri 2, Magelang. Hypothesis of this study expressed that there is a negative correlation between the social support and the test anxiety on the senior high school students at SMA Negeri 2, Magelang. The more positive social support the lower levels of test anxiety in the senior high school students at SMA Negeri 2, Magelang.The instruments of this study used Social Support Scale text anxiety Scale. Social Support Scale consists of 38 items with difference indices of items ranged of 0.332 to 0.639 and a reliability coefficient of 0.913. Test Anxiety Scale consists of 31 items with a difference indices of items ranged of 0.307 to 0.846 and reliability coefficient of 0.940.Population in this study was 200 senior high school students at SMA Negeri 2, Magelang. The samples were amounted 100 students and sampled by using cluster random sampling technique. Analysis of the data carried out by using simple regression analysis with the correlation coefficient (rxy) of -0.581 with p = 0.000 (p <0.05), it means that the hypothesis stated that there is a negative correlation between academic self-concept and academic procrastination was accepted.Contribution of social support on the test anxiety in the senior high school students at SMA Negeri 2, Magelang is 33.80%. While the remaining of 66.20% is influenced by other factors that are not discussed in this study.
HUBUNGAN ANTARA RELIGIUSITAS DENGAN INTENSI PROSOSIAL PADA SISWA-SISWI MADRASAH ALIYAH MUHAMMADIYAH KUDUS
Ilyas Sudikno Yahya;
Zaenal Abidin
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 7, Nomor 4, Tahun 2018 (Oktober 2018)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (350.517 KB)
|
DOI: 10.14710/empati.2018.23485
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara Religiusitas dengan Intensi Perilaku Prososial pada Siswa-siswi Madrasah Aliyah Muhammadiyah Kudus. Yang akan diukur dalam penelitian ini adalah aspek-aspek dari variabel Religiusitas dan variabel Intensi Prososial. Populasi pada penelitian ini adalah Siswa Madrasah Aliyah (MA) Pondok pesantren Muhammadiyah Kudus, Siswa madrasah Aliyah Muhammadiyah Kudus memiliki dua jurusan kelas IPA dan IPS dengan jumlah siswa sebanyak 197 anak. Kelas 10 sebanyak 76 anak, kelas 11 sebanyak 68 anak, dan kelas 12 sebanyak 53 anak .Sampel penelitian berjumlah 92 orang diambil dengan menggunakan teknik Purposive sampling. Pengumpulan data menggunakan Skala Religiusitas (40 aitem, α = .93) dan Skala Intensi Prososial (36 aitem, α = .94). Dalam penelitian ini tidak menggunakan analisis parametrik karena data variabel religiusitas terdistribusi tidak normal, sehingga tidak memenuhi syarat uji asumsi untuk menggunakan analisis parametrik. Hasil analisis non parametrik Spearman’s menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif yang signifikan antara Religiusitas dengan Intensi Prososial pada Siswa-siswi Madrasah Aliyah Muhammadiyah Kudus dengan rxy .61, p = .000 (p < .05), Koefisien korelasi tersebut menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara variabel Religiusitas dengan variabel Intensi Prososial. Nilai pada koefisien korelasi rxy menunjukkan hubungan Positif dan p = .000 (p < .05) menunjukan hubungan yang signifikan, semakin tinggi religiusitas maka akan semakin tinggi intensi prososial seseorang, begitu juga sebaliknya semakin rendah religiusitas maka semakin rendah intensi prososial
KONSEP DIRI DAN KOMPETENSI INTERPERSONAL PADA MAHASISWA JURUSAN ILMU PEMERINTAHAN FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK
Ledita Femilia Resti;
Zaenal Abidin
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 4, Nomor 4, Tahun 2015 (Oktober 2015)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.14710/empati.2015.14738
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada hubungan antara konsep diri dengan kompetensi interpersonal pada mahasiswa Jurusan Ilmu Pemerintahan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Diponegoro. Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Diponegoro Jurusan Ilmu Pemerintahan dan sampel yang digunakan adalah mahasiswa Jurusan Ilmu Pemerintahan angkatan 2011, 2012 dan 2013. Teknik sampel yang digunakan adalah Accidental Sampling. Pengumpulan data dengan menggunakan skala konsep diri yang terdiri dari 31 aitem (α = 0,945) dan skala kompetensi interpersonal yang terdiri dari 43 aitem (α = 0,954). Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan positif yang signifikan antara konsep diri dengan kompetensi interpersonal pada mahasiswa Jurusan Ilmu Pemerintahan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Diponegoro dengan nilai koefisien korelasi sebesar 0,809 dengan tingkat signifikansi p = 0,000 (p < 0,05). Hipotesis yang mengatakan bahwa terdapat hubungan positif antara konsep diri dengan kompetensi interpersonal pada mahasiswa Jurusan Ilmu Pemerintahan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Diponegoro terbukti. Sumbangan efektif konsep diri terhadap kompetensi interpersonal sebesar 65,5%, sedangkan sisanya sebesar 34,5% ditentukan oleh faktor-faktor lain yang tidak diungkap dalam penelitian ini.
HUBUNGAN ANTARA DUKUNGAN REKAN KERJA DENGAN STRES KERJA ANGGOTA TAMTAMA-BINTARA TNI ANGKATAN DARAT DETASEMEN PEMELIHARAAN PESAWAT TERBANG LANDASAN UDARA AHMAD YANI SEMARANG
Novia Daniaputri;
Zaenal Abidin
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 2, Nomor 4 Tahun 2013 (Oktober 2013)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (39.589 KB)
|
DOI: 10.14710/empati.2013.7419
Penelitian bertujuan untuk mengetahui hubungan antara dukungan rekan kerja dengan stres kerja anggota tamtama-bintara TNI AD Denharsabang Lanud Ahmad Yani SemarangPenelitian ini melibatkan sampel yang berjumlah 60 orang dari total jumlah populasi 93 orang anggota tamtama-bintara TNI AD Denharsabang Lanud Ahmad Yani Semarang, yang diperoleh menggunakan teknik sampling convenience. Alat pengumpul data dalam penelitian ini adalah Skala Dukungan Rekan Kerja (39 aitem a = 0,967) dan Skala Stres Kerja (39 aitem a = 0,941) yang telah diujicobakan kepada 30 anggota bintara-tamtama TNI AD Denharsabang Lanud Ahmad Yani SemarangHasil analisis data dengan metode analisis regresi sederhana menghasilkan koefisien korelasi (rxy) sebesar -0,391 dengan p = 0,002 (p<0,05). Hasil tersebut menunjukan arah hubungan negatif yang signifikan antara dukungan rekan kerja dengan stres kerja anggota tamtama-bintara TNI AD Denharsabang Lanud Ahmad Yani Semarang. Dukungan rekan kerja memberi sumbangan efektif sebesar 15,3% pada stres kerja anggota tamtama-bintara TNI AD Denharsabang Lanud Ahmad Yani Semarang dan sisanya 84,7% tidak diungkap dalam penelitian ini.
PENGALAMAN RELIGIUSITAS PADA MANTAN PUNKERS
Dimas Indra Ridwanto;
Zaenal Abidin
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 5, Nomor 2, Tahun 2016 (April 2016)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (268.031 KB)
|
DOI: 10.14710/empati.2016.15067
Punkers muslim merupakan sesorang yang telah meninggalkan ideologi punk dan menerapkan serta mempraktikan agama Islam dalam kehidupannya. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk memahami pengalaman sisi religiusitas mantan punkers. Subjek yang diikutkan dalam penelitian ini adalah pendiri komunitas punkers muslim. Pendekatan penelitian ini fenomenologis dan teknik analisis data IPA. Hasil penelitian menunjukan, antara lain awal kehidupan punk, kehadiran punker muslim sebagai pendakwah, dan keislaman pada punker.Awal kehidupan punk mereka harus menyesuaikan diri dengan perilaku yang menjadi kebiasaan anggota punk sehari-hari. Kehadiran punkers muslim sebagai pendakwah dengan kegiatan-kegiatan keagamaannya memberikan pengaruh bagi pengalaman beragama masing-masing subjek. Keislaman pada punkersyang membawa kenyamanan, ketenangan dan sebagai pegangan hidup.
PERBEDAAN INTENSI MENONTON PORNOGRAFI PADA SISWA SMA NEGERI 6 SEMARANG YANG MENJADI ANGGOTA ROHIS DENGAN YANG BUKAN ANGGOTA ROHIS
Tri Haryanto;
Zaenal Abidin
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 3, Nomor 3, Tahun 2014 (Agustus 2014)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (188.422 KB)
|
DOI: 10.14710/empati.2014.7554
The aim of this study was to examine differences in the intentions of watching pornography on SMA Negeri 6 Semarang students between students who become members of Rohis with the non-member of Rohis. Intension of watching pornography is defined as the tendency of individuals to take action for seeing any form of image, video, or other forms of messages through various forms of communication media and/or performing in public, which contains obscenity or sexual exploitation. The population of this study was students of SMA 6 Semarang. Subjects in the study sample was divided into two groups, namely the group of students who are members of Rohis totaled 33 students and students who are not members of Rohis many as 57 students. The data was collected using the intention scale watching pornography (37 item). The intention scale watching pornography composed by aspects of the intentions of watching pornography. The aspects of the intention to watch pornography have been prepared on four aspects intentions which proposed by Ajzen (2005, p. 102) that is action, targets, context, and time coupled with the definition viewing behavior and the definition of pornography . The results show the value of t = 2.313 with p = 0.023 (p < 0.05) . These results indicate that there are significant differences in the intentions of watching pornography on SMA Negeri 6 Semarang students between students who become members of Rohis with the non-member of Rohis. Intension of watching pornography of SMA 6 Semarang students who are a member of Rohis lower than SMA 6 Semarang students who are not members Rohis .
HUBUNGAN ANTARA KONSEP DIRI DENGAN SIKAP TERHADAP HUBUNGAN SEKSUAL PRANIKAH PADA SISWA SMA NEGERI 8 PURWOREJO
Devi Anggraeni;
Zaenal Abidin;
Dinie Ratri Desiningrum
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 2, Nomor 3, Tahun 2013 (Agustus 2013)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (130.705 KB)
|
DOI: 10.14710/empati.2013.5262
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara konsep diri dengan sikap terhadap hubungan seksual pranikah. Sikap terhadap hubungan seksual pranikah yaitu penilaian dalam diri individu yang memberi kesimpulan terhadap stimulus atau obyek, yang merupakan hasil interaksi dari komponen sikap terhadap segala aktivitas dan bentuk perilaku seksual yang dilakukan di luar ikatan perkawinan. Konsep diri merupakan evaluasi terhadap diri sendiri, serta penilaian individu terhadap pandangan orang lain pada dirinya yang berkaitan dengan hasil belajar dari pengalaman.Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI SMA Negeri 8 Purworejo berjumlah 200 orang, dengan karakteristik yaitu laki-laki dan perempuan yang berusia antara 15-18 tahun. Sampel pada penelitian ini berjumlah 90 orang, yang diperoleh melalui cluster random sampling. Alat pengumpul data dalam penelitian ini adalah skala sikap terhadap hubungan seksual pranikah (38 aitem valid, α=0,919) dan skala konsep diri (42 aitem valid, α=0,923), yang telah diuji cobakan pada 90 siswa kelas XI SMA Negeri 8 Purworejo.Analisis regresi sederhana menunjukkan nilai koefisiensi korelasi sebesar -0,250 dan p=0,000 (p<0,05). Artinya terdapat hubungan yang negatif dan signifikan antara konsep diri dengan sikap terhadap hubungan seksual pranikah. Semakin tinggi konsep diri maka sikap semakin menolak terhadap hubungan seksual pranikah. Sumbangan efektif konsep diri terhadap sikap terhadap hubungan seksual pranikah sebesar 6,3%. Hal ini mengindikasikan bahwa ada faktor lain sebesar 93,7% yang juga ikut berperan mempengaruhi sikap terhadap hubungan seksual pranikah.
THE MEANING OF LIFE WAYANG WONG SRIWEDARI PLAYERS
Gilang Rastu Gati;
Zaenal Abidin
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 3, Nomor 2, Tahun 2014 (April 2014)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (198.531 KB)
|
DOI: 10.14710/empati.2014.7511
The meaning of life is something that is considered important, valuable, and desirable as well as provide special value to one's self. The meaning of life is also worthy life goals. This study aims to find a vision of the meaning of life from the players who are in the wayang wong Sriwedari in Surakarta. This study used a qualitative method using a phenomenological approach. The number of subjects in the study were four people determined purposively. The results obtained from this study is the background in the selection of the fourth subject wayang wong job as a player because it has the talent and have ancestors who are involved in the arts wayang wong. Reason subjects persist in work because they love their work, do not have any other skills, and the desire to work. They also have the same goal in the work is provide for his family. Fourth research subject grateful for what they have earned, and considers his life prosperous. Physical changes to give effect to the subject in the work, other than that obtained in any role the show has been changed into buto figures and waistband. Achievement of the meaning of life is obtained subject of happiness, work wholeheartedly, loving family, successful children, produce works of art, to support my wife and kids, and the third male subjects have in common is their role as a father. Their efforts in achieving the meaning of life is done through the value of work, and the value being the value appreciation.
HUBUNGAN ANTARA EFIKASI DIRI DENGAN PENYESUAIAN SOSIAL PADA MAHASISWA FAKULTAS HUKUM ANGKATAN 2012 UNIVERSITAS DIPONEGORO
Ririn Handayani;
Zaenal Abidin
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 2, Nomor 4 Tahun 2013 (Oktober 2013)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (216.428 KB)
|
DOI: 10.14710/empati.2013.7425
Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan secara empiris hubungan antara efikasi diri dengan penyesuaian sosial pada mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Diponegoro. Populasi dalam penelitian ini adalah 90 mahasiswa tahun angkatan 2012 yang berasal dari Luar Pulau Jawa. Penentuan sampel menggunakan teknik cluster random sampling. Pengumpulan data menggunakan Skala Penyesuaian Sosial yang terdiri dari 27 aitem (α=0,893) dan Skala Efikasi Diri yang terdiri dari 30 aitem (α=0,910). Hasil analisis regresi sederhana menunjukkan adanya hubungan positif yang signifikan antara efikasi diri dengan penyesuaian sosial yang ditunjukkan dengan angka korelasi rxy=0,560 dengan p=0,000 (p<0,05) sehingga hipotesis yang menyatakan ada hubungan positif antara efikasi diri dengan penyesuaian sosial pada mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Diponegoro dapat diterima.. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan, maka dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan positif yang signifikan antara efikasi diri dengan penyesuaian sosial mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Diponegoro. Arah hubungan bersifat positif, artinya apabila mahasiswa memiliki efikasi yang tinggi maka mahasiswa tersebut memiliki penyesuaian sosial yang baik dan sebaliknya apabila mahasiswa memiliki efikasi diri yang rendah maka penyesuaian sosialnya buruk. Sumbangan efektif efikasi diri terhadap penyesuaian sosial sebesar 31,3%, sementara 68,7% dipengaruhi oleh faktor-faktor lain yang tidak diungkap dalam penelitian ini.