Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : Semesta Teknika

KUAT TEKAN VERTIKAL DINDING PANEL BETON EXPANDED POLYSTYRENE DENGAN PERKUATAN PAPAN KALSIUM SILIKAT DAN PENYAMBUNG GESER BAUT Zakina, Bella Lutfiani Al; Saputra, Ashar; Awaludin, Ali
Semesta Teknika Vol 22, No 2 (2019): NOVEMBER 2019
Publisher : Semesta Teknika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perlunya percepatan penyediaan rumah tinggal mengharuskan pemerintah mencoba sistem konstruksi inovatif menggunakan sistem beton sandwich polystyrene yang digunakan sebagai konstruksi dinding. Konstruksi ini memiliki kelebihan seperti memiliki bobot yang relatif lebih ringan, harga yang relatif lebih ekonomis, dan kemudahan serta kecepatan konstruksi. Konstruksi ini diharapkan dapat mengurangi risiko kerusakan akibat gempa bumi karena memiliki bobot yang relatif ringan yang merupakan salah satu syarat untuk rumah tahan gempa. Untuk meningkatkan daya dukung dinding panel beton polystyrene agar menjadi dinding struktural, alternatifnya adalah menggunakan bahan pelapis perkuatan. Dalam penelitian ini menggunakan spesimen pracetak yang diperoleh dari pracetak pabriksi dengan panjang 1800 mm, lebar 610 mm, dan tebal 75 mm. Penguatan menggunakan papan Kalsium Silikat. Jenis kalsium silikat yang digunakan adalah papan Kalsi. Benda uji disabung menggunakan lem sika dan kemudian dilubangi, jika telah dilakukan pasang bautsebagai konektor geser. Variasi dalam penelitian ini adalah panel beton polystyrene polos, panel beton polystyrene yang diperkuat dengan kalsi, dan panel beton polystyrene yang diperkuat dengan kalsi dan konektor geser baut. Pengujian berdasarkan SNI 03-3122- 1992 (Panel Beton Ringan Berserat). Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rata-rata berat panel adalah 612,57 kg / m3, modulus elastisitas 942,37 MPa, kekuatan tekan 2,52 MPa dan kapasitas penyerapan air 12,11%. Kekuatan tekan tertinggi diperoleh oleh panel dengan perkuatan kalsiboard sebesar 1,18 MPa. Ini menunjukkan penambahan lapisan perkuatan akan mempengaruhi peningkatan kekuatan. The need to acceleration the provision of residential homes requires the government tried innovative construction system using concrete sandwiches expanded polystyrene used as wall construction. This construction has advantages such as having a relatively lighter weight, relatively more economical prices, and the ease and speed of construction. This construction is expected to reduce the risk of damage due to earthquakes because it has a relatively light weight which is one of the requirements for earthquake resistant houses. To increase the bearing capacity of expanded polystyrene concrete panel walls to be a structural wall, the alternative is to use reinforced coating material. In this study using precast specimens obtained from the precast manufacturing with a length of 1800 mm, width 610 mm, and thick 75 mm. Strengthening using the Calcium Silicate board. The type of calcium silicate used is the Kalsi board. The test object is glued using sika glue and then drilling, if it is has done to install the bolt as a sliding connector. Variations in this study are expanded polystyrene concrete panels without reinforcement, with reinforcement, and with reinforcement and bolt shear connectors. Testing based on SNI 03-3122- 1992 (Fibrous Lightweight Concrete Panel). The results showed that the average value of the panel weight was 612,57 kg/m3, the elastic modulus was 942,37 MPa, compressive strength of 2,52 MPa and water absorption capacity of 12,11%. The highest compressive strength was obtained by the panel with a calibration of 1,18 MPa. This shows the addition of reinforcement layers will affect the increase in strength.
Evaluasi Pengelolaan, Pengawasan dan Pengendalian Sistem Proteksi Kebakaran pada Gedung di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta Saugani, Muh Sofyan; Saleh, Fadillawaty; Prayuda, Hakas; Tiyani, Lilis; Al Zakina, Bella Lutfiani
Semesta Teknika Vol 23, No 2 (2020): NOVEMBER 2020
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/st.v23i2.11917

Abstract

Sistem proteksi kebakaran pada bangunan gedung haruslah dikelola, supervisi dan control dengan baik untuk menghindari bencana yang membahayakan. Pemenuhan dan penyesuaian sistem proteksi kebakaran terhadap syarat dan ketentuan yang berlaku diperlukan untuk mengelola, memantau, dan mengendalikan sistem dengan baik. Gedung kampus Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) berpotensi mengalami kebakaran, karena terdapat material yang mudah terbakar dan komponen penyebab kebakaran, sehingga perlu dilakukan pengkajian terhadap sistem proteksi kebakaran yaitu pada pengelolaan, pengawasan, dan pengendalian sistem proteksi kebakaran di gedung. Penelitian ini dilakukan untuk menindaklanjuti hal tersebut. Jenis penelitian yang digunakan adalah jenis penelitian pendekatan kuantitatif data penelitian diperoleh dari hasil penilaian gedung dan wawancara pemilik/pengelola gedung. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah tingkat keandalan pengelolaan, pengawasan, dan pengendalian sistem proteksi pada Gedung E6, E7, Pascasarjana dan F3 di UMY. Analisis yang dilakukan memberikan persentase masing-masing 59,52%, (E6 dan E7), 58,03% (Pascasarjana), dan 56,80% (F3) dalam hal pengelolaan dan tingkat keandalannya kurang, sedangkan dari segi pengawasan dan identifikasi masing-masing gedung mendapat persentase yang sama sebesar 69,07% dan tingkat reliabilitas cukup. Hasil ini dapat disimpulkan bahwa tingkat keandalan sistem proteksi kebakaran masih banyak yang berada dibawah 60% sehingga dikategorikan kurang baik.Fire protection systems in buildings must be managed, supervised, and controlled properly to avoid the risk of disaster. Fulfillment and adjustment to the fire protection system against applicable terms and conditions is required to manage, monitor, and control the system properly. The campus building of Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) has the potential to experience fire, because it there are combustible materials and fire-causing components, so it is necessary to do an assessment on fire protection system that is on the management, supervision, and control of fire protection system in the building. This research is done to follow up the matter. Research type used in this research is with quantitative approach, research data obtained from result of building assessment and interview owner/manager of building. The results obtained from this research are the level of reliability of management, supervision, and control of protection system in Building E6, E7, Postgraduates and F3 at UMY. The analysis performed gives the percentage respectively 59.52% (E6 and E7), 58.03% (Postgraduates), and 56.80% (F3) in terms of management and the reliability level is deficient, while in terms of supervision and identification of each building gets the same percentage of 69.07% and the reliability level is sufficient. Based on the results, it can be concluded that the level of reliability on fire protection management still below 60% or in poor condition.  
Evaluasi Pengelolaan, Pengawasan dan Pengendalian Sistem Proteksi Kebakaran pada Gedung di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta Saugani, Muh Sofyan; Saleh, Fadillawaty; Prayuda, Hakas; Tiyani, Lilis; Al Zakina, Bella Lutfiani
Semesta Teknika Vol 23, No 2 (2020): NOVEMBER 2020
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/st.v23i2.11917

Abstract

Sistem proteksi kebakaran pada bangunan gedung haruslah dikelola, supervisi dan control dengan baik untuk menghindari bencana yang membahayakan. Pemenuhan dan penyesuaian sistem proteksi kebakaran terhadap syarat dan ketentuan yang berlaku diperlukan untuk mengelola, memantau, dan mengendalikan sistem dengan baik. Gedung kampus Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) berpotensi mengalami kebakaran, karena terdapat material yang mudah terbakar dan komponen penyebab kebakaran, sehingga perlu dilakukan pengkajian terhadap sistem proteksi kebakaran yaitu pada pengelolaan, pengawasan, dan pengendalian sistem proteksi kebakaran di gedung. Penelitian ini dilakukan untuk menindaklanjuti hal tersebut. Jenis penelitian yang digunakan adalah jenis penelitian pendekatan kuantitatif data penelitian diperoleh dari hasil penilaian gedung dan wawancara pemilik/pengelola gedung. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah tingkat keandalan pengelolaan, pengawasan, dan pengendalian sistem proteksi pada Gedung E6, E7, Pascasarjana dan F3 di UMY. Analisis yang dilakukan memberikan persentase masing-masing 59,52%, (E6 dan E7), 58,03% (Pascasarjana), dan 56,80% (F3) dalam hal pengelolaan dan tingkat keandalannya kurang, sedangkan dari segi pengawasan dan identifikasi masing-masing gedung mendapat persentase yang sama sebesar 69,07% dan tingkat reliabilitas cukup. Hasil ini dapat disimpulkan bahwa tingkat keandalan sistem proteksi kebakaran masih banyak yang berada dibawah 60% sehingga dikategorikan kurang baik.Fire protection systems in buildings must be managed, supervised, and controlled properly to avoid the risk of disaster. Fulfillment and adjustment to the fire protection system against applicable terms and conditions is required to manage, monitor, and control the system properly. The campus building of Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) has the potential to experience fire, because it there are combustible materials and fire-causing components, so it is necessary to do an assessment on fire protection system that is on the management, supervision, and control of fire protection system in the building. This research is done to follow up the matter. Research type used in this research is with quantitative approach, research data obtained from result of building assessment and interview owner/manager of building. The results obtained from this research are the level of reliability of management, supervision, and control of protection system in Building E6, E7, Postgraduates and F3 at UMY. The analysis performed gives the percentage respectively 59.52% (E6 and E7), 58.03% (Postgraduates), and 56.80% (F3) in terms of management and the reliability level is deficient, while in terms of supervision and identification of each building gets the same percentage of 69.07% and the reliability level is sufficient. Based on the results, it can be concluded that the level of reliability on fire protection management still below 60% or in poor condition.  
Kuat Tekan Vertikal Dinding Panel Beton Expanded Polystyrene dengan Perkuatan Papan Kalsium Silikat dan Penyambung Geser Baut Bella Lutfiani Al Zakina; Ashar Saputra; Ali Awaludin
Semesta Teknika Vol 22, No 2 (2019): NOVEMBER 2019
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/st.222248

Abstract

Perlunya percepatan penyediaan rumah tinggal mengharuskan pemerintah mencoba sistem konstruksi inovatif menggunakan sistem beton sandwich polystyrene yang digunakan sebagai konstruksi dinding. Konstruksi ini memiliki kelebihan seperti memiliki bobot yang relatif lebih ringan, harga yang relatif lebih ekonomis, dan kemudahan serta kecepatan konstruksi. Konstruksi ini diharapkan dapat mengurangi risiko kerusakan akibat gempa bumi karena memiliki bobot yang relatif ringan yang merupakan salah satu syarat untuk rumah tahan gempa. Untuk meningkatkan daya dukung dinding panel beton polystyrene agar menjadi dinding struktural, alternatifnya adalah menggunakan bahan pelapis perkuatan. Dalam penelitian ini menggunakan spesimen pracetak yang diperoleh dari pracetak pabriksi dengan panjang 1800 mm, lebar 610 mm, dan tebal 75 mm. Penguatan menggunakan papan Kalsium Silikat. Jenis kalsium silikat yang digunakan adalah papan Kalsi. Benda uji disabung menggunakan lem sika dan kemudian dilubangi, jika telah dilakukan pasang bautsebagai konektor geser. Variasi dalam penelitian ini adalah panel beton polystyrene polos, panel beton polystyrene yang diperkuat dengan kalsi, dan panel beton polystyrene yang diperkuat dengan kalsi dan konektor geser baut. Pengujian berdasarkan SNI 03-3122- 1992 (Panel Beton Ringan Berserat). Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rata-rata berat panel adalah 612,57 kg / m3, modulus elastisitas 942,37 MPa, kekuatan tekan 2,52 MPa dan kapasitas penyerapan air 12,11%. Kekuatan tekan tertinggi diperoleh oleh panel dengan perkuatan kalsiboard sebesar 1,18 MPa. Ini menunjukkan penambahan lapisan perkuatan akan mempengaruhi peningkatan kekuatan. The need to acceleration the provision of residential homes requires the government tried innovative construction system using concrete sandwiches expanded polystyrene used as wall construction. This construction has advantages such as having a relatively lighter weight, relatively more economical prices, and the ease and speed of construction. This construction is expected to reduce the risk of damage due to earthquakes because it has a relatively light weight which is one of the requirements for earthquake resistant houses. To increase the bearing capacity of expanded polystyrene concrete panel walls to be a structural wall, the alternative is to use reinforced coating material. In this study using precast specimens obtained from the precast manufacturing with a length of 1800 mm, width 610 mm, and thick 75 mm. Strengthening using the Calcium Silicate board. The type of calcium silicate used is the Kalsi board. The test object is glued using sika glue and then drilling, if it is has done to install the bolt as a sliding connector. Variations in this study are expanded polystyrene concrete panels without reinforcement, with reinforcement, and with reinforcement and bolt shear connectors. Testing based on SNI 03-3122- 1992 (Fibrous Lightweight Concrete Panel). The results showed that the average value of the panel weight was 612,57 kg/m3, the elastic modulus was 942,37 MPa, compressive strength of 2,52 MPa and water absorption capacity of 12,11%. The highest compressive strength was obtained by the panel with a calibration of 1,18 MPa. This shows the addition of reinforcement layers will affect the increase in strength.