Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Sosialisasi Limbah Tulang Ikan Sebagai Bahan Baku Pengolahan Produk Pangan Inovatif Herri Fariadi; Rika Dwi Yulihartika; Diah Azhari; Joko Saputra
Jurnal Dehasen Untuk Negeri Vol 3 No 1 (2024): Januari
Publisher : Universitas Dehasen Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37676/jdun.v3i1.5592

Abstract

Berkembangnya industri pengolahan perikanan, menyisakan hasil samping (limbah) berupa tulang, kulit, sirip, kepala, sisik, jeroan, maupun cairan. Limbah hasil perikanan adalah buangan yang kehadirannya pada suatu saat dan tempat tertentu tidak dikehendaki lingkungannya karena cenderung dinilai tidak memiliki nilai ekonomis, yang ketika mencapai jumlah atau kosentrasi tertentu, dapat menimbulkan dampak negatif bagi lingkungan. Limbah tersebut diperkirakan memiliki proporsi sekitar 30-40% dari total berat ikan, moluska dan krustasea, terdiri dari bagian kepala (12,0%), tulang (11,7%), sirip (3,4%), kulit (4,0%), duri (2,0%), dan isi perut/jeroan (4,8%). Namun, limbah tersebut bukan tidak memiliki nilai ekonomi. Contohnya kulit pari dapat diolah untuk berbagai produk seperti tas, tulang ikan tenggiri dapat dijadikan produk olahan (makanan) seperti kerupuk, bakso goreng dan lainnya(Trilaksani et al., 2006). Tujuan ada kegiatan pengabdian masyarakat kali ini kita akan mengsosialisasikan cara pengolahan limbah perikanan tulang ikan tenggiri untuk dijadikan kerupuk yang gurih dan bagaimana kemasan yang layak untuk produk sehingga menjadi sebuah produk yang bernilai ekonomis tinggi.
Analisis Faktor pada Keberhasilan Petani Perkebunan Kayu Manis Pada Desa Taba Mulan Kecamatan Merigi Kabupaten Kepahiang Aldila Arief Sugara; Herri Fariadi; Rika Dwi Yulihartika
PUCUK : Jurnal Ilmu Tanaman Vol 4 No 2 (2024): Desember
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Ratu Samban

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58222/pucuk.v4i2.326

Abstract

Perkebunan kayu manis adalah sumber pencarian utama masyarakat petani di Desa Taba Mulan Kecamatan Merigi. Sebagai komuditas utama yang dibudidayakan oleh petani Desa Taba Mulan, pada praktiknya keberhasilan petani kayu manis seringkali dihadapkan pada berbagai tantangan yang tidak menentu. Hal ini menyebabkan produktivitas dan pendapatan petani kayu manis tidak selalu optimal. Tujuan penulisan artikel ini untuk menganalisis faktor-faktor keberhasilan petani kayu manis Pada Desa Taba Mulan Kecamatan Merigi. Jenis penelitian berupa penelitian dekriptif kuantitatif, dengan menggunakan metode observasi dan wawancara untuk melakukan pengumpulan data. Adapun hasil data di analisis menggunakan metode statistik non parametik. Hasil penelitian menunjukkan faktor keberhasilan pada responden petani kayu manis termasuk tinggi dengan akumulasi skor dari ke lima faktor sebesar 29 atau 74,4%. Temuan ini diharapkan mampu menghasilkan kontribusi berupa kebijakan pertanian kayu manis yang lebih efektif dan berkelanjutan pada Desa Taba Mulan Kecamatan Merigi.
Analisis Biaya Pemeliharaan Terhadap Pendapatan Petani Kelapa Sawit Di Desa Tanjung Aur Kecamatan Bunga Mas Kabupaten Bengkulu Selatan Pirwansyah, Ekwin; Herri Fariadi; Evi Andriani
PUCUK : Jurnal Ilmu Tanaman Vol 4 No 2 (2024): Desember
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Ratu Samban

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58222/pucuk.v4i2.331

Abstract

The palm oil plantation in Tanjung Aur Village, Bunga Mas Sub-District, South Bengkulu Regency is one of the agricultural businesses that generates income for the people of Tanjung Aur Village, thus farmers need to pay attention to several maintenance costs. The objectives of this research are (1) To determine the maintenance costs of palm oil, (2) To know the income from palm oil businesses, (3) To analyze the effect of maintenance costs on the income of palm oil farmers in Tanjung Aur Village, Bunga Mas Sub-District, South Bengkulu Regency. The research method used is descriptive quantitative and simple linear regression. The results of this study indicate that the monthly maintenance costs for palm oil that must be incurred amount to Rp. 4,668,057 per month. The income from the palm oil business for each farmer is Rp. 7,693,667 per month. Maintenance costs have an effect on income with a calculated Tcount value greater than the T table value (37.394 > 1.67252).
Sosialisasi Peningkatan Konsumen Bahan Pangan Organik Dan Kewaspadaan Terhadap Jajanan Yang Tidak Sehat Di SMPN 17 Kota Bengkulu Saputra, Irem; Zaky Apriadi; Alhakim, Muhammad Farid; Juni Afriansyah; Kanata, Refal Yoriko; Moulina, Methatias Ayu; Hesti Nur’aini; herri Fariadi
Jurnal Pengabdian Mitra Persada Vol. 1 No. 2 (2025): April
Publisher : Utami Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70963/jpmp.v1i2.176

Abstract

SMP NEGERI 17 BENGKULU CITY is one of the junior high schools with state status located in the district. Muara Bangkahulu, Bengkulu City,. SMP N 17 Bengkulu City was founded on April 1 1993 with Establishment Decree Number 0313/0/1993 which is under the auspices of the Ministry of Education and Culture. In learning activities, this school which has 622 students is guided by 40 teachers who are professionals in their fields. Students from SMPN 17 Bengkulu City are being prepared to become skilled workers in increasing consumers of organic food and awareness of unhealthy snacks. To support the vision of the junior high school in equipping its students with awareness of the dangers of unhealthy snacks, socialization was carried out to increase consumers of organic food and awareness of unhealthy snacks. The aim of this outreach is, among other things, to provide additional knowledge regarding increasing consumers of organic food and awareness of unhealthy snacks. This activity was carried out using a seminar and question and answer method which was enthusiastically welcomed by the school. The results of this activity were able to increase the knowledge of students at SMPN 17 Bengkulu City regarding increasing consumers of organic food and awareness of unhealthy snacks.