Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Pengaruh Literacy Food Terhadap Kualitas Hidup Perempuan Penambang Emas Skala Kecil Di Desa Logas Kabupaten Kuantan Singingi Toti Indrawati; Hilmah Zuryani; Rahmita Budiartiningsih
Journal of Economic, Bussines and Accounting (COSTING) Vol 7 No 3 (2024): Journal of Economic, Bussines and Accounting (COSTING)
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31539/costing.v7i4.10076

Abstract

This research aims to analyze the influence of food literacy on the quality of life of women small-scale gold miners in Logas Village, Kauntan Singingi Regency. Data was collected through literature and documentation studies as well as field surveys with the respondents being: women small-scale gold miners in Logas Village, Kuantan Singingi. The analysis uses qualitative descriptive. The results of the research show that the Food Literacy Component of ASGM Women in Logas village is categorized as good so that the knowledge of ASGM women in Logas village is good. The income ASGM women in Logas village exceeds the poverty line and 1 is borne by the husband. Even though their knowledge of food literacy is good, it is not intentional because of their low level of education so they cannot read, the income of ASGM women in Logas village can meet their food needs, food literacy affects the quality of life of ASGM women in Logas village.
Strategi Penguatan Potensi Lokal UMKM Batik Tulis Goluak Loge Untuk Mendukung Pembangunan Di Desa Logas Kabupaten Kuantan Singingi Hilmah Zuryani; Rahmita Budiartiningsih; Cut Endang Kurniasih; Zulfadil Zulfadil; Fakhri Rabialdy
Journal of Economic, Bussines and Accounting (COSTING) Vol 7 No 3 (2024): Journal of Economic, Bussines and Accounting (COSTING)
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31539/costing.v7i4.10077

Abstract

This research aims to analyze strategies for strengthening the local potential of Goluak Loge Batik Tulis MSMEs to support development in Logas Village, Kuantan Singingi Regency. Data was collected through questionnaires and interviews with respondents, namely the Logas Village government, Goluak Loge Written Batik MSME Workers and village residents who had bought the batik. The analysis uses SWOT and qualitative descriptive. The research results show that based on the SWOT analysis diagram image, this strategy is in quadrant 2 (OW). The strategy used is to change the old strategy into a new strategy, because stability in quadrant 2 indicates that this MSME is weak but has great opportunities. If you change your strategy, these MSMEs have the potential to continue to grow.
Aksesibilitas Kredit pada Wirausaha Perempuan di Kota Pekanbaru Cut Endang Kurniasih; Ando Fahda Aulia; Nobel Aqualdo; Rahmita Budiartiningsih; Rosyetti Rosyetti
SOCIUS Vol 12 No 2 (2025): Jurnal Socius: Journal of Sociology Research and Education, Universitas Negeri P
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/scs.v12i2.698

Abstract

Peran perempuan sangat penting dalam menopang ekonomi nasional dan menurunkan kemiskinan. Pemberian kredit mikro dari pemerintah membantu perempuan untuk menghidupi keluarga dan sebagai hasilnya peningkatan kesejahteraan. Permasalahannya, perempuan tidak menikmati akses yang sama ke layanan keuangan seperti laki-laki. Penelitian ini bertujuan untuk menguji variabel-variabel yang berpengaruh signifikan terhadap akses kredit pengusaha perempuan di Kota Pekanbaru. Data dikumpulkan secara campuran melalui wawancara dan juga menggunakan metode terstruktur kuesioner dari 100 wirausaha perempuan, yang dianalisis secara kuantitatif menggunakan regresi logistik biner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor kewirausahaan berupa pendapatan dan modal usaha lebih dominan dalam memberikan peluang yang besar untuk mengakses kredit sementara kepemilikan pencatatan laporan keuangan cenderung menyebabkan akses kredit lebih kecil pada wirausaha perempuan. Ini membuktikan bahwa literatur yang menyatakan bahwa banyak wirausaha perempuan sulit mendapatkan kredit karena menjalankan usaha mikro dengan pendapatan dan modal kecil yang sering dianggap kurang layak untuk kredit skala besar. Studi ini memiliki kebaruan dan berkontribusi pada literatur terkini terutama mengenai hubungan akses terhadap kredit dan kewirausahaan perempuan serta memberikan masukan berharga bagi para pembuat kebijakan.
Analisis Faktor Yang Mempengaruhi Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja Perempuan Di Kabupaten/Kota Se-Provinsi Riau Nadifa Filzah; Rahmita Budiartiningsih; Lapeti Sari
EKOMA : Jurnal Ekonomi, Manajemen, Akuntansi Vol. 5 No. 2: Januari 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/ekoma.v5i2.13024

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) perempuan di kabupaten/kota se-Provinsi Riau. TPAK perempuan menggambarkan sejauh mana perempuan berperan aktif dalam kegiatan ekonomi. Rendahnya TPAK perempuan di Riau menjadi isu penting karena peningkatan partisipasi perempuan di pasar kerja dapat mendorong kesejahteraan dan pertumbuhan ekonomi daerah. Penelitian ini menggunakan data sekunder dengan pendekatan kuantitatif melalui analisis regresi data panel menggunakan metode Common Effect Model (CEM). Variabel independen yang digunakan adalah pertumbuhan ekonomi, pendidikan, dan upah minimum, sedangkan variabel dependennya TPAK perempuan. Hasil analisis menunjukkan bahwa secara parsial ketiga variabel tersebut berpengaruh signifikan terhadap TPAK perempuan. secara simultan ketiga variabel tersebut berpengaruh signifikan terhadap TPAK perempuan. Di antara ketiganya, pendidikan merupakan faktor paling dominan yang memengaruhi TPAK perempuan. Temuan ini menegaskan pentingnya peningkatan kualitas dan akses pendidikan bagi perempuan guna memperkuat partisipasi mereka di pasar kerja dan mendukung pembangunan ekonomi daerah.
Hubungan Antara Rata-rata Lama Sekolah, Umur Harapan Hidu dan Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja Terhadap Indeks Pembangunan Gender (IPG) Di Kabupaten/Kota Se-Provinsi Riau Tiara Kurnia Sari; Rahmita Budiartiningsih; Lapeti Sari
Jurnal Ilmiah Manajemen, Ekonomi dan Akuntansi Vol. 6 No. 1 (2026): MARET : Jurnal Ilmiah Manajemen, Ekonomi dan Akuntansi
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jurimea.v6i1.1743

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor apa saja yang memiliki hubungan dan berkontribusi aktif dalam peningkatan Indeks Pembangunan Gender (IPG) pada keduabelas Kabupaten/Kota yang ada di Provinsi Riau pada periode 2017-2023. Diantara faktor yang diteliti, yaitu Rata-rata Lama Sekolah (RLS) mengukur indikator pendidikan, Umur Harapan Hidup (UHH) mengukur indikator kesehatan, dan Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) mengukur indikator ekonomi. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif. Menggunakan data sekunder yang merupakan data time series (dari tahun 2017-2023) dan data cross section (10 Kabupaten dan 2 Kota di Provinsi Riau). Data tersebut diperoleh dari Badan Pusat Statistik (BPS) Indonesia dan BPS Provinsi Riau. Metode analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif kuantitatif yang dibuktikan dengan penelitian terdahulu yang serupa. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa di Kabupaten Kuantan Singingi dan Kabupaten Siak aspek yang memiliki hubungan terhadap peningkatan IPG adalah RLS. Kemudian di Kabupaten Indragiri Hulu, Kabupaten Indragiri Hilir, Kabupaten Pelalawan, Kabupaten Kampar, Kabupaten Rokan Hulu, Kabupaten Bengkalis, Kabupaten Kepulauan Meranti dan Kota Dumai yaitu RLS dan UHH yang berkontribusi terhadap IPG. Selanjutnya di Kabupaten Rokan Hilir indikator RLS, UHH, dan TPAK ketiganya memiliki hubungan dalam perubahan yang terjadi pada IPG. Dan di Kota Pekanbaru dan Provinsi Riau terlihat bahwa RLS dan TPAK memiliki kontribusi terhadap perubahan nilai IPG.
Pemberdayaan komunitas belajar di sekolah melalui perancangan pembelajaran mendalam, pengembangan taman literasi, dan identifikasi tumbuhan di Hutan Kota Pulau Bungin Evi Suryawati; Aras Mulyadi; Syafrinal Syafrinal; Yohannes Firzal; Rahmita Budiartiningsih; Putri Rahma Dianti
Riau Journal of Empowerment Vol 8 No 2 (2026)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/raje.8.2.71-84

Abstract

This community service program aimed to strengthen the capacity of school learning communities through technical assistance in developing environmentally friendly ecobrick-based literacy gardens, utilizing the Pulau Bungin Urban Forest as an ecoedupark, and implementing deep learning-based instruction. The learning communities, consisting of elementary and junior high school teachers and principals organized in the Teachers' Working Group (KKG) and Principals' Working Group (K3S), were assisted through four stages comprising training, field practice, mentoring, and the development of contextual environment-based learning. The mentoring program was conducted over 32 instructional hours across eight sessions. The results strengthened the pedagogical and professional competencies of the learning communities in environmental management, optimizing the use of the Pulau Bungin Urban Forest as an ecoedupark, and designing contextual deep learning-based instruction. The program also facilitated the transfer of university research outcomes and appropriate educational technology to the community through the development of literacy gardens, ecobrick innovation, QR code-based plant identification as a simple educational technology, and strengthened collaboration among learning communities, thereby enhancing community capacity for sustainable environmental management. Integrating the program outcomes into deep learning-based instruction further enhanced teachers' competencies in developing contextual learning based on local environmental potential. The program also strengthened collaboration among universities, local government, and schools in environmental management. As a follow-up, the program fostered independent and collaborative learning communities that serve as role models for implementing environment-based learning and promoting sustainable community empowerment.