Articles
Daya Tarik Interaksi Dunia Maya (Studi Perilaku Phubbing Generasi Milenial)
Reski P
Equilibrium: Jurnal Pendidikan Vol 8, No 1 (2020): EQUILIBRIUM JURNAL PENDIDIKAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (350.54 KB)
|
DOI: 10.26618/equilibrium.v8i1.3130
Popularitas smartphone yang tidak bisa dipisahkan dari kehidupan manusia dan menjadi kian digandrungi oleh genarasi milenial, sebenarnya tidak ada yang salah dari kehadiran smartphone tersebut karena setiap produk yang diciptakan itu mempunyai tujuan yang baik, hanya terkadang di dalam penggunaannya ada oknum yang menyalahgunakan ataupun sekedar berlebihan dalam penggunaannya.Disinilah kemudian titik tolak sebagai penggunaan smartphone yang tidak semestinya sehingga melahirkan gejala ataupun perilaku -perilaku sebagai akibat keberadaraannya.Salah perilaku tersebut yaitu Phubbing.Phubbing adalah sebuah perilaku anti sosial yang lebih menyukai untuk berinteraksi melalui dunia maya dibanding dunia nyata. Fenomena Phubbing telah menyebar ke hampir setiap lapisan masyarakat baik tingkat Umur, Pekerjaan, Pendidikan maupun Jenis kelamin termasuk generasi milenial yang saat ini tidak luput dari cengkraman perilaku itu. Sering terlihat bahwa orang-orang berkumpul Bersama tetapi sibuk dengan aktivitas masing-masing dengan smartphone. Penelitian ini menghasilkan kesimpulan bahwa: 1) Penyebab perilaku phubbing pada generasi milenial adalah Mengalihkan perasaan bosan, Menghindari topik pembicaraan yang tidak disukai, dan Teman disekitar juga melakukan phubbing. 2) Pola interaksi yang dibangun generasi milenial di dunia maya saat melakukan phubbing adalah Interaksi Sosial antar Individu dan Interaksi Sosial Antar Individu dan Kelompok.
Bimbingan Teknis Pembuatan Game Edukatif sebagai Media Pembelajaran di Tingkat PAUD
Reski P;
Sigit Ruswinarsih
Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 2, No 1 (2020): MEI 2020
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (638.724 KB)
|
DOI: 10.20527/btjpm.v2i1.1796
Tujuan dari pengabdian ini adalah meningkatkan pemahaman Kepala Sekolah PAUD dalam pembuatan media pembelajaran yang menarik bagi siswa. Tema pengabdian yang dipilih adalah game edukatif sebagai media pembelajaran. Dari beberapa metode pengabdian maka dipilih metode pengabdian partisipatif. Kegiatan pengabdian berupa pembelajaran dilakukan pada tanggal 9 November 2019 dengan jumlah keseluruhan peserta 34 orang. Kegiatan pengabdian berupa pembelajaran dilakukan oleh tim pelaksana bersama dengan para Kepala Sekolah PAUD yang tergabung di Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3 PAUD) di Alalak Kabupaten Barito Kuala. Kegiatan dilakukan dengan tahapan dimulai dari tahap persiapan, dan tahap pelaksanaan yang mencakup pemaparan materi dan pembuatan game edukatif. Hasil yang diperoleh adalah bahwa pelaksanan Bimbingan Teknis berlangsung lancar. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan oleh tim pelaksana telah berhasil mencapai tujuan yaitu para peserta bimbingan teknik di Alalak Kabupaten Barito Kuala tersebut mengalami peningkatan pengetahuan dan keterampilan tentang pembuatan game edukatif sebagai media pembelajaran yang menarik bagi anak-anak PAUD. Para peserta Bimbingan Teknis terlihat antusias dalam mengikuti kegiatan pembuatan game edukatif dengan mampu membuat game edukatif mengenal buah dan angka.This service aims to increase the understanding of the Principal of PAUD in making learning media interesting for students. The chosen theme of service is educational games as learning media. Of the several methods of service, the method of participatory service chosen. Community service activities took place on November 9, 2019, with a total of 34 participants. Service activities in the form of learning are carried out by the implementing team and the Principals of PAUD Schools. They are members of the School Principal Work Group (K3 PAUD) in Alalak, Barito Kuala Regency. The activity is carried out with stages starting from the preparation stage and the implementation stage, including the presentation of material and making educational games. The results obtained are that the implementation of Technical Guidance takes place smoothly. This activity has succeeded in achieving the goal that the technical guidance participants in Alalak Barito Kuala Regency have increased knowledge and skills about making educational games as an exciting learning medium for PAUD children. The Technical Guidance participants seemed enthusiastic in participating in the activities of creating educational games by being able to make educational games to recognize fruit and numbers.
Edukasi Cerdas Dalam Konsumsi Bagi Para Penggemar Anime Jepang
Reski P;
Rahmat Nur;
Yuli Apriati;
Sang Putri Sidik
Society : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 1, No 1 (2022): Januari
Publisher : Edumedia Solution
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (122.37 KB)
|
DOI: 10.55824/jpm.v1i1.15
Pengabdian pada masyarakat ini bertujuan memberikan Edukasi Cerdas dalam konsumsi bagi para Penggemar Anime Jepang di Kelurahan Antasan Kecil Timur, Kota Banjarmasin. Kegiatan pengabdian ini dilakukan dengan dua metode yaitu: 1. Metode Ceramah, digunakan untuk memaparkan materi yang telah disusun oleh tim pengabdian mengenai Cerdas dalam konsumsi bagi para Penggemar Anime Jepang. Metode Tanya Jawab, digunakan untuk merespon sejauh mana tingkat pemahaman peserta seputar materi yang telah disusun oleh tim pengabdian mengenai cara Cerdas dalam konsumsi bagi para Penggemar Anime Jepang. Pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat ini berhasil dilakukan oleh tim pengabdian dengan antusias peserta pengabdian dan juga dari angket yang diisi oleh peserta dengan mayoritas merasa sangat puas dengan kegiatan pengabdian yang telah dilakukan oleh tim pengabdian. Diharapkan diharapkan edukasi mengenai cerdas dalam konsumsi ini tetap berlanjut dengan sasaran mitra yang lebih luas lagi mengingat dari dampak negatif perilaku konsumtif ini sehingga perlu cara-cara cerdas untuk bisa menghindari perilaku tersebut.
Aplikasi Michat Sebagai Media Prostitusi Online di Banjarmasin
Irma Damayanti;
Yusuf Hidayat;
Reski P
PAKIS (Publikasi Berkala Pendidikan Ilmu Sosial) Vol 2, No 1 (2022): PAKIS, Maret 2022
Publisher : Pendidikan IPS FKIP ULM
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (308.814 KB)
|
DOI: 10.20527/pakis.v2i1.5199
This study aims to (1) find out the pattern of online prostitution activities through the MiChat application (2) find out the competition in online prostitution through the MiChat application. This research used a qualitative research method. To obtain samples, this research used purposive sampling. Criteria for informants in this study were Commercial Sex Workers who worked online aged 20-35 years. The data collection was obtained by using observation and interview techniques with 3 (three) informants namely Mirna, Ayu and Nina and documentation. The data was analyzed by using data reduction, display and verification steps. The results showed that: (1) The pattern of online prostitution activities through the MiChat application was divided into two, namely working with pimps and independently. Commercial Sex Workers who collaborate with their pimps only serve guests their pimps are looking for. Whereas commercial sex workers who work independently must carry out their own promotions and negotiations. (2) Competition that occured in Online prostitution was that with fellow colleagues of the same profession, with fraudsters who take advantage and appearance in order to be able to maintain the existence of Commercial Sex Workers. Based on the results of this study, it is suggested to block internet sites that provide all matters relating to prostitution and pornography need to be controled by the government oversight and laws on internet sites and their uses even though there are laws to prostitution but a powerful way to overcome them is so that everyone fortifies themselves and their families by reinforcing morals with religious values and other values
Aplikasi Michat Sebagai Media Prostitusi Online di Banjarmasin
Irma Damayanti;
Yusuf Hidayat;
Reski P
PAKIS (Publikasi Berkala Pendidikan Ilmu Sosial) Vol 2, No 1 (2022): PAKIS, Maret 2022
Publisher : Pendidikan IPS FKIP ULM
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (308.814 KB)
|
DOI: 10.20527/pakis.v2i1.5199
This study aims to (1) find out the pattern of online prostitution activities through the MiChat application (2) find out the competition in online prostitution through the MiChat application. This research used a qualitative research method. To obtain samples, this research used purposive sampling. Criteria for informants in this study were Commercial Sex Workers who worked online aged 20-35 years. The data collection was obtained by using observation and interview techniques with 3 (three) informants namely Mirna, Ayu and Nina and documentation. The data was analyzed by using data reduction, display and verification steps. The results showed that: (1) The pattern of online prostitution activities through the MiChat application was divided into two, namely working with pimps and independently. Commercial Sex Workers who collaborate with their pimps only serve guests their pimps are looking for. Whereas commercial sex workers who work independently must carry out their own promotions and negotiations. (2) Competition that occured in Online prostitution was that with fellow colleagues of the same profession, with fraudsters who take advantage and appearance in order to be able to maintain the existence of Commercial Sex Workers. Based on the results of this study, it is suggested to block internet sites that provide all matters relating to prostitution and pornography need to be controled by the government oversight and laws on internet sites and their uses even though there are laws to prostitution but a powerful way to overcome them is so that everyone fortifies themselves and their families by reinforcing morals with religious values and other values
EDUKASI LITERASI CERDAS BERMEDIA SOSIAL DI MASA PANDEMI COVID-19 PADA KELOMPOK AL-ISTIQAMAH KOMPLEKS MITRA BAKTI KABUPATEN BARITO KUALA
Reski P;
Syahlan Mattiro
Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat MEMBANGUN NEGERI Vol 4 No 2 (2020): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Membangun Negeri
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35326/pkm.v4i2.828
Pengabdian pada masyarakat ini bertujuan untuk memberikan edukasi mengenai literasi cerdas bermedia sosial di masa Pendemi Covid-19 Pada Kelompok Al-Istiqamah. Kegiatan pengabdian ini dilakukan dengan dua metode yaitu: 1. Metode ceramah, digunakan untuk memaparkan materi yang telah disusun oleh tim pengabdian mengenai edukasi cerdas bermedia sosial. 2. Metode Tanya Jawab, digunakan untuk merespon sejauh mana tingkat pemahaman peserta edukasi cerdas bermedia sosial terhadap yang telah disampaikan oleh Tim Pengabdian. Pelaksanaan pengabdian ini berhasil dilakukan oleh tim pengabdian dengan antusiasme peserta pengabdian dan juga dari angket yang telah diisi oleh peserta.
PELATIHAN PEMBUATAN CAMILAN SEBAGAI EDUKASI KESEHATAN PANGAN KELUARGA PADA KELOMPOK AL ISTIQOMAH BATOLA
Sigit Ruswinarsih, Reski P
Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat MEMBANGUN NEGERI Vol 5 No 1 (2021): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Membangun Negeri
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35326/pkm.v5i1.834
Kegiatan ini dilaksanakan untuk membantu permasalahan yang dihadapi oleh kelompok mitra Al Istiqomah di komplek Mitra Bakti Desa Semangat Bakti Kabupaten Barito Kuala. Tujuan kegiatan adalah pemahaman para ibu yang tergabung sebagi anggota tentang pentingnya kesehatan pangan keluarga melalui edukasi dan penguatan motivasi para ibu mengolah sendiri camilan sehat untuk keluarga melalui demonstrasi dan praktik pembuatan camilan. Metode yang digunakan untuk mencapai tujuan adalah dengan melakukan kegiatan pengabdian masyarakat. Edukasi melalui ceramah dan tanya jawab digunakan untuk menjelaskan materi kesehatan pangan keluarga sedangkan demonstrasi dan praktik dilakukan dalam pelatihan pembuatan camilan sehat risoles asin dan manis. Secara umum hasil yang dicapai dengan kegiatan pengabdian adalah kepuasan peserta mencapai seratus persen. Analisis angket kepuasan peserta kegiatan, secara umum mengisyaratkan bahwa kegiatan berhasil dilaksanakan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan dengan mitra kelompok Al Istiqomah disambut baik oleh peserta. Tujuan kegiatan dapat tercapai dengan pemahaman peserta terhadap kesehatan pangan keluarga. Selain itu peserta juga termotivasi untuk membuat sendiri makanan camilan untuk anggota keluarga.
Penggunaan Smartphone di Kalangan Anak Petani Desa Pandan Sari kecamatan Tatah Makmur Kabupaten Banjar Provinsi Kalimantan Selatan
Abdul Rahman Sigit Ruswinarsih,Reski.P
PADARINGAN (Jurnal Pendidikan Sosiologi Antropologi) Vol 3, No 3 (2021): September 2021
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (524.9 KB)
|
DOI: 10.20527/padaringan.v3i3.3973
Pasar merupakan tempat bertemu antara penjual dan pembeli. Berbagai aktivitas jual beli dilakukan Penggunaan Smartphone marak digunakan berbagai kalangan usia mulai dari tua, muda sampai dengan anak-anak yang masih bersekolah. Penelitian ini bertujuan: (1) untuk mengetahui kebiasaan menggunakan Smartphone di kalangan anak petani. (2) untuk mendeskripsikan pengawasan orang tua kepada anak yang menggunakan Smartphone di Desa Pandan Sari. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif. Sumber data dipilih dengan cara purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis hasil penelitian menggunakan langkah-langkah reduksi data, penyajian data dan verifikasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) kebiasaan menggunakan Smartphone di kalangan anak petani di Desa Pandan Sari terbagi menjadi tiga yaitu; untuk keperluan belajar, sarana hiburan dimana mereka bisa bermain game dan mengakses youtube, serta media komunikasi dimana Smartphone mereka pakai untuk melakukan komunikasi dengan guru dan teman melalui media sosial baik untuk keperluan sekolah ataupun lainnya. (2) pengawasan orang tua kepada anak yang menggunakan Smartphone di Desa Pandan Sari terbagi menjadi tiga yaitu; pendampingan, memberikan batasan, dan pemberian sanksi, cara orang tua memberikan sanksi kepada anak yang melanggar batasan yaitu dengan menegur disertai dengan nasehat dan peringatan serta menyita Smartphone milik anak.
Kepemimpinan Ketua Angkatan Muda Masjid Al-Jihad Kelurahan Kertak Baru Ulu Kecamatan Banjarmasin Tengah Kota Banjarmasin
Taufik Hidayat Yuli Apriati, Reski.P
PADARINGAN (Jurnal Pendidikan Sosiologi Antropologi) Vol 3, No 3 (2021): September 2021
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (656.245 KB)
|
DOI: 10.20527/padaringan.v3i3.3975
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui : (1) Gaya Kepemimpinan Ketua Angkatan Muda Masjid Al-Jihad (“AMMA”) Dalam Menjalankan Organisasi; (2) Peran Ketua Angkatan Muda Masjid Al-Jihad (“AMMA”) Dalam Meningkatkan Kinerja Anggotanya.Metode yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif. Sumber data yang digunakan data primer dan sekunder, informan dipilih sebanyak enam belas orang secara purposive sampling. Analisis hasil penelitian menggunakan analisis kualitatif..Hasil Penelitian menunjukkan bahwa: (1) Gaya Kepemimpinan Ketua Angkatan Muda Masjid Al-Jihad Dalam Menjalankan Organisasi termasuk dalam Gaya Kepemimpinan Pelatih. (2) Peran Ketua Angkatan Muda Masjid Al-Jihad Dalam Meningkatkan Kinerja Anggotanya, yaitu ketua “AMMA” memberikan apresiasi kepada anggota yang aktif, mengupayakan kondisi kerja yang baik, membangun hubungan interpersonal yang intensif dengan anggota, serta kebijakan organisasi yang akomodatif.Berdasarkan hasil penelitian ini disarankan kepada : (1) Para pengurus dan anggota “AMMA” untuk lebih aktif lagi dan mampu menyeimbangkan kegiatan dan program kerja “AMMA” yang berisifat sosial Masyarakat dan di Masjid Al- Jihad. (2) Diharapkan Pengurus Masjid Al-Jihad terus mendukung semua program kerja AMMA serta mengusahakan adanya fasilitas kantor sekretariat “AMMA”.
SOSIALISASI PENCEGAHAN PERILAKU PHUBBING PADA GENERASI MILLENIAL
Reski P;
Yuli Apriati;
Sigit Ruswinarsih
AKM Vol 2 No 1 (2021): AKM : Aksi Kepada Masyarakat Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat - Juli 2021
Publisher : Sekolah Tinggi Ekonomi dan Bisnis Syariah (STEBIS) Indo Global Mandiri
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (893.991 KB)
|
DOI: 10.36908/akm.v2i1.295
Pengabdian pada masyarakat ini bertujuan memberikan pemahaman kepada generasi millenial mengenai perilaku phubbing dan juga memberikan cara pencegahan perilaku tersebut melalui kegiatan Sosialisasi pencegahan perilaku phubbing pada generasi millenial kelurahan Sungai Miai, Kota Banjarmasin. Kegiatan pengabdian ini dilakukan dengan dua metode yaitu: 1. Metode Ceramah, digunakan untuk memaparkan materi yang telah disusun oleh tim pengabdian mengenai Perilaku Phubbing, dampak dan upaya pencegahan perilaku tersebut. Metode Tanya Jawab, digunakan untuk merespon sejauh mana tingkat pemahaman peserta seputar materi yang telah disusun oleh tim pengabdian mengenai perilaku phubbing dan upaya pencegahannya. Pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat ini berhasil dilakukan oleh tim pengabdian dengan antusias pesertapengabdian dan juga dari angket yang diisi oleh peserta dengan mayoritas merasa sangat puas dengan kegiatan pengabdian yang telah dilakukan oleh tim pengabdian. Diharapkan sosialisasi mengenai pencegahan perilaku phubbingini tetap berlanjut dengan sasaran mitra yang lebih luas lagi mengingat dari dampak negatif dari smartphone ini yaitu perilaku phubbing sangat memprihatinkan apalagi yang terjadi di generasi millenial dan diharapkan melalui sosialisasi ini generasi millenial semakin bijak menggunakan smartphone dalam kehidupan sehari-hari.