Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

Perhitungan Laju Infiltrasi pada Kebun Percontohan Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Papua Bertha Ollin Paga'; Reniana Reniana
Jurnal Agritechno Jurnal Agritechno, Vol. 14, Number 1, April 2021
Publisher : Depertemen Teknologi Pertanian Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/at.v14i1.409

Abstract

Water conditions for agricultural crops are very fluctuating as seen by the season, the location of water sources, and air conservation efforts. The provision of water for agricultural land can be endeavored by providing irrigation, in which the provision of irrigation water to the land must know the infiltration rate so that no run-off occurs. Infiltration is an important part in the hydrological cycle as well as in the process of diversifying rain into streams in rivers. Measurement of the infiltration rate is carried out by many methods, one of which is the direct measurement method, namely using the Double Ring Infiltrometer and the Horton method. The purpose of this study was to determine the infiltration rate that occurred in the Fateta Unipa demonstration plot. The method to be used is a descriptive analysis method with a quantitative approach. Measurement of the infiltration rate in the field was carried out at 1 (one) point with 3 (three) replications. Data processing is carried out by using 2 (two) processing techniques, namely the method of processing data directly from field measurements and data processing using the Horton Model. After that, a comparison is made between the direct measurement results and the measurement results using the Horton model. Based on the results of data processing, it was found that the infiltration rate at the study site, both with infiltration and horton models, was respectively 39.7 mm / minute and 21.7 mm / minute. The infiltration rates of the two methods were not significantly different.
Komparasi Dataset Suhu Udara Berbasis Penginderaan Jauh Dalam Mengestimasi Suhu Udara Bulanan di Provinsi Papua Barat Arif Faisol; Bertha Ollin Paga; Baso Daeng
Rona Teknik Pertanian Vol 15, No 1 (2022): Volume No. 15, No. 1, April 2022
Publisher : Department of Agricultural Engineering, Syiah Kuala University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17969/rtp.v15i1.25319

Abstract

Abstrak. Pada umumnya data suhu udara diperoleh dari hasil pengamatan pada stasiun iklim Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Metode ini dapat digunakan untuk merepresentasikan suhu udara suatu wilayah yang berada pada radius ≤ 10 km dari lokasi stasiun iklim, sehingga dibutuhkan sebuah solusi alternatif untuk mendapatkan data suhu udara yang dapat merepresentasikan wilayah yang lebih luas, salah satunya memanfaatkan dataset suhu udara berbasis penginderaan jauh. Penelitian ini bertujuan membandingkan performa sejumlah dataset suhu udara berbasis penginderaan jauh, yaitu Climatic Research Unit gridded Time Series (CRU-TS), Climatologies at High Resolution for the Earth Land Surface Areas (CHELSA), dan TerraClimate dalam mengestimasi curah hujan bulanan di Provinsi Papua Barat. Penelitian ini terdiri atas 6 (enam) tahapan utama, yaitu; (1) inventarisasi data yang bertujuan mengumpulkan dataset suhu udara dan data suhu udara hasil perekaman pada Automatic Weather Station (AWS) tahun 1996 sampai tahun 2019, (2) ekstraksi data, (3) screening data untuk mengganti nilai ekstrim dengan nilai rata-rata, (4) evaluasi data untuk membandingkan dataset dengan data AWS, (5) komparasi data untuk membandingkan performa dataset, dan (6) rekomendasi yang bertujuan untuk menentukan dataset yang paling sesuai untuk digunakan di Provinsi Papua Barat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa CHELSA, TerraClimate, dan CRU-TS sangat akurat dalam mengestimasi suhu udara bulanan di Provinsi Papua Barat yang ditunjukkan dengan nilai RBIAS 0,1. Disamping itu CHELSA, TerraClimate, dan CRU-TS memiliki tingkat keeratan hubungan yang sedang terhadap data AWS dengan nilai r = 0,36 – 0,68. Sehingga TerraClimate, CHELSA, dan CRU-TS dapat digunakan sebagai solusi alternatif untuk mendapatkan informasi suhu udara bulanan di Provinsi Papua Barat.Comparison of Remote Sensing-Based Air Temperature Dataset in Estimating Monthly Air Temperature in West PapuaAbstract. Air temperature is one of the important components in agriculture. Generally, air temperature data is obtained from climate stations of the Meteorological, Climatological, and Geophysical Agency (BMKG). These methods represented an area within a radius of 10 km from the climate station, therefore an alternative solution is needed for a larger area. The utilization of the air temperature dataset is one alternative solution. This research aims to compare Climatic Research Unit gridded Time Series (CRU-TS), Climatologies at High Resolution for the Earth Land Surface Areas (CHELSA), and TerraClimate as an air temperature dataset in estimating the monthly temperature in West Papua. The main stages in this research are data inventory, data extraction, data screening, data evaluation, data comparison, and data recommendation. The data used in this research are CRU-TS, TerraClimate, CHELSA, and local AWS data recording from 1996 to 2019. The research showed that CRU-TS, TerraClimate, and CHELSA are very accurate in estimating the monthly temperature in West Papua as indicated by RBIAS 0.1. Furthermore, CRU-TS, TerraClimate, and CHELSA have a moderate correlation with AWS data in estimating monthly air temperature with r= 0.36 - 0.68. Therefore, CRU-TS, TerraClimate, and CHELSA can be used as an alternative solution to obtain monthly air temperature information in West Papua.    
Pengaruh Variasi Ukuran Partikel Terhadap Laju Pembakaran dan Kerapatan Massa pada Biopelet Biji Buah Merah Paga', Bertha Ollin; Reniana, Reniana; Renjaa, Jael Clarissa
Agritechnology Vol 7 No 1 (2024): Volume 7 Nomor 1 (Juni) 2024
Publisher : Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Papua, Manokwari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51310/agritechnology.v7i1.124

Abstract

Seiring dengan perkembangan zaman dan pertambahan penduduk maka kebutuhan energi juga semakin meningkat, baik untuk keperluan industri, jasa, perhubungan maupun rumah tangga. Untuk itu diperlukan sumber energi alternatif dengan pemanfaatan biomassa baik berupa briket maupun biopelet. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh berbagai ukuran pertikel terhadap laju pembakaran dan kerapatan massa pada biopelet biji buah merah. Metode yang digunakan berupa metode experimental dengan analisis data menggunkan excell dan statistik anova satu arah dan uji lanjut Beda Nyata Terkecil (BNT) pada taraf 5%. Hasil yang diperoleh menujukkan bahwa ukuran partikel 50 mess dan 100 mess serta 80 mess dan 100 mess memiliki pengaruh yang berbeda terhadap kerapatan massa. Namun, ukuran partikel 50 mess dan 80 mess memiliki pengaruh yang sama (tidak berbeda) terhadap kerapatan massa. Ketiga kelompok ukuran partikel memiliki pengaruh yang sama (tidak berbeda) terhadap laju pembakaran pada biopelet biji buah merah sehingga tidak perlu dilakukan uji lanjut.
Estimasi Potensi Air di Daerah Aliran Sungai (DAS) Wosi Berdasarkan Analisis Curah Hujan dan Sistem Informasi Geografis (SIG) Faisol, Arif; Paga`, Bertha Ollin; Indaryanto, Muflih
Agritechnology Vol 7 No 1 (2024): Volume 7 Nomor 1 (Juni) 2024
Publisher : Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Papua, Manokwari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51310/agritechnology.v7i1.126

Abstract

Ketersediaan air bersih merupakan salah masalah di Kabupaten Manokwari. Pada tahun 2021 ketersediaan air bersih di Kabupaten Manokwari sekitar 86,20 %, sehingga dibutuhkan upaya-upaya agar penyediaan air bersih di Manokwari mencapai 100%, diantaranya dengan memanfaatkan potensi air di Daerah Aliran Sungai (DAS) Wosi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis potensi air di DAS Wosi. Penelitian ini terdiri atas 4 (empat) tahapan utama, yaitu; inventarisasi data, analisa data, deliniasi batas DAS, dan estimasi potensi air. Hasil penelitian menunjukkan bahwa potensi air di DAS Wosi berdasarkan analisis data hujan pencatatan tahun 2010 – 2023 sebesar 0,00128 m3/detik atau 110.280 liter/hari pada peluang kejadian 99% dan 0,00346 m3/detik atau 298.801 liter/hari pada peluang kejadian 80%. Sehingga potensi air pada DAS Wosi mampu memasok kebutuhan air domestik sebanyak 919 – 2.490 jiwa penduduk Kabupaten Manokwari.
A ANALISA KUALITAS BIOBRIKET NON KARBONISASI BIJI BUAH MERAH DENGAN PEREKAT PATI SAGU Paga', Bertha Ollin; Reniana
Jurnal Agritechno Jurnal Agritechno Vol. 17, Nomor 2, Oktober 2024
Publisher : Depertemen Teknologi Pertanian Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70124/at.v17i2.1432

Abstract

Dependence on fossil fuels has not been reduced so that demand for this fuel is increasing and it is feared that it will run out quickly. Therefore, there is a need for non-fossil fuel alternatives such as biobriquettes which come from organic waste. The research aims to determine the characteristics of non-carbonized red fruit seed biobriquettes and to determine the effect of variations in the concentration of adhesive on the quality of biobriquettes. The research was conducted experimentally using the Completely Randomized Design (CRD) method. The sampling technique is a simple random sampling technique. Data collection was carried out directly through testing and measuring research variables. The data obtained was then tested and analyzed using Microsoft Excel and presented in the form of tables and graphs. The results obtained showed that the water content of the biobriquettes ranged from 10.75% to 11.04%, density between 0.39-0.45 gr/cm3, ash content between 4.49 - 4.67% and combustion rate between 3.31 - 4.25 gr/minute. The higher the adhesive formulation, the higher the water content and density of the biobriquettes produced. However, the ash content and combustion rate decrease if the adhesive formulation is increased
Pemanfaatan Data Penginderaan Jauh untuk Identifikasi Perubahan Zona Agroklimat di Provinsi Papua Barat: Utilization of Remote Sensing Data to Identify the Agroclimate Zone Change in West Papua Province Faisol, Arif; Paga, Bertha Ollin; Mashudi; Budiyono
Journal of Tropical Agricultural Engineering and Biosystems - Jurnal Keteknikan Pertanian Tropis dan Biosistem Vol. 13 No. 2 (2025): August 2025
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jkptb.2025.013.02.07

Abstract

Fenomena perubahan iklim telah mengakibatkan perubahan zona agroklimat di sejumlah wilayah di Indonesia. Berdasarkan kondisi tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi perubahan zona agroklimat di Provinsi Papua Barat menggunakan data penginderaan jauh, yaitu data Climate Hazards Group Infrared Precipitation with Stations (CHIRPS) perekaman tahun 1981 – 2020. Zonasi agroklimat dianalisis berdasarkan pengolahan data CHIRPS 30 tahun berturut-turut, yaitu 1981 – 2010 dan 1991 – 2020. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Provinsi Papua Barat memiliki 10 Zona iklim berdasarkan hasil pengolahan data CHIRPS tahun 1981 – 2010 yaitu A1, B1, B2, C1, C2, D1, D2, E1, E2, E3, dan 9 zona iklim berdasarkan pengolahan data CHIRPS tahun 1991 – 2020 yaitu A1, B1, B2, C1, C2, D1, D2, E1, dan E2. Secara umum Provinsi Papua Barat didominasi oleh zona iklim A1, B1, dan C1. Pada kurun 2010 – 2020 di Provinsi Papua Barat terjadi peningkatan luas zona iklim A1, B1, B2, C2, D1, dan E2 serta penurunan luas zona iklim C1, D2, E1, dan E3. Hal ini mengakibatkan sejumlah wilayah di Provinsi Papua Barat mengalami perubahan zona agroklimat, yaitu; Kabupaten Manokwari, Kabupaten Manokwari Selatan, dan Kota Sorong.
Komparasi Metode Rata-Rata Aritmatika, Isohyet, dan Poligon Thiessen Dalam Menganalisis Curah Hujan Wilayah Faisol, Arif; Paga`, Bertha Ollin; Mahu, Jeryandy Putra
Jurnal Teknologi Pertanian Andalas Vol 29 No 2 (2025)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Metode interpolasi merupakan salah satu metode yang sering digunakan untuk memperkirakan data hujan pada wilayah yang tidak tersedia data iklim. Penelitian ini bertujuan memperkirakan curah hujan wilayah di Provinsi Papua Barat dan Papua Barat Daya menggunakan 3 (tiga) metode interpolasi, yaitu; metode rata-rata Aritmatika, Isohyet, dan poligon Thiessen. Penelitian ini terdiri atas 4 (empat) tahapan utama, yaitu; inventarisasi data hujan, interpolasi curah hujan, analisis curah hujan wilayah, dan komparasi curah hujan wilayah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa curah hujan wilayah yang dianalisis menggunakan metode poligon Thiessen memberikan nilai yang lebih tinggi dibandingkan metode Aritmatika dan Isohyet, sedangkan metode Aritmatika memberikan nilai curah hujan wilayah lebih rendah dibandingkan metode polygon Thiessen dan Isohyet. Berdasarkan hasil Uji T terdapat perbedaan yang signifikan antara metode Aritmatika dan polygon Thiessen dalam menganalisis curah hujan wilayah di Provinsi Papua Barat, dan terdapat perbedaan yang tidak signifikan antara metode Aritmatika dan Isohyet serta metode poligon Thiessen dan Isohyet. Namun ketiga metode tersebut memiliki korelasi yang sangat kuat dalam menganalisis curah hujan wilayah di Provinsi Papua Barat
Estimation of Surface Water Potential in Manokwari Regency Using Remote Sensing Data Arif Faisol; Bertha Ollin Paga; Mashudi Mashudi; Budiyono Budiyono
Jurnal Teknik Pertanian Lampung (Journal of Agricultural Engineering) Vol. 14 No. 5 (2025): October 2025
Publisher : The University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jtepl.v14i5.1691-1700

Abstract

Water availability is major issue in Manokwari Regency, and information on its surface water potential has not yet been available. This study aimed to estimate the surface water potential in Manokwari using remote sensing data, namely EROS Visible Infrared Imaging Radiometer Suite (eVIIRS) images acquired in August–September 2024 and Climate Hazards Group Infrared Precipitation with Stations (CHIRPS) data from 1981–2023. The analysis consisted of three main stages: data inventory, runoff coefficient estimation, and surface water potential calculation using the Melchior method. The results showed that the surface water potential in Manokwari was 2,018.70 m³/s at 99% probability and 4,148.60 m³/s at 80% probability. These values exceed the 2024 water demand, indicating that Manokwari is in a surplus water condition. The findings demonstrate the usefulness of satellite-based rainfall and land cover data for hydrological assessments in areas with limited ground observation stations.