Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Pemanfaatan Abu Sekam Padi menjadi Katalis Heterogen dalam Pembuatan Biodiesel dari Minyak Sawit Kusyanto Kusyanto; Purwa Aditya Hasmara
Journal of Tropical Pharmacy and Chemistry Vol. 4 No. 1 (2017): J. Trop. Pharm. Chem.
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia, 75117, Gedung Administrasi Fakultas Farmasi Jl. Penajam, Kampus UNMUL Gunung Kelua, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25026/jtpc.v4i1.127

Abstract

Berdasarkan data BPS Kaltim (2014) jumlah produksi padi mencapai 432.612 ton/tahun. Produksi padi tersebut menghasilkan sekam padi rata-rata sebesar 20%. Sekam padi masih kurang dimanfaatkan dengan baik sehingga hanya menjadi tumpukan limbah pertanian. Abu sekam padi mengandung senyawa yang dapat digunakan sebagai support katalis yaitu diantaranya SiO2. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan abu sekam padi yang telah dikalsinasi dengan impregnasi KOH sebagai katalis pembuatan biodiesel dari minyak sawit secara konvensional. Sekam padi dikalsinasi pada suhu 500°C selama 3 jam lalu diimpregnasi dengan KOH 1,9 N. Kemudian dibilas dengan aquadest dan dioven hingga beratnya konstan. Transesterifikasi dilakukan pada minyak sawit dengan perbandingan massa terhadap volume minyak (10%, 15%, 20%, 25% v/b). Hasil yang didapatkan, semakin banyak massa katalis yang digunakan, konversi yield yang diperoleh semakin tinggi yaitu mencapai 67%. Viskositas dan densitas memenuhi standar biodiesel. Hasil uji surface area BET diperoleh surface area spesifik sebelum dan sesudah impregnasi berturut-turut adalah 89,937 m2/g dan 5,471 m2/g. Analisa produk dengan menggunakan GC-MS dilakukan untuk mendapatkan jenis methyl ester sterarate, palmitat, dan Linoleat.
PENGARUH WAKTU EKSTRAKSI DAN KECEPATAN PENGADUKAN TERHADAP PEMBUATAN NANOKALSIUM OKSIDA CANGKANG KERANG DARAH Kurnyawaty, Noorma; Adhyasta, Monica Putri; Kusyanto, Kusyanto; Adhiksana, Arief
Jurnal Teknik Kimia Vol 19, No 1 (2024): Jurnal Teknik Kimia (JUTEKK) Vol.19, No.1, 2024
Publisher : Program Studi Teknik Kimia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/jurnal_tekkim.v19i1.4811

Abstract

Teknologi nano adalah suatu desain, karakterisasi, produksi dan penerapan struktur, perangkat dan sistem dengan mengontrol bentuk dan ukuran pada skala nanometer. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh waktu ekstraksi serta kecepatan pengadukan terhadap pembuatan nanokalsium oksida dari cangkang kerang darah yang meliputi analisa kadar air, yield, analisa kalsium serta analisa ukuran partikel. Proses pembuatan nanokalsium oksida ini dilakukan dengan menggunakan metode presipitasi dengan mereaksikan bubuk cangkang kerang darah dengan HCl konsentrasi 1 N selama waktu ekstraksi 1 jam, 1,5 jam, 2 jam, 2,5 jam dan 3 jam. Hasil reaksi kemudian di presipitasi menggunakan NaOH 3 N sebanyak 40 ml lalu diaduk dengan kecepatan 125 rpm dan 250 rpm. Hasil analisa FTIR menunjukkan bahwa CaO terbentuk pada kedua produk dengan bilangan gelombang 520 cm-1. Waktu ekstraksi dan kecepatan pengadukan optimal pada penelitian ini yaitu 1 jam dan 250 rpm dengan nilai yield yang dihasilkan sebesar 13,1691 % serta ukuran partikel analisa SEM yang dihasilkan sebesar 313,25 nm.
TINDAK PIDANA TIDAK MENGGUNAKAN LABEL BERBAHASA INDONESIA PADA BARANG YANG DIPERDAGANGKAN DI DALAM NEGERI OLEH PELAKU USAHA Kusyanto
The Juris Vol. 8 No. 1 (2024): JURNAL ILMU HUKUM : THE JURIS
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat STIH Awang Long

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56301/juris.v8i1.1253

Abstract

Criminal acts are acts that meet the elements of guilt and against the law that have been stipulated in the law and customary norms that apply in society. The reality in community is that there are many violations of the obligation to use Indonesian language labels on goods traded domestically by business actors. The results showed violations of these provisions both in the form of food and beverages such as rice, sugar, sausages and in the form of non-food such as electronic goods, spare parts, children's toys and others, with empirical evidence in the form of permanent legal force decisions. The purpose of this study is to find the causes of violations of the obligation to use Indonesian language labels on goods traded domestically by business actors. Provisions regulating the obligation of business actors to use Indonesian labels on goods traded domestically are contained in Law Number 8 of 1999 concerning Consumer Protection and Law Number 7 of 2014 concerning Trade. The research concluded that some business actors are not aware of these obligations, do not support government programs and lack of supervision, so it is necessary to continuously socialize the law, effective and fair law enforcement and strict government supervision by involving ministries and other relevant agencies and institutions. The method used is a normative research method and the data are collected by library reseach and analized by qualitative method.
The The Influence of Solvent Volume on Raw Material and Cooking Time in the Delignification Process of Paper Making from Kepok Banana Peel Pulp Kusyanto, Kusyanto
Journal of Research and Technology Vol. 9 No. 2 (2023): JRT Volume 9 No 2 Des 2023
Publisher : 2477 - 6165

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55732/jrt.v9i2.1048

Abstract

The potential applications of paper made from kepok banana peel include greeting cards, book covers, and other art and craft projects. The use of kepok banana peel in papermaking adds a new dimension and unique artistic value to the field. Furthermore, it has a positive impact on the environment by reducing agricultural waste that would otherwise be discarded. The purpose of this study was to investigate the effect of the volume of NaOH solution on the mass of kepok banana peel and the ripening time needed to produce the best pulp according to SNI 7274:2008 and SNI 14-6519-2001 standards. The study involved testing different volumes of solvent, ranging from 300 mL to 700 mL, and conducting the delignification process for 60 to 120 minutes with 30-minute intervals. The resulting pulp was then utilized in the papermaking process. Based on the conducted study, the optimum operating conditions were achieved using a solvent volume of 500 mL for a duration of 90 minutes. The analysis revealed a cellulose content of 90.8%, lignin content of 5.02%, water content of 16.85%, and paper tear resistance of 444.584 mN.
PEMANFAATAN KULIT KACANG TANAH DAN BAMBU SEBAGAI BAHAN BAKU PEMBUATAN BIOBRIKET DENGAN METODE KARBONISASI Kusyanto, Kusyanto; Rahim, Marinda; Subakir, Muhammad Yahya; Rahayu, Ibnu Eka; Fitriyana, Fitriyana
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 8 No. 4 (2022): December 2022
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v8i4.504

Abstract

Kalimantan Timur menghasilkan kacang tanah sebanyak 654 ton pada tahun 2020, sementara itu produksi bambu di Indonesia pada tahun 2019 sekitar 17,1 miliar batang. Perlu pengolahan bahan agar dapat digunakan menjadi biobriket. Biobriket merupakan sumber energi terbarukan dan ekonomis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perbandingan pencampuran biomassa kulit kacang tanah dan bambu terhadap kualitas biobriket berdasarkan standar SNI 01-6235-2000. Karbonisasi dilakukan pada kulit kacang tanah 450°C dan bambu 500°C selama 60 menit. Arang dihaluskan kemudian diayak lebih kecil dari 70 mesh. Arang kulit kacang tanah (KK) dan bambu (B) ditimbang 20 gram dengan komposisi 100%KK, 80%KK : 20%B, 60%KK : 40%B, 50%KK : 50%B , 40%KK : 60%B, 20%KK : 80%B, 100%B. Arang dicampurkan dengan perekat kanji 5 % dari massa arang (1 gr kanji : air 25 ml). Dikeringkan pada suhu 80°C selama 24 jam. Hasil kombinasi terbaik didapatkan pada kulit kacang tanah 20% dan bambu 80% dengan nilai kalor 6908,6 kal/g, kadar air 3,95%, kadar abu 6,27%, kadar karbon terikat 73,2% telah memenuhi standar SNI 01-6235-2000, kecuali untuk kadar zat terbang 16,58% masih belum memenuhi standar SNI 01-6235-2000.